
"Huuuffffff" Teriak Zea kesal.
Dengan kasar tangan Zea menyikap selimut yang sedari tadi menutupi seluruh tubuhnya, tak sampai di situ, kini kaki Zea malah membuat selimut terjatuh ke lantai.
"Harus bagaimana? hmmmmm, haaaiiiiiisssss!" Gumam Zea yang lekas bangkit dari tidurnya.
Tangan Zea meraih botol air mineral lalu meneguknya hingga habis, kaki Zea terus saja melangkah di sepanjang jendela, ia terus mondar mandir, dari timur ke barat lalu dari barat ke timur begitu seterusnya.
Saat Zea masih asyik dengan dirinya sendiri, tiba-tiba ia mendengar suara deru motor yang berhenti tepat di teras sana.
"Chim chim!" Seru Zea yang tanpa pikir panjang langsung berlari ke luar kamar dan segera menuruni tangga, hanya butuh waktu beberapa menit saja Zea dengan sigap sudah berada di depan pintu utama.
Setelah pintu terbuka dari luar, Zea langsung tersenyum lebar, namun senyuman itu langsung memudar saat matanya mendapati bahwa sosok yang kini ada di hadapannya bukanlah sosok yang begitu ia tunggu kedatangannya.
"Zea! kamu belum tidur? ini udah jam dua pagi sayang, kenapa masih di sini?" Tanya Iqbal saat melihat sang putri tercinta yang berdiri tegap tepat di hadapannya.
"Zea kira yang pulang abang Rakes ternyata ayah!" Ujar Zea pelan.
"Ayo masuk!" Ajak Iqbal yang langsung merangkul Zea lalu mengajaknya kembali ke kamar Rakes.
"Sejak kapan putri ayah jadi manja gini? sepertinya banyak hal yang berubah dari putri ayah!" Jelas Iqbal setelah membantu Zea untuk duduk di tepi tempat tidur.
"Zea juga nggak tau ayah, tiba-tiba saja Zea jadi seperti ini."
"Apa mungkin ini bawaan dari cucu ayah?"
"Ayah! kan baru juga masuk satu bulan masak iya udah ngidam."
"Mana tau, kan ayah juga nggak pernah hamil!" Ucapan Iqbal sukses membuat Zea tertawa renyah.
"Mulai deh! oh ya, ayah baru pulang?"
"Hmmmm, apa kamu menunggu Rakes?"
"Iya!"
"Sudah ayah duga, meski dari luar pertahanan mu mirip dengan ayah, namun nyatanya kamu juga mewarisi sifat uma. Uma dulu juga gitu, selalu saja menunggu ayah pulang, bahkan uma pernah tertidur di meja makan karena menunggu ayah."
"Benarkah? itu artinya uma sangat sangat mencintai ayah, harusnya ayah bahagia karena di cintai oleh wanita sebaik uma."
"Bahagia? tidak Zea, ayah bukannya hanya bahagia, lebih dari itu, ayah benar-benar beruntung karena mendapatkan jodoh sebaik uma, ayah lebih dari sekedar bahagia, uma mencintai ayah bahkan dengan cinta yang lebih besar dari rasa cinta untuk dirinya sendiri. Dulu, ayah pernah menoreh luka yang dalam di hati uma, namun anehnya uma bahkan sama sekali tidak membenci ayah, rasa cintanya bahkan semakin dalam, semakin ayah menyakitinya semakin uma mencintai ayah."
"Mungkin uma dan abang Rakes sengaja Allah kirimkan untuk Zea dan ayah, mereka berdua bahkan terlalu baik untuk kita. Abang Rakes mirip dengan uma, abang Rakes bahkan menghabiskan waktunya untuk mencintai Zea dengan caranya sendiri, dia bahkan tidak ingin membuat Zea terbeban dengan cintanya, hingga dia mencintai dalam diam hingga bertahun lamanya. Ayah, Zea rasa Allah sangat menyayangi kita berdua, buktinya dia mengirimkan Uma dan abang Rakes untuk kita."
"Iya Zea, kita beruntung memiliki mereka berdua." Ujar Iqbal lalu mengusap rambut sang putri tercinta.
"Zea sayang ayah!" Ujar Zea lalu memeluk erat tubuh Iqbal.
"Ayah jauh lebih menyayangimu. Udah sekarang istirahatlah, cucu ayah butuh istirahat yang cukup, ayo berbaring!"
Zea menurut, dengan dibantu oleh Iqbal Zea langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur, tangan Iqbal mengambil selimut yang ada di lantai lalu menyelimuti Zea, sejenak mengusap lembut kepala Zea lalu mengecup keningnya dengan penuh kasih sayang.
"Tidurlah, Jika ada waktu luang Rakes pasti akan menjenguk mu dan juga bayi kalian. Nah sekarang kamu tidur, ayah mau ke kamar, ayah juga kangen banget sama uma, seharian tidak melihatnya, ayah sudah hampir setengah gila, ya udah ayah ke kamar, selamat malam." Jelas Iqbal.
"Selamat malam!" Ujar Zea yang masih saja menatap kepergian Iqbal.
____________________
"Benar-benar!" Gumam Rakes kesal.
Rakes yang sedari tadi terus memantau lewat spion mobilnya, menyadari bahwa sejak keluar dari istana Temi tadi memang ada yang mengikuti dirinya.
Terlihat jelas ada satu mobil yang terus mengikuti laju mobilnya.
"Oke, ayo kita bermain!" Gumam Rakes lalu menambah kecepatan mobilnya.
Rakes beberapa kali menyelip mobil-mobil yang ada di depannya, seakan tak mau kalah mobil tersebut juga melakukan hal yang sama.
Semakin Rakes mempercepat laju mobilnya, semakin cepat pula mobil tersebut mengekorinya.
"Untung aku sudah sigap dengan semua situasi. Oke, mulai!" Jelas Rakes pada dirinya sendiri setelah menghentikan mobilnya di depan sebuah gerbang.
setelah gerbang terbuka, Rakes langsung masuk lalu memarkirkan mobilnya di depan rumah dan lekas masuk.
Mobil yang mengikuti Rakes juga ikut berhenti di depan gerbang rumah tersebut, seorang lelaki berbadan tegap keluar dari mobil lalu mendekati gerbang.
"Permisi!" Ujarnya pada pak satpam yang berjaga di gerbang.
"Iya mas, maaf mas cari siapa ya?" Tanya pak satpam.
"Khmmm apa benar ini rumahnya pak Raditya?" Tanya lelaki tersebut.
"Benar mas, apa mas ini klaennya pak Raditya? kebetulan pak Raditya baru pulang, mau saya panggilkan?" Jelas pak satpam.
"Tidak perlu pak, saya akan kembali lain kali saja, permisi!" Jelas Lelaki tersebut dan langsung kembali ke mobilnya.
Suara mobil terdengar meninggalkan area rumah tersebut, hingga membuat Rakes kembali keluar.
"Gimana pak? apa mereka sudah pergi?" Tanya Rakes yang kini sudah kembali berpenampilan seperti biasa.
"Sudah tuan muda." Jawab pak satpam.
"Terima kasih, oh ya jangan bilang sama kakek ya kalau aku ke sini, dan juga rahasia kita, jangan sampai ada yang tau." Jelas Rakes.
"Oke pak, kalau gitu aku pamit pulang, assalamualaikum."
"Loh tuan muda nggak jadi nginap di sini? ini udah jam dua pagi loh, masih mau pulang?"
"Nggak pak, aku harus pulang soalnya mau ketemu sama pujaan hati, assalamualaikum pak!" Jelas Rakes yang langsung menyalakan motornya.
"Hati hati di jalan, tuan muda!" Pesan pak satpam.
Rakes hanya mengangguk dengan senyuman dan lekas meluncur dengan motor kesayangannya. Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit akhirnya Rakes tiba di depan rumah Iqbal. Setalah memarkirkan motor Rakes segera berlari ke dalam rumah.
Rakes membuka pintu kamarnya dengan sangat pelan lalu menutupnya kembali dengan cara yang sama, kaki Rakes terus melangkah mendekati sosok sang istri yang terbaring lelap di atas kasur sana.
Rakes tersenyum menatap wajah polos Zea yang begitu damai dalam tidurnya, perlahan Rakes kian mendekat lalu menekuk kedua lututnya di lantai hingga membuat wajahnya sejajar dengan wajah Zea.
Pelan-pelan, jemari Rakes mulai menyentuh wajah Zea, lalu kian mendekat dan 'Cup' kecupan Rakes mendarat di kening Zea.
"Abang rindu Princess! sangat-sangat rindu!" Ungkap Rakes bahkan dengan air mata yang menetes dari ujung kedua mata indahnya.
"Maaf karena abang tidak bisa menjagamu dengan baik, semoga kamu dan Raze junior sehat selalu, abang sayang kalian berdua." Ungkap Rakes lalu kembali mengecup kening Zea.
Tangan Rakes mulai menyentuh perut rata Zea dari balik selimut, sejenak mengusapnya pelan lalu kembali mengecup kening Zea untuk yang ketiga kalinya.
"Curang! masak iya kening selalu yang dapat hadiah." Cetus Zea yang perlahan membuka matanya.
"Kamu belum tidur? ini udah mau jam tiga pagi loh!"
"Tadinya aku tidur nyenyak, tapi tiba-tiba aja terbangun karena kecupan seseorang." Jelas Zea.
"Maaf!"
"Sini!" Pinta Zea.
Tangan Zea meraih leher Rakes, lalu sedikit menariknya agar wajah Rakes mendekat kearahnya.
'Cup'
"Mau aku yang pegang kendali? atau Chim chim yang ambil alih?" Tanya Zea setelah mengecup kilas bibir Rakes.
Tanpa jawaban sama sekali, Rakes langsung mengambil alih aktivitas mereka.
"Tidurlah, masih ada hal yang harus abang urus. Jaga Raze junior dengan baik!" Jelas Rakes setelah sukses dengan tabrakan maut mereka.
"Apa abang mau pergi lagi?"
"Nggak! Abang akan kerja di sini, kamu istirahatlah, abang akan di sini jagain kamu malam ini"
"Serius?"
"Hmmm, tidurlah!"
"Selamat malam my Chim chim!"
"Selamat malam Jannati!" Ujar Rakes dengan senyuman dan lekas menuju meja kerjanya.
_______________________
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊
Stay terus sama My Princess😘😘😘
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️
________________________
❤️❤️Bonus❤️❤️
Visual para tim Rakes,,,,
semoga manteman menyukainya🤗🤗
dan yang paling terrrr😘😘😘 Rafeal❤️Risty😄😄
Gimana? lebih wowwww yang mana? versi Rafeal atau Risty?😅😅
Nah biar lebih afdhol, nih aku tambahkan babang Rakes❤️Zea🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️