My Princess

My Princess
#099



Hari ini Zea duduk seorang diri karena Rafeal teman sebangkunya tidak datang. Setelah mengikuti dua mata pelajaran akhirnya bel istirahat menggemparkan seisi sekolah. Pak Wanto guru sejarah yang tadinya mengajar di kelas Zea, akhirnya keluar dengan meninggalkan lima soal sebagai PR, setelah sang guru meninggalkan kelas para murid langsung berhamburan keluar kelas.


"Rafeal kemana?" Tanya Rayyan sambil terus memasukkan buku ke dalam ranselnya.


"Lagi kurang sehat katanya." Jelas Zea.


"Kurang sehat atau menghindar dari pelajaran sejarah yang membosankan?" Cetus Bian.


"Biarin aja, lagian selama SMA dia jarang libur!" Jelas Taufan.


"Ya udah hayo ke kantin, lapar!" Jelas Namira yang lekas bangun dari kursinya.


"Aku pesan seperti biasa ya, aku ke toilet sebentar!" Jelas Zea yang bergegas ke kamar mandi.


"Jangan lama ya!" Tegas Rayyan.


"Kalau lama bagian elo bakal aku sikat!" Ancam Bian.


"Coba aja kalau punya nyali!" Tegas Zea yang masih berada di ambang pintu kelas.


"Udah buruan sana!" Ujar Taufan.


Zea bergegas ke kamar mandi sedangkan yang lainnya langsung ke kantin.


Zea yang baru keluar dari WC berjalan menuju cermin untuk membenarkan jilbabnya yang sedikit berantakan.


"Perasaan nih pipi makin berisi aja, waah harus diet nih!" Ujar Zea pada dirinya sendiri sambil terus menyentuh kedua pipinya secara bergantian.


"Ada pelakor rupanya!" Cetus Cindy dengan suara lantang hingga membuat beberapa orang siswi lainnya segera keluar.


"Pelakor teriak pelakor, dasar wanita tak tau diri!" Cetus Zea kesal lalu segera keluar.


Sebelum Zea keluar, tangan Cindy telah lebih dulu menarik ujung jilbab Zea di bagian belakang.


"Lepas!" Tegas Zea.


"Ini peringatan terakhir dari aku, jauhi pak Rakes!" Gumam Cindy bersamaan dengan menarik kasar jilbab Zea.


Ulah Cindy membuat tubuh Zea terpental beberapa langkah ke belakang, untung Zea bisa menyeimbangkan tubuhnya jika tidak tubuhnya pasti telah mendarat di lantai.


"Kamu..." Geram Zea yang langsung menarik rambut Cindy.


"Lepas!" Gumam Cindy dengan tangan yang mencoba mendorong tubuh Zea.


Zea melepaskan tangannya dari rambut Cindy lalu tangan kirinya menarik lengan Cindy lalu menghempaskannya secara kasar, membuat tubuh Cindy meringkuk di pojok kamar mandi.


"Jangan usik ketenangan ku!" Gumam Zea dengan penuh amarah.


"Dasar perempuan murahan! penggoda!" Teriak Cindy bersamaan dengan melemparkan sepatunya kearah Zea.


Zea mencoba mengelak namu tiba-tiba dua anggota club Cindy datang dan menghadang dari depan membuat Zea berbalik arah di saat yang bersamaan pula lemparan Cindy tepat mengenai perut Zea.


"Awwww!" Jerit Zea dengan tubuh yang langsung merunduk dan kedua tangan yang dengan spontan menggenggam bagian perutnya.


"Udah nggak usah pura-pura deh, aku tau kamu cuma mau menjebak aku kan?" Cetus Cindy.


Cindy kian mendekat lalu kembali menarik jilbab Zea.


"Kalian benar-benar!" Gumam Zea yang langsung melayangkan tinjunya ke wajah Cindy.


Meski harus menahan rasa sakit pada bagian perutnya, Zea kembali menghajar kedua sahabat Cindy.


"Zea....!" Panggil Rayyan yang baru saja datang.


"Rayyan..!" Ujar Zea melemah dan akhirnya jatuh pingsan.


Dengan cepat Rayyan langsung memeluk tubuh lemah Zea.


"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Rayyan.


"Dia yang mulai, dia yang tiba-tiba datang lalu menyerang kami!" Bohong Cindy.


"Jika sesuatu terjadi pada Zea, aku akan menuntut kakak bertiga!" Tegas Rayyan yang langsung menggendong tubuh Zea.


________________


"Kenapa mereka lama sekali sih? ntar keburu dingin nih bakso!" Keluh Bian.


"Tiba-tiba perasaan aku nggak enak, ayo kita susul mereka!" Jelas Taufan.


"Ayo buruan!" Desak Namira.


Ketiganya langsung meninggalkan makanan mereka begitu saja di atas meja kantin, mereka langsung bergegas menuju toilet cewek.


Sesampai di sana Namira langsung masuk untuk memeriksa dan hasilnya keadaan toilet sepi, tidak ada satu siswi pun di sana.


"Kosong!" Jelas Namira saat menemui Bian dan Taufan yang menunggu di depan toilet.


"Kemana mereka berdua?" Tanya Bian yang begitu kesal.


"Hai, kalian lihat Zea ama Rayyan nggak?" Tanya Taufan pada salah satu murid yang sedang melintas di depan toilet.


"Apa maksudmu siswi kelas satu yang memakai jilbab?" Tanya murid tersebut memastikan.


"Iya! apa kamu melihatnya?" Tanya Namira.


"Dia baru saja di bawa ke UKS." Jelas murid tersebut.


"UKS? apa dia terluka?" Tanya Bian yang semakin panik.


"Aku juga kurang tau pastinya gimana." Jelas murid tersebut.


"Ya udah, terima kasih!" Ujar Namira.


"Ayo buruan!" Aja Bian lalu ketiganya segera berlari ke arah UKS.


"Bagaimana keadaan Zea?" Tanya Bian setelah sampai di UKS.


"Bu Dewi bilang dia baik-baik saja!" Jelas Rayyan.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Namira.


"Zea, elo pasti di keroyok kan? kalau nggak, nggak mungkin kamu kalah!" Cetus Bian.


"Sebaiknya kalian kembali ke kelas, ini sudah jam belajar, Zea biar ibu yang jaga lagi pula sebentar lagi ayahnya datang." Jelas Dewi sang penjaga UKS.


"Tapi bu....!" Keluh Rayyan.


"Udah kalian kembali aja ke kelas, lagi pula aku baik-baik aja kok." Jelas Zea.


"Oke, nanti pulang sekolah kita bakal merayap ke rumah kamu." Jelas Bian dan lekas keluar dari UKS.


"Buk, tolong jaga sahabat saya dengan baik!" Pinta Taufan.


"Pasti!" Jawab Dewi.


"Kami ke kelas dulu ya!" Ujar Rayyan.


"Hmmmm!" Ujar Zea.


"Kami permisi buk!" Ujar Namira.


Rayyan, Taufan, Bian dan Namira langsung keluar dari UKS. Dewi kembali melangkah mendekati Zea yang masih terbaring lemah.


"Zea, apa ada yang kamu sembunyikan?" Tanya Dewi.


"Maksud ibu apa?" Tanya Zea.


"Ntahlah ibu juga ragu, sebaiknya setelah ini kamu langsung ke rumah sakit." Jelas Dewi.


"Assalamualaikum!" Suara dari luar pintu UKS.


"Iya masuk!" Ujar Dewi.


Perlahan Rakes melangkah masuk ke dalam UKS.


"Loh pak Rakes!" Ujar Dewi yang memang kenal dengan Rakes kerena beberapa kali pernah bertemu bahkan mengobrol saat Rakes mengajar si sekolah tersebut.


"Bu Dewi, hmmmm saya di minta oleh ayahnya Zea untuk menjemput Zea." Jelas Rakes.


"Oh baiklah! sebaiknya bapak langsung bawa Zea ke rumah sakit." Jelas Dewi.


"Sebenarnya apa yang terjadi? apa dia terluka?" Tanya Rakes panik.


"Saya tidak berani menerka, lebih baik kalian langsung memastikannya ke rumah sakit!" Jelas Dewi.


"Kalau begitu kami permisi bu, terima kasih atas bantuannya!" Jelas Rakes.


"Sama-sama pak Rakes." Ujar Dewi.


Rakes langsung mengangkat tubuh Zea lalu segera membawanya menuju mobil yang terparkir di parkiran depan sana.


"Chim chim!" Ujar Zea.


"Diamlah..." Pinta Rakes sambil terus menggendong Zea hingga ke mobil.


Setelah meletakkan tubuh Zea di kursi lalu memasangkan sabuk pengaman, Rakes bergegas masuk ke mobil. Mobil Rakes segera keluar dari area sekolah lalu melaju menuju rumah sakit.


"Apa masih sakit?" Tanya Rakes yang khawatir.


"Cuma sedikit, masih agak nyeri di sini!" Jelas Zea sambil menyentuh bagian perutnya.


"Apa yang terjadi? apa perut mu terbentur dengan sesuatu?"


"Aku tau, Chim chim mengkhawatirkan Raze Junior kan? sebenarnya, aku juga begitu ketakutan, aku tidak ingin kehilangannya!" Jelas Zea.


Zea yang sadari tadi mencoba untuk tetap kuat di depan semua orang kini akhirnya tumbang juga, air matanya kian menetes, ia terlihat begitu takut dan khawatir bahkan kedua tangannya terus saja memeluk perutnya sendiri.


"Tenanglah, Raze junior pasti akan baik-baik saja!" Ujar Rakes.


"Bagaimana jika dia kenapa-napa? aku takut, aku takut!" Tangis Zea semakin menjadi.


"Zea, Raze Junior pasti akan baik-baik saja, dia mewarisi darah serigala dan juga darah monster, dia pasti kuat!" Tegas Rakes.


"Hmmmm, sayang tetaplah baik-baik disini ya!" Ujar Zea yang kembali mengusap lembut perutnya.


"Kamu istirahatlah, jangan pikirkan yang tidak-tidak, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit." Jelas Rakes lalu mencoba mengusap kepala Zea dengan satu tangannya lalu kembali fokus menyetir.


Mobil Rakes terus melaju menelusuri setiap jalan hingga keduanya sampai di rumah sakit.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊


Stay terus sama My Princess😘😘😘


KaMsaHamida❀️❀️❀️❀️❀️


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Hai semuanya πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Sahabat setianya My Princess, apa kabar semuanya?


HmmmmmmmπŸ€”πŸ€” jadi gini,,,,


Sebenarnya aku mau promosi novel terbaru aku judulnya


🌹Mirza&Meisha🌹


Coba manteman mampir ke sana ya, coba aja dulu, bakal seru dan lucu kokπŸ˜…πŸ˜…


Nah cari aja yang sampulnya ini nih



Jangan lupa mampir ya, terus jangan lupa tinggalkan juga jejak Like n komen@,,,,


semoga manteman menyukai😘😘


jangan lupa yaπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


Terima kasih😊😊😊😊