My Princess

My Princess
#142



"Sepi! apa mereka sudah pulang semua?" Tanya Zafran yang baru saja menginjakkan kakinya di depan resort yang terlihat sepi tak berpenghuni.


"Atau mungkin kita yang salah alamat?" Tanya Qalesya.


"Tapi ini benar alamat yang abang Marvel kirimkan." Jelas Zafran setelah memastikan kembali di ponselnya.


"Ayo kita masuk, kalau memang mereka nggak ada ya udah kita pulang aja." Jelas Qalesya.


"Maaf, semua ini karena salah abang. Jika saja kita berangkat bareng semuanya kemaren, kita pasti nggak akan salah alamat." Jelas Zafran.


"Abang kan ada kerjaan kemaren, ayo masuk!" Ajak Qalesya yang langsung membuka pintu resort di saat itu pula Marvel dan Rafeal pulang.


"Kalian baru datang?" Tanya Marvel.


"Iya, jadi kami nggak salah alamat? tapi kenapa sepi? yang lain di mana?" Tanya Qalesya.


"Yang lain? ah mungkin mereka lagi jalan-jalan keluar! ayo masuk!" Ajak Marvel.


"Kalian dari mana?" Tanya Zafran.


"Biasa, cari makan!" Bohong Rafeal lalu segera masuk dengan disusul oleh yang lainnya.


"Ana...Kania!" Panggil Marvel dengan suara lantang namun sama sekali tak ada jawaban.


"Mereka pada kemana sih?" Tanya Rafeal yang mulai diliputi rasa khawatir.


"Kak Zea, Qalesya datang nih!" Seru Qalesya sembari terus menelusuri setiap ruangan.


"Zea.....!" Panggil Zafran.


"Rakes, Roger!" Teriak Rafeal yang kini mulai berlarian menelusuri hingga ke halaman belakang.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Zafran.


"Nanti akan abang ceritakan, sekarang ayo kita cari yang lainnya." Jelas Marvel.


Zafran, Qalesya dan Marvel mengikuti Rafeal hingga ke halaman belakang tempat dimana yang lainnya semua berkumpul.


"Kenapa di sini?" Tanya Rafeal.


"Tadaaaaaaa!" Seru Zea penuh semangat sambil memperlihatkan persiapan pesta untuk nanti malam.


"Kalian yang menyiapkan semua ini?" Tanya Marvel.


"Iyap! hmmmm lebih tepatnya dengan sedikit bantuan dari bi Lela." Jelas Mariana yang membuat bi Lela yang sedang sibuk menyiapkan peralatan untuk membakar ayam ikut tersenyum pada Marvel.


"Waaaah makan besar nih! jadi nggak sabar pengen melahap semuanya!" Ujar Qalesya senang dan langsung bergabung dengan yang lainnya.


"Abang Zafran juga bantuin dong, jangan cuma jadi penonton." Jelas Kania.


"Siap nyonya Marvel Revtankhar!" Canda Zafran dengan gelak tawa.


"Dasar....!" Ujar Kania yang mencoba memukul Zafran.


Tangan Kania yang ingin memukul Zafran malah mengenai ruang kosong lalu dengan cepat Zafran langsung memeluk Kania dan juga Zea yang memang berada di samping Kania.


"Kalian baik-baik aja kan? abang rindu!" Jelas Zafran dengan kedua tangan yang masih merangkul pundak Zea dan Kania.


"Kami juga rindu!" Ujar Kania manja.


"Khmmmmm! ada yang cemburu tuh? Qalesya mau ikutan, ayo sini gabung kita adakan reunian akbar!" Ujar Zea.


"Kak Zea apaan sih? siapa yang cemburu coba!" Ujar Qalesya yang masih sibuk membantu bi Lela.


"Gimana kalau aku aja yang gabung?" Tanya Mariana.


"Ayo sini!" Ajak Zafran.


"Dasar!" Cetus Zea dan Kania yang langsung menjewer telinga Zafran.


"Awwww!" Jerit Zafran.


"Rasain!" Gumam Qalesya.


"Reva mana?" Tanya Rafeal saat menyadari bahwa Reva tidak ada di situ.


"Pulang!" Jelas Mariana acuh.


"Pulang? sama siapa?" Tanya Zafran panik.


"Udah tenang aja, tadi kawan dia kok yang jemput. Aku juga udah pastiin keberadaannya sama tante Khaira, dia di rumah sekarang!" Jelas Roger yang sibuk menyiapkan arang.


"Marvel dan juga kamu Rafeal istirahatlah, biar kami yang siapkan semua ini!" Jelas Rakes.


"Baiklah, kalau begitu aku akan bantu lihatin, sambil duduk santai di sini!" Ujar Rafeal yang langsung duduk di salah satu kursi yang ada di sana.


"Oh iya, Ivent mana?" Tanya Zea.


"Bentar lagi juga datang! Apa sekarang dia menggantikan posisi aku di hati kamu, tak bisa di biarkan!" Jelas Rafeal.


"Sejak kapan kamu ada di hati aku?" Tanya Zea.


"Waaah! ngajak berantem nih! masa iya sama BBF sendiri lupa!" Cetus Rafeal.


"Emang kita pernah kenal?" Tanya Zea.


"Zea....!" Gumam Rafeal kesal.


"Udah terima aja kenyataan kalau kamu emang bukan siapa-siapa buat Zea." Cetus Marvel.


"Waaah nambah satu lagi nih makhluk bermulut sadis,,,," Gumam Rafeal.


"Lah bukannya mulut kamu jauh lebih ngeri!" Cetus Mariana.


"Nah kali ini aku sependapat dengan Ana." Jelas Rakes.


"Kalian! masa nggak ada yang memihak padaku! Zea...." Ujar Rafeal.


"Sorry nggak kenal!" Cetus Zea.


"Bi Lela!" Ujar Rafeal manja.


"Maaf den bibi juga nggak kenal sama den!" Jelas Lela yang sukses membuat yang lainnya tertawa puas.


"Puas, puas kan sekarang kalian semua! dasar tak berhati budi, tak berperasaan!" Gumam Rafeal kesal.


"Aku nggak telat kan? ini!" Ujar Ivent yang baru saja datang dengan belanjaan yang memenuhi kedua tangannya.


"Sini aku bantu!" Ujar Zafran yang langsung mengambil bawaan Ivent.


"Ini buat nanti malam semua?" Tanya Qalesya.


"Ya iya dong!" Ujar Mariana.


"Emang beda yah kalau main sama orang kaaaahya!" Ujar Rafeal.


"Rafeal benar, senangnya jadi orang kaya!" Ujar Zea.


"Situ juga orang kaya kali, kan istri orang kaya!" Ujar Rafeal.


"Dasar mulut ember!" Cetus Zea yang langsung memukul mulut Rafeal.


"Santai aja kali, lagi pula kami semua udah tau kok!" Ujar Mariana.


"Semuanya?" Tanya Zea memastikan.


Semuanya mengangguk kepala mereka disertai dengan senyuman lebar.


"Sudah siap!" Seru Roger lantang membuat yang lainnya mengalihkan perhatian mereka pada Roger.


"Aku mau mandi!" Lanjut Roger dan langsung berlalu begitu saja.


"Apa abang Roger masih cemburu?" Tanya Kania.


"Ntar juga terbiasa!" Ujar Marvel.


"Butuh waktu lama untuk melupakan seseorang yang begitu kita cintai, aku harap kalian tidak menyalahkan Roger, beri dia sedikit waktu untuk beradaptasi dengan hal yang tak pernah ia inginkan terjadi." Jelas Marvel.


"Kode nih!" Cetus Mariana.


"Sok tau!" Cetus Rafeal.


"Emang iya kan?" Tegas Mariana.


"Udah-udah,,,,!" Ujar Marvel mencoba melerai.


"Semuanya udah siap, kalian kembalilah ke dalam untuk siap-siap! ini udah hampir jam lima, biar semua ini bibi yang jaga." Jelas Lela.


"Terima kasih bi!" Ujar Mariana.


"Sama-sama non cantik!" Ujar Lela.


"Ya udah ayo masuk!" Ajak Marvel.


"Ayo!" Ajak Rakes.


Semuanya segera memasuki resort lalu kembali ke kamar mereka masing-masing untuk siap-siap, karena setelah sholat magrib nanti mereka akan makan-makan bersama di halaman belakang resort.


Karena tidak ada lagi Reva, maka yang lainnya meminta Rakes untuk satu kamar dengan Zea, hal tersebut pula yang membuat Zea girang bukan kepalang. Sedangkan yang lainnya berbagi kamar bersama, Marvel dan Rafeal, Ivent, Roger dan Zafran sedangkan Mariana, Kania dan Qalesya juga memutuskan untuk tidur sekamar.


___________________


Bulan sabit yang tergantung indah di langit tinggi sana semakin menambah keindahan langit malam yang dihiasi oleh para bintang dengan cahaya yang begitu memanjakan mata, di tambah dengan suara desiran ombak serta hembusan angin malam yang perlahan membelai wajah dengan penuh kesejukan.


Usai sholat magrib semua langsung berkumpul di belakang resort sedangkan Lela telah lebih dulu pamitan pulang ke rumahnya yang memang tidak terlalu jauh dari resort. Lela merupakan wanita paruh baya yang di percayakan oleh keluarga Revtankhar untuk merawat resort keluarga mereka.


Para lelaki terlihat sibuk membakar ayam, udang dan juga cumi di sebelah barat sana sedangkan para wanitanya mengerjakan tugas lainnya, Mariana dan Zea sibuk menyiapkan sambal dan nasi diatas meja yang berada di sisi utara menghadap kearah laut, lalu Kania, Qalesya keduanya masih di dalam resort menyiapkan minuman yang nantinya akan mereka bawa keluar.


Setelah bergulat selama beberapa menit akhirnya minuman segar ala Qalesya dan Kania siap untuk dihidangkan.


"Akhirnya siap juga!" Ujar Kania.


"Ayo kita bawa keluar, yang lain pasti sedang nungguin kita!" Ujar Qalesya.


"Ayo!" Ajak Kania yang langsung mengambil nampan yang sudah terisi dengan gelas-gelas kosong sedangkan Qalesya membawa dua ceret yang lumayan besar yang sudah mereka isi dengan minuman buatan mereka.


"Abang Zafran, bantuin Qalesya dong!" Teriak Kania saat keduanya berada di ambang pintu.


"Siap!" Seru Zafran yang langsung mengambil alih semua bawaan Qalesya.


"Terima kasih!" Ucap Qalesya dengan senyuman.


"So sweet! jadi iri!" Ujar Kania.


"Sini biar abang yang bawa!" Ujar Marvel yang muncul entah dari mana dan langsung mengambil bawaan Kania.


"Terima kasih!" Ucap Kania girang.


"Waaaaaah! ada adegan romantis nih!" Seru Mariana.


"Mau juga, sini biar aku yang bantu!" Ujar Rafeal yang langsung mengambil piring dari tangan Mariana.


"Kmmmmmm! Abang Rakes aku juga mau dong adegan kayak mereka!" Seru Zea.


"Ya udah ayo sini bantu abang!" Jelas Rakes.


"Lah kok gitu? abang dong yang batuin aku biar kayak mereka, kenapa jadi aku yang harus bantuin abang?" Gumam Zea kesal.


"Udah buruan sini!" Desak Rakes.


"Oke, oke, perintah di laksanakan!" Ujar Zea yang segera menghampiri Rakes.


"Aaaa....." Pinta Rakes sambil mengarahkan udang ke mulut Zea.


"Enak banget" Seru Zea dengan mulut yang masih mengunyah udang.


"Aaaaaa....." Ujar Ivent yang mengarahkan udang ke mulut Roger.


"Apa-apaan sih! awas!" Cetus Roger.


"Biar romantis!" Ujar Ivent.


"Nggak banget!" Cetus Roger yang segera ke meja.


"Ya udah!" Cetus Ivent lalu memakan untuk dirinya sendiri.


Malam yang begitu indah mereka lewati bersama-sama dengan penuh canda tawa. Yah akhirnya mereka bisa menikmati liburan yang sesungguhnya.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊


Stay terus sama My Princess😘😘😘


KaMsaHamida❤️❤️❤️❤️❤️