
"Abang Mikeal...." Panggil Zea saat seseorang melintas tepat di sebelah meja yang mereka tempati.
Saat ini keenamnya memang sedang duduk menunggu pesanan mereka datang.
"Zea....!"Ujar Mikeal Junior yang memang begitu mengenali adik sepupunya tersebut, bahkan Zea langsung bangun lalu memeluk erat tubuh Mikeal.
"Sejak kapan pulang? kenapa nggak ngabarin aku? dan juga kenapa nggak ke rumah? abang sendiri? Adam mana?" Tanya Zea tanpa jeda.
"Zea, nanyanya satu-satu dong! abang jadi bingung mau jawab yang mana dulu." Protes Mikeal sambil mengusap lembut jilbab merah Zea.
"Habis rindu, serasa seabad nggak ketemu." Keluh Zea.
"Abang baru aja sampai, mau makan siang baru setelah itu balik ke rumah." Jelas Mikeal.
"Jadi tante Arumi belum tau abang pulang?" Tanya Zea.
"Belum, sengaja, biar jadi kejutan." Jelas Mikeal Junior dengan senyum cengengesan.
"Ayo gabung sini...." Ajak Zea yang langsung menarik kursi untuk Mikeal.
"Khmmmmmmm!" Seru Rafeal yang sejak tadi memang mereka semua diabaikan oleh Zea dan Mikeal begitu saja.
"Aaaaah iya, kenalin ini abang aku, namanya Mikeal." Jelas Zea memperkenalkan Mikeal.
"Hai....." Sapa Rafeal dan Marvel hampir bersamaan.
"Abang Rakes...." Ujar Mikeal yang ternyata masih mengenali Rakes yang dulu memang sempat sering bertemu saat acara pertemuan keluarga mereka.
"Hai, aku kira kamu sudah nggak kenal lagi sama abang!" Jelas Rakes.
"Nggak mungkinlah, dan......" Penjelasan Mikeal terhenti saat matanya menatap sosok Mariana.
"Riana? kamu Riana kan?" Tanya Mikeal dengan terus menatap Mariana.
"Mikeal, baru sadar kalau aku disini? udah dari tadi aku pelototi kamunya malah asyik sama adek kesayangan mu." Jelas Mariana yang langsung menyambut hangat kedatangan Mikeal.
"Kalian saling kenal?" Tanya Marvel.
"Hmmmm, satu kampus pas kuliah dulu." Jelas Mariana.
"Waaah emang sempit yah dunia ini!" Jelas Rafeal yang terlihat jelas mulai tidak menyukai hadirnya Mikeal diantara mereka.
"Apa sama aku abang lupa?" Tanya Kania yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara.
"Kania, bagaimana bisa abang lupa sama adik manja abang yang satu ini..." Ujar Mikeal yang langsung menyentuh kepala Kania.
"Khmmmmmm!" Seru Marvel.
"Kenapa? cemburu? abang Marvel nggak mungkin cemburu sama abangnya Kania kan? jangan alay deh!" Ujar Zea.
"Eh sorry, aku nggak bermaksud buat abang cemburu!" Jelas Mikeal.
"Gimana? sekarang kerja dimana?" Tanya Mariana.
"Masih Nyari!" Jawab Mikeal.
"Ke kantor aku aja, gimana?" Tawar Mariana.
"Waaaah, lapar! kenapa sih para pelayan, kenapa pesanan kita belom datang-datang sejak tadi." Keluh Rafeal.
"Atau biar aku tanyakan." Tawar Mikeal yang langsung berdiri.
"Nggak perlu, bentar lagi jaga bakal datang!" Cetus Rafeal.
"Kamu yakin? katanya lapar." Jelas Mikeal.
"Yakin! eh tunggu, kamu? sejak tadi kamu panggil Marvel dan Rakes dengan sebutan abang, terus kenapa giliran aku, kamu malah manggilnya 'kamu'?" Protes Rafeal.
"Maksudnya? jangan bilang kamu seusia abang Rakes, bukannya kamu temannya Kania dan Zea?" Tanya Mikeal.
Penjelasan Mikeal sontak membuat semua orang tertawa hal tersebut justru semakin membuat Rafeal kesal.
"Kamu benar Mikeal, dia memang bocah seusia Zea dan Kania!" Jelas Rakes yang masih tertawa.
"Dasar muka baby!" Jelas Zea yang semakin tidak bisa menahan tawanya.
"Apa aku salah?" Tanya Mikeal kebingungan.
"Nggak sama sekali, dia memang masih SMA!" Celetuk Mariana sambil menepuk bahu Rafeal yang memang duduk di sebelah Mariana.
"Nah itu makanannya datang!" Ujar Marvel saat pelayan menghidangkan semua pesanan mereka.
"Selamat makan!" Ujar Kania yang langsung menyantap pesanannya.
"Mau coba yang ini?" Tanya Mariana dan Mikeal hampir bersamaan hanya saja Mariana meletakkan makanan dari sendoknya ke dalam piring Rafeal sedangkan Mikeal yang hendak meletakkan isi sendoknya ke dalam piring Mariana langsung ia urungkan lalu memakannya sendiri.
"Terima kasih!" Ucap Rafeal dengan senyuman penuh kemenangan.
"Zea, pelan-pelan dong, sampai belepotan gini, tuh kan kena jilbab pula!" Jelas Rakes sambil membersihkan mulut dan juga jilbab Zea.
"Aku ke toilet sebentar!" Jelas Zea yang langsung bangun di susul oleh Rakes.
"Abang nggak berniat untuk ikut masuk ke toilet cewek kan? aku bisa sendiri, lanjutkan makan abang!" Jelas Zea.
"Tapi....." Keluh Rakes.
"Biar aku yang temani kak Zea, ayo kak!" Ajak Kania yang langsung bangun.
"Ayo!" Ajak Zea dan lekas pergi bersama Kania.
____________________
"Eeeitssssss! siapa ini? anak sang komandan rupanya, sampai harus homeschooling segala, segitu takutnya di gebukin!" Seru Cindy saat berpas-pasan dengan Zea dan Kania tepat di depan pintu toilet.
"Haaaaah! dia lagi, aku hanya mau ke toilet dengan tenang, tolong jangan cari masalah!" Jelas Zea.
"Udah kak nggak usah diladeni!" Jelas Kania.
"Dasar pengecut!" Cela Cindy dengan tangan yang mencoba meraih jilbab Zea.
"Kak, aku beneran nggak mau ribut, tolong jangan pancing emosi aku!" Tegas Zea yang langsung menepis tangan Cindy.
"Dasar bocah tak punya sopan santun!" Cela Cindy dan kini tangannya berhasil menarik ujung jilbab Zea pada bagian belakang.
"Haissssh!" Gumam Zea yang mau tidak mau langsung memberi Cindy pelajaran.
Tangan Zea menarik kasar kerah baju Cindy hingga membuat tubuh Cindy terseret dan membuat tangannya terlepas dari jilbab Zea.
"Kamu!" Gumam Cindy dengan tangan yang hendak menampar Zea, namun lagi-lagi Zea menepis tangan Cindy lalu kaki kiri Zea mendarat di betis Cindy membuat tubuh Cindy ambruk ke lantai.
"Kak udah!" Pinta Kania yang berusaha menghentikan tangan Zea yang ingin kembali menyerang Cindy.
"Jangan lagi ganggu aku! dan soal homeschooling, itu urusan keluarga aku dan juga satu lagi, jangan pernah lagi gangguin abang Rakes, baik lewat telpon, chat atau apapun itu." Tegas Zea yang langsung masuk ke toilet dengan disusul oleh Kania.
"Lihat aja Zea, kamu pasti akan menyesal karena berurusan dengan aku, tunggu aja, akan aku pastikan semua rencana mu berantakan! dan kenapa aneh rasanya, ada yang beda dengan bocah kasar itu, dia lebih gendut, atau......" JelasCindy pada dirinya sendiri, ia segera pergi meninggalkan tempat tersebut.
____________________
"Kenapa nggak bareng sama Mikeal?" Tanya Rafeal saat ia berada di dalam mobil Mariana. Setelah makan siang bersama, Mariana memutuskan untuk mengantar Rafeal sedangkan yang lain pulang dengan mobil mereka masing-masing dan Mikeal ikut bersama Zea dan Rakes ke rumah Iqbal.
"Kamu lupa kalau Mikeal mau ke rumah Zea?" Tanya Mariana.
"Ya kan bisa bareng sama kamu!"
"Kenapa? kamu risih aku yang antarin?"
"Risih??" Tanya Rafeal.
"Terus kalau bukan risih kenapa bawel? udah duduk aja yang tenang aku bakal antar kamu pulang dengan selamat, aku jaga nggak bakal mungkin culik kamu kan?"
"Terserah kamu aja!"
"Ya emang harus terserah aku dong, kan mobil aku!"
"Aku mau istirahat!" Jelas Rafeal lalu memejamkan matanya.
"Mikeal, dia teman baik aku waktu kuliah dulu. Dia yang sering bantuin aku dalam segala hal..."
"Lalu?"
"Iya gitu!" Cetus Mariana kesal.
"Aku nggak tanya apapun tentang hubungan kalian."
"Dan aku menjelaskannya dengan suka rela, karena aku tidak ingin ada apapun rahasia diantara kita."
"Sudahlah!"
"Rafeal, bukankah kita sudah sepakat untuk berkencan?"
"Apa kamu yakin dengan keputusan mu itu?"
"Kenapa? apa kamu ingin menolak aku?"
"Ayo kita jalani selama sebulan, jika memang kita bisa ayo lanjut dan jika aku sama sekali tidak bisa jatuh cinta pada mu maka kita akhiri kebodohan ini!" Jelas Rafeal.
"Baik! sebulan, ayo kita coba!"
"Hmmmmmm!"
Mobil terus melaju membawa keduanya menuju tempat tujuan.
πππππππ
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTEππ
Stay terus sama My Princessπππ
KaMsaHamida πππππ