My Princess

My Princess
#179



Rakes yang baru saja membukakan pintu ruang rawat langsung di suguhkan dengan pemandangan kiss yang sedang Mariana lakukan terhadap Rafeal.


"Ana...." Ujar Rakes kebingungan.


"Rafeal..." Ujar Zea.


"Rakes, Zea..." Ujar Rafeal dengan perasaan yang begitu canggung sedangkan Mariana langsung menjauh dari Rafeal.


"Apa kalian jadian?" Tanya Zea dengan begitu girang, dan segera berlari mendekati Rafeal.


"Selamat bro!" Seru Zea dengan senyuman lebar sambil menepuk bahu Rafeal.


"Gimana keadaan kamu? kalian sehat?" Tanya Rafeal yang malah mengalihkan pembicaraan.


"Jangan mengalihkan topik! pokoknya selamat buat kalian semoga segera kepelaminan!" Jelas Zea lalu beranjak untuk memeluk Mariana.


"Zea, kamu jangan salah paham, ini sama sekali nggak seperti yang kamu lihat, kami tidak sedekat itu!" Jelas Mariana dengan menundukkan wajahnya.


"Rafeal, kita harus bicara!" Jelas Rakes yang kini beranjak mendekati Rafeal.


"Apa ada hal penting? ada apa?" Tanya Rafeal dengan ekspresi yang berubah drastis menjadi serius.


"Apa ini masalah pekerjaan? harus kah kami keluar?" Tanya Mariana.


"Tidak Ana, kalian tetap di sini!" Jelas Rakes.


"Ada apa? jangan membuat ku semakin penasaran, bicaralah!" Pinta Rafeal.


"Aku tau mungkin aku sama sekali tidak berhak bicara, tapi tetap saja aku tidak ingin ada yang terluka, aku tidak ingin cinta mengubah persahabatan kita bertiga menjadi permusuhan. Jika benar kamu mencintai Ana, maka nikahi dia tapi jika kamu jadikan Ana sebagai pelarian cinta mu yang tidak disambut oleh Kania, maka jauhi Ana, aku tidak ingin Kania atau pun Ana terluka." Jelas Rakes.


"Abang Rakes...." Ujar Mariana dengan air mata yang entah sejak kapan sudah mulai menetes membasahi wajahnya.


"Rafeal, bagi aku Ana sudah seperti adik aku sendiri, begitu pula dengan Kania lalu kamu dan juga Marvel, kalian sahabat terbaik aku dan aku sama sekali tidak ingin kehilangan satu orang pun dari kalian, tolong pahami maksud aku." Jelas Rakes.


"Aku juga tidak ingin terus menerus berada dalam situasi aneh ini, aku bahkan semakin muak pada diri aku sendiri, aku benci keadaan ini!" Jelas Rafeal dengan perasaan tidak menentu.


"Lepaskan Kania! selama ini kamu membiarkan Kania bersama abang Marvel tapi kamu sama sekali tidak ikhlas dengan semua itu." Jelas Zea.


"Kania dan Marvel memang di takdirkan bersama, biarkan mereka bahagia tanpa harus ada rasa bersalah pada mu. Jika kamu tidak bisa mencintai Ana maka jangan beri dia harapan, dan kamu Ana, cinta tidak bisa dipaksakan, lupakan Rafeal, aku tau kamu menginginkan dia hanya karena kamu takut dia akan mengambil Kania dari Marvel kan? percayalah Rafeal tidak akan membuat Marvel menangis, apapun yang terjadi." Jelas Rakes.


"Jujur abang Rakes, awalnya aku memang mengejar Rafeal dengan alasan agar dia tidak mengambil Kania dari abang Marvel namun seiring berjalan waktu semuanya berubah, aku malah kalah dengan diri aku sendiri, perlahan aku mulai jatuh cinta dan semakin hari aku malah semakin menggilainya, aku ingin memilikinya." Jelas Mariana.


"Tapi, bukannya kak Ana suka sama abang Mikeal ku? dan yang aku tau papa Rizal akan segera datang untuk melamar Kak Ana, apa abang Mikeal membohongi aku?" Jelas Zea.


"Apa???" Tanya Mariana dan Rafeal serentak dan terlihat jelas kalau keduanya begitu panik.


"Zea jangan bercanda? mana mungkin...." Penjelasan Mariana seketika terhenti lalu ia terlihat sedang mengingat-ingat sesuatu.


"Jadi benar, aku kira waktu itu dia hanya bercanda mengatakan cinta padaku, karena saat itu aku sedang bertengkar dengan mantan kekasih ku yang terus saja mengganggu aku. Jadi itu bukan acting?" Ujar Mariana dengan tatapan kosong.


"Ana, terimalah Mikeal, aku tau dia lelaki baik-baik, dan akan aku pastikan kalau dia tidak akan membuat mu terluka. Dan kamu Rafeal, jadikan semua ini sebagai kenangan, biarkan Kania bersama Marvel dan kamu juga tidak akan dibuat risih lagi oleh Ana." Jelas Rakes.


"Hmmmmm!" Ujar Rafeal.


"Rafeal, jadi benar kalau kamu sama sekali tidak punya perasaan sedikit pun pada ku?" Tanya Mariana.


"Hmmmmm!" Jawab Rafeal.


"Jawablah yang tegas!" Gumam Mariana kesal.


"Eh Rafeal, aku ingatkan ya, neraka dunia adalah saat kamu terjatuh dalam lubang penyesalan atas seseorang yang pernah kamu sia siakan!" Jelas Zea yang juga ikut kesal.


"Aku tidak akan menyesali keputusan aku!" Tegas Rafeal.


"Apa kehilangan Devita belum cukup membuat mu hidup dalam bayang-bayang penyesalan?" Jelas Rakes.


"Siapa lagi itu?" Tanya Zea penasaran.


"Iya, sebelum Rafeal dan Marvel jatuh cinta pada Kania keduanya sempat jatuh cinta pada Devita namun berbeda cerita dengan Kania, saat bersama Devita mereka berdua tidak ada yang berjuang, saling melempar hak untuk memiliki hingga pada akhirnya Devita pergi untuk selamanya dengan memendam cinta pada salah satu dari keduanya, Devita berdiam diri karena dia juga tidak ingin menyakiti salah satu dari mereka." Jelas Rakes.


"Jadi itu alasan mengapa abang Marvel hidup dalam keterpurukan hingga setahun lamanya?"


"Iya, Rafeal jangan ulangi lagi kesalahan yang sama, itu akan semakin membuat luka lama semakin dalam dan perih!" Jelas Rakes.


"Jika cinta bilang cinta jika tidak maka aku akan datang pada abang Mikeal!" Jelas Mariana.


"Beranilah untuk dirimu sendiri! kamu juga berhak bahagia!" Jelas Zea.


"Maafkan aku Ana, tapi aku sama sekali tidak mencintai mu, aku tidak ingin menghancurkan masa depan mu, aku tidak ingin kamu menghabiskan sisa hidup mu bersama lelaki yang sama sekali tidak mencintai mu, datanglah pada Mikeal, dia lebih pantas menjadi imam mu." Jelas Rafeal.


"Benarkah? apa itu semua isi hati mu?" Tanya Mariana memastikan.


"Iya." Jelas Rafeal.


"Yakin?" Tanya Zea memastikan.


"Iya." Tegas Rafeal.


"Ayo Ana!" Ajak Rakes.


"Kemana?" Tanya Rafeal spontan.


"Kenapa kamu harus tau, toh kamu tidak ada hubungan apapun dengan Ana." Jelas Rakes.


"Tuh kan belum apa apa udah tensi!" Goda Zea.


"Zea apaan sih!" Gumam Rafeal.


"Dasar pengecut, Zea ayo kita keluar sebentar, mereka butuh waktu berdua, ayo sayang!" Ajak Rakes lalu merangkul bahu Zea.


"Ayo! eh awas ya jangan pegang pegang kak Ana, dia bukan mahram mu!" Cetus Zea dan segera keluar bersama Rakes.


Setelah pasukan suami istri tersebut keluar seketika suana berubah menjadi begitu canggung. Mariana kembali duduk di kursi sedangkan Rafeal justru membuang pandangannya kearah lainnya.


"Haruskah kita seperti ini?" Tanya Mariana yang mulai angkat bicara.


"Aku tidak ingin membuat mu terluka!" Jelas Rafeal.


"Aku tidak meminta mu untuk selalu menjanjikan bahagia untuk ku, aku hanya meminta mu untuk selalu ada di sisiku, aku hanya ingin kamu menjadi suami ku, hanya itu. Dan aku juga tidak bisa menjanjikan bahagia selalu ada untuk mu, tapi aku akan berusaha untuk menjadi orang yang bisa meringankan segala luka mu!" Jelas Mariana.


"Apa kamu tidak akan menyesal? bukankah Mikeal jauh lebih baik dari aku? dia punya keluarga yang sempurna, kaya dan juga punya pekerjaan yang menjanjikan sedangkan aku....!"


"Aku sudah punya keluarga yang begitu lengkap, aku juga sudah punya kekayaan yang begitu melimpah dari orang tua ku dan aku juga punya pekerjaan yang bisa menjamin bahkan hingga puluhan keturunan kita, yang aku tidak punya adalah suami seperti mu, aku hanya butuh kamu!" Jelas Mariana.


"Ana...."


"Aku akan memberikan keluarga yang sempurna untuk mu, memberi mu seorang papi yang begitu baik hati, mami yang begitu penyayang, abang yang begitu perhatian, aku akan memberikan semuanya agar kamu lupa bahwa kamu tidak memiliki keluarga, pulanglah bersama kami, karena kami semua adalah keluarga mu!" Jelas Mariana yang perlahan menggenggam erat tangan Rafeal.


"Terima kasih, terima kasih karena telah menerima segala keterbatasan ku! aku akan belajar untuk mencintai mu! meski aku tidak bisa menjanjikan apa-apa, tapi aku bisa menjanjikan satu hal, aku tidak akan meninggalkan mu, aku pastikan itu!" Jelas Rafeal lalu perlahan mengangkat tangannya dan mengusap wajah Mariana.


"Terima kasih, aku mencintaimu, Rafeal!" Ujar Mariana yang begitu bahagia.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊


Stay terus sama My Princess😘😘😘


KaMsaHamida πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ