
"Rakes.....!" Panggil Marvel sambil terus berjalan lalu duduk tepat di samping Rakes.
"Bagaimana lukanya?" Tanya Rakes.
"Udah seminggu, udah sembuh kali!" Jelas Marvel.
"Yakin?" Tanya Rakes yang langsung mencoba menyentuh bahu Marvel.
"Ets....!" Seru Marvel yang dengan spontan langsung menghindar dari sentuhan Rakes.
"Katanya udah sembuh!" Cetus Rakes.
"Luka ini tidak seberapa dengan luka mu!" Ujar Marvel.
"Luka ku? aku bahkan tidak terluka sama sekali!" Jelas Rakes.
"Di sini!" Ujar Marvel yang langsung menyentuh bagian dada Rakes.
Sejenak keduanya mulai terdiam dengan tatapan yang saling bertautan, hingga akhirnya Rafeal datang dan menghancurkan suasana yang ada.
"Waaaaah! aku mulai dibuang!" Ujar Rafeal yang langsung duduk di samping Rakes.
"Main datang aja kayak jelangkung!" Cetus Marvel.
"Ciiiih, habis kalian romantisnya mengalahkan Romeo and Juliet!" Protes Rafeal yang kini mencoba menyentuh Rakes.
Namun sebelum tangan Rafeal mendarat di dada Rakes tangan Marvel lebih dulu menepisnya.
"Ntar Zea ngamuk loh!" Cetus Marvel.
"Hahhhh!" Cetus Rafeal kebingungan.
"Zea atau kamu?" Tanya Rakes.
"Ihhhhhh!" Cetus Marvel yang sedikit bergeser menjauh dari Rakes.
"Hahhhh!" Gumam Rakes.
"Gimana?" Tanya Rafeal yang tiba-tiba berubah menjadi begitu serius.
"Siapa?" Tanya Rakes dan Marvel hampir bersamaan.
"Kalian berdua!" Ujar Rafeal.
"Luka aku udah sembuh malah udah bisa latihan nih!" Jelas Marvel yang langsung mengayunkan tangannya.
"Wuih ngeri! terus kamu?" Tanya Rafeal lalu menoleh pada Rakes.
"Aku? aku sama sekali tidak terluka tuh!" Jawab Rakes.
"Keluarga kamu? mama Erina, terus juga kakek mu, gimana kabar mereka?" Tanya Marvel.
"Mama oke dan kakek, bukankah kalian menonton beritanya!" Jelas Rakes.
"Baguslah!" Ujar Rafeal lega.
"Apakah ini benar-benar berakhir?" Tanya Marvel.
"Semoga ini adalah akhir dari semuanya." Ujar Rafeal penuh harap.
"Lestari dan anaknya pun sudah di penjara, begitu pula dengan Dion, dan juga beberpa musuhnya om Iqbal yang lainnya mereka semua sudah di penjara semuanya. Dan juga Roger aku harap tidak akan ada pengacau lainnya!" Ujar Rakes.
"Hmmm, kalau di pikir-pikir sejak awal memang mereka semua yang mengusik hidup kita, setidaknya sekarang kita bisa bernafas dengan lega!" Ujar Rafeal.
"Huuuuuf!" Ujar ketiganya lalu membuang nafas kasar sembari memejamkan mata dan merebahkan kepala di sandaran sofa tempat ketiganya sedang duduk santai.
Disaat ketiga benar-benar sedang menikmati ketenangan yang bahkan belum pernah mereka rasakan selama ini, tiba-tiba saja suara dentingan keras membuat ketiganya terperanjat kaget dan segera mencari asal suara tersebut.
"Uzun..." Seru ketiganya saat mendapati Uzun yang melempar bola hingga membuat guci yang berada di sudut ruangan sana pecah berkeping.
"Upssss!" Ujar Uzun sambil menutup mulut dengan tangan mungilnya.
"Tut tut tut tut!" Seru Azan yang baru datang dengan bersusah payah menarik ambal yang dipenuhi dengan mainan bersamanya.
"Waaah kalian memang luar biasa!" Ujar Rafeal.
"Kayaknya memang nggak ada cerita damai deh dalam hidup kita!" Ujar Marvel.
"Main....mainnn!" Seru Uzun yang kini malah beralih naik ke ambal yang sedang di tarik oleh Azan.
"Kalian membuat kepala daddy pecah!" Ujar Rakes yang segera mendekati kedua jagoannya.
"Sayang marah ya? di tinggal shopping sama mama dan mommy kalian?" Tanya Rafeal yang segera duduk lesehan dihadapan Uzun.
"Lagi pula mereka udah dari pagi pergi belum juga pulang, apa mereka sedang belanja atau malah merampok mol sih!" Gumam Marvel kesal.
"Udah biarkan mereka melepas stress dengan belanja!" Ujar Rafeal.
"udah lima jam lebih loh, belanja apaan sampai anak dan suaminya dianggurin gini!" Ujar Rakes.
"Udah biarkan aja!" Ujar Rafeal yang kini malah asyik bermain dengan Azan dan Uzun.
"Terserah kalian deh!" Ujar Rakes yang kini beralih membersihkan pecahan beling.
"Cewek kadang emang nggak bisa di mengerti!" Ujar Marvel.
"Oleh karena itu kita harus memberikan mereka ruang agar kita pun bisa mengerti." Ujar Rafeal.
"Aku mau istirahat!" Ujar Marvel yang kembali memejamkan matanya.
_____________________
"Udah kalian tenang aja, aku udah lama banget nggak belanja." Jelas Mariana yang kembali mengambil tas-tas branded yang berada di dalam rak sana.
"Aku bahkan tidak pernah belanja barang-barang seperti ini seumur hidup aku!" Ujar Kania yang memang selalu berpenampilan sederhana.
"Kakak juga, Kania. Kakak bahkan tidak punya satupun tas cewek apa lagi high heels!" Ujar Zea.
"Dan mulai sekarang kalian harus punya!" Jelas Mariana.
"Aku nyaman dengan penampilan ini!" Jelas Kania.
"Aku juga!" Ujar Zea.
"Kalian sih nyaman terus kalau suami kalian yang risih gimana? ingat ya Zea, Kania, Pelakor itu ada bukan karena hanya karena suami kita menawan tapi juga kerena kita yang memberi peluang." Jelas Mariana.
"Maksudnya?" Tanya Kania polos.
"Kalau penampilan kalian malah membuat suami kalian risih atau bosan ya jelas dong mereka akan mudah tergoda dengan pelakor!" Jelas Mariana.
"Serius?" Tanya Zea.
"Iya dong, makanya kalian juga harus jaga penampilan, cantik itu nggak harus tapi wajib buat memikat suami sendiri, gimana paham adik-adik aku sayang!" Ujar Mariana puas karena bisa mencuci otak polos Zea dan Kania.
"Ayo kak, kita belanja! kalau bisa kita habiskan semua nol yang ada di kartu card mereka!" Jelas Kania yang seketika langsung berambisi untuk belanja.
"Ayyo!" Ajak Zea yang juga tak mau kalah dari Kania.
"Kalian berdua....! polosnya minta ampun sedikit saja dipanasin langsung woshsss!" Ujar Mariana dengan senyuman puas karena berhasil menyebarkan virus hobi belanjanya pada Kania dan Zea.
____________________
"Kania,,,,!" Panggil Marvel ketika mendapati Kania yang sedang duduk memakai riasan di depan cermin sana.
"Hmmmm! kenapa? apa abang butuh sesuatu?" Tanya Kania.
"Nggak!" Jawab Marvel lalu beranjak duduk di sudut tempat tidur.
"Sedikit lagi, terus lipstik! sempurna!" Ujar Kania yang masih sibuk dengan make-up nya.
"Apa kamu mau keluar? sama siapa?" Tanya Marvel.
"Aku nggak kemana-mana!"
"Lalu kenapa dandan?"
"Kenapa nggak boleh?"
"Bukannya nggak boleh, tapi ya lucu aja!" Ujar Marvel dan ketawa cekikikan.
"Apa ada yang lucu?"
"Sayang, jujur kamu lucu banget, make-up nggak cocok buat kamu!" Ujar Marvel.
"Benarkah? apa aku terlihat aneh?"
"Hmmmm!" Ujar Marvel yang bahkan tidak lagi bisa menahan tawanya.
Marvel yang larut dengan tawanya membuat Kania seketika sedih, ia segera menghapus make-up nya, bersamaan dengan air mata yang entah sejak kapan sudah membanjiri wajahnya.
Mendengar suara tangisan Kania membuat Marvel segera menghentikan tawanya lalu perlahan mendekati sang istri.
"Abang nggak tau apa aja yang sudah Ana katakan pada kamu, abang juga nggak tau sejauh mana Ana meracuni otak polos mu. Tapi, Kania buat abang kamu cantik apa adanya, abang mencintai kamu tanpa embel-embel make-up atau apapun itu, bagi abang kamu dan semua kepolosan kamu adalah hal yang begitu abang cintai!" Ujar Marvel lalu mengambil alih kapas pembersih dari tangan Kania.
"Apa abang akan mencari wanita yang lebih cantik?"
"Sayang, jangan kemakan omongan Ana, sejak dulu kamu tau kan hanya kamu satu-satunya wanita yang abang cintai! berhenti menangis!" Ujar Marvel lalu mengusap air mata Kania.
"Berjanjilah untuk tetap mencintai aku!"
"Hmmmmm!" Ujar Marvel lalu mengecup lembut kening Kania.
"Bahkan jika nanti ada pelakor yang lebih cantik dari aku?"
"Kayaknya abang harus membatasi pergaulan mu sama Ana deh, anak itu benar-benar!"
"Abang jawab!"
"Kania, apa abang pernah beralih dari kamu selama ini?"
"Tidak....!"
"Itu akan terus berlaku untuk selamanya, abang tidak akan berpaling dari kamu!" Jelas Marvel lalu mendekap erat tubuh Kania ke dalam pelukannya.
"Terima kasih!" Ujar Kania yang langsung membalas dekapan Marvel.
_______________________
Jangan lupa LIKE Comen voteπ
Stay terus sama My Princess ππππ
Khamsahamida πππππ
Oh ya manteman jangan lupa main ke novel baru aku ya,,,
πXue_Lianπ
Ditunggu kunjungannyaπππππ