My Princess

My Princess
#133



"Kania, Rafeal!" Teriak Marvel dan pada akhirnya seluruh tubuhnya melemah dan terbaring di aspal.


Rakes masih saja menangis dalam kebisuan, ia bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali, situasi yang ada di depan matanya benar-benar membuat dirinya tidak berdaya sama sekali.


Mariana yang baru tiba di lokasi kecelakaan langsung keluar dari mobilnya, matanya tak bisa beralih dari mobil Rama yang berada di tengah-tengah truk dan mobil lainnya. Tanpa terasa air matanya terus saja menetes, dadanya begitu sesak, ia sama sekali tidak bisa mengendalikan dirinya yang semakin kacau balau.


"Apa ini? a....a....apa yang ter.....jadi?" Tanya Mariana dengan suara terbata-bata.


"Jangan diam? katakan dimana Rafeal dan Kania?" Tanya Mariana yang mulai histeris saat melihat Rakes dan Marvel terus menangis dalam kebisuan.


"Ana,,,,," Ujar Marvel dengan suara melemah dan terus berusaha untuk bangun.


"Mereka baik-baik saja. Yah, mereka pasti baik-baik saja!" Tegas Mariana pada dirinya sendiri.


Mariana segera berlari mendekati mobil, ia terus berputar ke sana-sini mencoba untuk bisa melihat ke dalam mobil Rama dengan jelas.


"Ana awas!" Teriak Rakes saat melihat salah satu mobil yang mulai mengeluarkan percikan api.


"Kania, Rafeal!" Mariana masih sibuk mencari Kania dan Rafeal, ia bahkan sama sekali tidak peduli dengan teriakan Rakes.


"Ana!" Teriak Rakes yang segera berlari kearah Mariana lalu menariknya untuk menjauh dari mobil.


Hanya selang beberapa menit ledakan terjadi, tubuh Rakes dan Mariana terjatuh ke tepi jalan.


"Tidaaaaaaaak!" Jerit Marvel histeris dan segera berlari kearah dimana api mulai berkobar.


"Marvel!" Panggil Rakes yang berusaha bangun untuk menyelamatkan Marvel.


Langkah Rakes terhenti saat melihat tubuh Marvel terpental kearah rerumputan yang ada di seberang jalan. Seseorang tiba tiba muncul lalu menarik tubuh Marvel ikut bersamanya.


"Lepaskan aku!" Gumam Marvel yang kembali bangun dan hendak berlari kembali kearah api.


"Kamu gila?" Tanyanya lantang.


"Iya! aku gila!" Tegas Marvel yang langsung menarik kasar tangannya dari genggaman Lelaki tersebut.


"Abang!" Pelan dan sedikit bergetar, suara yang begitu dikenal dengan baik oleh Marvel seketika membuat langkah Marvel terhenti.


"Apa kamu ingin bunuh diri?" Tanyanya.


"Rafeal, Kania!" Ujar Marvel yang baru menyadari bahwa sosok yang dari tadi menolongnya ternyata adalah Rafeal dan pemilik suara yang baru saja memanggilnya adalah sang kekasih tercinta.


Marvel segera mendekap keduanya dengan begitu erat, ia masih saja menangis sesenggukan dengan kedua tangan yang terus memeluk tubuh Kania dan Rafeal.


"Kalian membuat akal sehat ku menggila!" Jelas Marvel yang masih saja menangis.


"Kalian baik-baik saja?" Tanya Marvel yang segera mengecek kondisi Kania dan Rafeal.


"Kania, Rafeal!" Panggil Rakes dan Mariana yang segera bergabung.


"Tangan dan bahu mu terluka, kita harus ke rumah sakit sekarang!" Jelas Marvel setelah mendapati bagian tubuh Rafeal yang terluka. " Dan kamu, kaki mu terluka, dan juga ada lebam di kedua pipimu, ayo ke rumah sakit" Lanjut Marvel setelah mengecek tubuh Kania.


"Marvel, Ana, bawa mereka ke rumah sakit, biar aku yang urus semua ini!" Jelas Rakes.


"Aku baik-baik aja!" Jelas Rafeal.


"Awwwww!" Jerit Rafeal saat tangan Mariana menepuk bahu Rafeal.


"Baik kata mu! aku akan menyeret mu ke rumah sakit!" Tegas Mariana yang langsung menarik Rafeal untuk ikut bersamanya.


Tanpa ucapan apapun Marvel langsung menggendong tubuh kecil Kania lalu mengikuti langkah Mariana yang telah lebih dulu menuju mobil.


"Setelah memastikan keadaan mereka berdua aku akan segera kembali!" Jelas Marvel.


"Fokus pada pengobatan mereka berdua, aku akan mengurus semua ini dengan rapi, lagi pula kancil bahkan menyelamatkan sang pelaku, dia pasti ingin membalas semuanya dengan hukuman yang setimpal." Jelas Rakes yang terus menatap sosok Rama yang terduduk di dekat besi pembatas jalan dengan tangan kanan yang terborgol dan terpasang di salah satu besi pembatas.


"Baiklah! Segera hubungi polisi! aku pergi!" Jelas Marvel dan lekas berlalu.


Rakes terus mendekati sosok Rama yang terlihat begitu lemah tak berdaya. Bagian wajahnya luka, serta darah yang terus menetes dari lengan kirinya.


"Bajingan kalian, lihat saja aku akan membunuh kalian semua!" Teriak Rama dengan sisa-sisa tenaga yang masih ia miliki.


"Kamu tau apa kesalahan mu yang paling fatal? kamu mengusik Kania, itu kesalahan terbesar mu. Bersiaplah, Kancil akan melakukan hal yang lebih mengerikan dari malam ini. Dan Harimau, ia bahkan bisa menjatuhkan seluruh keluarga mu dalam sekejap mata. Lihat, Kancil bahkan membawa pistol, pisau dan juga borgol, entah dari mana dia mendapatkan borgol ini yang jelas dia akan melakukan apapun jika itu berkaitan dengan Kania. Kamu telah membangunkan kedua binatang buas dalam waktu yang bersamaan, maka bersiaplah!" Jelas Rakes yang ikut duduk di rerumputan sambil bersandar di pembatas jalan.


"Haisssss! lihat saja, aku akan membuat dia menyesal karena sudah berurusan dengan aku!" Gumam Rama.


"Kita lihat saja, sampai mana kekayaan papamu bisa membantu kamu!" Jelas Angel yang baru saja tiba di lokasi kejadian.


"Tante!" Ujar Rakes dan segera bangun.


"Bawa dia ke mobil!" Perintah Angel pada para bawahannya.


"Siap, buk." Jawab keduanya dan langsung melaksanakannya.


"Tante sudah mengurus semuanya!" Jelas Angel.


"Terima kasih tante!" Ujar Rakes.


"Tante yang harusnya berterima kasih karena kalian telah menyelamatkan putri tante, tante nggak tau apa yang akan terjadi pada Kania jika kalian tidak datang!" Jelas Angel yang seketika melemah.


"Tante!" Ujar Rakes yang langsung merangkul bahu Angel.


"Kania baik-baik saja, Rafeal menyelamatkannya tepat waktu!" Jelas Rakes.


"Tante....." Ungkap Angel yang semakin hanyut dalam tangisannya, ia bahkan tidak kuasa untuk melanjutkan ucapannya.


"Tante, tenanglah. Sekarang ayo kita ke rumah sakit!" Ajak Rakes.


"Hmmmmm!" Ujar Angel. Keduanya bergegas meninggalkan lokasi kejadian yang telah diambil alih oleh rekan kerja Angel.


_____________________


'Kriiiiiiiing' Suara kaca pecah bersamaan dengan tubuh Rafeal yang mendarat dalam mobil membuat anak buah Rama langsung menyerang.


Perkelahian terjadi dan dengan mudah Rafeal mengalahkannya. Rama yang menyekap Kania langsung menyodorkan kepala Kania kearah kaca mobil.


"Berhenti! atau akan aku lempar dia ke aspal!" Ancam Rama dalam keadaan mobil yang terus melaju tak tentu arah.


Rafeal tak mengusik ucapan Rama ia bahkan langsung menancapkan pisau pada lengan Rama membuat sang pemilik meraung kesakitan.


Tak ingin menyia-nyiakan waktu yang ada dengan cepat Rafeal menarik Kania ke sisinya lalu dengan gesit menyematkan borgol pada tangan Rama kanan Rama, saat truk mulai menghantam bagian mobil Rama saat itu pula kaki Rafeal menendang pintu mobil yang satunya lagi hingga terbuka lalu ia segera meluncur dengan tangan kanan yang mendekap erat tubuh Kania yang semakin melemah dan tangan kiri yang ia borgol dengan tangan kanan Rama.


Tubuh mereka mendarat di trotoar hingga akhirnya terpental ke rerumputan dan sedetik kemudian dua mobil lainnya menghantam mobil Rama yang masih di huni oleh seorang anak buah Rama yang sejak tadi mengemudi.


"Kania, kamu baik-baik saja? Kania!" Panggil Rafeal yang terus menatap dalam wajah Kania yang masih berada dalam dekapannya.


"Hmmmmmm!" Ujar Kania dengan nada melemah.


"Aku akan membunuhmu Rama!" Gumam Rafeal penuh amarah.


"Abang, terima kasih karena datang menyelamatkan aku!" Ujar Kania.


"Abang yang berterima kasih, karena kamu mau bertahan sampai abang datang untuk menyelamatkan mu. Terima kasih karena tetap hidup, terima kasih karena telah selamat, abang sayang kamu Kania!" Ungkap Rafeal dengan tetasan air mata dan kembali mempererat dekapannya.


Ingatan akan kejadian tersebut segera memudar ketika dengan lembut tangan Marvel menyentuh tangan Kania yang masih terbaring lemah di atas ranjang yang ada di dalam ruang rawat.


"Kania......" Panggil Marvel dengan masih setia menggenggam tangan Kania.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊


Stay terus sama My Princess😘😘😘


KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️