My Princess

My Princess
#195



πŸ’œDua Tahun KemudianπŸ’œ


Zea terlihat begitu sibuk dengan dirinya sendiri, sejak tadi ia terus mondar-mandir merapikan seragamnya, bahkan tingkahnya membuat Azan dan Uzun yang berada di ambal bulu sana sesekali tertawa girang memamerkan gusinya.


"Sayang, mommy berangkat dulu ya! doakan semoga ujian mommy lancar!" Jelas Zea sambil lesehan di sebelah kedua putranya.


Secara bergantian Zea mengecup pipi mereka lalu duduk untuk mengenakan kaos kaki, baru saja Zea hendak memakai yang sebelah kanan dengan gesit Uzun menarik kaos kaki yang kiri sedangkan Azan mulai asyik dengan terus menarik-narik tali tas Zea.


"Sayang, balikin nggak? mommy buru-buru nih!" Jelas Zea yang berusaha mengambil kaos kakinya dari tangan Uzun.


"Uzun, please! hmmmmmm...." Pinta Zea lalu perlahan mengambilnya kembali namun lagi-lagi gagal, Uzun bahkan merangkak menjauh dari Zea.


"Abang, abang......!" Teriak Zea yang membuat kedua bocah kembar tertawa gelak.


Zea yang tidak ingin bergulat lebih lama lagi, ia kembali ke lemari lalu mengambil sepasang kaos kaki yang baru, setelah mengenakannya baru ia kembali menghampiri si kembar dengan niat ingin mengambil tas sekolahnya yang ternyata entah bagaimana caranya sudah di obrak-abrik oleh Azan.


"Azan, kamu apain tas mommy? ampun deh nih bocah!" Jelas Zea yang kini sibuk memasukkan kembali semua isi tasnya yang telah berhamburan di atas ambal.


"Azan sayang, sini nak, kembalikan punya mommy, jangan dirusak, ayo sini!" Rayu Zea yang terus berusaha mengambil kartu ujian miliknya yang kini berada di dalam genggaman tangan mungil Azan.


"Kamu belum siap?" Tanya Rakes yang baru keluar dari kamar mandi.


"Gimana mau siap coba, kalau para bocah terus gangguin aja kerjaannya." Lapor Zea dengan wajah kesal.


"Kenapa lagi? Azan, Uzun, jagoan daddy ayo sini!" Jelas Rakes yang langsung menggendong keduanya.


"Kartu ujian aku!" Jelas Zea.


"Sini buat daddy, hmmmmm!" Pinta Rakes yang langsung mendapat persetujuan dari Azan.


Dengan mudahnya Azan melepaskan tali merah yang sejak tadi ia genggam erat, hal tersebut membuat Zea menatap heran kepada kedua anaknya.


"Giliran sama daddy aja langsung nurut!" Cetus Zea.


"Udah gih berangkat sana, ntar telat loh! masih sisa satu hari lagi besok kan?" Jelas Rakes.


"Iya, ya udah aku pamit, assalamualaikum!" Ujar Zea yang langsung mengecup kening Rakes lalu mencium kedua putranya secara bergantian.


"Semoga ujiannya lancar mommy!" Ujar Rakes.


"Makasih!" Seru Zea dan langsung menutup pintu kamar mereka kembali.


"Uma, ayah aku berangkat ya!" Seru Zea yang langsung berlari keluar rumah.


"Kamu nggak sarapan?" Tanya Elsaliani.


"Udah telat uma, aku pamit, assalamualaikum!" Jelas Zea.


"Azan sama Uzun mana?" Tanya Iqbal.


"Sama abang, aku pergi ya soalnya Taufan udah di gerbang, duluan!" Jelas Zea dan segera pergi.


"Mas..." Ujar Elsaliani.


"Kenapa? soal Zea lagi?" Tanya Iqbal.


"Ya siapa lagi?"


"Udah sayang tenang aja, Rakes aja nggak masalah kan, lagi pula tinggal satu hari lagi kan ujiannya, habis ini dia pasti bakal ngurus anak-anaknya." Jelas Iqbal.


"Rakes memang nggak pernah mempermasalahkannya, cuman kan..." Jelas Elsaliani.


"Lagian mereka juga pakek baby sister kan? ya udah mas berangkat dulu, assalamualaikum!" Jelas Iqbal dan bergegas masuk ke mobilnya lalu berangkat kerja.


"Selamat pagi uma!" Sapa Rakes yang baru sampai di teras bersama dengan kedua jagoannya yang berada di dalam gendongannya.


"Pagi, lah cucu uma udah rapi dan wangi pada mau kemana nih?" Tanya Elsaliani sambil menyentuh wajah keduanya secara bergantian lalu mengambil alih Azan ke dalam gendongannya.


"Mau keluar sebentar uma!" Jelas Rakes.


"Ya udah, biar Azan dan Uzun sama uma dulu, ntar lagi kan Bi Rina datang." Jelas Elsaliani.


"Hari ini bi Rina nggak datang uma, soalnya ada acara keluarga katanya. Lagi pula aku juga sekalian mau bawa Azan dan Uzun jalan!" Jelas Rakes.


"Kamu mau bawa mereka berdua?" Tanya Elsaliani.


"Iya, uma jangan panik dulu, aku di jemput sama Rafeal dan Marvel kok, nggak nyetir sendiri!" Jelas Rakes yang paham betul kalau Elsaliani khawatir jika dia membawa Azan dan Uzun keluar seorang diri.


"Tapi..." Ujar Elsaliani.


"Uma tenang aja, aku janji aku bakal jaga cucu-cucu uma dengan baik." Jelas Rakes.


"Ya udah, nah itu mereka datang, ayo!" Jelas Elsaliani saat melihat sebuah mobil berhenti di depan gerbang sana.


"Selamat pagi uma!" Sapa Marvel yang baru keluar dari mobil.


"Selamat pagi jagoan papa Rafeal yang ganteng membahana!" Ujar Rafeal yang langsung mengecup pipi tembemnya Azan dan Uzun.


"Kalian mau kemana?" Tanya Elsaliani.


"Sebenarnya, mau jalan-jalan aja sih uma, udah lama nggak jalan bertiga!" Jelas Marvel.


"Sini Azan sama papa Rafeal!" Ujar Rafeal yang mengambil Azan dari Elsaliani.


"Kalau gitu kami permisi uma!" Ujar Marvel lalu mengambil Uzun dari gendongan Rakes dan langsung masuk ke mobil.


"Selamat menjadi sopir! kami permisi uma, assalamualaikum!" Jelas Rafeal yang juga buru-buru masuk ke dalam mobil.


"Ya udah uma, assalamualaikum!" Ujar Rakes yang langsung menyalami Elsaliani lalu masuk ke mobil.


"Jalan buruan pak sopir!" Tegas Rafeal.


"Dasar Kancil gila!" Cetus Rakes kesal.


"Buruan!" Perintah Marvel penuh semangat.


"Kalian berdua benar-benar...." Ucapan Rakes langsung terhenti saat iya mendapati kedua anaknya yang menatap dirinya dengan mata yang begitu menggemaskan.


"Baiklah!" Ujar Rakes mengalah dan langsung menjalankan mobil yang terus membawa mereka ke tempat tujuan.


____________________


"Apa aku hanya harus memastikannya saja? yakin?" Tanya Rafeal sambil terus berjalan menelusuri kloter pakaian.


"Iya, pastikan kalau dia memang target kita, selebihnya biar aku yang ambil alih!" Jelas Rakes yang masih saja sibuk memilih-milih cincin pada salah satu rak perhiasan yang ada di lantai tiga dari mol tersebut.


"Target mulai menuju ke arah timur!" Jelas Marvel yang sibuk memilihkan topi bayi yang cocok dengan Uzun.


"Waaaah sepertinya warna putih lebih keren!" Jelas Marvel setelah memasangkan topi berwarna putih di kepala Uzun.


"Ayo kita bayar!" Ujar Marvel yang beranjak untuk membayar topinya.


"Target menuju lokasi, aku akan mendekatinya!" Jelas Rafeal.


"Stop!" Tegas Marvel dan Rakes bersamaan.


Tiba-tiba suasana menjadi tegang, tidak ada yang angkat suara hingga akhirnya suara gelak tawa Azan membuat semuanya semakin kebingungan.


"Maaf mbak, anak aku tiba-tiba begitu girang karena melihat mbak, hmmmm boleh sekali mbak mengelus pipinya!" Pinta Rafeal.


"Tentu, anak yang manis!" Ujar wanita tersebut lalu mengelus lembut wajah Azan.


"Terima kasih!" Ucap Rafeal dengan senyuman lalu memutar arah dari wanita tersebut.


"Sudah aku pastikan, dia memang target kita, dan dia membawa senjata di dalam dompetnya!" Jelas Rafeal yang langsung membuat kedua partnernya bernafas lega.


"Kalau sampai Azan kenapa-napa...." Cetus Rakes.


"Iya, aku pun sama, aku bahkan akan mempertaruhkan nyawa aku untuk melindungi Azan, jadi kalian nggak usah takut aku tidak akan menempatkan Azan dalam bahaya!" Jelas Rafeal dan lekas masuk ke dalam lift.


"Aku akan selesaikan sisanya, kalian berdua keluarlah dari misi." Jelas Rakes.


"Siap!" Jelas Rafeal dan Marvel bersamaan.


Rakes segera mencari titik merah yang baru saja di pasang oleh Rafeal, lalu memburunya. Hanya butuh waktu kurang dari sepuluh menit Rakes sudah menemukan targetnya yang sedang berada di depan kasir toko kue.


Tangan Rakes langsung mengambil kue yang ada di depan gadis tersebut lalu merusaknya. Di tengah kehebohan tersebut dengan gesit Rakes menarik tangan wanita tersebut lalu memborgolnya ke salah satu kaki meja di dekat mereka, tanpa menunggu lama lagi Rakes balik menyerang salah satu pelanggan yang sedang duduk agak jauh dari mereka.


"Risfan, mata-mata dari negara X yang terus menerus melakukan aksi teror dan juga Merlinda sang pemasok senjata ilegal, kalian berdua di tangkap!" Jelas Rakes setelah memborgol kaki Risfan pada salah satu tiang di dekat tempat ia duduk.


Rakes langsung pergi saat para pesukan lainnya datang dan membawa kedua tersangka.


"Ayo makan!" Ajak Rakes yang terus berjalan menelusuri setiap kloter dari mol tersebut.


"Ayo!" Jelas Rafeal girang.


"Ayo kita makan enak hari ini, Uzun!" Jelas Marvel yang langsung di sambut dengan tawa lucu dari Uzun membuat Marvel semakin bersemangat dan langsung menuju tempat makan.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊


Stay terus sama My Princess😘😘😘


KaMsaHamidaπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ