
"Meminta?"
"Hmmmmm!"
"Meminta apa?"
"Huuuuff!" Mariana malah dibuat kesal dengan pertanyaannya Rafeal.
"Ana....!" Panggil Rafeal karena melihat Mariana hanya terdiam membisu.
"Lupakan saja! kamu sama sekali nggak seru, ayo tidur!" Gumam Mariana yang semakin kesal dan langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Ana...." Panggil Rafeal dengan suara yang begitu lembut, perlahan tangannya menyentuh bagian selimut yang menutupi kepala Mariana.
"Tidurlah! sebelum aku berubah pikiran!" Tegas Mariana yang kini malah menenggelamkan wajahnya pada bantal.
"Jujur, banyak hal yang saat ini menyerang kepala ku. Aku bingung harus memulai semua ini dari mana? aku sedang belajar Ana, belajar menjadi suami yang baik buat kamu, belajar hidup bersama kamu dan belajar untuk mencintai kamu."Jelas Rafeal.
Perlahan Mariana membuka selimutnya, ia mulai mengarahkan pandangannya pada wajah Rafeal yang sedang tersembunyi di balik kedua lututnya.
Pelan-pelan, Mariana sedikit bergeser mendekat pada Rafeal, lalu dengan lembut tangannya mengusap rambut Rafeal.
"Aku tidak pernah menuntut mu untuk jadi sempurna, aku juga tidak pernah memaksa mu untuk hanya memikirkan aku saja. Rafeal, saat aku memutuskan menikah dengan mu, disaat itu pula aku sudah memutuskan untuk menerima bagaimanapun dirimu, aku terima kamu seutuhnya sebagai suami ku. Baiknya, bawelnya, gagahnya cerewetnya, perhatiannya marahnya, semua tentang kamu, aku terima itu." Jelas Mariana lalu memeluk erat tubuh Rafeal.
"Maaf karena aku tidak sebaik Marvel dan aku pula tidak setangguh Rakes, dan inilah aku apa adanya, tapi percayalah aku akan berusaha sekuat tenaga aku untuk membuat mu bahagia." Tegas Rafeal lalu membalas pelukan Mariana.
"Aku mencintaimu, Rafeal" Tegas Mariana yang langsung mengecup kening Rafeal.
"Terima kasih Ana." Ucap Rafeal dengan senyuman manisnya.
"Selamat malam!" Ujar Mariana yang mulai salah tingkah dan langsung kembali tidur.
"Selamat malam!" Ujar Rafeal lalu mengusap lembut kepala Mariana.
Rafeal ikut merebahkan tubuhnya lalu keduanya pun tertidur lelap.
______________________
"Khmmmmmm!" Seru Marvel sambil terus memerhatikan Kania yang sedang asyik di meja belajar sana.
"Apa abang haus?" Tanya Kania yang sejenak menoleh pada Marvel yang sejak tadi duduk di tempat tidur dan sibuk bermain dengan ponselnya.
"Nggak, abang nggak haus kok!" Jawab Marvel.
"Okay!" Ujar Kania lalu kembali fokus pada layar laptopnya yang sejak tadi memutar drama kesukaannya.
"Kania!" Panggil Marvel.
"Iya, apa abang butuh sesuatu?" Tanya Kania yang kembali menoleh pada Marvel.
"Hmmmmm, kemari lah sebentar!" Pinta Marvel.
Kania bangun dari kursinya lalu segera mendatangi Marvel.
"Duduklah!" Pinta Marvel dan langsung dilaksanakan oleh Kania.
"Apa aku buat salah? ada apa?" Tanya Kania dengan ucapan yang sedikit terbata-bata.
"Tidak..."
"Lalu?"
"Hmmmmm, gini sebenarnya..." Ujar Marvel menggantung, dia terlihat begitu kebingungan untuk melanjutkan ucapannya.
"Ada apa? jangan membuat aku penasaran!"
"Kania...."
"Hmmmmm" Jawab Kania yang bahkan semakin mendekatkan wajahnya kearah Marvel.
Marvel semakin dibuat salah tingkah dengan ulah Kania, bahkan seketika pipinya merah merona.
"Sayang..." Panggil Kania saat mendapati Marvel yang terlihat semakin gugup.
"Kania..." Ujar Marvel yang dengan susah payah mencoba mengatur dirinya agar terlihat baik-baik saja.
"Abang sakit?" Tanya Kania yang terlihat mulai khawatir saat ia menyentuh wajah Marvel yang terasa panas.
"Nggak! bukan..." Tegas Marvel semakin kebingungan.
"Abang demam! sebentar, aku ambilkan obat!" Jelas Kania yang hendak bangun namun langsung di tahan oleh Marvel.
Marvel menarik Kania kedalam pelukannya.
"Abang hanya butuh pelukan mu, Kania." Tegas Marvel yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Abang...."
"Sebentar saja, abang benar-benar hanya ingin memeluk kamu."
"Baiklah, peluklah semau abang, aku sama sekali nggak bakal larang, toh abang kan suami aku sekarang." Jelas Kania dengan diikuti senyuman manisnya.
"Benarkah kamu nggak ngelarang?"
"Kenapa? abang ragu dengan ucapan aku?"
"Kalau misalkan lebih dari sekedar pelukan?"
"Maksud abang?"
"Hmmmmmm" Ujar Marvel pelan dengan tangan yang menyentuh lembut wajah Kania.
"Apa abang ingin mencium ku?"
"Kenapa? batal?" Tanya Kania dengan wajah polosnya yang semakin membuat Marvel jadi serba salah.
"Kania, abang....."
"Kenapa? kalau memang ingin melakukannya, ya udah lakukan aja! atau biar aku aja!" Jelas Kania yang langsung mengecup kening Marvel.
"Udah kan? selamat malam!" Jelas Kania yang hendak bergegas kembali ke meja belajar.
"Abang juga ingin melakukannya!" Tegas Marvel yang kembali menarik tangan Kania agar tidak beranjak darinya.
Kini giliran Marvel yang mengecup lembut pipi kanan Kania.
"Ayo tidur!" Ajak Marvel yang langsung merebahkan tubuh Kania di sampingnya.
"Tapi, aku masih mau nonton! tanggung masih satu episode lagi!" Protes Kania.
"Besok dilanjut lagi, sekarang tidurlah, abang ingin memeluk mu lagi!" Tegas Marvel yang langsung memeluk Kania.
"Baiklah, selamat malam!" Ujar Kania menurut dan langsung memejamkan matanya untuk tidur.
(Tenang Marvel, sebaiknya malam ini cukup sampai tahap ini aja, ayo tidur jangan lagi cari gara-gara!) Bisik hati Marvel yang mencoba menenangkan dirinya sendiri.
_____________________
"Abang...." Panggil Zea saat membuka mata dan mendapati Rakes yang sedang mengurus si kembar tepat di sebelahnya.
"Heii Princess, kamu pasti keganggu ya? udah lanjut aja tidur lagi, biar mereka abang yang urus!" Jelas Rakes yang sedang memegang botol susu yang sedang di minim oleh Azan.
"Kenapa tidak membangun kan aku?" Tanya Zea yang bangkit dari tidurnya lalu duduk disebelahnya Rakes.
"Abang masih bisa mengurusnya kok, lagian kamu butuh banyak istirahat." Jelas Rakes.
"Abang juga butuh istirahat,,," Jelas Zea.
"Udah lanjut gih tidurnya, lagi pula Uzun nggak rewel dia malah asyik main sendiri tuh! dan Azan juga sama sekali nggak rewel, dia cuma haus aja." Jelas Rakes.
"Tetap saja aku nggak suka abang ngurus semuanya sendirian, aku kan juga bertanggung jawab atas kalian bertiga, iya kan sayang?" Jelas Zea yang kini beranjak mendekati Uzun yang sedang asyik bermain.
"Ayo sini main sama mommy!" Ajak Zea yang membawa Uzun kedalam pangkuannya.
"Kayaknya Azan juga mau ikutan main deh!" Ujar Rakes saat mendapati Azan yang merangkak pada Zea dan Uzun.
"Ayo sayang sini!" Ajak Zea yang mengulurkan tangannya pada Azan.
"Mereka berdua emang nggak kenal tengah malam, masih aja asyik main!" Ujar Rakes.
"Sama kayak Daddy nya!" Cetus Zea dengan diakhiri gelak tawa.
"Kamu ngatain abang, abang kerja loh sayang, nggak merayap kesan kemari!" Protes Rakes.
"Iya, aku paham kok!" Ujar Zea dengan menatap dalam mata Rakes.
"Bagus deh kalau kamu ngerti!" Ujar Rakes lega.
"Chim chim..." Panggil Zea.
"Ciiiim ciiiim!" Ulang Uzun meniru dengan aksen khasnya.
Ucapan Uzun sukses membuat sang Daddy dan mommy tertawa tak hanya itu, Azan bahkan tertawa lebih keras dari yang lainnya.
"Dasar tukang tiru, ini ituh Chim chim nya mommy tau!" Tegas Zea sambil menyentuh bahu Rakes.
"Ciiiim ciiiim!" Kali ini Azan yang teriak.
"Waaaaah, kayaknya para bocah mulai ngajak duel nih! huffff!" Ujar Zea yang langsung memeluk Rakes.
"Ini my lovely Chim chim okay!" Tegas Zea dengan senyuman nakalnya.
Ulah Zea membuat Azan dan Uzun bergegas menyerbu Rakes, keduanya bahkan dengan gesit menaiki tubuh Rakes.
"Tuh kan mulai lagi!" Ujar Rakes yang memang sudah hafal dengan sikap si kembar ketika Zea mulai menggoda keduanya.
"Zea..." Ujar Rakes.
"Kenapa? emang mereka aja yang bisa manja, aku juga mau dong!" Tegas Zea yang masih saja memeluk erat tubuh Rakes.
"Wash mi washh!" Tegas Uzun sambil terus berusaha menarik tangan Zea dari tubuh Rakes.
"Mi...!" Teriak Azan yang juga tak mau kalah, ia bahkan terus saja memukul punggung Zea.
"Udah sayang, jangan gitu dong sama mommy!" Protes Rakes mencoba menghentikan aksi Azan dan Uzun.
Rakes membawa Azan dan Uzun kedalam dekapan, Zea juga tak terlupakan kini ketiganya tepat dalam dekapan Rakes.
"Love you all, doble hero nya Daddy dan juga princess nya abang..." Ujar Rakes lalu mengecup kening ketiganya secara bergantian.
"Mommy juga sayang banget sama 2 tuyulnya mommy dan My Chim chim!" Ujar Zea.
"Ayo kembali tidur, ntar telat subuh loh!" Jelas Rakes.
"Ayo..." Ujar Zea.
Azan dan Uzun langsung mengambil posisi di tengah sedangkan Rakes jadi tamengnya Azan dan Zea jadi tamengnya Uzun, keempatnya pun kembali tidur.
πππππππ
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTEππ
Stay terus sama My Princessπππ
KaMsaHamida πππππ