My Princess

My Princess
Chapter #2



"Maaf tuan, nona ini mengantarkan pesanan makanan dan setelah itu dia pingsan, saya sudah mencoba untuk membangunkannya namun tidak bisa tuan" seru laki-laki yang berbadan kekar itu.


Laki-laki itu menatap Stefany yang tidak sadarkan diri dan ia pun menggendong Stefany ala bride style masuk ke dalam Mension nya yang besar itu.


Sesampainya di dalam Mension nya, semua pelayan menatap ke arah nya dan menatap bingung karena bos nya itu tidak pernah membawa perempuan masuk ke dalam Mension nya kecuali Momi nya.


Laki-laki itu menaiki tangga dengan masih di gendong nya Stefany menuju kamar nya, laki-laki itu terus menatap wajah lelah Stefany.


Sesampai dikamar nya laki-laki itu menidurkan Stefany di kasur king size nya dengan sangat pelan-pelan takut si empu nya terbangun.


Setelah itu ia menatap Stefany dengan sangat lama setelah itu laki-laki itu keluar dari kamar nya menuju tempat kerjanya.


 


🌞🌞🌞🌞🌞


 


Stefany membuka matanya karena sinar matahari bersinar ketika ia membuka matanya, Stefany dapat merasakan kepalanya yang sakit namun ia tampak tidur sangat nyenyak .


Stefany segera bangkit dan ia menyadari ini bukan rumah Bibi dan Paman nya dan ia sedang berada di mana, apa dia di culik? Stefany terus berfikir hingga kepalanya menambah sakit.


Seorang pelayan masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan yang berisi makanan, dan pelayan itu tersenyum melihat Stefany yang sudah terbangun.


Stefany membalas senyuman pelayan itu dengan tatapan bertanya kepada pelayan itu.


"Nona sudah bangun, ini makanannya. Apa nona ingin mandi? Kalau nona ingin mandi saya akan siapkan air nya" seru pelayan itu dengan menaruh nampan di atas meja.


"Maaf, panggil saya Stefany saja Bibi dan maaf merepotkan seharusnya Bibi tidak usah repot-repot. Dan saya berada di mana ya?" Ucap Stefany dengan senyuman nya dan mengajak pelayan itu duduk di kasur, pelayan itu pun duduk di pinggir kasur dan Stefany di sebelah nya.


"Tidak apa-apa nona, ini sudah pekerjaan saya. Nona sedang berada di Mension tuan Alrico David Wang dan semalam nona pingsan di depan gerbang Mension, tuan Alrico lah yang telah membawa nona masuk ke dalam Mension nya dan membawa nona ke dalam kamar ini" Serunya menjelaskan agar Stefany tidak panik.


Namun Stefany malah panik mendengar cerita pelayan itu dan ia pun langsung melihat pakaian nya, pakaian nya masih lengkap sama seperti semalam.


Masuklah seorang laki-laki dengan pakaian rapih dengan kemeja, mata biru. Laki-laki itu sangat tampan dan tidak ada kekurangan nya sama sekali.


Pelayan itu pergi dengan permisi ke tuan nya dan menyisakan Alrico dan Stefany di dalam kamar itu.


"Maaf anda siapa ya? Apa anda pemilik rumah ini? Saya berterimakasih telah menolong saya dan sekarang saya harus pergi seko..." Seru Stefany tiba-tiba terhenti ketika melihat jam menunjukkan jam 9 am dan Stefany pun terlonjak dan langsung turun dari kasur itu.


"Tuan terimakasih sudah menolong saya dan sekarang saya harus pergi untuk bersiap-siap sekolah dan setelah itu bekerja nanti Bibi dan Paman saya akan memarahi saya, terimakasih tuan" seru Stefany dan ia segera membuka pintu namun pintu itu terkunci.


Siapa lagi jika bukan Al ynag mengonci nya dari dalam.


Al mendekati Stefany dan Stefany pun berjalan mundur hingga tubuh nya berbenturan dengan dinding dan sekarang tubuhnya di hipit dengan tubuh Al.


"Tuan jangan macam-macam saya sudah berbicara baik-baik" Seru Stefany dengan menutup dadanya dengan kedua tangan nya.


Terbenak dipikiran Al ide jahil. Ia seperti ingin menggoda Stefany karena wajah ketakutan nya yang terlihat sangat lucu Dimata Al.


Al semakin mendekatkan diri nya ke diri Stefany dan hingga tidak ada jarak lagi diantara mereka.


"Aaaaaaaahhhhhhh" Stefany berteriak dengan mencubit perut Al sangat kencang dan membuat Al meringis kesakitan.


"Kau! Bukan nya berterima kasih" Ucap Alrico dengan memegangi perutnya yang di cubit oleh Stefany.


"Abisnya tadi saya sudah bicara baik-baik tuan dan saya sudah berterimakasih kepada tuan, tapi tuan tidak menjawab nya dan tun malah menghimpit tubuh saya!" Serunya dengan menghentakkan kaki nya di lantai dan melipat tangannya di depan dada.


Alrico terlihat menikmati makian dari Stefany yang terlihat sangat lucu baginya, Al seperti merasakan perasaan aneh kepada Stefany dan ia pun tersenyum tipis kepada Stefany.


"Maaf tuan yang terhormat sekali lagi terimakasih atas bantuan nya dan tolong bukakan pintunya atau mana kunci nya biar saya sendiri yang buka" Stefany mengulurkan tangannya untuk meminta kunci namun Al tetap tidak memberikan nya.


Stefany menyatukan kedua tangan nya di dada dengan tersenyum paksa kepada Alrico namun semua sikap nya hanya ditonton kan oleh AL dan AL tetap tidak memberikan nya.


"Tuan saya harus bersekolah dan setelah itu saya harus bekerja, saya sudah sangat terlambat masuk sekolah tuan. Kuncinya". Mau tidak mau Stefany harus mengeluarkan jurus andalan nya yaitu pupe eyes nya dan membuat Alrico tidak tega.


Alrico masih menatap nya dan dia berjalan ke kasur king size nya dan duduk di pinggir kasur nya, Stefany tidak mengerti maksud Al setahu nya jika ia sudah mengeluarkan pupe eyes nya pasti orang itu akan memberikan nya.


"Iya memang sudah telat, tapi saya harus pulang tuan saya harus bekerja. Mohon bebaskan saya tuann" Seru Stefany dengan mendekatkan wajah nya ke wajah Al dengan mata yang melotot.


"Apakah kau sedang merayuku?" Ucap Al dengan menaikkan alisnya, dan Stefany langsung menjauh dari Alrico ia takut nanti akan terjadi yang tidak-tidak.


"Plis lepaskan saya tuan, nanti jika saya sudah mendapatkan gaji saya akan kasih semua gaji saya kepada tuan untuk membayar semuanya!" Seru Stefany yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap nya Alrico.


Stefany menggedor-gedor pintu kamar itu dengan sangat kencang, dan Alrico langsung menarik tangan Stefany yang sudah memerah.


"Jangan menyakiti dirimu sendiri, baik saya akan buka pintunya tapi kau duduk dahulu nanti saya akan suru supir saya antarkan kamu" Ucap Alrico final dan Stefany segera menuruti permintaan nya.


Stefany sudah tidak betah di Mension itu, lebih baik di rumah Bibi dan Paman nya mendapatkan pukulan ia ikhlas dari pada harus di kurung di Mension itu.


Sebelum Alrico menutup pintu kamar Stefany berlari dan mendahului AL, ia turun tangga dengan berlari sangat kencang.


"Hey jangan berlari di tangga, tunggu" Alrico pun ikut berlari mengejar Stefany yang sangat cepat pergerakan nya.


Namun dengan sangat cepat Alrico menangkap tangan Stefany dan tanpa sengaja Alrico memeluk Stefany dari belakang dan membuat Stefany terkejut.


Semua mata pelayan tertuju kepada Alrico dan Stefany semua nya pun sangat tercengang, pasal nya bos nya itu tidak pernah membawa perempuan ke dalam Mension nya.


"hmm, maaf tuan saya harus pergi tuan dan tidak usah diantar oleh supir tuan. karena saya sudah dewasa" Seru Stefany melepaskan tangan Alrico yang melingkar di pinggang Stefany dengan cepat.


Alrico menggaruk tengkuk leher nya yang tidak gatal dan ia langsung menatap wajah Stefany.


"ALLLL LO DIMANAAA!!!" Tiba-tiba datang seorang laki-laki dengan wajah yang sangat tampan namun masih tampan Alrico.


Dia itu Javiero sahabat dan sudah seperti keluarga bagi Alrico, Javiero memang selalu datang setiap hari ke Mension Alrico. Namun biasanya Javiero tidak sendiri dia pasti bersama ketiga teman nya lagi.


"Woy Kaparat ninggalin kita Lo ya!" Ucap Andrew, dan di belakang Andrew disusul oleh Erlan dan Bernardo.


mereka berempat terkejut melihat kehadiran Stefany yang berada di Mension sahabat nya itu, ini momen sangat langka seorang Alrico membawa gadis ke dalam Mension nya.


"Maaf saya permisi, sebelumnya terimakasih" Ucap Stefany berpamitan kepada semuanya.


Alrico ingin menahan nya namun ia tidak bisa dikarenakan ada kurcaci di rumah nya yang sebentar lagi akan menghujani pertanyaan kepada AL, Alrico pun mengedipkan mata kepada supir pribadi nya dan supir pribadinya pun mengerti maksud AL.


"WOWWW SEORANG ALRICO MEMBAWA GADIS KE DALAM MENSION NYA SUNGGUH SANGAT LUAARRR BIASAAA" Seru Javiero dengan sangat kencang dan Lrico tidak meladeninya dia malah menuju ruang kerjanya.


**Javiero Alexander



Andrew Gerald



Erlan Hernando



Bernando Huberto



Hay Hay Hay Semua


Ayoo yang mau curhat silahkan isi kolom komentar ya teman-teman


semoga menghibur ya teman-teman


ini chapter ke dua ku semoga kalian suka


salam wanita senyum**