Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Kakak kandung Somi



Dokter James berada di sebuah halaman yang berada di belakang rumah sakit, dia memberikan teh hangat kepada Somi, sembari mengulas senyum seraya mendekatkan diri kepada wanita itu, sedangkan Somi hanya menerima minuman tersebut tanpa membalas senyuman yang diberikan kepada nya, dengan perlahan dia menyeruput minuman tersebut sembari memandang ke arah depan.


“kapan aku dikeluarkan dari sini?” tanya nya dingin


“kenapa kau ingin sekali keluar dari sini, bukan kah tempat ini yang tepat untuk mu seakarang” balas James atas pertanyaan yang di katakan oleh Somi kepada nya


“apa kau gila!!! Aku bukan orang gila, bagaimana bisa kau menahan ku di tempat seperti ini” teriak nya, sebab dirinya tak habis pikir orang aneh ini menahan diri nya disini, padahal dia mengetahui Somi tidak memiliki gangguan jiwa, lain dari itu semua Somi tidak pernah mengenal orang aneh ini sebelum nya, tiba-tiba saja pria ini muncul dihadapan nya dan menawan dirinya di sebuah rumah sakit jiwa, tentu saja sangat sulut untuk dia menerima semua kenyataan tersebut


Mendengar bentakan dari pasien nya James hanya mengulas senyum, dia melirik ke arah gadis tersebut dengan kilauan tajam yang membuat buku kuduk siapapun merinding menyaksikan nya, bahkan Somi bergindik takut menyaksikan tatapan itu


“jika aku katakan, kita bersaudara bagaimana?” balas nya, membuat Somi melebarkan mata menatap pria asing itu


“ tidak mungkin!!! Karna aku tidak memiliki saudara, dan pertanyaan mu itu sangat gila” balas nya dengan begitu tak menyangka dengan semua hal aneh itu, meskipun tatapan itu belum redup


“gila? Tapi itulah kenyataan nya!! Kita memang saudara” tutur nya membuat Somi semakin tidak percaya


“tidak mungkin, kau berbohong, apa kau sedang mempermainkan ku!!” teriak nya sekali lagi, membuat James menatap tajam ke arah Somi, hingga gadis itu memundurkan diri nya ke arah belakang


“jika aku bisa memilih, aku tidak ingin bersaudara dengan mu!! Bahkan aku tidak ingin terlahir dari rahim ibu mu” tegas nya dengan sorot mata tajam, bahkan tangan nya mencengkram lengan Somi, membuat gadis itu bergetar tak meyangka pria itu sangat mengerikan


“apa..apa maksud mu, tidak mungkin” racau nya dengan tidak mengerti lagi


terhadap keadaan


“tidak mungkin, kau berbohong..aaku..aku tidak memiliki saudara, ini tidak mungkin” racau nya sembari menghempas tangan James untuk melepaskan diri


“keluarlah dari sini, dan tanyakan semua nya pada ibu mu. Cukup satu kata saja yang kau ucapkan, siapa itu James!! Kau akan mengetahu semua nya lewat ekspresi yang ditampilkan nya” balas pria itu kepada Somi.


Seketika Somi berlari keluar, dia tidak ingin percaya dan tak mau percaya, bagaimana bisa dirinya memiliki saudara, bagaimana bisa dirinya dan pria aneh itu memiliki ikatan darah, bahkan Somi merinding mengingat kembali tatapan menyeramkan itu, dia menyelusuri tepian jalan seakan tak ingin menerima fakta yang di ucapkan, dia menolak percaya saat tatapan pria itu begitu meyakinkan, selama ini somi hanya mengetahui ibu nya meninggalkan Irlandia karna masa lalu buruk bersama ayah nya, tapi ibu nya mengatakan ayah nya lah yang menelantarkan mereka, hingga Somi tumbur dan besar bersama Tuan Ji.


Sedangkan James dia merasa puas meluapkan semua hal yang dipendam nya selama ini, dia sangat membenci wanita yang melahirkan nya dan wanita yang mengandung nya dirahim selama sembilan bulan, jika bukan karna diri wanita itu, James tidak akan menjadi seperti sekarang, pria itu membenci ibu Somi yang tak lain ibu kandung nya, akibat semua kebencian nya kepada Ibu kandung nya merubah james untuk membenci Wanita, hingga hari ini dia tidak ingin hidup dengan wanita manapun, bahkan membuat tubuh nya jijik jika berhubugan dengan wanita, namun pada akirnya Airyn merubah dirinya, hanya saja Airyn yang bisa membuat diri nya nyaman.


Selama ini dia sangat tidak percaya kepada wanita lantaran masa lalu nya yang kelam dengan ibu kandung nya, membuat James berfikir wanita makluk lemah yang menyusahkan, namun setelah mengenal Airyn James mulai menyadari sesuatu, tidak semua wanita itu sama, dia terlalu terpaku dengan masa lalu membuat diri nya tidak ingin melupakan semua itu, namun entah kapan ketertarikan nya kepada Airyn mengeluarkan nya dari trauma yang dihadapi nya, dirinya melihat sisi berbeda dari Airyn, selama ini semua gadis sama saja, lemah, menyusahkan, dan hanya menginggalkan luka, namun Airyn sangat berbeda dan bertolak belakang dengan semua nya, gadis itu kuat, tangguh dan juga mengerikan, namun ada sisi luar biasa yang tidak pernah ditemui nya kepada wanita mana pun, yaitu Airyn mampu bertahan dibalik luka ditinggalkan yang di alaminya


James sudah terbiasa dengan Airyn yang sebagai pasien nya, hingga entah kapan ada ketertarikan bernama cinta melanda hubungan mereka, James hanya berusaha untuk menyembuhkan Airyn dari masa lalu nya, namun gadis itu selalu melawan diri untuk mengingat pria bernama Jansell, hingga pada akir nya Airyn memaksa James mengembalikan semua ingatan nya tentang Hansell kembali, tentu saja saat itu James merasa terluka, dia bahkan belum berjuang untuk mendapatkan nya namun harapan nya sudah dipatahkan oleh fakta, bahwa Airyn hanya mencintai satu pria yaitu Hansell.


Disaat itu juga, James mengungkapkan perasaan nya kepada Airyn, tentu saja wanita itu menolak nya, hingga James berlaku menjadi orang berbeda, menjadi sosok yang tidak dikenali Airyn sebelum nya, tentu saja James mengeluarkan sosok dirinya yang sesungguh nya, lebih tepat nya seperti James yang memancarkan kebencian kepada Somi.


Saat itu Airyn sangat ketakutan mengahadapi nya, hingga James memberikan satu persyaratan lagi, jika Airyn terluka karna Hansell dia akan menghapus Hansell dari kehidupan gadis itu, meskipun fakta nya dia menyalahgunakan bidang nya, namun James siap melakukan itu semua.


Karna itulah saat terakir kali James menjenguk Airyn, wanita itu sangat ketakutan lantaran kata yang di ucapkan James kepada nya sangat mengerikan untuk Airyn hadapi, pada akirnya dia menyadari tidak semua orang itu bisa menerima kehadiran orang baru saat dirinya masih bersama masa lalu, wanita itu memeluk Hansell dengan begitu erat nya, seakan diri nya tidak ingin James menghapus semua ingatan nya kepada Hansell


Dengan berat hati dirinya berusaha undur diri sebelum diri nya belum masuk kedalam kehidupan Airyn. Namun ada satu hal yang merubah diri nya, berkat semua itu James bisa menghadapi masa lalu nya, tentu saja menghadapi wanita yang meninggalkan nya, dia merasa sudah waktu nya untuk mengobati luka nya, sudah waktu nya menghadapi dua wanita itu, meskipun amarah dan benci nya tak mereda melihat kondisi Somi yang memprihatinkan, namun James tetap akan melakukan nya, dia akan melawan rasa takut nya sendiri meskipun semua ini sangat sulit.