
"Selamat pagi baby-baby papa Rafeal yang ganteng membahana...." Sapa Rafeal yang baru saja datang.
Bahkan Rafeal langsung membuka pintu ruang rawat Zea tanpa mengetuknya sama sekali.
"Loh kak, dedek bayinya mana?" Tanya Kania kecewa saat tidak mendapati Azan dan Uzun di ruangan tersebut.
"Apa mereka masih di kamar bayi?" Tanya Marvel.
"Biar aku yang bawa kesini!" Jelas Mariana.
"Kalian bisa nggak ngomongnya satu-satu, yang ini belum sempat dijawab yang lain asal nimbrung!" Jelas Rakes kesal.
"Cup cup cup daddy muda tensi nih!" Goda Rafeal.
"Terus dimana Azan dan Uzun?" Tanya Kania yang semakin tidak sabar ingin melihat si kembar imut.
"Lagi di mandiin sama perawat!" Jelas Zea.
"Biar aku yang susul!" Jelas Mariana.
"Disana sudah ada uma, mama, bunda dan juga ummi yang ada kalian bakal di usir dari sana, udah tunggu di sini aja, bentar lagi juga bakal dibawa ke sini!" Jelas Zea.
"Mereka ganteng seperti aku kan?" Tanya Rafeal.
"Ciiih! ngikut daddy nya lah!" Tegas Rakes.
"Paling juga nurut kegantengan aku, udah ngaku aja, diantara kita bertiga emang aku kan yang paling woww!" Jelas Marvel.
"Gantengan juga pak ujang sopir mami!" Cetus Mariana.
"Noh dengar!" Cetus Rafeal.
"Sama, kalian bertiga maksudnya!" Jelas Mariana lalu tertawa puas karena berhasil membuat ketiga lelaki yang sedang berdebat tersebut bungkam seketika.
"Semoga aja Azan dan Uzun nggak mirip sama abang bertiga! Yang satu sadis yang satu songong dan yang satu lagi gila!" Jelas Kania bahkan dengan tatapan yang begitu polos hingga membuat seisi ruangan tertawa termasuk Rakes, Rafeal dan Marvel.
"Loh kenapa pada tertawa?" Tanya Kania heran.
"Lucu aja dek!" Jelas Zea dan kembali melanjutkan tawanya.
"Assalamualaikum!" Salam dari luar.
"Waalaikumsalam!" Jawab semuanya.
Pintu di bukan perlahan dari luar hingga terlihat para rombongan yang berdatangan siapa lagi kalau bukan para pasukan Iqbal berserta pasangannya di tambah Zafran dan juga Qalesya.
"Ternyata ada yang lebih cepat dari kita!" Jelas Amanda lalu segera bergabung.
"Gimana kabar kamu Zea?" Tanya Khaira.
"Baik tante!" Jawab Zea.
"Azan sama Uzun mana?" Tanya Angel
"Lagi dimandiin sama perawat dan di dampingi oleh para oma dan eyangnya!" Jelas Mariana.
"Selamat menjadi ibu sayang!" Ujar Tia.
"Makasih Tante!" Jelas Zea.
"Nah Rakes sudah ngebuktiin nih kalau dia lelaki tangguh terus kalian berdua tunggu apa lagi?" Goda Mikeal.
"Jangan salah om aku lebih tangguh, hanya saja aku harus bersabar lebih dulu, nih calonnya masih bocah!" Jelas Marvel.
"Terus yang satu lagi nunggu apa, toh calonnya juga udah siap di bawa ke KUA!" Jelas Hendra.
"Nah ini nih om masalahnya, yang mau di bawa masih aja nggak peka!" Jelas Rafeal.
"Gimana mau peka kalau situ main kode mulu, kasih kepastian dong!" Jelas Luqman.
"Buruan! ntar di tikung baru nyesal!" Jelas Alam.
"Ya udah hayyok!" Jelas Rafeal yang hendak menggandeng tangan Mariana.
"Main nyosor aja, minggir! nikah itu sesuai urutan, abang dulu baru adek nya!" Jelas Marvel yang langsung menarik Mariana ke sampingnya.
"Nggak bener nih!" Cetus Rafeal.
"Udah ntar ngehalalinnya sekalian aja!" Jelas Rakes.
"Maksud abang Rakes apa?" Tanya Mariana.
"Aku setuju, mending kalian bertiga nikahnya serentak aja, ya nikah massal!" Jelas Tia.
"Mama apaan sih? kok aku ikut di seret sama om om!" Protes Zafran.
"Umur boleh om om tapi wajah mengalahkan anak SMA!" Jelas Rafeal.
"Tapi bakal seru loh!" Ujar Zea girang.
"Seru apa?" Tanya Marvel.
"Yah nikah massal!" Jelas Zea.
"Nggak ah, nggak mau!" Tegas Qalesya.
"Kenapa?" Tanya Khaira.
"Udah kak Ana duluan aja deh sama abang Rafeal kami nyusul belakangan aja!" Jelas Kania.
"Kode biru nih!" Ujar Mariana girang.
"Kalau gitu langsung aja kita ke KUA!" Jelas Rafeal yang mana ucapannya sukses membuat semuanya tertawa.
"Siapa nih yang mau ke KUA?" Tanya Ayu yang baru saja masuk keruangan tersebut bersama dengan Azan di dalam gendongannya.
"Bunda, umi..." Ujar Semuanya lalu segera bersalaman.
Uzun yang berada di dalam gendongan Zulfa langsung di ambil alih oleh Marvel begitu juga dengan Azan yang langsung dibegal oleh Rafeal.
"Waaah benar-benar fotocopy aku banget! mata beningnya, hidung mancungnya, bibir seksinya, waaaaaah Azan emang anak papa Rafeal." Jelas Rafeal bangga dengan terus menatap setiap lekuk wajah Azan.
"Fotocopy dari mana coba dasar tukang tipu, putra aku ganteng gini masak iya mirip kamu yang mukanya pas-pasan!" Cetus Zea.
"Zea, coba deh kamu perhatiin! semua semuanya emang nurun dari aku, waaah Azan selamat, kamu pasti akan diburu oleh banyak gadis nantinya!" Jelas Rafeal.
"Songong!"Cetus Mariana yang langsung mengambil alih Azan ke dalam gendongannya.
"Abang, aku juga mau gendong Uzun, noleh?" Pinta Kania yang beranjak mendekati Marvel.
"Ini!" Ujar Marvel lalu pelan-pelan memberikan Uzun pada Kania.
"Ganteng banget, jadi gini hasil perpaduan kak Zea sama abang Rakes jadi nggak sabar pengen lihat hasil colab kita kan abang!" Jelas Kania dengan santainya bahkan dengan kondisi wajah yang begitu datar.
"Sayang,,,,!" Ujar Marvel mencoba menyadarkan Kania bahwa disitu tidak hanya ada mereka berdua tapi di penuhi oleh banyak orang yang kini bahkan menatap intens pada keduanya.
"Hmmmmm, ya aku cuma penasaran aja!" Ujar Kania dengan muka yang telah merah merona.
"Kania, ingat kamu masih kalas satu SMA sayang, baru juga mau naik kelas, jangan macam-macam!" Goda Hendra.
"Aku cuma bercanda pa!" Keluh Kania yang benar-benar begitu malu.
"Si Kania polosnya emang luar biasa!" Cetus Zafran.
"Jadi tolong pak Marvel ya, harap bersabar ya! salah sendiri kan sukanya sama gadis kecil nan polos!" Goda Tia.
"Sabar ya pak!" Ujar Amanda lalu mengusap bahu Marvel.
"Hufffffff!" Ujar Marvel Pelan.
"Ana, sini biar om yang gendong Azan sebentar!" Pinta Mikeal.
"Nih om!" Ujar Mariana lalu menyerahkan Azan pada Mikeal.
"Mereka berdua benar-benar kembar identik, nggak ada bedanya sama sekali, persis, cntr C cntr V!" Jelas Qalesya yang memang berdiri di tengah-tengah antara Azan yang berada di dalam gendongan Mikeal dan Uzun yang tertidur lelap dalam gendongan Kania.
"Ada tandanya loh sayang!" Jelas Zulfa.
"Dimana ummi?" Tanya Qalesya dan Kania penasaran.
"Coba perhatikan pipi keduanya!" Pinta Erina.
Penjelasan Erina membuat semua mata menatap Azan dan Uzun secara bergantian, bahkan Rakes dan Zea pun ikutan.
"Sama kok ma!" Jelas Rakes setelah menatap sekian lama.
"Tatap aja dulu!" Pinta Elsaliani.
"Tunggu sampai keduanya tersenyum!" Jelas Ayu.
Sesaat kemudian dalam waktu yang bersamaan Azan yang memang masih terjaga mulai tersenyum di ikuti oleh Uzun yang ikut tersenyum dalam tidur pulasnya.
"Lesung pipi!" Ujar Semuanya hampir bersamaan.
"Hmmmmm, Azan memiliki lesung pipi sebelah kiri, sama seperti milik Iqbal dan Uzun mewarisi lesung pipi Zea, karena lesung pipinya tepat di pipi sebelah kanan." Jelas Ayu.
"Jadi makin gemes!" Ujar Kania yang langsung meluncurkan ciumannya di wajah Uzun.
"Pelan-pelan Kania, kamu bisa membuat Uzun terbangun!" Tegur Angel.
"Habis gemes ma!" Ujar Kania yang sontak membuat yang lainnya tertawa.
πππππππ
Assalamualaikum manteman semuanyaπ€π€π€π€
Yang ada waktu senggang yok ikuti novel terbaru aku judulnya "My Secret Life"
(Ceritanya: tentang perjuangan seorang kakak yang harus hidup dalam dua dunia yang berbeda, di satu sisi dia harus hidup layaknya wanita biasa di hadapan sang adik tercinta karena dia ingin adiknya menjalani hidup yang normal layaknya siswa-siswa lainnya. Namun di sisi lain dia harus meneruskan pekerjaan sang ayah sebagai seorang Mafia karena hanya dengan begitu ia bisa menemukan orang yang telah membunuh orang tuanya dan merusak semua milik keluarganya)
Kira kira begitulah sinopsisnyaπ π
Jangan lupa mampir yaπππ
ditunggu loh kedatangannyaππ
πππππππ
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTEππ
Stay terus sama My Princessπππ
KaMsaHamidaπππππ