
'Dhooooor!' Sebuah peluru mendarat tepat di tangan Damar hingga membuat pisau yang sejak tadi di genggamnya terjatuh ke lantai.
Jeritan Damar membuat semua anak buah Damar mulai bertindak, mereka terus saja mencari siapa penembak jitu yang dalam sekejam mata telah berhasil membuat peluru menembus tangan Damar.
Tidak hanya pasukan Damar, Iqbal pun segera mencari arah datangnya peluru tersebut.
"Jika ada yang bergerak, kali ini kepalanya yang akan pecah!" Tegas Rakes yang kini mengarahkan pistolnya sejajar dengan kepala Damar, meski terpisah oleh jarak yang lumayan jauh.
"Rakes!" Ujar Iqbal dan Rafeal hampir serentak, keduanya bahkan tidak menyangka kalau Rakes lah pelakunya, karena sejak tadi ia terlihat tenang memeluk Zea.
Tak ingin membuang peluang yang ada, Marvel mendorong Fadhil kearah Iqbal lalu ia segera berlari kearah Elsaliani dan membawa Elsaliani yang masih mematung ketakutan kedalam dekapannya, tangan Elsaliani terlihat jelas begitu gemetaran, bahkan bibirnya terlihat begitu pucat.
"Tante El, tenanglah!" Ujar Marvel dengan menyentuh lembut tangan Elsaliani yang gemetaran.
"Marvel!" Lirih Elsaliani yang perlahan sedikit bisa mengendalikan dirinya.
"Serang mereka semua!" Perintah Damar yang langsung di laksanakan oleh para anak buahnya.
Rafeal yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari Tia, dengan cepat berlari kearah Tia untuk melindunginya dari serangan para pasukan Damar yang mulai menyerang tanpa jeda. Sedangkan Lexel langsung mengamankan Ayu dibawah perlindungannya, melihat keadaan yang mulai memihak membuat Adimaja kembali bertindak, ia segara membalas semua sarangan.
Iqbal dengan lihai mengadang semua tangan yang terus berusaha mengambil alih Fadhil dari dirinya, ia bahkan sampai memborgol tangan Fadhil dengan tangganya. Disisi lain ada Rakes yang terus melayani setiap serangan yang mengarah padanya dan juga Zea.
"Haissssh!" Gumam Zea kesal yang langsung membalas serangan dengan kaki kirinya.
"Zea...!" Gumam Rakes yang sejenak menatap Zea lalu kembali fokus pada lawan.
"Aku cuma bergerak sedikit aja!" Jelas Zea yang kembali menepis tinju yang mengarah pada perut Rakes.
"Pakek tangan kok!" Lapor Zea sambil memamerkan tinju kirinya dengan wajah cengengesan.
"Kamu tetap di belakang abang, karena abang nggak mau kalau Raze Junior sampai kenapa-napa!" Tegas Rakes bersamaan dengan kakinya yang mendarat sempurna di leher sang lawan hingga membuat sang lawan terkapar tak berdaya.
"Buk Ayu awas!" Pinta Lexel yang langsung menghadang tinju yang hampir saja mengenai wajah Ayu.
"Kurang ajar!" Gumam Lexel emosi dan langsung menghantam tengkuk sang lawan hingga membuatnya terjatuh ke pojok ruangan sana.
"Tante oke?" Tanya Rafeal yang terus saja melindungi Tia dari berbagai arah.
"Tante baik-baik aja!" Jawab Tia meski ia terlihat ketakutan namun ia tidak ingin membuat Rafeal cemas.
"Tante tenang aja, sebentar lagi pangeran tante pasti akan datang membantu kita, jadi bertahanlah sampai mereka datang!" Jelas Rafeal bersamaan dengan membuat tiga orang musuh sekaligus terkapar sadis di lantai.
"Tutup mata tante!" Pinta Marvel yang dengan lihai mengambil pisau milik Damar yang terjatuh di lantai lalu menjadikannya sebagai senjata untuk melindungi Elsaliani.
Dengan penuh kemarahan, Marvel terus saja menancapkan pisau pada sang musuh yang terus menyerang, darah segar yang terus keluar dari setiap bagian tubuh musuh yang ia hantam bahkan sampai mengotori tangan, baju dan jilbab Elsaliani.
"Tante, maaf karena tante harus melihat sisi diriku yang brutal ini!" Jelas Marvel yang kembali menancapkan pisaunya di leher salah satu musuh yang mencoba menyentuh tangan Elsaliani.
"Hmmmm!" Ujar Elsaliani pelan lalu kembali mempererat genggaman tangannya pada tangan kiri Marvel.
"Bunuh mereka semua! jangan biarkan mereka hidup!" Teriak Damar yang mulai panik karena melihat hampir setengah dari jumlah anak buahnya tumbang, sedangkan pihak Iqbal bahkan tidak ada yang terluka serius.
"Bapak awas!" Teriak Zea saat tak sengaja melihat seseorang yang menyerang Adimaja dari belakang.
Teriakan Zea membuat Adimaja dengan spontan berbalik arah dan langsung menangkis serangan yang hampir saja mengenai kepalanya.
"Bapak baik-baik aja sayang!" Jelas Adimaja pada Zea yang terus menatapnya, Zea hanya membalasnya dengan senyuman.
"Lepas!" Teriak Fadhil yang terus berusaha melepaskan borgol di tangannya.
Meski tubuhnya terus saja di tarik ke sana-sini oleh Iqbal, Fadhil tetap terus saja kekeh ingin melepaskan tangannya dari borgol tersebut.
Di saat Iqbal begitu fokus dengan segala serangan, tiba-tiba dengan begitu kuat Fadhil menarik tubuhnya ke arah utara membuat tubuh Iqbal juga ikut tertarik hingga membuat sebuah tinju mendarat di perut Iqbal.
"Lepaskan aku!" Teriak Fadhil memberontak.
"Ciiiih!" Cetus Iqbal yang dengan sigap kembali berdiri lalu menarik tubuh Fadhil untuk mendekat padanya.
"Sebelum aku membunuh mu, jangan buat aku marah!" Gumam Iqbal yang kembali menyerang.
"Aku benar-benar nggak bisa berdiam diri, gatal rasanya tinju ku kalau begini! lagi pula mereka nggak bakal habis dalam waktu cepat, mereka terlalu banyak! biar aku bantu, Chim chim!" Jelas Zea penuh harap dan langsung melayangkan tinjunya ke wajah sang musuh yang hendak menyerang dirinya.
"Nggak! kamu tetap bersama abang! abang nggak mau ambil resiko, lagi pala sebentar lagi pasukan ayah pasti akan segera datang, Ivent sedang menghubungi mereka!" Jelas Rakes.
"Zea awas!" Teriak Ivent yang baru saja kembali bergabung dan langsung membantu.
Akhirnya pasukan Iqbal juga tiba di lokasi, mereka langsung membantu melumpuhkan para anak buah Damar.
'Dhoooooor!" Damar tiba-tiba melepaskan pelurunya dan tepat mengenai dada bagian kanan Rakes, hingga membuat Rakes meringis kesakitan dan terjatuh ke lantai.
Melihat kejadian tersebut membuat Ivent bergerak kearah Damar, Damar yang panik segera melepaskan kembali peluru ke arah Ivent namun sayang tidak ada lagi peluru yang tersisa, seketika Ivent langsung menyerang Damar tanpa ampun.
"Chim chim, Chim chim lihat aku!" Seru Zea panik dengan keadaan sang suami.
Tangan Zea langsung menyentuh bagian dada Rakes yang terkena peluru hingga membuat darah Rakes mengotori tangannya.
"Zea awas!" Seru Rakes bersamaan dengan menarik tubuh Zea ke dalam pelukannya lalu tinjunya mengenai dagu si penyerang.
"Kamu oke?" Tanya Rakes panik dan langsung mengecek seluruh tubuh Zea.
"Yang terluka Chim chim bukan aku!" Jelas Zea dengan tetesan air mata, matanya tidak bisa terlepas dari dada Rakes yang masih saja mengeluarkan darah.
"Rakes!" Ujar Rafeal yang mendekat pada Rakes.
"Aku baik-baik aja!" Ujar Rakes dengan keringat yang memenuhi wajahnya.
"Kita ke rumah sakit sekarang!" Jelas Tia yang langsung menyentuh tangan Rakes untuk membantunya berdiri.
"Tante, aku masih bisa tahan!" Jelas Rakes yang terus berusaha menyembunyikan rasa sakitnya.
"Rafeal di belakang mu!" Jelas Zea yang seketika langsung di respon oleh Rafeal.
Rafeal kembali menyerang para lawan yang mendekat kearah mereka.
"Zea, abang rasa darahnya sudah berhenti keluar, lepaskan tanganmu dari dada abang!" Pinta Rakes.
"Jadi? cerita itu benar? darah Chim chim benar berhenti! waaaah!" Jelas Zea takjub.
"Awas!" Teriak Rakes yang langsung berdiri lalu menghadang serangan yang tertuju pada Zea.
Semua terus menyerang, hingga beberapa saat lamanya pasukan Damar berkurang drastis, bahkan kini Damar berada dibawah kuasa Mikeal dan Ivent.
Kini semua musuh berhasil mereka kalahkan. Alam berlari mendekati Tia lalu memeluknya erat.
"Kamu baik-baik aja?" Tanya Alam khawatir.
"Hmmmmm, Rafeal menjaga aku dengan baik!" Jelas Tia.
"Terima kasih!" Ucap Alam yang menepuk pundak Rafeal.
"Mas!" Ujar Elsaliani yang berjalan mendekati Iqbal.
"Nggak ada yang luka kan, sayang?" Tanya Iqbal memastikan.
"Nggak ada mas!" Ujar Elsaliani.
"Dapat borgol dari mana?" Tanya Luqman.
"Biasa, nyolong dari Angel!" Seru Hendra.
"Buat jaga-jaga!" Ujar Iqbal memamerkan borgol ditangannya yang otomatis membuat tangan Fadhil ikut terangkat.
Penjelasan Iqbal membuat Ayu yang berada dalam pelukan Adimaja ikut tersenyum.
'Bruuuuuk' Tubuh Rakes ambruk ke lantai, ia terkulai tak sadarkan diri.
"Chim chim!" Teriak Zea panik dan langsung memeluk erat tubuh lemah Rakes.
πππππππ
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTEππ
Stay terus sama My Princessπππ
KaMsaHamida πππππ