My Princess

My Princess
#113



Rakes yang baru keluar dari ruangan Temi langsung berhadapan dengan Roger yang terlihat berjalan dengan begitu terburu-buru menuju ruangan Temi, keduanya berpas-pasan dan saling menatap satu sama lain.


Langkah keduanya bahkan terhenti, saat dekat keduanya benar-benar hanya berjarak beberapa centimeter.


Mata tajam Rakes seakan menusuk dalam mata teduh Roger.


(Tatapan mata mu masih sama seperti dulu, begitu meneduhkan hati, tapi kenapa kamu salah memilih jalan? kenapa kamu harus berhubungan dengan orang sejahat Temi, Roger tolong sadarlah sebelum papa dan mama harus kehilangan salah satu dari kita berdua. Abang menyayangi mu, Roger.) Ungkap Rakes dengan terus bertahan agar tak ada air mata yang menetes.


Rakes melewati Roger namun beberapa menit setelahnya Roger kembali mundur lalu menghalangi Rakes.


"Berhenti!" Tegas Roger yang mulai memperhatikan sosok Rakes dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Kenapa?" Tanya Rakes.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"


"Apa pernah?" Ulang Rakes dengan tangan kiri yang spontan menggaruk bagian belakang lehernya yang tidak gatal.


Hal yang sama juga dengan spontan di lakukan oleh Roger, bedanya Roger melakukannya dengan tangan kanan sehingga keduanya terlihat bak pantulan cermin.


"Khmmmmmm!" Ujar Roger.


"Aku rasa ini kali pertama kita bertemu." Jelas Rakes.


"Aku rasa juga begitu!" Cetus Roger yang lekas berlalu.


"Apa itu kamu? sejauh mana kamu akan terus masuk? apa yang ingin kamu pastikan? harus kah kamu yang melakukan semuanya?" Gumam Roger yang mulai sedikit gusar, namun tetap melangkah pasti menuju ruangan Temi.


Rakes yang kembali melangkah di hentikan oleh teriakan Rafeal yang berasal dari pada benda kecil yang terpasang di telinganya, teriakannya yang begitu keras seakan membuat gendang telinga Rakes dan Marvel putus berantakan.


"Apa lagi?" Seru suara Marvel yang terdengar begitu kesal.


"Apa lagi? cepat bergerak! aku sudah muak dengan semua ini." Jelas Rafeal yang begitu frustasi setiap kali memandangi wujudnya dari pantulan cermin. Yah, seperti yang saat ini ia lakukan.


"Sabar dong! ini aku juga mau gerak!" Jelas Marvel.


"Ciiiih jangan adopsi gerak siput, elo kan Harimau, yang gesit dong!" Tegas Rafeal.


"Emang kamu bisa lihat aku lagi ngapain? dengar ya Kancil, aku juga lagi bersiap nih!" Jelas Marvel.


"Buru! aku benar-benar benci dengan wujud Risty ini!" Keluh Rafeal.


"Oke, aku sudah mulai menuju lokasi!" Jelas Marvel yang sekarang sudah berada di dalam mobilnya bersama Andika.


"Stop!" Seru Rakes yang langsung membuat Marvel menghentikan laju mobilnya hal yang sama juga berlaku bagi Rafeal, seketika Rafeal juga menghentikan tangannya yang sedang sibuk memakai lipstik merah di bibirnya.


Mobik Marvel yang berhenti mendadak sukses membuat tubuh Andika ter-ayun kehadapan.


"Kenapa rem mendadak? apa terjadi sesuatu?" Tanya Andika setelah kembali memperbaiki posisi duduknya.


Di lain lokasi, Rafeal masih dengan posisi tangan kanan yang memegang lipstik dan benda merah tersebut masih menempel di bibir seksinya.


"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Marvel dan Rafeal bersamaan dan keduanya masih pada posisi mematung.


"Untuk hari ini, aku masih harus memastikan satu hal. Besok malam, 'Dinner' kita undurkan satu hari. Kita akan melakukannya besok malam." Jelas Rakes.


"Aku tidak masalah jika 'Dinner' harus di undur, tapi sekarang yang aku khawatirkan adalah hal yang ingin kamu pastikan." Jelas Marvel.


"Apa Srigala butuh bantuan?" Tanya Rafeal.


"Untuk sekarang aku masih bisa mengatasinya sendiri, jika aku butuh aku akan langsung panggil kalian." Jelas Rakes.


"Oke, aku tunggu kabarnya!" Jelas Marvel.


"Kancil..." Panggil Rakes.


"Iya, apa aku boleh berpartisipasi?" Tanya Rafeal girang.


"Maaf, maaf karena aku malah membuatmu semakin lama dalam situasi ini." Jelas Rakes serius.


"Udah Srigala tenang aja, Kancil emang malah lebih senang tinggal di istana, dari pada di gebuk derita milik kita." Cetus Marvel mencoba mencairkan suasana.


"Nah Harimau tau! udah tenang aja, aku malah sangat menikmati jadi orang kaya." Jelas Rafeal dengan tertawa lepas.


"Semoga kamu sukses, Rakes. Ingat, langsung kabari jika butuh bantuan." Jelas Marvel.


"Oke, berarti besok malam nih kita 'Dinner' ?" Tanya Rafeal memastikan.


"Iyap!" Tegas Rakes.


"Oke, kalau begitu aku juga akan urus beberapa persiapan lainnya, sampai jumpa di lokasi besok malam." Jelas Marvel.


"Oke, aku juga mau menghantam makanan-makanan lezat di meja istana sana!" Cetus Rafeal girang.


"Oke, sampai ketemu besok malam!" Ujar Rakes.


Ketiganya langsung mematikan chip penghubung diantara ketiganya.


Rakes kembali melanjutkan langkahnya menuju tempat parkiran yang nan luas tersebut. Saat Rakes sudah bersiap untuk masuk ke dalam mobil di saat itu juga sebuah tangan menarik jasnya pada bagian belakang.


"Ayo dinner! malam ini!" Ajak Kesya setelah Rakes melihat kearahnya.


"Dinner?" Ulang Rakes dengan mengernyitkan keningnya.


"Iya. Bukankah tadi pacarmu membatalkan acara dinner kalian? ya udah Ayo, aku dengan senang hati akan menemani mu." Jelas Kesya yang ternyata tadi sempat mendengarkan omongan Rakes bersama para partner kerjanya.


(Apa saja yang dia dengar? apa cuma ini? atau....) Gundah Rakes yang mulai panik dalam lamunannya.


"Udah, nggak usah panik gitu! serius aku bakal dengan senang hati menggantikan pacarmu itu, ayo dinner!" Jelas Kesya yang hendak menyentuh tangan Rakes.


Dengan sigap Rakes melangkah menjauh dari jangkauan Kesya, Bersamaan dengan lagu Bad Liar yang menggema dari saku jasnya, satu panggilan masuk, tangan Rakes langsung mengeluarkan ponselnya.


"Aku rasa dia berubah pikiran, pacar aku yang nelpon." Jelas Rakes sambil memamerkan layar ponselnya yang menampilkan nama kontak 'My Princess' sebagai panggilan masuk.


"Coba angkat, aku jadi penasaran, jangan jangan dia malah mau bilang kalau dia lagi sibuk sama selingkuhannya makanya nggak ada waktu buat dinner sama kamu." Jelas Kesya panjang lebar.


"Oke!" Tegas Rakes yang langsung menekan tombol hijau di layar ponselnya.


"Assalamualaikum!" Suara Zea terdengar dari seberang sana.


"Waalaikumsalam My lovely princess." Balas Rakes dengan wajah yang tersenyum manis bahkan hingga membuat Kesya kesal.


"Jika nanti abang pulang, tolong jemput aku di rumah kakek!" Jelas Zea.


"Di rumah kakek? ngapain?" Tanya Rakes yang langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Kesya begitu saja.


"Tadi kakek ke rumah, lalu meminta izin sama uma agar aku boleh ikut sama kakek." Jelas Zea.


Rakes langsung meluncur keluar area rumah Temi.


"Lalu? apa yang kakek katakan?" Tanya Rakes setelah memasang earphone di telinganya.


"Tidak ada, kakek hanya ingin mengajak cucu menantu dan juga calon cicitnya jalan-jalan." Jelas Zea.


"Sekarang kalian di mana?" Tanya Rakes.


"Masih di jalan, bentar lagi kan magrib, jadi setelah solat magrib di mesjid terdekat, kami akan makan malam di luar, apa abang mau ikut?" Jelas Zea.


"Share kan lokasi kalian, abang akan segera ke sana." Tegas Rakes.


"Oke! sampai jumpa nanti!" Jelas Zea yang terdengar begitu girang.


Setelah Zea mengakhiri panggilannya, Rakes kembali menambah laju mobilnya bahkan semakin bertambah saat Zea membagikan lokasi lewat chat yang baru saja ia terima.


"Kakek, apa yang sedang kakek rencanakan? apa sekarang kakek menjadikan Zea sebagai jembatan untuk memenuhi keinginan kakek? Kakek, aku ingatkan sekali lagi, jangan sentuh Zea, jangan sentuh dia sedikitpun, jika tidak aku akan benar-benar menggila." Gumam Rakes dengan penuh emosi dan kembali menambahkan kecepatan laju mobilnya.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊


Stay terus sama My Princess😘😘😘


KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa mampir juga ke novel baru aku 🌹Mirza&Meisha🌹


Jangan lupa ya😉😉😉