My Princess

My Princess
#043



"Selamat datang Fadhil, semoga kamu betah tinggal bersama kami." Ucap Rakes sembari berdiri lalu mengulurkan tangan kearah Fadhil.


"Terima kasih atas semua bantuan abang Rakes dan juga om Iqbal, suatu saat nanti aku pasti akan membalas semua kebaikan kalian." Ujar Fadhil.


"Om tunggu!" Ucap Iqbal yang langsung duduk.


"Ayo Fadhil, duduklah! sekarang ini adalah rumah kamu, kita semua keluarga." Ujar Elsaliani dengan senyuman ramah.


"Terima kasih, tante." Ucap Fadhil lalu duduk di sebelahnya Rakes.


"Mau lanjut sekolah ke SMA mana?" Tanya Iqbal sambil menatap kearah Zea.


"Belum tau!" Jawab Zea simpel.


"Belum tau? kamu masih berencana buat sekolah kan? kenapa sampai hari ini belum juga memilih sekolah, lalu kapan kamu akan mendaftar?" Tanya Iqbal.


"Udah ayah tenang aja." Ujar Zea.


"Gimana ayah bisa tenang. Udah, biar ayah yang carikan sekolah untuk kamu dan juga Fadhil." Jelas Iqbal.


"Aku dan Fadhil? ayah tidak berencana menjadikan aku penjaga dia dua puluh empat jam kan? kalau ayah mau cari sekolah, ya udah cari aja buat dia! papanya Taufan sudah mengurus semua keperluansekolah kami berlima." Jelas Zea kesal.


"Aku sama sekali tida berniat untuk kembali ke sekolah om, aku tidak ingin melanjutkan sekolah lagi!" Jelas Fadhil.


"Setahun lagi kamu lulus, kamu yakin mau berhenti di tengah jalan?" Tanya Rakes.


"Abang, bahkan abang juga begitu peduli sama cowok kurang ajar ini. Abang sama ayah sama saja!" Cetus Zea dan lekas meninggalkan meja makan.


"Fadhil, tolong di maklumi, anak gadis tante emang gitu orangnya, bar-bar dan kasar tapi sebenarnya hati dia itu sangatlah penyayang." Jelas Elsaliani.


"Aki ngerti kok tante, jika aku di posisi dia mungkin aku akan lebih marah dan memberontak lebih dari yang dia lakukan sekarang." Jelas Fadhil.


"Aku akan bicara dengan Zea, permisi." Ujar Rakes yang bangun lalu mengikuti Zea.


"Ceritakan semuanya, biar dia mengerti!" Pinta Iqbal.


"Baik om!" Jawab Rakes.


Di bangku halaman belakang sana, Zea terlihat sedang duduk dengan posisi kedua tangan merangkul kedua lututnya, dengan wajah yang terlihat jelas sedang di penuhi amarah.


"Masih kesal sama Fadhil?" Tanya Rakes yang langsung duduk di hadapan Zea.


"Sekarang aku malah lebih kesal sama ayah dan Chim chim!" Tegas Zea dengan memalingkan wajahnya kasar menghindari tatapan teduh milik Rakes.


"Kenapa kesal sama om Iqbal? abang yang salah, jadi kalau mau marah atau kesal maka lampiaskan pada abang!"


"Kenapa Chim chim begitu ingin dia tinggal di sini? apa Chim chim memang ingin melihat dia memperkosa aku?"


"Zea, apa abang terlihat sekejam itu di mata kamu?"


"Chim chim yang membuat hati ini menaruh curiga, tersalah menerka! wajar dong aku berfikiran begitu, toh sudah jelas abang tau kalau dia pernah mencoba untuk menyentuh aku!"


"Kamu berhak memvonis abang dengan pemikiran kotor mu, tapi sebelum itu, tolong berikan abang waktu untuk menjelaskan semuanya."


"Apa lagi yang mau abang jelaskan?"


"Semuanya, biar tidak ada lagi kesalah pahaman diantara kita."


"Akan aku dengarkan, mulailah!"


"Dia, Fadhil........." Rakes mulai bercerita.


🍁🍁Back To #037🍁🍁


🍁Satu Hari Setelah Kejadian.............


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE ya πŸ˜‰πŸ˜‰


Stay terus sama My Princess 😘😘


KaMsaHamida ❀️❀️❀️❀️❀️