
Rayyan terus melangkah memasuki rumah Iqbal, dengan terburu-buru ia terus melewati ruang demi ruang, langkahnya terhenti ketika ia melihat Elsaliani yang sedang menuruni tangga.
"Uma!" Panggil Rayyan dan langsung menaiki tangga dimana Elsaliani berada.
"Rayyan, ada apa?" Tanya Elsaliani dengan tangan yang masih menggenggam erat nampan yang berisikan piring dan gelas bekas makanan dan minuman.
"Gimana keadaan Zea? apa dia terluka parah?" Tanya Rayyan yang terlihat jelas sedang khawatir.
"Cuman lecet sedikit aja kok, nih buktinya, dia masih sanggup menghabiskan semua makanan yang uma bawa." Jelas Elsaliani.
"Boleh aku menemui Zea?"
"Boleh, lagian dia masih belum tidur."
"Kalau gitu aku naik dulu, makasih uma."
"Iya sayang!" Jawab Elsaliani yang langsung turun.
Rayyan kembali menaiki tangga hingga akhirnya ia sampai di depan kamar Zea, tanpa permisi Rayyan langsung menerobos masuk ke dalam kamar Zea membuat sang pemilik terperanjat kaget dan segera meraih kerudungnya yang tergeletak disebelahnya.
"Ih bikin jantungan aja, kenapa nggak katuk pintu dulu sih?" Cetus Zea kesal.
"Lalu apa kamu pikir kejadian tadi tidak membuat aku jantungan?" Tanya Rayyan yang menutup pintu keras hingga lagi-lagi membuat Zea terperanjat.
"Kenapa sih?" Tanya Zea yang semakin tidak bisa mengerti dengan tingkah Rayyan saat ini.
"Kamu masih tanya kenapa? kamu nggak tau atau memang pura-pura nggak tau!"
Rayyan mendekat lalu dengan begitu teliti memperhatikan setiap luka di wajah Zea hingga tatapan horor tersebut terhenti tepat di bagian kaki Zea yang masih terbalut perban.
"Apa ini semua Zea? seluruh tubuh kamu terluka, apa ini semua yang kamu harapkan?"
"Aku nggak ngerti apa maksud dari ucapan mu barusan."
"Benar-benar!" Gumam Rayyan emosi dan dengan cepat mencoba menyentuh wajah Zea namun seketika Zea mengelaknya.
"Luka-luka ini, semua kejadian ini pasti ada hubungannya dengan Rakes kan? dia yang buat kamu jadi seperti ini, iya kan?"
"Rayyan! ini tuh karena aku sendiri, nggak ada hubungannya sama abang Rakes!"
"Kamu sudah dibutakan oleh cinta, kamu tau semenjak kedatangan dia kamu udah bukan lagi Zea yang aku kenal, kamu berubah!"
"Jika kamu masih ingin mempermasalahkan hal yang sama, lebih baik kamu pulang!"
"Tinggalkan Rakes! dia bukan yang terbaik untuk kamu!"
"Kamu memang sahabat aku, tapi kamu sama sekali tidak punya hak untuk memisahkan aku dengan abang Rakes."
"Apa belum cukup semua luka ini atau memang kamu mau kejadian waktu itu terulang kembali?"
"Kejadian waktu itu? apa maksud kamu kejadian beberapa tahun yang lalu?" Tanya Zea dengan wajah yang begitu serius.
"Lupakan!"
"Rayyan, apa hubungannya kejadian itu dengan abang Rakes?"
"Sudahlah, percuma kan aku bicara panjang lebar tapi kamu tetap aja keras kepala."
"Kamu pasti tau sesuatu yang tidak aku tau, iya kan? jawab!"
"Tinggalkan Rakes, maka akan aku jawab semuanya!"
"Rayyan, jangan membuat jarak yang akhirnya membuat aku dan kamu saling membenci. Aku sahabat kamu, kita berteman nggak satu dua hari, kita udah sama-sama sejak bertahun-tahun, jangan ubah kata sahabat jadi musuh di antara kita."
"Sekarang coba aku tanya, dimana lebih dia dari aku? kenapa kamu memilih Rakes dan menolak aku?"
"Menolak? coba sekarang aku yang balik bertanya, apa kamu pernah menyatakan perasaanmu pada ku?"
"Jika aku mengatakannya apa kamu akan menerima aku?"
"Iya, mungkin saja aku akan menerima kamu jika saja kamu lebih cepat dari abang Rakes."
"Konyol, kamu mencoba mempermainkan aku!"
"Rayyan, kamu itu adik aku, kamu sendiri tau kan kalau aku lebih tua dari kamu? sejak dulu kamu sama seperti Adam dalam hidup aku, kalian adik yang akan aku jaga dengan segenap cinta dan sayang."
"Jangan jadikan usia sebagai alasan. Aku tidak bercanda, sekali lagi aku katakan, tinggalkan Rakes karena dia bisa membuat kamu terluka bahkan lebih parah dari hari ini." Jelas Rayyan dan segera keluar dari kamar Zea.
"Kamu nggak akan paham Rayyan, meski dia membawaku pada kematian sekalipun aku akan tetap memilih ikut dengannya. Aku harap kau bisa mengerti dan membiarkan semua ini mengalir seadanya!" Ungkap Zea setelah Rayyan kembali membanting pintu kasar.
__________________
"Terkadang aku merasa apa yang Rayyan katakan memang benar adanya, harusnya aku tidak pernah muncul di hadapanmu Zea, harusnya aku tetap bersembunyi, meski hanya jadi bayangan, meski hanya bisa menjaga dari kejauhan, bukankah itu lebih baik dari pada membuatmu terluka dan ketakutan. Maaf, karena aku yang begitu egois ingin memiliki kamu seutuhnya meski aku tau aku datang dengan disertai banyak bahaya untuk hidupmu, tapi mau bagaimana lagi, jika aku harus kehilanganmu sama saja aku mati secara perlahan. Zea, maaf karena aku tidak akan pernah melepaskan mu untuk siapapun, kamu hanya milik aku." Tegas Rakes yang masih saja duduk diatas kasurnya.
Alat kecil yang melekat ditelinga kirinya, sukses mengantarkan semua percakapan yang berlangsung di dalam kamar Zea, karena memang Rakes sengaja memasang alat perekam suara di kamar Zea tanpa sepengetahuan sang pemilik kamar.
Rakes masih saja fokus, berharap ia bisa kembali mendengarkan sesuatu namun sayang, yang ada hanyalah kesunyian hingga akhirnya malah suara pintu kamarnya yang terdengar karena dibuka dari luar.
"Kenapa? apa kamu butuh sesuatu?" Tanya Rakes khawatir.
"Kenapa tidak menjenguk aku? Chim chim nggak lupakan kalau aku sedang sakit? kaki aku terluka aku nggak bisa jalan dengan leluasa. Sejak pulang dari rumah sakit tadi, Chim chim sama sekali tidak menemui aku lagi!" Jelas Zea dengan wajah yang terlihat begitu sedih.
"Zea, kamu udah di rumah, nggak ada lagi yang bakal gangguin kamu, lagi pula dari tadi tante El terus merawat kamu dengan baik."
"Apa Chim chim mulai bosan?"
"Zea!!"
"Atau mungkin Chim chim mulai terpengaruh dengan kebohongan Fadhil? apa sekarang aku terlihat menjijikan? aku udah jadi bekas sentuhannya Fadhil." Jelas Zea dan entah kenapa kali ini Zea bahkan menitikkan air mata.
"Zea, apa..."
"Baiklah, aku nggak bakal lagi gangguin Chim chim!" Tegas Zea dan segera beranjak menjauh dari Rakes meski dengan langkah yang tertatih.
"Dasar bodoh!" Gumam Rakes yang langsung mengangkat Tubuh Zea lalu membawanya kembali ke kamar.
Rakes langsung membaringkan tubuh Zea lalu menyelimutinya kemudian mundur beberapa langkah dari tempat tidur.
"Jangan pernah lagi berpikiran bodoh seperti tadi. Istirahatlah! jika butuh sesuatu panggil aja abang!"
"Boleh aku tanya sesuatu?"
"Apa ini tentang ucapan Fadhil? Zea, abang tau di berbohong, abang percaya sama kamu."
"Bukan tentang itu."
"Lalu?"
"Apa abang benar-benar akan menikahi aku?"
"Khmmmmm! apa mau ayah nikahkan sekarang juga?" Tanya Iqbal yang baru saja datang bersama Elsaliani.
"Boleh!" Jawab Zea penuh semangat.
"Dasar!" Seru Iqbal sambil mengusap jilbab lalu memeluk erat sang putri tercinta.
"Apa ini sering terjadi?" Tanya Elsaliani yang menatap intens pada Rakes.
"Maksud tante?" Tanya Rakes.
"Berduaan di kamar!" Jawab Elsaliani.
"Nggak, hanya saja tadi...." Jelas Rakes kebingungan.
"Kalian nggak macam-macam kan? kalau sampai melewati batas bakal...." Penjelasan Iqbal terhenti karena langsung di selip oleh Zea.
"Bakal di nikah kan? ya udah nikahi aja yah, Zea sering menyelinap ke kamar abang Rakes kok!" Jelas Zea.
"Dia bohong om!" Tegas Rakes.
"Zea!" Seru Elsaliani yang langsung menjewer telinga Zea dari balik jilbab.
"Tante jangan dengarin Zea, dia ngasal, kalau gitu aku pamit ke kamar!" Jelas Rakes.
"Rakes!" Panggil Iqbal yang kembali membuat Rakes berbalik menoleh Iqbal.
"Iya om."
"Terima kasih karena telah menjaga putri om dengan sangat baik!" Ucap Iqbal.
"Aku yang berterima kasih karena om dan tante mempercayakan Zea pada aku, aku janji aku akan menjaga putri om dan tante dengan sangat baik." Jelas Rakes dan bergegas keluar.
"Apa lukanya masih perih?" Tanya Iqbal.
"Udah baikan kok, yah."
"Baguslah! sekarang istirahatlah! Love you putri ayah tercinta!" Ucap Iqbal lalu mengecup lembut kening Zea.
"Lekas sembuh sayang." Ucap Elsaliani yang juga ikut mengecup kening Zea.
"Selamat malam!" Ucap Iqbal.
"Selamat malam ayah, uma." Ucap Zea dengan senyuman lebar.
Iqbal dan Elsaliani pun keluar dari kamar tersebut membiarkan sang putri semata wayang untuk beristirahat.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE ya😉😉
Stay terus sama My Princess 😘😘
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️