My Princess

My Princess
#197



"Mama sama papa serius nih? nggak lucu tau!" Jelas Kania saat mobil yang di kemudikan oleh Hendra berhenti tepat di depan gerbang rumah keluarga Revtankhar.


"Ya seriuslah! masak iya becandanya ke rumah calon besan." Jelas Angel yang duduk manis di sebelahnya Hendra.


"Mama keterlaluan, kenapa harus pihak wanita yang datang melamar? jangan buat aku malu dong pa, ma!" Jelas Kania yang mulai gugup.


"Udah kamu hanya harus ikut papa sama mama aja, selebihnya kami yang urus!" Jelas Hendra lalu langsung masuk saat pintu gerbang terbuka lebar.


"Aku mau pulang!" Tegas Kania yang semakin bertambah gugup saat mobil Hendra kini berhenti tepat di depan rumah Revtankhar.


"Jangan becanda, ayo keluar! mereka semua menunggu kita!" Jelas Angel yang langsung keluar dari mobil.


"Ayo sayang, papa akan urus semuanya!" Jelas Hendra yang ikut keluar di susul oleh Kania.


Di pintu sana tuan dan nyonya Revtankhar sedang menunggu kedatangan mereka, saat keduanya melihat kedatangan sang tamu yang sejak tadi ia tunggu, kedua langsung tersenyum bahagia lalu menyambut kedatangan mereka.


"Selamat malam!" Ujar Aryani lalu segera memeluk Angel dan juga Kania.


"Ayo kita masuk!" Ajak Revtankhar setelah berjabat tangan dengan Hendra.


"Terima kasih!" Ucap Hendra lalu mengikuti Revtankhar masuk.


"Ayo sayang masuk!" Ajak Aryani dengan terus menggandeng tangan Kania.


"Iya tante!" Ujar Kania pelan, lalu mereka pun ikut masuk.


"Silahkan duduk!" Ujar Aryani saat semuanya berkumpul di meja makan.


"Terima kasih!" Ujar Angel dan langsung duduk.


"Hai Kania!" Sapa Mariana yang langsung duduk di sebelahnya Kania.


"Hai kak!" Ujar Kania dengan senyuman.


"Sorry, aku nggak telat kan?" Jelas Marvel yang baru saja datang, ia bahkan terlihat begitu berantakan.


Kedatangan Marvel membuat semua orang yang ada di meja makan seketika beralih menatap dirinya yang datang dengan keringat yang memenuhi wajahnya serta bagian leher kaos yang melebar memamerkan bagian bahu kanannya. Menyadari siapa tamu yang datang seketika membuat Marvel langsung menarik bagian kaosnya dan menyeka keringatnya.


"Tante, om, Kania!" Ujar Marvel pelan dengan terus berusaha untuk tersenyum.


"Abang habis kejar-kejaran? atau baru pulang mulung? benar-benar berantakan!" Cetus Mariana.


"Ana!" Seru Marvel dengan berusaha menekan suaranya.


"Udah mandi gih sana!" Jelas Aryani.


"Hmmm, ya aku akan secepatnya kembali! permisi!" Ujar Marvel dan segera berlari.


"Aku juga permisi sebentar!" Ujar Kania dan juga beranjak dari meja makan.


"Abang!" Panggil Kania saat ia berhasil menyusul Marvel.


Marvel yang sedang menaiki tangga seketika menghentikan langkahnya lalu menoleh pada Kania yang berdiri tepat di anak tangga pertama.


"Iya!" Ujar Marvel sambil terus turun mendekati Kania.


"Maaf!" Ujar Kania dengan kepala tertunduk.


"Hei,,,!" Ujar Marvel lalu perlahan menyentuh dagu Kania lalu mengangkat wajahnya untuk menatap dirinya.


"Maaf karena membuat abang panik karena kedatangan orang tua aku, aku sudah berusaha untuk melarang mereka tapi aku benar-benar nggak tau kenapa mereka harus datang kesini dalam rangka melamar. Coba abang pikir, kenapa harus papa dan mama yang melamar, nggak lucu kan kalau wanita yang datang melamar!" Jelas Kania.


"Jadi kamu mau melamar abang?" Tanya Marvel memastikan.


"Jangan bercanda! papa tadi bilangnya gitu, kesini untuk melamar!" Jelas Jelas Kania.


"Benarkah?" Lagi Marvel memastikan.


"Jangan bercanda!" Tegas Kania.


"Jangan salah paham, tunggu lah di meja makan, abang akan segera menyusul!" Jelas Marvel.


"Tapi...." Protes Kania.


"Apaan sih, buruan gih mandi sana!" Jelas Kania dan segera kembali ke meja makan.


Marvel pun bergegas ke kamarnya, beberapa menit berlalu, kini Marvel kembali menuruni tangga dengan buru-buru dan kembali bergabung dengan yang lainnya di meja makan.


"Maaf!" Ujar Marvel yang kini dengan penampilan baru dan segera duduk di sebelahnya Aryani.


"Apa baru pulang tugas?" Tanya Hendra.


"Iya, ada beberapa hal yang sedang kami urus." Jawab Marvel.


"Ayo kita makan!" Ajak Aryani.


"Terima kasih" Ucap Angel dan Kania hampir bersamaan.


Acara makan malam berlangsung dengan baik dan nyaman, setelah selesai mereka pindah ke ruang keluarga di sana mereka duduk sambil bercerita dan juga bercanda.


"Hmmm, sebenarnya tujuan utama kami ke sini malam ini karena kami ingin melamar anak pak Revtankhar." Jelas Hendra yang mulai bicara dengan niat awal ia dan keluarga bertamu.


"Papa!" Ujar Kania sambil terus menatap dalam mata Hendra.


"Melamar?" Ulang Aryani.


"Iya Mbak, sebenarnya udah dari seminggu yang lalu kami berencana untuk datang dan kebetulan mbak duluan yang ngundang kami kesini." Jelas Angel.


"Angel, Kita udah seperti keluarga, nggak perlu lagi merasa canggung atau apa, jika ada hal yang ingin kalian bicarakan, maka bicaralah!" Jelas Aryani dengan menyentuh lembut tangan Angel.


"Dan untuk melamar, maaf kami yang salah, harusnya kami datang secepatnya, kami yang salah!" Jelas Revtankhar.


"Pak Revtankhar, kami yang memang seharusnya datang melamar. Pak, aku datang untuk melamar putri bapak." Jelas Hendra.


"Om Hendra..." Ujar Mariana Syok.


"Papa, mama, ada apa sebenarnya?" Tanya Kania yang tak kalah panik.


"Ya Kania, papa dan mama kesini untuk melamar Ana." Jelas Angel.


"Maaf, ini semua permintaan aku. Ana, terimalah lamaran om Hendra dan tante Angel, abang izinkan kamu menikah lebih dulu dari abang." Jelas Marvel.


"Ana, Rafeal sudah kami anggap sebagai putra kami sendiri, tolong cintai dan sayangi dia dengan sepenuh hati, banyak hal kejam yang telah dia lalui, dan tante jamin kalau dia adalah anak yang baik." Jelas Angel.


"Mama...." Ujar Kania.


"Mungkin Rafeal tidak seberuntung yang lainnya tentang keluarga, tapi dia tumbuh dengan baik, om pastikan dia adalah lelaki yang sangat bertanggung jawab." Jelas Hendra.


"Kami datang sebagai orang tuanya Rafeal." Jelas Angel.


"Terima kasih om, terima kasih karena sudah menjadi keluarga untuk Rafeal. Dulu, aku pernah berjanji bahwa mami dan papi akan menjadi orang tua Rafeal saat ia ingin melamar gadis pujaan hatinya, tapi jika Ana orangnya, mana bisa aku menepati janji itu. Sekali lagi terima kasih om, tante." Jelas Marvel.


"Syukurlah, setelah ini kami juga akan segera datang melamar putri cantik kalian." Jelas Aryani.


"Jadi bagaimana dengan lamaran kami malam ini?" Tanya Hendra.


"Udah nggak usah di tanyakan lagi, langsung aja kita seret mereka ke KUA." Jelas Revtankhar dengan di akhiri tawa bahagia.


"Papi...." Ujar Mariana dengan wajah yang merah merona.


"Semoga kalian berdua selalu bahagia, abang sayang kalian berdua." Jelas Marvel yang langsung memeluk erat tubuh Mariana.


"Selamat kak!" Ujar Kania dengan senyuman.


Mariana segera melepaskan tubuhnya dari dekapan Marvel lalu beralih memeluk Kania.


Semuanya terlihat begitu bahagia.


💜💜💜💜💜💜💜


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE 😊😊


Stay terus sama My Princess 😘😘😘


KaMsaHamida 💜💜💜💜💜💜