
Setelah acara makan malam bersama selesai, Rafeal dan Marvel pamit pulang, mereka tidak menginap karena ada pekerjaan yang memang harus mereka kerjakan. Di kamarnya sana, Erina terlihat sedang berusaha membahas tentang putra bungsunya, ia terus menjelaskan dengan penuh pertimbangan, agar Hadi bisa sedikit lunak, agar Hadi tidak lagi emosi dengan sikap Roger tadi siang.
"Papa kenal Roger dengan sangat baik kan? bahkan lebih baik dari mama. Sejak kecil Roger memang sangat dekat dengan papa, jadi mama rasa papa lebih paham dengan keadaannya saat ini. Pa, Roger seperti tadi hanya karena dia sedang emosi. Dia tidak mungkin berbuat kejam pada Rakes, karena dia sangat menyayangi abangnya." Jelas Erina.
"Roger memang tidak pernah mengusik Rakes sama sekali, karena kenapa? kerena Rakes selalu saja mengalah, dia memberikan semuanya untuk Roger. Tapi sekarang ceritanya tak lagi sama ma, Rakes merampas Zea, dan mama tau sendiri kan kalau Zea adalah cinta matinya Roger." Jelas Hadi.
"Tapi Rakes lebih berhak atas Zea, Rakes bahkan mengorbankan segalanya demi Zea. Lalu apa yang Roger berikan? dia hanya mencintai Zea tanpa pernah sekalipun peduli pada apapun yang dialami oleh Zea."
"Papa tau, tapi tetap saja Roger tidak akan melepaskan Zea untuk Rakes begitu saja. Ingat kejadian dulu? bahkan saat berfoto saja, Roger tidak membiarkan Rakes berdiri di dekat Zea, hanya dia yang boleh mendekati Zea,. tidak ada siapapun yang ia biarkan memiliki Zea, bagaimana kalau cinta membuatnya nekat?"
"Pa! Roger tidak sejahat itu."
"Cinta bisa mengubah segalanya ma, bahkan akal seseorang sekalipun."
"Kenapa begitu meremehkan ikatan darah mereka berdua?"
"Mama jangan salah sangka, papa hanya tidak ingin Rakes terus membiarkan haknya diambil alih oleh Roger, Rakes juga berhak memiliki sesuatu yang dia inginkan ma!"
"Bagaimana kalau kita jodohkan Roger dengan Kania?" Usul Erina dengan begitu semangat.
"Kenapa papa nggak kepikiran sejak dulu ya? oke, besok papa akan temui Hendra." Jelas Hadi yang tak kalah semangatnya.
"Mama juga akan bicara dengan Angel, semoga saja mereka mau menerima Roger sebagai menantu mereka, dan semoga saja Roger bisa menerima Kania sebagai istrinya." Ungkap Erina dengan penuh harap.
"Kita doakan saja ma, semoga kedua putra kita akan baik-baik saja, dan bahagia hingga akhir masa." Ungkap Hadi.
Keduanya terlihat sedikit lega, meski belum bisa memastikan apa yang akan terjadi, namun mereka sedikit bisa bernafas dengan tenang, setidaknya mereka tidak ingin terlihat kejam pada salah satu putra mereka lantaran memihak pada yang satunya.
_____________________
"Chim chim!" Panggil Zea yang kini berbaring disisi Rakes.
Tubuh keduanya saling berhadapan, dengan lembut tangan Zea memainkan kancing piyama milik Rakes.
"Hmmmmm!" Ujar Rakes dengan tangan mengelus lembut rambut Zea yang terurai begitu saja.
"Bagaimana kalau abang Roger nekat?"
"Abang kenal adik abang dengan baik, Zea. Dia tidak akan mungkin jahat sama kita."
"Apa Chim chim lupa, kalau abang Roger pernah mencoba untuk memperkosa aku?"
"Ssssttttttt!"
Rakes segera mendekap erat wajah Zea ke dadanya.
"Jangan bahas kejadian itu lagi!"
"Bagaimana aku tidak membahasnya? dia hampir saja....!"
"Cukup Zea!" Bentak Rakes.
Suara Rakes yang penuh penekanan membuat Zea terdiam lalu segera melepaskan dirinya dari Rakes, Zea lekas bangun dari tidurnya.
"Kamu pasti salah paham kan?" Ujar Rakes yang juga ikut bangun.
"Salah paham apa?" Cetus Zea lalu duduk di sudut kasur.
"Jannati tau kan, kalau abang tidak pandai berbicara, abang tidak pandai meluapkan kata kata yang sesuai dengan maksud hati abang. Pasti kamu mengira abang membentakmu karena abang membela Roger kan?"
"Terus? apa pemikiran aku salah?"
"Bukan kamu yang salah, tapi abang yang bodoh. Abang tidak ingin membahasnya, karena abang tidak bisa membayangkan wajah kamu yang begitu ketakutan waktu itu, abang nggak tahan jika harus kembali mengingat kejadian itu, abang...!"
"Maaf!" Pinta Zea yang kembali memeluk Rakes.
"Abang nggak mau kamu kenapa-napa. Abang lebih baik menghilang jika itu bisa membuat kamu hidup dengan tenang dan bahagia. Zea, abang akan melakukan apapun jika itu untuk kamu." Tegas Rakes.
"Aku juga akan melakukan hal yang sama pada Chim chim." Ungkap Zea.
"Zea...."
"Hmmmmmm!"
"Jangan pernah bosan dengan Chim chim mu ini!"
"Apa? coba ulang!"
"Jangan bosan!"
"Terus?"
"Chim chim mu."
"So sweet!! meleleh hati adek bang!!" Ujar Zea yang mulai beraksi, perlahan ia mulai membuka satu persatu kancing piyama Rakes.
"Apa benar boleh?"
"Kenapa bertanya begitu?"
"Hanya saja...."
"Zea, bukankah berulang kali abang katakan, kalau abang akan menahan diri selama waktu yang kamu butuhkan, abang akan tunggu sampai kamu benar-benar siap, tanpa adanya paksaan."
"Chim chim!"
"Hmmmmmm! Chim chim mu di sini Jannati, di dekatmu!"
"Ayo mulai!"
"Mulai pa?"
"Razia Zebra? berlayar? atau mungkin ada nama yang lebih keren?"
"Hmmmmmmmm, apa ya?"
"Kolaborasi? Mixer? atau......"
"Raze join!"
"Raze? Apaan?"
"Rakes Zea."
"Ihhhh norak!"
"Karen tau! mau mulai atau nggak nih?"
"Oke, Raze join!" Ujar Zea dengan wajah yang tersipu malu.
_____________________
"Rakes, Zea....! udah subuh loh!" Seru Erina sambil mengetuk pintu kamar Rakes.
"Iya ma, Rakes udah bangun nih, bentar lagi kami nyusul, mama sama papa duluan aja!" Jelas Rakes dari dalam kamar.
"Jangan lama ya, kita solat jamaah." Jelas Erina dan bergegas menuju mushalla yang letaknya tepat di ujung sana.
"Zea, apa masih lama?" Tanya Rakes sambil mengetuk pelan pintu kamar mandi.
"Zea, mama dan papa nungguin kita loh! mereka ngajak subuh berjamaah!" Jelas Rakes setelah tadi tidak mendapatkan jawaban apapun dari Zea.
Perlahan pintu kamar mandi terbuka, hingga terlihatlah sosok Zea.
"Udah siap?" Tanya Rakes.
"Udah!" Jawab Zea yang berlalu dari hadapan Rakes.
"Zea....!"
"Hmmmm! kenapa?" Tanya Zea setelah kembali menoleh kearah di mana Rakes masih berdiri tegak.
"Terima masih!" Ucap Rakes yang langsung berlari ke kamar mandi.
Zea pun tak mau kalah, ia segera berlari menuju lemari.
Keduanya langsung bersiap dan segera ke mushalla untuk solat subuh bersama Erina dan Hadi yang sedari tadi terus menunggu kedatangan mereka.
ππππππππ
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE ππ
Stay terus sama My Princessπππ
KaMsaHamida β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
πππππππ
Dear para pembaca setia My Princess,,,
Mungkin ceritanya masih membingungkan, karena banyak hal yang belum jelas, tapi tenang aja seiring berjalannya bab maka sedikit demi sedikit semua cerita akan di kaitkan, hingga nantinya bisa nyambung atau mungkin akan terjawab semua rasa janggal di beberapa bab sebelumnya,,,
seperti: kenapa Iqbal pangkat@ gitu-gitu aja, atau tentang sifat Roger yang sebenarnya atau bahkan tentang kenapa Zea masih kelas 1 sma pada hal sudah berumur 18 tahun? Trus tentang Zea yang pernah koma, Zea yang takut gelap atau mungkin tentang Rakes.
Intinya, semuanya akan di kupas sampai tuntas di My Princess ππ
Jadi, terus setia di sini yaπ€π€
Love u allπππ