
Alrico baru saja selesai dari meeting nya dan ia melihat jam tangan di lengannya dan jam menunjukkan pukul 9 malam, betapa lamanya ia meeting dan Alrico segera membereskan berkas-berkas nya.
Meeting pun sudah selesai dan semua pegawai serta clean pun meninggalkan ruang meeting. Alrico pun berjalan dengan sangat cepat menuju parkiran.
Sesampainya di parkiran ia langsung mengendarai mobilnya dengan sangat cepat menuju rumah sakit tempat gadisnya di rawat.
Sepanjang perjalanan Alrico sangat tidak tenang tidak seperti biasanya, dan persaaanya pun tidak enak.
Alrico pun mengklakson mobil yang ada di depannya dan mengendarai mobilnya dnegan menyelip mobilnya dengan mobil lain, mobil-mobil yang berada di belakang mobilnya mengklakson nya berkali-kali ke arah mobil Alrico namun Alrico tidak menggubrisnya dan ia pun semakin menggila mengendarai mobilnya.
Dengan skill hebatnya mengendarai mobil Alrico sudah sampai di rumah sakit dengan sangat cepat seperti biasany dan ia pun langsung memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam rumah sakit.
Alrico berlari masuk ke dalam rumah sakit dan sesekali menabrak seseorang yang berada di lorong rumah sakit, ia tidak meminta maaf melainkan terus berlari menuju ruang rawat inap gadisnya.
Sesampainya di depan pintu ruang rawat inap Stefany Alrico segera membukanya dan ia berjalan ke ranjang Stefany, Alrico menghela nafas kasar untung saja gadisnya sudah tetidur.
Alrico membuka selimut yang menutupi ranjang Stefany dan betapa terkejutnya Alrico, yang berada di ranjang gadisnya itu guling dan bantal bukan Stefany.
Wajah Alrico pun sudah sangat merah dan ia membuka kamar mandi namun nihil tidak ada Stefany dimana-mana. Alrico memanggil suster dan para suster pun datang ke kamar inap Stefany.
"KEMANA GADISKU!! KAU TIDAK BECUS MERAWATNYA!!" Ucap Alrico dengan sangat kencang ia tidak memperdulikan ini di rumah sakit yang ia mau hanya gadisnya.
"Maaf pak, kami mohon bapak tenang kami akan mencari nona Stefany" Ucap kepala Suster dengan menyatukan kedua tangannya di depan dada.
"Saya tidak mau tau gadisku harus ketemu kalau ia tidak ketemu saya akan menuntut rumah sakit ini dan mencabut saham saya di rumah sakit ini" Alrico adalah pemegang saham paling besar di rumah sakit ini, dan Ucapan Alrico membuat nyali para suster menciut.
Alrico mendorong mereka semua dan berlari mengelilingi rumah sakit ini mulai dari taman apotik dan semua ruangan sudah ia acri namun nihil tidak ada Stefany.
Alrico pun mengerahkan semua l para pengawalnya untuk mencari Stefany di luar rumah sakit.
Kepala Suster datang kepada Alrico "Maaf pak, nona Stefany tidak ada di seluruh rumah sakit. Dan kami sudah menyerahkan semua para pegawai untuk mencarinya" ucapnya.
"Saya ingin lihat cctv di rumah sakit ini!" Kepala Suster pun mengantarkan Alrico ke ruang cctv rumah sakit.
Sesampainya di ruang cctv Alrico segera mencari tahu dan yang terakhir cctv itu terlihat Stefany sedang mengemaskan barang-barangnya setelah itu cctv mati.
Alrico pun berlari ke ruangan Stefany lagi dan benar saja cctv itu ditutup oleh sapu yang ada di ruangannya, Alrico pun mengambil sapu itu dan mematahkannya menjadi dua. Para petugas dan suster pun sangat takut jika Alrico sudah marah besar pasalnya laki-laki ini tidak pernah marah seperti ini.
Kemana lagi ia harus mencarinya, sedangkan para pengawalnya yang dikerahkan untuk mencari nya dijalan belum ada kabarnya sama sekali.
Alrico pun berlari menuju parkiran dan sesampainya di parkiran ia langsung mengendarai mobilnya meninggalkan rumah sakit yang telah ia acak-acak.
Alrico yang sedang panik mencari Stefany, sedangkan seseorang yang sedang dicarinya pasti sudah tertidur lelap dan sudah nyenyak di alam mimpinya.
Mobil Al menyusuri jalan dan Alrico pun tidak bisa mengendarai mobilnya dengan cepat, ia harus membawa mobilnya dengan pelan.
Sejak siang ia memang berpamitan untuk menghadiri meeting dengan clean dan berjanji akan balik kembali sore hari, namun terjadi masalah diluar dugaannya dan membuat ia kembali malah hari. Jika saja ia balik kembali pada sore hari mungkin Stefany tidak kabur seperti ini dan ia pun menyesal tidak menyuruh para pengawalnya untuk mengawasi kamar stefany.
"Kemana kamu Stefff!!" Alrico terus membenturkan tangannya ke stir mobil dan memukul-mukul stir mobil.
"Apakah kau sedang bermain-main denganku? Baiklah kita lihat bagaiman kelanjytan permainan ini!" Alrico tersenyum licik dan ia pun tetao melanjutkan mencari Stefany.
"Bagaimana?"
"Maaf tuan kami belum menemukan nya dan kami sudah mengerahkan mata-mata untuk mencari jejaknya, kami sudah mencari tahu GPS nona Stefany namun tidak terdeteksi". Ucap pengawal disebrang telepon.
"Baiklah, terus mencarinya jangan berhenti mencari sebelum ia ketemu" Alrico pun mematikan sambungan telepon sepihak.
Alrico membuang handphone nya sembarang dan jam sudah menunjukkan jam 1 malam namun ia belum menemukannya, sedangkan rasa kantuk nya pun sudah menyelimutinya.
Suara handphone nya Alrico berbunyi kembali bahwa ada panggilan telepon lagi, Alrico tidak meneladaninya namun panggilan telepon itu tidak berhenti.
Terlihat panggilan telepon dari Javiero mau tidak mau Alrico mengangkatnya walaupun ia sudah sangat geram.
"Jangan ganggu aku!!" Baru saja Alrico ingin memutuskan sambungan teleponnya.
"Jangan dimatikan dulu, apakah kau sedang mencari Stef?" Ucap Javiero disebrang telepon.
"Bagaimana kau bisa tahu?" Alrico mengerutkan keningnya, bagaimana sahabat nya itu bisa tahu jika ia sedang mencari Stefany.
"Aku kan sepupumu Jack! Batin kita satu hahaha" Javiero tertawa disebrang telepon, Alrico yang sudah kesal makin kesal tingkat dewa.
"Jika tidak ada yang penting aku matikan teleponnya!" Alrico geram dengan sepupunya itu, pasalnya Alrico sudah mengantuk dan Stefany belum ditemukan ditambah lagi sepupunya malah membuat kepalanya ingin pecah.
"Eitssss kau akan menyesal jika mematikan teleponnya" Ucap Javiero disebrang telefon.
"Apalagi dude!!! Aku sudah sangat pusing dan kesal!!! Jangan membuat ku tambah kesal kau akan menyesal nanti nya!!" Alrico sudah tidak tahan lgi jika bukan sepupunya mungkin ia akan mati ditangannya.
"Gadismu ada bersamaku" Ucap Javiero sangat tenang.
"Kau yang sudah menculiknya, aku akan mencabut nyawamu hari ini juga!!" Alrico mencengkram stir kemudi bagaimana bisa Javiero menculiknya.
"Aku tidak menculiknya, sekarang aku sedang ada di rumah grandma dan steff sedang tertidur. Grandma sangat dekat dengan Stef dan ia sudah menganggap Grandma sebagai bibi nya, mungkin dia ingin kabur dari mu dan ingat aku tidak menculiknya!! Aku juga tidak mau mati ditanganmu dude!" Alrico yang awalnya kesal dengan Javiero dan kali ini ia bisa bernafas lega karena gadisnya sudah ditemukan.
"Owh iya Stef sangat pucat sekali, sebaiknya kau cepat ke rumah grandma sekarang"
Alrico tidak menjawabnya dan langsung memutuskan panggilan telepon sepihak, ia tidak mau kehilangannya lagi.
"Aku bersumpah kau tidak akan bisa kabur dariku lagi" Ucap Alrico dan langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
πππππ
TBC
Aku mohon bantuannya agar cerita ini tembus 1k ya teman-teman π
Aku mohon di pencet jempolnya dan di komen mohon bantuannya dan kalian bisa share ke teman-teman kalianππβ€οΈ
Salam penulis Amatir π
DINβ€οΈ