
Zea yang tiba-tiba terbangun di tengah malam, seketika langsung beranjak untuk duduk dengan menyandarkan punggungnya di kepala rajang. Zea yang awalnya masih tenang-tenang aja, seketika baru menyadari suasana kamar dimana saat ini ia berada, Zea bahkan membulatkan matanya seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat. Setelah mengucek matanya beberapa kali, akhirnya ia yakin bahwa yang ia lihat adalah benar foto Rakes yang terpajang di dinding sana.
"Chim chim!" Panggil Zea dengan tangan yang meraba sisi kasur di sebelahnya.
Tidak ada siapapun di sana, hanya ruang kosong. Zea bahkan menyikap seluruh selimut hingga terlihatlah dengan jelas bahwa memang tidak ada siapapun di sampingnya.
"Ini benar kamar Chim chim, tapi dimana dia?" Tanya Zea pada dirinya sendiri.
Zea meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja kecil di dekat tempat tidur.
"Jam tiga! lalu di mana Chim chim sebenarnya?" Zea kembali mengajukan pertanyaan setelah melihat jam pada layar ponselnya.
Tiba-tiba ia mulai dilanda rasa gelisah, bahkan tatapan matanya terlihat kosong tak terarah.
"Kenapa pergi tanpa bilang lebih dulu? Kenapa tidak pamitan sama aku dan juga Raze junior?" Tanya Zea.
Zea perlahan kembali merebahkan tubuhnya, menarik selimut agar menutupi tubuhnya lalu mencoba untuk memejamkan mata, berharap ia akan kembali terlelap.
Meski pada awalnya begitu menyusahkan namun setelah sedikit lebih tenang, akhirnya Zea kembali tertidur pulas.
____________________
"Tolong, aku mohon tolong aku! tolong selamatkan aku!" Pinta Rafeal dalam wujud Risty.
Rafeal yang berpenampilan berantakan serta air mata dan rasa takut kini terlihat sedang bersimpuh pada sepasang kaki panjang nan kokoh. Rafeal mempererat pegangannya pada kaki tersebut.
"Om aku mohon, tolong selamatkan aku!" Pinta Risty yang masih menangis ketakutan.
"Minggir!" Seru seorang pengawal yang sejak tadi terus memerhatikan sosok Risty yang entah dari mana datangnya, tiba-tiba saja sudah berada di depan mobil bosnya.
Lelaki berbadan tegap tersebut hendak menyeret Risty agar menjauh dari bosnya, namun yang terjadi malah sang bos lah yang menghentikan aksi dari pengawalnya.
"Lepaskan dia! biar aku yang mengurusnya!" jelas Temi yang tersenyum nakal memandangi Risty dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Perintah Temi membuat kesepuluh pengawalnya kebingungan dan melempar pandangan heran mereka satu sama lain.
Temi mulai bergerak lalu menyentuh wajah Risty yang di penuhi dengan air mata.
"Tolong om, aku mohon tolong selamatkan aku!" Pinta Risty dengan deraiyan air mata.
Temi masih sibuk memperhatikan seluruh tubuh Risty. Dress yang berantakan membuah bagian lehernya terekspos sempurna, lalu sedikit sobekan yang sukses memperlihatkan paha indahnya.
"Kamu tenang saja, selama kamu ikut dengan aku maka kamu akan baik-baik saja!" Jelas Temi dengan senyumannya.
"Terima kasih om, terima kasih!" Ucap Risty.
Tangan Temi mencoba membantu Risty untuk bangun lalu berdiri di sampingnya dengan tangan kanan yang begitu setia merangkul bahu Risty.
Sang pengawal lekas membukakan pintu mobil saat Temi hendak masuk ke dalam mobil bersama dengan Risty pastinya, namun sebuah suara langsung menghentikan langkah Temi.
"Risty...!" Teriak seorang laki-laki dengan begitu lantang.
Sosok lelaki yang baru datang terlihat begitu rapi dengan balutan jas biru, dia tidak datang seorang diri melainkan di kawal oleh sepuluh orang pengawalnya.
"Kamu..." Ujar Risty yang semakin ketakutan lalu mengeratkan pegangannya di lengan kekar milik Temi.
"Urus mereka semua!" Perintah Temi yang langsung di laksanakan oleh para anak buahnya.
Temi langsung masuk ke dalam mobil bersama dengan Risty. Perkelahian akhirnya terjadi, setelah bergelut selama kurang lebih lima belas menit akhirnya pertandingn di menangkan oleh pihak lawan.
Perlahan sang bos membersihkan jas birunya yang sedikit terkena debu pada bagian bahunya, lalu perlahan mendekat pada salah satu anggota Temi yang terkapar di aspal. Dengan kasar sepatu hitam nan mengkilat mendarat di bagian leher lelaki tersebut dan sedikit menekannya di sana.
"Katakan pada bos mu untuk mengembalikan kekasih ku! jika tidak aku akan menghancurkan semua miliknya, termasuk putri tercintanya!" Tegasnya.
Setelah memindahkan kakinya dari leher tawanannya, dengan kasar tangannya melempar kartu nama ke muka lelaki tersebut.
"Dua hari, jika selama dua hari dia tidak mengembalikan kekasih ku, maka aku akan menjemputnya dengan caraku!" Tegasnya dan lekas meninggalkan lokasi tersebut.
" Huffffff! gimana? penampilan aku tadi keren kan?" Tanya Marvel saat mobilnya meinggalkan lokasi perkelahian barusan, ia bahkan melepaskan jas biru yang cukup membuatnya risih.
Andika adalah bawahannya Marvel yang akan menemaninya selama misi ini berlangsung. Kali ini Marvel mengambil peran sebagai bos mafia yang akan berurusan dengan Naga Merah.
"Setelah ini ayo kita buat organisasi ilegal!" Cetus Marvel.
"Beneran?" Tanya Andika.
"Kenapa? mau melamar jadi asisten pribadi?"
"Nggak! aku mau jadi tangan kanan abang!" Jelas Andika.
"Baiklah akan abang pertimbangan kan!" Jelas Marvel membuat keduanya tertawa puas.
"Fokus nyetir!" Cetus Marvel setelah menghentikan tawanya.
"Siap bos mafia!" Seru Andika dengan penuh semangat dan kembali fokus menyetir.
______________________
"Kamu yakin dengan manusia itu?" Tanya Temi dengan wajah sangarnya, dengan mata yang terus menatap sosok lelaki yang berdiri tegap di hadapannya.
Saat ini semua anggota petinggi Naga Merah sedang berada di ruang perundingan, mereka terlihat begitu serius, bahkan suasana ruangan tersebut benar-benar begitu tegang.
"Iya, saya sudah melihat cara kerjanya! lagi pula dia di rekomendasikan langsung oleh Ketua Besar!" Jelas Lelaki kekar yang memegang posisi sebagai kepala keamanan di Naga Merah, dan selama ini ia juga merupakan salah satu orang kepercayaan Temi dalam menyelesaikan semua masalah.
"Tapi aku meragukannya!" Jelas Lestari yang mulai angkat bicara.
"Apa yang membuat kamu ragu?" Tanya sang kepala keamanan yang memiliki nama lengkap Lexel.
"Aku sama sekali belum pernah mendengar namanya di dunia hukum!" Jelas Lestari.
"Oke, akan aku perlihatkan!" Jelas Lexel yang langsung memutarkan sebuah vidio sidang di layar ponselnya.
Semua mata menyaksikannya dengan begitu seksama.
"Aku mau kamu mengurus semuanya tanpa menyebutkan nama Naga Merah. Selesaikan tanpa menimbulkan sedikit pun masalah!" Jelas Temi dan langsung meninggalkan ruangan tersebut.
"Aku harap kamu tidak mengecewakan kami!" Cetus Lestari dan ikut meninggalkan ruang pertemuan.
"Meski aku masih ragu, tapi aku ingin melihat keahlian mu!" Cetus seorang anggota lainnya.
"Bekerjalah dengan baik, jika tidak maka kamu tidak akan pernah melihat dunia ini lagi!" Jelas Salah satu lainnya.
"Semoga kita bisa terus melanjutkan kerja sama kita dengan baik!" Tegas Fadhil sambil mengulurkan tangannya kearah Rakes yang bahkan sama sekali tak bisa ia kenali karena penampilan Rakes sukses menipu semua mata yang ada di sana.
"Terima kasih!" Ujar Rakes lalu menjabat tangan Fadhil.
Setelah semuanya keluar dari ruangan tersebut, perlahan Lexel mendekati Rakes.
"Semoga kali ini kita bisa melakukannya dengan baik!" Jelas Lexel dengan suara yang begitu pelan dan lekas keluar tanpa menoleh lagi pada Rakes.
(Akan aku akhiri semua ini, termasuk kesalah pahaman di masa lalu! mungkin dulu aku belum memiliki keberanian sedikitpun, tapi tidak dengan kali ini! sekarang aku sudah cukup berani untuk melenyapkan mereka semua hingga keakarnya. Ayah, papa, aku pastikan aku akan menyelesaikan semua yang telah aku mulai sejak dulu. Aku akan mengakhirinya, pasti akan mengakhirinya!) Tegas hati Rakes pada dirinya sendiri.
Rakes sejenak memperhatikan penampilan barunya, sepatu hitam mengkilat, celana dan jas yang terpasang rapi di tubuh kekarnya, serta rambut pendek yang mengekspos seluruh dahinya, lalu jambang dan berewok tipis yang melekat di wajahnya membuat penampilannya benar-benar bak seorang pengacara yang sebenarnya.
(Tahi lalat yang manis!) Gumam batin Rakes sambil menyentuh tahi lalat yang menempel di ujung bawah mata kanannya.
Sedikit menarik ujung jas agar kembali terlihat rapi, lalu tangan Rakes meraih tasnya yang ada diatas meja dan kemudian melangkah keluar dari ruangan tersebut.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊
Stay terus sama My Princess😘😘😘
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️❤️