
"Kau belum jawab pertanyaanku tuan" Stefany berupaya bersikap biasa saja dihadapan Alrico pasalnya mata laki-laki itu tidak berpaling sedikitpun dari wajah Stefany.
"Karena aku tidak mau kehilanganmu" Ucap Alrico dengan tatapan matanya tetap menatap wajah Stefany tanpa mengalihkannya. "Sekarang giliran kau yang menjawab pertanyaanku" Lanjut Alrico.
"Aku tidak mau menikah dengan laki-laki yang aku tidak kenal. Ya aku kabur dari rumah sakit untuk menghindarimu, tetapi aku sudah menulis surat untukmu, apa kau membacanya?" Ucapnya dengan mantap. Stefany sebelumnya memang menulis surat untuk Alrico agar ia tidak mencarinya.
"Tidak butuh waktu lama untuk kenal denganku, baiklah mungkin belum saatnya. Aku tidak menemukan suratmu, sudahlah lupakan. Kau ingin makan princess?" Alrico akan menunjukkan bukti cintanya kepada Stefany secara perlahan dan membuat wanita itu mencintainya.
"Aku akan memilikimu seutuhnya my princess" Batin Alrico.
"Tidak aku tidak lapar" Stefany menjawab pertanyaan Alrico dengan tidak menatap wajah Al, namun Ucapan dengan perutnya berbeda ucapannya menolak tawaran makan dari Al sedangkan perutnya sudah banyak cacing-cacing diperut yang minta di isi.
Krukkkk
Stefany langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya sedangkan Alrico tertawa puas mendengar suara dari perut Stefany.
"Berhenti menertawakanku!" Stefany berdiri dengan kedua tangannya di pinggang dan tatapan tajam ke arah Alrico.
"Kau sangat lucu sekali Stef! Hahaha" Stefany semakin kesal bagaimana bisa ia tertawa saat perutnya berbunyi. Alrico tertawa semakin kencang.
Stefany mempunyai ide yaitu mengklitik perut Alrico apakah dia geli atau tidak. Stefany mendekat dan ia bersiap untuk mengklitik laki-laki yang telah menculiknya.
1
2
3
Stefany pun segera menggelitiki perut Alrico namun Alrico berpura-pura geli padahal ia tidak geli sama sekali, dan sekarang Alrico membalaskan dendamnya dengan menggelitiki Stefany. Alrico berhasil hingga Stefany terjatuh di lantai dengan posisi Stefany dibawahnya Alrico.
"Hahahha alll hahahaha berhen hahaha ti" Ucap Stefany dengan disela tawanya, namun Alrico semakin menggelitiki perut Stefany.
Tanpa mereka berdua sadari tubuh mereka semakin dekat dan tanpa Stefany sadari pun tangannya menyentuh dada Alrico.
"Aku tidak akan berhenti Stef sampai kau memohon kepadaku" Alrico kembali menggelitiki Stefany hingga Stefany menggelinjang ke depan tak kuat manahannya.
"Apa hahaha maksudmu ahhahah Al?" Ucap Stefany dan tanpa ia sadari lagi ia mendesah dan membuat Alrico tersentak.
Alrico semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Stefany dan...
CUP
Alrico kembali mencium bibir ranum Stefany, Stefany tidak menolak nya hingga Alrico melumatnya namun Stefany seperti kehilangan raga nya biasanya ia menolak hingga mencubit Al namun kali ini Alrico semakin melumatnya mumpung Stefany tidak menolaknya, Alrico menekan tengkuk Stefany dan menggigit bibir bawah Stefany hingga terbuka dan menyatukan lidahnya dengan lidah Stefany bermain di dalam sana, Stefany bukannya tidak menolak buktinya ia tidak merasakan apa-apa dan yang memegang kendali yaitu Alrico.
Alrico semakin mempercepat tautan mereka hingga bunyi bercak penyatuan mereka, Stefany menutup matanya ia tidak tau harus berbuat apa, ia takut jika ia menghentikan aksi Alrico ia takut dibunuh pasalnya hanya mereka berdua yang berada disini dan satu sisi ia harus memberhentikannya takut jika Alrico terlewat batas.
Alrico kembali menekan tengkuk leher Stefany hingga bibir Alrico kembali memasuki bibir Stefany, Alrico semakin memperdalam dan mempercepatnya hingga Stefany hampir kehabisan nafas.
Stefany memukul-mukul dada Alrico dengan kencang hingga Alrico melepaskan bibirnya dari bibir Stefany dan ia pun tersenyum menatap wajah Stefany yang sedang menghirup nafas dengan tersengal-sengal.
"Maafkan aku, tapi bibir kamu sangat manis sekali princess, dia sudah jadi canduku!" Ucap Alrico dengan semangat dan mengusap bibir Stefany dengan jari tangannya dan membuat Stefany kembali terhenti.
"Terimakasih Princess, aku akan memilikimu seutuhnya!" Alrico mengusap kepala Stefany dan setelah itu pergi ke ruang kerjanya.
Stefany diam di tempat, dan beberapa detikpun ia sudah tersadar dan segera berlari ke westafel untuk mencuci bibirnya.
Stefany mencuci bibirnya berkali-kali bahkan ia mencucinya dengan sabun hingga berkali-kali dan membuat bibirnya merah hingga lecet dan bengkak.
Stefany mengambil masker untuk menutup bibirnya yang bengkak dan merah dan ia pun memutuskan untuk memasak agar ia bisa melupakan kejadian tadi.
πππππ
TBC
Aku mohon bantuannya agar cerita ini tembus 1k ya teman-teman π
Aku mohon di pencet jempolnya dan di komen mohon bantuannya dan kalian bisa share ke teman-teman kalianππβ€οΈ
Salam penulis Amatir π
DINβ€οΈ