
Alrico POV
Aku sudah menyiapkan helikopter untukku dan Stefany. Aku tidak mengerti dengan perasaanku, ia telah berhasil mengambil hatiku sampai aku takut kehilangannya.
Stefany hanya wanita sederhana namun ada yang berbeda di dirinya, semenjak ketemu dengannya aku tidak bisa mengalihkan fokus dari wajahnya. Dahulu aku pernah berfikir mendapatkan wanita ini sangat gampang sekali namun diluar dugaanku boro-boro mendapatkannya, berdekatan dengannya sangat susah sekali.
Aku akan membawanya ke New York agar ia bisa selalu bersamaku, aku tidak mau kehilangannya lagi. Aku bisa dibilang penculik karena membawanya dengan cara paksa.
Stefany sudah tertidur dan waktunya aku membawanya ke New York, karena jika ia terbangun sudah ku pastikan ia akan menolak tawaranku.
"Grandma aku pergi dulu, terimakasih sudah membantuku" Aku berpamitan kepada Grandma untuk pergi ke New York dengan membawa Stefany bersama denganku.
"Ingat pesanku, jika kamu tidak sanggup menjaganya balikan kembali ia kepadaku" Grandma terlihat sangat sayang dengan Stefny, dan nampak diwajah Grandma sangat sedih dan cemas.
"Grandma tidak usah cemas, aku akan memberikannya handphone agar Grandma bisa berbicara dengannya, tapi jangan keseringan juga ya Grandma nanti waktu dia buatku sedikit" Grandma tertawa dan aku pun tertawa.
Aku berjalan ke kamar Stefany dan terlihat Stefany sedang tertidur sangat pulas mungkin efek obat tidur yang Grandma berikan. Tanpa membuang-buang waktu aku mengendong nya ala bridgestyle dengan sangat hati-hati agar Stefany tidak terbangun.
Javiero masih berada di rumah Grandma dan aku mengedipkan mata kepadanya ia pun mengerti dan mengangguk.
Aku berjalan ke arah mobilku dan menaruh Stefany di kursi penumpang dengan sangat hati-hati.
"Hati-hati, dan jaga dia dengan baik jangan menyakiti hatinya!" Aku mengangkat tangan kananku ke kepala seperti sedang hormat ke arah Grandma.
"Siap laksanakan Grandma cantik. Grandma juga harus jaga diri ya makan yang banyak dan jangan lupa datang kepernikahanku dengan Stef" Ucapku.
"Pasti Grandma akan datang!" Ucap Grandma dan aku pun masuk ke dalam mobil duduk di kursi penumpang karena aku menggunakan supir aku duduk disamping Stefany.
Mobil pun mulai jalan dan aku melambaikan tangan kepada Grandma, Grandma juga melambaikan tangan kepadaku.
Setelah keluar dari pekarangan rumah Grandma aku menutup pembatas di dalam mobilku, aku tidak mau supirku melihat ke ku dengan Stefany.
Aku memang sengaja memberi pembatas di mobilku pembatas antara supir dengan ku, karena ini privasi ku aku tidak mau ada orang yang menggangguku.
Aku memandang wajah Stefany dengan teliti hidung yang mancung, kulit nya yang putih, mata nya yang sangat indah, dan terakhir bibirnya yang sangat menggodaku.
Tom ku sudah sangat padat di dalam aku ingin memasukkannya kedalam surga cantik pasti sangat semput sekali. Baru membayangkannya saja sudah membuatku gila.
CUP
Aku mencium bibir ranum itu kali ini aku tidak mau melewatkannya, aku menyesap merasakan manisnya bibir gadisku dan benar sangat manis sekali. Ku perdalam ciumanku, aku gigit bibir bawahnya dan Stefany sudah bergerak tidak nyaman dalam tidurnya. Aku pun menyusahkan aksi nakal ku.
Baru kali ini aku merasakan bibir semanis itu.
"Bibir kamu jadi canduku Stef" Aku mengusap bibir Stefany yang terlihat agak bengkak.
"Tuan sudah sampai" Ucap supir dan aku pun mengangguk dan supir membuka pintu mobilku.
Kami sudah sampai di salah satu bandara di Madrid dan didepan ku sudah ada helikopter pribadiku.
Aku menggendong Stefany kembali menuju helikopter ku dan aku sendir yang akan mengendalikan helikopter ku.
Sesampainnya di depan helikopter aku mendudukkan Stefany di bangku sebelahku dan aku pun memutari helikopter ku dan duduk di kursi pengemudi. Aku memasangkan sabuk pengaman ditubuh Stefany, Stefany masih belum bangun dari tidurnya dan aku berharap ia bangun ketika sudah mendarat dan lagi-lagi aku gagal fokus kepada bibir ranum gadis cantik ini dan ku kecup sekali dengan singkat dan setelah selesai memasangkan sabuk pengaman ke tubuh Stefany, sekarang aku yang memasang sabuk pengaman ke diriku.
Aku memasang earphone yang disediakan di kupingku.
"I'm ready" Ucapku dan helikopter ku mulai terbang ke udara.
πππππ
Bonus bang Alrico nih
TBC
Aku mohon bantuannya agar cerita ini tembus 1k ya teman-teman π
Aku mohon di pencet jempolnya dan di komen mohon bantuannya dan kalian bisa share ke teman-teman kalianππβ€οΈ
Salam penulis Amatir π
DINβ€οΈ