Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Es krim



Irlandia~


Airyn dan Hansell saat ini berada di sekolah mereka, kedatangan dua orang penting itu disambut baik oleh seluruh guru dan murid, tak jarang semua orang begitu takjub dengan dua pasangan serasi yang begitu cocok itu, Airyn hanya bersikap dingin seperti biasa, sedangkan Hansell begitu ramah seperti dirinya, pria itu mendapatkan pujian yang tidak habis-habis nya dari para siswi, membuat Airyn sedikit risih melirik ke arah pria itu, setelah mereka mengunjungi setiap tempat, akirnya Airyn dan Hansell berlalu keluar dari sana, Hansell memasangkan setbell untuk wanita itu, sedangkan Airyn sedari tadi hanya bungkam tanpa menghiraukan pria yang mencoba mengoda diri nya


“Airyn apa kau mau kesuatu tempat?” tanya Hansell saat diri nya sibuk mengemudi


“Tidak” balas Airyn singkat


"Apa kau baik-baik saja?” tanya pria itu sembari melirik ke arah Airyn


“Tentu saja” balas Airyn ketika memalingkan wajah ke arah samping “kenapa aku kesal sekali” gumam Airyn.


Melihat sikap cuek Airyn, Hansell megerti gadis itu tidak dalam keadaan baik, dia berhenti disebuah mini market, membuat Airyn memandang ke arah depan, dia melihat mini market yang begitu kecil yang sebelum nya tidak pernah di singahi oleh Nona Petrov


“Turun lah” pinta Hansell, ketika membukakan pintu mobil untuk wanita yang masih setia mengamati mini market di depan mata tersebut


“Kenapa kau mengajak ku kesini?” tanya gadis itu tanpa beranjak dari kursi duduk


“Turunlah” Hansell melepaskan setbell yang membalut tubuh Airyn, dia meraih tangan Airyn untuk menuntun gadis itu keluar dari sana, Hansell mengandeng tubuh mungil itu smabil memasuki mini market kecil, membuat pelayan toko memberi hormat kepada pasangan yang baru memasuki toko


“Airyn apa kau mau es krim?” tanya Hansell


ketika mata nya jeli melihat ke arah depan, memperharikan seluruh bagian eskrim


“Mau” balas Airyn dengan wajah berbinar, sekarang mereka berdua berdiri disebuah freezer es krim, terlihat jelas banyak nya aneka eskrim disana, membuat mata Airyn tak henti membulat, es krim tersebut tidak pernah dicoba sebelum nya, mungkin ini kali pertama Airyn akan mencoba eskrim mini market, membuat Hansell hanya tersenyum melihat gadis itu, dia menunjuk beberapa es krim untuk Airyn, seketika gadis itu memilih nya secara random dengan raut wajah bahagia


“Apa kau yakin mencoba sebanyak ini?” tanya Hansell tidak percaya, bahkan diri nya tengah mengitung banyak eskrim di gengaman tangan nya saat ini


“Tentu saja, tambah lagi, aku ingin mencoba semua” seru Airyn membalas pertanyaan Hansell


“Tidak!!” Hansell meletakan kembali eskrim dari tangan nya, dia teringat kejadian di tiongkok lima tahun lalu, Hansell mengurungkan niat, dia memilihkan dua varian rasa yang disukai Airyn


“Hansell apa yang kau lakukan” Airyn mengambil kembali ekrim tersebut dari Frezeer


“Tidak Ryn!!” Hansell merebut nya dan meletakan kembali eskrim tersebut di temapat semula, membuat pelayan toko mengelengkan kepala melihat dua pasangan yang berdebat di depan mata nya


“Bukan nya kau ingin membelikan ku eskrim, aku belum pernah mencoba ini, apa salah nya jika aku mencoba semua ini” bentak gadis itu dengan kesal, bahkan di bersungut-sungut ke arah Hansell


“Aku tidak akan mengizinkan mu memakan sebanyak ini, apa kau lupa kejadian di Tiongkok, aku tidak akan mengizinkan itu terjadi lagi” Hansell meletakan eskrim tersebut ke freezer sembari menarik tangan gadis yang dicintai nya itu


“Aku mau nambah satu lagi” celetuk Airyn dengan manja, membuat langkah Hansell terhenti, dia memandang ke arah Airyn dengan wajah yang begitu memerah, membuat Hansell tak mampu mengendalikan diri melihat raut wajah Airyn saat ini “imut sekalu!!! ” gerutu frustasi Hansell saat menyaksikan Airyn dihadapan nya


“Aku akan memberikan nya dirumah” balas pria itu sembari berbisik ketelinga Airyn, membuat gadis itu mengerutkan kening akibat tidak mengerti, namun Hansell menatap nya seperti pemangsa, membuat tubuh Airyn merinding atas tatapan itu


“Tidak sayang, aku tidak mau, ini saja” seketika Airyn mengerti dengan apa yang di berikan Hansell kepada nya di rumah nanti, dia begitu patuh sembari mendorong pria itu membayar dua eskrim yang ada di tangan pria itu, tentu saja Hansell terkekeh saat godaan nya berhasil untuk dimengerti gadis imut itu.


Mereka berdua kembali ke mobil untuk melaju pulang, Hansell masih saja tersenyum memikirkaan bagaimana imut nya wajah manja Airyn, membuat gadis itu tidak mengerti dengan tingkah aneh Hansell yang sedari tadi mengulas tawa malu-malu yang mengelikan di pandangan mata Airyn.


“Tentu saja aku memikirkan mu” balas pria itu sembari melirik ke arah kekasih nya, membuat Airyn menjadi gagap membalas perkataan Hansell barusan


“Kenapa kau memikirkan ku, aa….apa yang kau fikirkan” tanya nya dengan menyembunyikan senyum yang tertarik di sudut bibir


“Apa kau ingin tau? aku fikir kau sudah mengetahui nya” balas Hansell dengan begitu ingin memandang Airyn


“Hansell!!” Airyn sedikit berteriak lantaran dirinya begitu gugup, dia mengerti pria itu memikirkan hal jorok tentang mereka, namun Airyn tidak sanggup untuk membahas nya, karna itu sangatlah memalukan “kau..kau kenapa ramah sekali kepada siswi, menyebalkan sekali” celetuk nya seketika


“Apa kau sedang cemburu?” saut Hansell dengan wajah gembira


“Cemburu! Siapa yang cemburu! aku hanya geli saja” sangkal Airyn, sebab dia begitu malu untuk mengakui fakta sesungguh nya


“Heii..pacar ku sedang cemburu” sosor Hansell, seolah dia mengetahui hal itu dari tingkah Airyn saat ini.


“Tidak, kau ini percaya diri sekali” Airyn meraih kantong kresek yang membungkus es krim tersebut, dia membuka satu eskrim rasa vanilla untuk diemut nya, membuat Hansell hanya tersenyum dengan tingkah barusan, bahkan pria itu memikirkan hal liar saat melihat Airyn mengemut eskrim vanilla nya.


Airyn begitu lahap dengan eskrim yang memberikan sensasi nikmat di lidah nya, bahkan membuat gadis itu tidak menyangka eskrim ini begitu nikmat dari yang dibayangkan, seketika Airyn menghabiskan dalam waktu singkat, membuat Hansell tidak percaya dengan kemampuan kekasih nya itu, Airyn meraih satu eskrim lagi, dia membuka nya tanpa permisi hingga wajah Hansell berubah kecewa.


“Airyn itu punya ku” seru Hansell saat melihat eskrim coklat di habisi oleh Airyn


“Apa maksud mu, ini milik ku, bukan nya aku yang memilih rasa coklat dan vanilla, kau bahkan melarang ku mengambil satu lagi” seru Airyn dengan begitu lihai menghabiskan eskrim tersebut


“Tapi aku membelikan mu satu, dan milik ku satu, bagaimana bisa kau menghabiskan dua, kau ini nakal sekali” celetuk Hansell


dengan kesal


“Salah mu sendiri, kenapa pelit sekali” sindir Airyn membuat Hansell hanya tersenyum seolah dia bersusah payah untuk menyembunyikan nya, karna pria itu ingin sekali melihatkan wajah datar pada Airyn sebab mengoda gadis pemarah sangatlah menyenangkan.


Seketika Airyn sudah menghabisi dua eskrim dengan waktu yang singkat, dia begitu bahagia dengan sensasi nikamat yang dirasakan, tanpa disadari Hansell sedari tadi hanya diam saja, membuat Airyn ikutan hening sepanjang perlajanan “apa dia marah padaku, karna menghabiskan dua eskrim, tapi itu kan salah nya sendiri terlalu pelit, bagaimana bisa aku membagi nya jika eskrim itu hanya ada dua, bahkan itu tidak cukup untuk ku” gumam gadis itu saat memandang ke arah Hansell, seketika dia memalingkan wajah untuk melihat ke samping, tentu saja Hansell melirik Airyn dengan menahan senyum nya “apa dia merasa aku sedang marah” kekeh Hansell di dalam hati nya.


Seketika saja mobil mereka berhenti didepan rumah Airyn, membuat gadis itu melihat ke arah pria nya yang saat ini mengeluarkan ponsel untuk memeriksa “biasanya Hansell membukakan pintu untuk ku, apa sekarang dia membukakan pintu untuk ku? Tapi jika dia tidak membukan pintu bagaimana?” tanya Airyn kepada dirinya sendiri.


“kenapa kau belum keluar?” celetuk Hansell saat dirinya melirik ke arah Airyn yang masih mematung di dalam duduk


“Ooh..aku akan keluar” Airyn begitu kelabakan atas pertanyaan Hansell barusan, membuat dirinya begitu malu dengan keadaan, melihat sikap kikuk dari gadis yang di cintai nya itu, tentu saja Hansell semakin ingin mengoda “apa dia benaran marah hanya perkara eskrim, itu terlalu kekanak-kanakan” gerutu Airyn didalam hati, bahkan di tengah kesibukan nya melepaskan setbell gadis itu tetap saja mengutuk-ngutuk, dengan kesal Airyn membuka pintu, namun dengan cepat Hansell menarik tangan wanita nya, dia mengkecup bibir Airyn dengan menghabisi tanpa sisa, bahkan masih terasa rasa eskrim yang tadi dinikmati gadis itu, membuat Hansell melumat hingga rasa itu hilang dari mulut Airyn


Tentu saja Airyn kaget dengan apa yang dilakukan Hansell, dia mencoba menjauh namun Hansell menahan tubuh nya, membuat Airyn tidak bisa menolak selain menikmati, ada rasa bahagia yang menjalar keseluruh hati, merambat kebagian yang begitu nyaman, tanpa segan Airyn melingkarkan tangan dengan bahagia, dia tidak menyangka pria ini berani mempermainkan dia.


Hansell hanya tersenyum seolah dia ingin sekali tertawa, seketika ciuman mereka lepas, hingga saling menatap dengan jarak yang begitu dekat


“Apa kau mempermaainkan ku” seru Airyn dengan malu


“Tidak sayang, aku ingin menikmati bagian ku, kau menghabisi eskrim ku, tentu saja aku harus menikmati nya seperti ini” seketika bibir Hansell menempel ke bibir Airyn, membuat wanita itu tak habis pikir dengan tingkah kanak-kanakan pria itu.


“Kau menyebalkan” gerutu Airyn disaat bibir mereka masih saja bertautan, membuat Hansell mengkecup nya dengan kecepatan tinggi, dia melumat hingga Airyn ngosngosan, bahkan detak jantung mereka saja saling mengejar. Meskipun hal seperti ini sangat sering dilakukan, namun Airyn masih saja merasa degdegan saat Hansell mencubu nya, dia masih saja merasa kaku untuk membalas ciuman kekasih nya, membuat Airyn memainkan peran sebagai penikmat saja.