
Rakes dan Rafeal terus berlarian mencari asal suara tembakan, mereka terus memburu ke seluruh ruangan namun tak ada satu orang pun yang bisa mereka temui.
"Sial!" Gumam Rafeal kesal dengan tinju yang mendarat di dinding yang berada di sisinya.
"Haissssss! Marvel......!" Teriak Rakes menggelegar ke seluruh ruangan.
"Ayo berpencar! kamu ke bagian utara resort aku akan ke bagian barat!" Jelas Rafeal yang segera berlari lewat pintu depan.
Rakes tak ingin membuang waktu lebih lama lagi, secepat kilat ia berlari menuju pintu belakang. Ia terus berusaha mencari namun sialnya tidak ada satu orangpun di belakang resort, hingga akhirnya suara teriakan dari arah laut membuat Rakes segera berlari ke sana.
"Akhirnya kalian berkumpul semua!" Jelas seorang lelaki kekar yang menutupi wajahnya dengan masker hitam.
Langkah Rakes terhenti, matanya terus menatap keadaan di sana.
Marvel yang berdiri tegap dengan pistol miliknya yang ia tempelkan ujungnya tepat di kelapa lelaki bermasker hitam tersebut, sedangkan di sisi lain ada Roger yang tepat berada di bawah tawanan salah seorang pasukan lawan serta tubuh Ivent yang meringkuk di pasir karena kedua tangannya diikat serta sebuah kaki yang sedari tadi begitu setia menginjak bagian lehernya.
Dilain sisi ada segerombolan pasukan lawan yang mengelilingi Rafeal. Setelah memantau keadaan yang ada, Rakes langsung melemparkan pistolnya ke pasir tepatnya di depan lelaki kekar bermasker yang berada di bawah kendali Marvel.
"Apa tujuan kalian?" Tanya Rakes.
"Rama, bebaskan dia maka aku akan melepaskan semua teman mu!" Jelas Lelaki tersebut.
"Kamu tau posisi kamu saat ini tidak berada pada pihak yang bisa mengajukan penawaran, nyawamu dalam tangan kami!" Gumam Rafeal.
"Lalu apa bedanya dengan keadaan kalian, bukankah mati bersama lebih baik?" Jelas lelaki tersebut.
"Bima! kamu akan menyesal atas apa yang kamu lakukan hari ini. Aku akan mencabut semua kerja sama kita dan tidak hanya itu, aku akan menghancurkan perusahaan keluarga kalian. Hentikan, selagi aku masih menawar dengan cara baik!" Jelas Roger yang memang kenal dengan lelaki tersebut yang tak lain adalah Bima saudaranya Rama.
"Aku tidak peduli, hancurkan semuanya, aku tidak peduli!" Gumam Bima penuh amarah.
"Jika aku melepaskan Rama, apa kamu akan melepaskan semua teman aku?" Tanya Rakes.
"Rakes, jangan gila!" Gumam Marvel.
"Fine! cabut segala tuntutan mu terhadap adik aku, maka aku tidak akan lagi mengusik kalian semua." Jelas Bima.
"Oke deal!" Seru Rakes.
"Rakes!" Gumam Rafeal dan Marvel yang begitu kesal dengan keputusan sepihak yang di buat oleh Rakes.
"Apa abang gila? abang tidak boleh membebaskan Rama, tidak boleh! jangan terpengaruh dengan ucapan bajingan itu, dia bahkan menjadikan Zea sebagai target mereka!" Tegas Roger.
"Oke, karena sang bos telah membuat keputusan, berarti semuanya beres!" Jelas Bima.
"Beres? Bima, kamu jangan salah paham!" Ujar Rakes dengan nada yang penuh penekanan.
"Maksud mu?" Tanya Bima.
Rakes kembali meraih pistolnya lalu melepaskan pelurunya tepat pada bagian dada anak buah Bima yang sedang meringkuk Ivent, peluru yang menembus bagian dadanya membuat lelaki itu tumbang, keadaan tersebut langsung di manfaatkan oleh Ivent untuk bangun lalu berusaha melepaskan ikatan yang ada di tangannya.
Setelah melepaskan pelurunya Rakes langsung menyerang lelaki yang sedari tadi menyandra Roger, melihat penggerakan Rakes membuat semua anak buah Bima beraksi, sebagian besar dari mereka langsung menyerang Rafeal dan sisanya seketika menyerang Ivent dan Rakes.
'Door' Marvel melepaskan pelurunya ke udara.
__________________
"Aku harus ke sana!" Jelas Zea yang langsung turun dari tempat tidur.
"Jangan Zea! kamu masih sakit, tetaplah disini." Jelas Mariana yang langsung mencegah Zea.
"Aku nggak bisa tenang, bagaimana kalau terjadi sesuatu pada mereka. Kalian tetap disini, biar aku yang ke sana!" Jelas Zea.
"Nggak kak! biar aku yang ke sana!" Jelas Kania langsung berlari keluar.
"Kania....!" Panggil Mariana yang segera menyusul.
"Apa kamu sudah gila? di sana berbahaya!" Gumam Mariana saat tangannya berhasil mencegah Kania.
"Kak, aku nggak bisa tenang! bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi sama abang Marvel dan juga abang Rafeal? aku nggak mau mereka kenapa-napa." Jelas Kania dengan linangan air mata.
"Apa kamu sedang mengkhawatirkan pacar dan juga selingkuhan mu?" Tanya Reva yang sukses membuat Mariana kebingungan.
"Apa maksud dari ucapan mu?" Tanya Mariana.
"Kak Ana nggak se-polos itu kan? apa kakak nggak bisa lihat kalau Kania dan Rafeal menjalin hubungan dibelakang kalian? Jangan terlalu bodoh, mereka diam-diam menghancurkan hati dan perasaan abang kamu dan juga kepercayaan kamu!" Jelas Reva.
"Reva, apa yang kamu katakan?" Tanya Kania.
"Kebenaran yang sebenarnya!" Tegas Reva.
"Kak Ana, kakak nggak akan percayakan pada kebohongannya? kak Ana percayakan sama aku? aku sama sekali tidak melakukan hal yang dia tuduhkan! tolong percaya sama aku!" Jelas Kania.
"Kania, aku butuh waktu!" Cetus Mariana yang langsung meninggalkan Reva dan Kania.
"Kania, apa sekarang kamu begitu mengkhawatirkan Rafeal? kamu sadar, kalau sebenarnya kamulah yang berada dalam masalah besar."
"Reva, aku tidak masalah jika orang yang kamu sakiti adalah aku. Tapi tidak jika orang itu adalah abang Rafeal dan abang Marvel." Tegas Kania.
"Jadi benar kalau kamu menjalin hubungan dengan dua lelaki sekaligus?"
'Plaaak!" Tangan Kania melayang mengenai pipi kiri Reva.
"Selama ini aku menganggap kamu layaknya saudara sendiri, kamu keluarga aku, tapi ternyata aku salah, tidak hanya hubungan abang Rakes dan kak Zea yang ingin kamu hancurkan, tapi juga hubungan aku dan abang Marvel, sebenarnya hati kamu terbuat dari apa? kenapa begitu bahagia saat saudara mu menderita? manusia kah kamu ini?" Jelas Kania dengan penuh amarah dan lekas menyusul Mariana.
"Kalian, aku akan menghancurkan kalian semua!" Gumam Reva penuh ambisi.
_________________
Peluru yang melayang ke udara merupakan ulah Bima yang mencoba merebut senjata yang ada di tangan Marvel hingga akhirnya Bima berhasil menjatuhkan senjata Marvel setelah beberapa kali meluncurkan usahanya. Marvel tak tinggal diam, meski dengan tangan kosong ia terus menyerang Bima yang ternyata merupakan seorang ahli ilmu bela diri.
Bima terus menyerang hingga membuat Marvel sedikit kewalahan melawan pergerakan Bima yang begitu gesit. Melihat situasi Marvel, Rakes hendak membantu namun lagi-lagi para anak buah Bima terus menyerangnya dari berbagai arah.
"Huuuuuf! aku kira cuma rumor ternyata kamu benar-benar jago dalam hal menyerang!" Jelas Marvel yang perlahan bangun lalu kembali berdiri tegap.
"Jadi cuma ini kemampuan mu? aku bahkan mendengar humor kalau kamu putra Revtankhar yang begitu jago menjatuhkan lawan dalam sekejap mata, dan aku juga dengar kalau kamu tergabung dalam tim pasukan elit militer. Ahhhhh! ternyata hanya omong kosong belaka, konyol!" Jelas Bima dengan tatapan sinis.
"Baiklah, ayo kita buktikan rumor siapa yang omong kosong belaka." Gumam Marvel yang kembali menyerang.
Perkelahian terus terjadi, Ivent yang sedari tadi terus berusaha melindungi Roger dari segala arah, Rafeal yang beberapa kali mendapat pukulan juga terlihat masih sigap menepis setiap serangan yang terus datang membabi buta kearahnya.
Rakes terlihat berada di posisi yang lebih serius karena ia sedang berhadapan dengan kelima anak buah Bima yang mengayunkan pisau belati kearahnya.
"Marvel awas..." Teriak Rakes yang memang sejak tadi terus memperhatikan Marvel yang akhirnya kembali terjatuh akibat tendangan Bima yang mendarat di bahunya.
Dalam waktu yang bersamaan Marvel malah meneriakkan nama Rakes, ternyata diam-diam Marvel justru menaruh khawatir pada keadaan Rakes yang melawan kelima anak buah Bima hanya dengan mengenakan tangan kosong.
"Rakes....!" Teriak Marvel bersamaan dengan tubuhnya yang terjatuh keatas pasir.
Sebuah pisau menggores bagian lengan kanan Rakes, hingga membuat Rakes bergumam menahan rasa sakit.
"Awwwww!" Teriakan Bima yang terdengar jelas sedang berusaha menahan rasa sakit membuat semua mata langsung terarah pada Bima tidak hanya itu, semua anak buah Bima bahkan menghentikan serangan mereka saat mendapati tubuh Bima yang perlahan ambruk keatas pasir dengan sebuah pisau yang menancap sempurna pada dada bagian kanannya.
"Zea...." Seru Rafeal dan Ivent yang langsung berlari lalu membuat formasi melindungi Zea.
"Kamu....!" Gumam Bima pelan dengan tatapan tajam pada sosok Zea yang masih berdiri tegap di belakang Ivent dan Rafeal, lalu di menit selanjutnya Bima jatuh dan tak sadarkan diri.
Keadaan tersebut membuat para anak buah Bima yang masih tersisa menjadi panik seketika.
"Bunuh mereka semua!" Jelas salah satu dari mereka dan langsung menyerang.
Perkelahian kembali terjadi, berlangsung hingga beberapa menit lamanya dan pada akhirnya pasukan Rakes berhasil melumpuhkan semua lawan.
"Marvel segera periksa keadaan dia!" Perintah Rakes yang juga ikut mendekati tubuh Bima.
"Dia masih bernafas, segera siapkan mobil, kita akan membawanya ke rumah sakit." Jelas Marvel.
"Siap!" Ujar Ivent yang segera berlari mengambil mobil.
"Tidak ada nama Zea dalam kejadian ini! aku yang menyerang Bima, ingat itu baik-baik!" Jelas Rakes.
"Siap!" Tegas Ivent, Marvel dan Rafeal serentak.
"Zea.....!" Panggil Roger dengan terbata-bata lalu perlahan mendekati Zea.
"Stop!" Tegas Rafeal yang langsung menghadang Roger.
"Rakes, bawa Zea masuk biar aku dan Rafeal yang menangani Bima. Dan kamu Roger cerita hari ini berakhir sampai di sini." Jelas Marvel.
"Hmmmmm, segera kabari aku!" Jelas Rakes yang langsung mendekati Zea.
"Siap!" Tegas Marvel.
Rakes langsung membawa Zea kembali ke dalam resort. Saat mobil datang, Rafeal dan Marvel langsung membawa Bima ke mobil dan segera meluncur menuju rumah sakit.
"Aku harus mencari tau apa yang sebenarnya mereka lakukan! dan Zea, haisssssh aku harus tau semuanya." Gumam Roger lalu segera kembali ke resort.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊
Stay terus sama My Princess😘😘😘
KaMsaHamida❤️❤️❤️❤️❤️