My Princess

My Princess
Chapter #7



Sudah hampir seminggu Stefany berada di rumah sakit, Alrico masih setia bahkan ia ke kantor hanya untuk meeting dengan clean dan kerjaannya ia kerjakan di rumah sakit.


"Hari ini aku mau pulang dari tempat yang aneh ini. Pliss tuan beritahu dokter aku sudah tidak betah berada di tempat ini" mau tidak mau Stefany memohon kepada Alrico karena ia sudah tidak betah di rumah sakit.


"Sudah kubilang jangan panggil aku tuan panggil aku Alrico atau Al, dan tadi apakah kau sedang memohon kepadaku?" Alrico tersenyum dengan menaikkan alisnya ke arah Stefany.


"Ok untuk kali ini aja Al, dan kau tidak perlu lagi mengurus ku. Dan setelah aku keluar dari rumah sakit aku akan membayar semua biaya yang telah kau keluarkan" Stefany berhenti sejenak dan melanjutkan kalimatnya.


"Kau jangan pernah mencari ku, aku berjanji akan membayar semuanya" Ucap Stefany.


"Termasuk dengan hutang Paman mu?" Stefany terkejut apakah pamannya mempunyai hutang dengan Al.


"Apa maksudmu?" Stefany menunggu jawaban Alrico dengan menatap intens.


"Iya, Paman mu mempunyai hutang dengan ku sebesar lima milyar dan jaminan nya adalah keponakannya" Stefany terkejut, bagaimana bisa Paman nya menjadikannya jaminan.


Stefany tidak percaya dengan Alrico, bagaimana bisa Paman nya berhutang sebanyak itu dan jaminan nya keponakannya siapa lagi keponakannya, hanya Stefany keponakannya.


"Kau bohong bagaimana bisa Paman ku berhutang sebanyak itu dan jaminan nya ku!" Ucap Stefany dengan nada tinggi, Alrico mengeluarkan bukti surat perjanjian dan diarahkan ke wajah Stefany.


Stefany langsung mengambil surat itu dan dibacanya.


***Surat perjanjian pihak pertama dan pihak kedua.


1.Pihak pertama akan memberikan uang jika perjanjian ini ditandatangani oleh pihak pertama dan pihak kedua.


2.Pihak kedua menjanjikan keponakannya sebagai jaminan


3.pihak kedua diberi batas waktu selama 1 tahun.


4.jika pihak kedua tidak bisa membayarnya pihak pertama bisa menikahi dengan keponakan pihak kedua.***


Betapa terkejutnya Stefany membaca surat perjanjian itu, begitu teganya Paman yang sangat ia sayang seperti ayahnya sendiri tega menjadikan nya jaminan untuk hutangnya.


"Aku akan membayarnya, tapi aku tidak bisa membayarnya secara langsung. Aku akan mencicilnya ketika aku bekerja kembali, dan ketika aku mendapatkan gaji aku akan memberikannya kepadamu" Stefany hanya bisa berharap pria didepannya mengiyakan ucapannya.


"Kau baca perjanjian ketiga, dan pamanmu sudah lewat dari batas waktu. Dia sudah lewat satu tahun dari perjanjian itu bahkan dia belum bayar 1 sen pun" Stefany kembali membaca perjanjian ketiga dan sudah 2 tahun pamannya tidak membayar hutangnya bahkan 1 sen pun tidak bagaimana bisa pamannya tidak membayar hutangnya. Setiap Stefany mendapatkan gaji bulanannya ia selalu kasih kepada pamannya bahkan ia rela pulang larut malam hanya untuk mendapatkan uang.


"Tolong kasih aku kesempatan untuk membayar semua hutang pamanku, aku akan membayarnya. Aku berjanji Al" Stefany memohon kembali kepada Alrico.


Alrico tidak tega melihat gadisnya memohon kepadanya, namun jika ia mengiyakannya mungkin Al akan kehilangannya dan ia tidak mau kehilangannya.


"Perjanjian tetap perjanjian, kau akan menjadi milikku" Ucap Alrico dengan tegas namun dengan anda yang pelan.


Mungkin Dewi Fortuna tidak berpihak kepadanya dan Stefany tetap akan mengganti hutang pamannya dengan uang nya sediri meski ia akan menjadi milik pria di depan nya.


Stefany hanya berdoa kepada Tuhan agar pernikahannya dengan pria ini akan berjalan dengan lancar tanpa ada kata perceraian, ia akan menikah dengannya selayaknya suami istri, Stefany sudah bertekad Tidak akan menggangu kegiatan Al.


Stefany akan menjalankan kewajibannya menjadi seorang istri dan mungkin semua dari perjalanan hidupnya akan menjadi hikmah, dan ia percaya tuhan memberikan cobaan kepadanya bahwa Tuhan sayang kepadanya dibalik semua rasa pahit ini Tuhan pasti memberikan kebahagiaan kepadanya suatu saat nanti.


"Baiklah aku akan menerima semuanya namun ada satu syarat" Alrico sudah senang sekali bahwa gadisnya mau menikah dengannya, namun satu syarat yang membuatnya takut.


"Apa?" Ucap Al.


"Izinkan aku bekerja untuk membayar hutangmu dan membiayai hidupku" Alrico terkejut mendengarnya, ia bisa membiayai hidup satu kampung.


"Stef, aku mampu membiayai hidupmu bahkan satu kampung pun aku mampu, kau tidak perlu membayar semua hutang pamanmu dan aku tidak bisa mengizinkanmu bekerja" Stefany menggelengkan kepalanya, bahwa ia tidak bisa jika tidak bekerja.


"Aku tidak bisa jika tidak bekerja Al, pamanku tidak berhutang kepadamu saja dan aku harus membayarnya kepada yang lain, kumohon Al aku tidak bisa menerima uangmu. aku terbiasa bekerja dan aku mampu membiayai hidupku sendiri serta membayar hutang pamanku" Stefany belum menyerah meyakinkan Alrico.


"Baiklah kau boleh bekerja hanya untuk membayar hutang pamanmu dengan menjadi sekretaris ku di kantorku, dan aku akan tanggung semua kebutuhanmu" Alrico menyetujui pernyataan Stefany.


"Jangan jadi Sekretaris mu aku tidak mau semua orang tau, dan kau bisa menempatkan aku seterah yang kau mau asal jangan jadi Sekretaris mu" Alrico sudah tidak tahu lagi harus bagaimana menjawab pertanyaan nya lagi.


"Kau keras kepala sekali Stef, aku tidak mau kau kenapa-kenapa dan aku mau kau selalu di sampingku" Stefany tetap lah Stefany ia tetap tidak akan menyerah.


"Kau bisa menempatkan ku di bagian mana saja asal jangan jadi Sekretaris mu atau aku tidak akan menikah denganmu" Ucapnya dengan menekan kata terakhirnya.


"Oke baiklah aku akan menempatkan mu di bagian manajemen keuangan dan jika terjadi sesuatu katakan kepadaku tanpa penolakan" Ucap Al final dan Stefany pun menganggukkan kepalanya bahwa ia menyetujui nya.


💞💞💞💞💞


**TBC


Okey guys I'm come back hehe


Semoga kalian suka dengan part ke 7 aku yaa


Semoga ceritaku bisa diterima oleh kalian semuaaa💞


Jangan lupa di pencet gambar jempolnya, di comments dan di share ke teman-teman kalian semuaaa❤️🤗


Salam penulis amatir 😊


DIN❤️**