
"Arina..." Panggil Uzun sembari terus melambaikan tangannya lewat kaca mobil.
Suara lantang Uzun sama sekali tidak terdengar oleh Arina maupun Mea, karena memang jarak diantara mereka cukup jauh. Lama menunggu akhirnya Uzun memutuskan untuk keluar dari mobil, namun sebelum Uzun keluar Arina dan Mea telah lebih dulu memasuki sebuah mobil lalu pergi meninggalkan area tersebut.
"Tetap di posisi semula!" Ujar Azan lalu kembali mengemudi.
"Aku jadi penasaran, apa sih yang sebenarnya sedang mereka coba mainkan." Ujar Uzun yang kembali duduk tegak dengan mata terus memburu mobil hitam yang membawa Arina dan Mea.
"Kalau Arin masuk kelas Teakwondo, aku jadi penasaran sama kelas yang di pilih oleh Shia. Saat menjahit berubah menjadi bela diri apakah memasak akan beralih menjadi boxing? atau mungkin ilmu pedang?" Ujar Azan.
"Kita akan segera tau! buruan bang, jangan sampai kita kehilangan jejak mereka!" Jelas Uzun.
Azan kembali menambah kecepatan mobilnya. Saat mobil yang di tumpangi oleh Arina dan Mea berhenti di sebuah halte, seketika mobil Azan ikut berhenti.
"Kok malah jumpa disini?" Tanya Uzun heran karena Urshia dan Alayna langsung masuk ke dalam mobil dan lekas pergi.
"Kita ikuti saja mereka!" Ujar Azan yang kembali membututi mobil hitam yang membawa empat sahabat itu pergi.
Lama terus mengikuti, dari mulai mengantar Alayna dan Mea pulang hingga kini mobil tersebut berhenti di depan rumah mereka.
Mobil Azan ikut berhenti tepat di belakang mobil hitam tersebut, setelah Arina dan Urshia keluar dari mobil dan mobil tersebut pergi barulah Azan dan Uzun keluar dari mobil mereka.
"Loh! kok abang barengan? habis dari mana?" Tanya Arina.
"Habis melakukan penelitian!" Jawab Uzun.
"Penelitian? tentang apa? lagi pula kenapa abang berdua yang melakukannya, secara kerjaan abang kan nggak sama!" Jelas Urshia.
"Ini bukan tentang pekerjaan, tapi tentang rahasia negara!" Jelas Azan.
"Rahasia negara? apa daddy yang nyuruh?" Tanya Arina.
"Bukan, ini perintah dari atasan!" Jelas Uzun.
"Katanya... ada yang mulai main curang!" Ujar Azan.
"Waaah, bahaya tuh!" Seru Urshia.
"Sangat berbahaya!" Gumam Uzun penuh penekanan.
"Terus gimana hasilnya?" Tanya Arina penasaran.
"Hasilnya? yah satu misi selesai, tinggal yang satunya lagi!" Jelas Azan.
"Semangat bang! semoga semua katanya segera jadi nyatanya!" Ujar Urshia sambil menepuk pundak Azan.
"Kuyang tenang aja, kami udah hampir merdeka kok!" Ujar Uzun yang langsung masuk.
"Bagus deh, setidaknya kerja Vampir nggak sia-sia!" Seru Urshia dan segera berlari masuk.
"Sayang..." Panggil Azan lalu mendekati Arina.
"Kenapa?" Tanya Arina.
"Apa ada hal yang ingin kamu katakan sama abang?" tanya Azan.
"Maksudnya?"
"Mungkin ada hal yang ingin kamu katakan sama abang, atau apalah itu!"
"Pangeran ku, semuanya baik-baik saja kok, ngga ada hal yang harus kita bicarakan!" Jelas Arina.
"Lalu gimana dengan kursus mu?"
"Kursus?"
"Hmmm, mama Ana bilang kamu sedang ikut kursus menjahit, gimana? seru?"
"Ah iya, seru banget, aku suka!" Jelas Arina yang hampir kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan yang Azan ajukan.
"Syukurlah kalau kamu suka, ayo masuk! udah hampir magrib nih!" Ajak Azan.
"Ayo!" Ujar Arina lalu keduanya bergegas masuk.
________________
"Shia mana?" Tanya Rafeal saat bergabung dengan yang lainnya yang sedang menonton tv di ruang keluarga.
"Iya nih, Shia kok nggak keliatan? apa dia ada tugas dari sekolah?" Tanya Zea yang juga baru bergabung dan langsung mengambil tempat di sebelahnya Kania.
"Shia lagi buatin kopi!" Jawab Arina dengan nada yang terdengar begitu gelisah dan khawatir.
"Apa? buat kopi? kenapa Shia, kenapa nggak kalian buat sendiri?" Tanya Rafeal panik.
"Biar aku aja yang buat kan!" Jelas Zea dan kembali bangun untuk ke dapur.
(Gila, bakal kacau nih!)" Gumam hati Rafeal.
"Udah kalian berdua duduk sini, kita harus hargai dong usaha Shia yang malah bela-belain ikut kursus memasak agar bisa masak untuk kita semua!" Jelas Marvel.
"Jangankan kopi, masak apa aja juga pasti Shia bisa!" Jelas Kania.
"Wah jadi pengen makan mie kuah, pasti bakal enak kalau chef Shia yang masak!" Ujar Azan.
"Daddy juga setuju, bakal enak banget pastinya!" Ujar Rakes.
"Biar aku yang pesan!" Ujar Rafeal.
"Biar aku aja!" Ujar Kania yang langsung bangun dari duduknya.
"Kania mending kamu lanjutin aja nontonnya, biar aku yang susul Shia!" Ujar Rafeal dan langsung berlari ke dapur.
"Aku juga mau bantuin Shia!" Ujar Arina dan segera menyusul ke dapur.
"Ayo kita lanjutkan lagi nontonnya!" Ujar Zea yang sedikit lega karena Rafeal segera menyusul ke dapur.
______________
"Papa Rafeal!" Ujar Urshia saat Rafeal datang ke dapur.
"Sayang!" Ujar Rafeal yang segera merapikan kembali dapur yang sudah menjadi kapal pecah akibat perbuatan Urshia.
"Shia, ngapain sih? kok bisa berantakan banget?" Tanya Arina yang ikut membereskan dapur.
"Aku cuma mau bikin kopi, tapi malah gini jadinya!" Keluh Urshia.
"Ya udah biar papa aja yang buat, kalian siapkan gelasnya!" Pinta Rafeal yang langsung mengambil alih.
"Mereka juga minta dimasakkan mie loh pa!" Ujar Arina.
"Iya sayang, nih papa masakan." Jelas Rafeal yang langsung menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan untuk memasak mie kuah.
Beberapa menit telah berlalu, dan semuanya telah siap.
"Akhirnya kelar juga, untung mereka nggak ada yang nyusul ke dapur!" Ujar Urshia lega.
"Itu karena mommy pasti berhasil mengamankan mereka semua!" Jelas Arina.
"Pa, sepertinya yang lain mulai curiga deh!" Jelas Urshia.
"Udah tenang aja, mereka nggak bakal tau kok!" Jelas Rafeal.
"Gimana kalau papa Marvel dan daddy tau? terus kalau malah kepergok sama abang Azan atau abang Uzun gimana?" Keluh Arina.
"Udah kalian tenang aja, biar papa dan mommy yang ngurus semuanya. Kalian hanya harus fokus sama kursus kalian aja!" Jelas Rafeal.
"Baiklah..." Ujar Arina nurut.
"Ayo kita bawa mie dan kopi ke sana!" Ujar Rafeal.
"Oh ya, hampir aja lupa, ayo pa!" Ajak Urshia yang langsung mengambil nampan yang berisi gelas yang telah diisi dengan kopi lalu membawanya ke ruang keluarga.
Disusul dengan Arina yang membawa mangkuk kecil serta sendok dan garpu lalu Rafeal yang membawa satu baskom besar mie kuah yang begitu menggiurkan lidah.
"Makanan dan minumannya datang, tadaaa!" Seru Urshia girang.
"Waaah nggak sia-sia anak gadis mama ikut kelas memasak, waaah dari baunya aja udah enak banget!" Ujar Kania.
"Masakan chef gitu loh!" Ujar Urshia bangga.
"Beneran nih Kuyang yang masak?" Tanya Uzun memastikan.
"Ciiih! sana gih Vampir makan darah sana!" Cetus Urshia kesal.
"Waah enak banget!" Ujar Azan setelah memakannya.
"Curang masak abang yang duluan makan, padahal kan ini masakan Kuyangnya aku!" Seru Uzun yang segera menikmatinya.
"Masakan mu enak banget sayang!" Ujar Rakes yang tak mau kalah dari yang lainnya.
"Tapi, kok rasanya mirip masakannya papa Rafeal yah?" Ujar Mariana.
"Kak Ana jangan ngaco deh, seenak ini nggak mungkin lah masakannya Rafeal!" Cetus Zea.
"Mommy benar!" Tegas Arina membela.
"Selamat menikmati!" Seru Urshia lantang dan ikut makan.
💜💜💜💜💜💜