
*Sepuluh menit Sebelum Azan menemui Rakes.
Baru saja Azan keluar dari mobilnya tangan Rafeal langsung menyeretnya untuk ikut bersama.
"Kenapa pa? ada apa?" Tanya Azan yang kebingungan saat Rafeal terus saja menyeretnya hingga keduanya berada tepat di belakang rumah.
"Kamu ingat hari ini tanggal berapa?" Tanya Rafeal.
"Empat, kenapa?"
"Dasar anak durhaka!" Gumam Zea yang langsung menjitak kepala Azan.
"Sakit mi...!" Protes Azan sambil mengusap pelan kepalanya.
"Benar-benar nih anak, lebih parah dari si bobrok!" Cetus Rafeal sambil bersandar di dinding.
"Hari daddy mu lahir tau!" Tegas Marvel yang ikutan numbruk.
"Ya Allah, aku benar-benar lupa." Ujar Azan.
"Nah sekarang tugas kamu adalah membuat daddy mu itu marah kalau perlu keluar tuh tanduk iblisnya!" Jelas Rafeal.
"Loh kenapa harus aku, kan biasanya adek yang bikin ulah!" Jelas Azan.
"Dia ada jadwal operasi!" Jelas Marvel.
"Apa harus aku? kan ada Arin, atau Shia!" Jelas Azan.
"Arin sama Shia sibuk beli kue, udah nurut aja, sana gih!" Jelas Zea.
"Baiklah!" ujar Azan nurut.
"Semangat!" Ujar Marvel, Rafeal dan Azan bersamaan bahkan dengan memamerkan senyum lebar kearah Azan yang mulai beranjak dari lokasi tersebut.
______________
"Gimana? abang Rakes udah pergi?" Tanya Zea saat Kania dan Mariana masuk ke rumah.
"Udah, ayo kita mulai!" Ajak Kania yang begitu penuh semangat.
"Soal Arin yang masuk kelas Teakwondo, apa kalian semua tau?" Tanya Azan yang seketika membuat semuanya menatap pada dirinya secara bersamaan.
"Arin menyukainya, dan mama sama sekali nggak masalah, toh itu akan berdampak positif buat dia, seenggaknya dia bisa menjaga dirinya dengan baik saat kamu tidak bisa bersamanya. Azan kamu kan juga kerja, setidaknya mama bisa lebih tenang jika Arin bisa menjaga darinya." Jelas Mariana.
"Kenapa mama Ana nggak cerita ke aku?" Tanya Azan.
"Bukannya kami nggak cerita, tapi Arin ingin dia sendiri yang membicarakannya dengan mu!" Jelas Marvel.
"Tapi sampai sekarang dia masih saja diam!" Ujar Azan.
"Beri dia sedikit waktu, kamu percayakan sama dia!" Ujar Rafeal.
"Iya pa, kalau gitu aku ganti baju dulu." Ujar Azan yang langsung menuju kamarnya.
"Apa Arin belum juga bicara?" Ujar Zea.
"Udah kakak tenang aja, Azan pasti bisa mengerti dengan keputusan Arin." Ujar Kania.
"Apa Shia juga belum bicara dengan Uzun?" Tanya Marvel tiba-tiba.
"Udah sadar diri napa? abang udah tua, biar para remaja yang menyelesaikan masalah mereka sendiri!" Jelas Mariana.
"Emang abang setua itu apa? lagi pula abang cuma antisipasi supaya hubungan mereka baik-baik saja!" Jelas Marvel.
"Udah tenang aja, mereka akan baik-baik saja!" Ujar Rafeal.
"Udah ayo kerja, buruan sebelum mahkluk itu pulang!" Jelas Marvel.
______________
"Sampai kapan dia akan terus diam saja?" Tanya Azan pada dirinya sendiri.
Ia terus saja menaiki tangga, lalu menuju ke kamarnya, dengan langkah yang sama sekali tidak bersemangat ia perlahan masuk.
"Abang udah pulang?" Tanya Arina yang sejak tadi menunggu Azan di kamarnya Azan.
"Loh, bukannya kamu dan Shia keluar?" Tanya Azan.
"Cuma Shia. Gimana sidangnya?" Tanya Arina lalu perlahan melangkah mendekati Azan.
"Lancar!" Jawab Azan simpel.
"Maaf karena membuat abang menunggu terlalu lama! aku masuk kelas Teakwondo." Jelas Arina pelan.
"Kenapa?"
"Aku juga ingin jadi seperti mommy!"
"Arin..."
"Aku ingin menjadi kuat, aku ingin melindungi semua orang-orang yang aku sayang."
"Apa semua orang tau kecuali abang?"
"Daddy juga belum tau!"
"Jika ingin melakukan sesuatu hal, atau mau membuat keputusan, bicarakan dulu dengan abang."
"Apa abang marah?"
"Bukan begitu, setidaknya abang nggak harus membututi kalian!"
"Apa? abang membututi kami? sejak kapan?"
"Udah keluar gih sana, abang mau mandi!"
"Kenapa semakin hari abang semakin posesif? cemburu ya?" Goda Arina yang mulai berbuat usil karena mendapati wajah Azan yang mulai memerah.
"Udah jangan ganggu abang, sana keluar!"
"Love you sayang!" Ujar Arina sambil mengusap bahu Azan dan lekas pergi.
______________
"Permisi!" Ujar Urshia saat ia berada tepat di depan meja resepsionis sebuah rumah sakit ternama di Indonesia.
"Iya, ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang gadis dengan senyuman manisnya.
"Aku mau bertemu dengan dokter Uzun!" Jelas Urshia.
"Apa sudah janji?" Tanyanya lagi.
"Belum..." Jawab Urshia.
"Maaf ya dik, kamu tidak bisa menemui dokter Uzun jika belum buat janji." Jelas sang resepsionis.
"Shia..." Panggil salah satu dokter yang baru saja melewati ruangan tersebut.
"Abang Bayu!" Ujar Shia yang segera lari menuju Bayu.
"Mau bertemu Uzun?"
"Iya, apa abang Uzun di ruangannya?"
"Masih di ruang operasi, bentar lagi juga selesai, ayo ikut abang!" Ajak Bayu.
"Ayo!"
Keduanya langsung berjalan meninggalkan ruang resepsionis, keduanya terus melangkah sambil bercerita ria.
Langkah Urshia seketika terhenti saat matanya menatap Uzun yang sedang berjalan dengan seorang dokter, keduanya terlihat begitu larut dalam obralan mereka bahkan sesekali keduanya tertawa bahagia.
"Abang Uzun..." Panggil Urshia yang sontak membuat langkah Uzun terhenti.
"Shia..." Ujar Uzun.
"Kak Arin nggak bisa ikut, jadi Shia mau abang yang menemani Shia, ayo!" Ajak Urshia yang tanpa basa basi langsung menarik tangan Uzun untuk ikut bersamanya.
Uzun hanya mengikuti langkah Urshia hingga keduanya berada di parkiran.
"Kita mau kemana? abang bahkan masih pakai seragam ini!" Jelas Uzun sambil menyentuh baju operasi yang melekat di tubuhnya.
"Siapa dokter tadi?"
"Anita!"
"Shia nggak tanya namanya."
" Dokter!"
"Ishhhhh!"
"Dia hanya dokter yang membantu abang di ruang operasi, nggak lebih! jadi kita mau kemana?"
"Beli kue untuk ulang tahun daddy!"
"Emangnya hari ini tanggal berapa?"
"Dasar Vampir durhaka! buruan! Desak Urshia yang langsung masuk ke dalam mobil.
______________
Tepat jam 11 malam Rakes baru pulang, setelah memarkirkan mobilnya di garasi ia langsung keluar bahkan dengan membanting pintu mobil karena kesal.
"Siapa yang berani mengganggu anak-anak aku? seharian aku cari tapi tetap saja nggak jelas! bahkan dengan sistem canggih sekalipun aku juga tidak bisa menemukan mereka! siapa yang Azan maksud sebenarnya?" Tanya Rakes yang semakin kesel pada dirinya sendiri.
"Hufffff! sial!" Gumam Rakes yang bahkan menendang dinding garasi.
"Mau adek bantu? daddy mau membuat rumah ini roboh kan?" Tanya Uzun sambil mendekati Rakes.
"Uzun...."
"Siapa yang membuat daddy begitu kesal?"
"Apa selama ini ada hal yang mencurigakan di sekitar kamu?"
"Sama sekali nggak! Kenapa?"
"Baguslah! kenapa belun tidur? atau mau jaga malam lagi?"
"Daddy, ayo kita bicara sebentar!" Ajak Uzun lalu keduanya duduk di kursi teras.
Setelah bercerita panjang lebar hingga satu jam berlalu, akhirnya Uzun mengajak Rakes masuk.
"Selamat Ulang Tahun...." Seru semuanya serentak dengan suara yang menggema di seluruh ruangan.
"Selamat ulang tahun suami ku!" Ujar Zea yang langsung memeluk erat tubuh Rakes.
"Semoga panjang umur, daddy tersayang!" Ujar Urshia yang ikut memeluk Rakes.
"Sehat-sehat selalu my bets daddy!" Ujar Arina yang juga ikutan berpelukan.
"Selamat ulang tahun daddy!" Ujar Uzun dan Azan dan kini keduanya yang memeluk Rakes.
"Makin tua aja nih kawan aku! semoga makin berkah umurnya!" Ujar Marvel.
"Semoga gilanya berkurang, roh iblisnya menghilang, sosok Serigala pun nggak kambuh-kambuh lagi...." Ujar Rafeal.
"Dasar...." Ujar Rakes dengan gelak tawa.ππππππ
Jangan lupa LIKE Comen voteπ
Stay terus sama My Princess ππππ
Khamsahamida πππππ
Oh ya manteman jangan lupa main ke novel baru aku ya,,,
πXue_Lianπ
Ditunggu kunjungannyaπππππ