
Airyn memilih mandi di pagi hari, bahkan gelap masih terasa nyata namun ia memilih air hangat untuk mengistirahatkan fikirkan, kali ini tentu saja Airyn tidak bisa lagi menoleransi sikap Hansell, ia bahkan tidak akan memberikan maaf dengan mudah pada suaminya. Jika nanti Hansell kembali, Nona Pertov akan mengintrogasi pria itu atas apa yang sudah ia lakukan malam ini, meninggalkan Airyn sendirian di tengah malam dan pergi entah kemana tanpa ada kabar, bahkan ia menghilang beserta orang-orang Airyn secara bersamaan, tentu rasanya Airyn tidak bisa mengatakan apapun lagi selain menunggu kedatangan Hansell.
Udara pagi yang begitu sejuk, membuat wanita hamil itu melilitkan handuk berwarna putih ke tubuhnya, menyerap permukaan air yang ada di seluruh kulit agar terasa hangat, bahkan ketika dirinya berjalan ke Closet room, Airyn mengusap kepalanya dengan handuk kecil untuk mengeringkan rambut, tentu aroma lavender khas tubuhnya menjadi wangi shampo yang Airyn gunakan, bahkan wanita itu mengambil satu set pakaian hangat yang ada di ruang berbeda dari ranjang tidur mereka
Ia memilih pakaian rumahan yang cukup hangat di tambah rajutan wol menjadi luaran, Airyn tentu membuka jendela kamar untuk melihat matahari yang masih malu-malu menampakan diri, menghirup aroma segar yang hanya di rasakan beberapa waktu untuk menjadi ketenangan pagi ini, rasanya Airyn cukup nyaman untuk pagi yang cukup kesepian, hingga sesejuk apapun pagi ini tetap ada rasa gelisah yang tidak bisa Airyn defenisikan.
Airyn berjalan menuju tangga, membuat dirinya berpapasan dengan Angel, yang kala itu juga turun dengan pakaian olahraga yang sepertinya bersiap-siap untuk lari pagi, gadis itu mengandeng tangan Airyn layaknya anak kecil yang manja untuk membantu kakak iparnya, diselingi percakapan mereka tentu saja Airyn menceritakan pada Angel jika Hansell sudah pergi sedari malam tanpa mengabarinya, untuk menyikapi celotehan kakak iparnya, Angel menenangkan Airyn dengan memberi pengertian.
"Mungkin saja kakak memiliki pekerjaan mendesak dan tidak tega membangunkan kak Airyn, karna itulah ia pergi diam-diam" ujar Angel dengan sikap tenang, membuat wanita hamil itu mengerucutkan bibir dengan kesal.
"Aku juga berfikir yang sama. Tapi jika ia kembali, akan aku introgasi untuk menanyakan kemana dia pergi" dengusnya dengan jengkel, membuat Angel terkekeh atas sikap imut yang Airyn tampilkan.
“Lupakan saja tentang kakak, apa kak Airyn ingin lari pagi denganku?” tanya Angel pada wanita itu, membuat Airyn berfikir sebelum akirnya memutuskan.
“Sekitar 15 menit saja ya, takutnya Hansell pulang dan mencariku” ujar Airyn pada adik iparnya yang sangat manis, membuat Angel menganggukan kepala seraya berjalan keluar rumah, bahkan pengawal yang sudah Hansell siapkan untuk siaga sedikit menentang kepergian Airyn, namun Airyn menjatuhkan otoritas dirinya yang tegas hingga mereka mengalah.
“Kenapa Hansell harus melakukan hal ini, menyebalkan sekali” umpat Airyn saat melangkah pelan-pelan, melihat gurat di wajah kakak iparnya, Angel hanya tertawa sebab mengetahui akan Airyn yang tengah kesal pada kakaknya Hansell.
“Sabar ya kak, mungkin kakak hanya khawatir pada istrinya, untuk itulah ia membuat penjagaan seketat ini” seru Angel dengan senyum manis yang menenangkan, tentu Airyn membalas senyuman itu dengan usapan lembut di kepala Angel, mata Angel terpaku pada perut kakak iparnya, rasanya Angel sangat tidak sabar melihat dua anak kembar kakaknya itu, apakah ia akan seperti Hansell atau seperti Airyn, atau jangan-jangan perpaduan dua orang itu.
Namun tetap saja, saat mereka belum lahir sudah membuat Angel begitu gemas akan perut buncit kakak iparnya, hingga rasanya ia tidak sabar lagi mengendong dua anak kembar sekaligus.
Kedua orang itu berjalan dengan santai, bahkan sudah hampir 15 menit perjalanan, tentu Airyn memilih kembali ke rumah untuk meninggalkan perkarangan yang luas itu.
Membuat mata Airyn terpaku melihat kehadiran Darrel yang begitu gusar di depan rumahnya, bahkan Airyn bingung kenapa Darrel ke rumahnya pagi-pagi sekali, sadar atas kehadiran Nona Petrov, dengan segera Darrel berlari menghampiri Airyn yang sudah diakses oleh matanya, pria itu menundukan pandangan dengan hormat seolah gurat cemas mengaliri di permukaaan wajahnya.
“Kenapa pagi sekali kau kerumah ku Darrel? Ada hal apa hingga kau secemas ini?” tanya Airyn pada pria yang begit meragu menghadap dirinya.
“A-Anu…Nona, apa kita bisa bicara sambil duduk?” tawar Darrel pada wanita itu, tentu ia tidak ingin mengambil resiko jika apa yang akan di sampaiaknya membuat wanita itu shock, di tambah kehamilanya yang membesar, sangat bahaya bicara di luar rumah.
“Yasudah bicara di dalam saja” seru Airyn seraya berjalan dengan perlahan menuju ke rumahnya, membuat Darrel mengikuti langkah Nona Petrov dari belakang, seolah ia sangat gugup untuk memulai pembicaraan, bahkan dirinya meremukan jari-jari untuk menghilangkan gugup.
Setelah sampai di ruang tamu, Airyn mengambil posisi untuk duduk, membuat Angel berpamitan untuk ke kamar, lantaran pembicaraan itu amat serius, membuatnya tidak ingin berada diantara kakak iparnya dan juga Darrel.
“Duduklah, kenapa kau masih berdiri saja” tegur Airyn kepada Darrel, sebab hari ini Darrel sangat berbeda dari biasanya, hal apa yang membuatnya secemas itu, hingga terlihat tidak tenang dan seperti sangat kebingungan.
“Maaf Nona, ada sedikit masalah yang tengah heboh, dan dalam semalam menganjlokan harga saham perusahaan, bahkan dalam semalam banyak investor ingin menarik aliran dana yang sudah mereka masukan dalam tander kita, hal ini membuat perusaan utama dan perusahaan cabang sangat merugi” seru Darrel dengan wajah serius, membuat kening Airyn berkerut mendengarnya, hal apa yang membuat kerugian sebesar ini, sebab Airyn merasa tidak sedang melakukan perang dengan siapapun.
“Apa yang terjadi memangnya. Sampai kita bisa merugi seperti itu?” tanya Airyn dengan bingung, membuat Darrel menatap panjang melihat wanita itu, apakah Nona Petrov tidak melihat berita atau ia masih belum mengetahui apa-apa, jika begini bagaimana cara Darrel mengatakanya.
“Apakah anda belum melihat berita?” tanya Darrel dengan kalimat segan, bahkan nadanya begitu rendah sebab sangat tidak enak hati untuk bicara akan masalah yang terjadi.
“Ada apa? Katakanlah, jangan berbelit-belit denganku!” bentak Airyn dengan tidak terima, rasanya sikap Darrel membuatnya semakin tidak sabaran.
“Ini mengenai hubungan anda dan Tuan Hansell” seru Darrel seketika, membuat Airyn memiringkan kepala seraya menatap tajam kearah Darrel, sebab tidak mengerti akan perkataan pria itu. “I-Itu, media mendapatkan data tentang kalian yang merupakan keluarga Farhaven, dimana data anda masihlah anak dari Nyonya Charllot dan Tuan Petrov, sedangkan Tuan Hansell anak dari Nyonya Charmilla dan Tuan Hamillton, hal ini tentu menjadi pertentangan bagi masyarakat sebab anda adalah dua darah yang sama tapi menikah, bahkan banyak pihak organisasi, dan budayawan yang akan bicara akan masalah ini, sebab menentang norma dan juga banyak laporan akan hubungan kalian yang tidak sesuai dengan nilai dan budaya setempat, bahkan sangat membuat kehebohan di seluruh Negara, hal ini memberikan dampak yang buruk pada perusahaan anda Nona, hingga saya sudah menghubungi Frada sejak dini hari namun ia tidak bisa di hubungi, bagaimanapun opini publik harus di tekan, jika dibiarkan terus hal ini akan menjadi besar” jelas Darrel pada Airyn, rasanya mulut pria itu sangat lancar ketika berucap, membuaat Airyn sedikit memahami titik ini, tapi siapa yang berani menganggu dirinya dan Hansell, hingga menyebarkan data itu kepada media, jika terus begini sangat bisa di pastikan Airyn akan kewalahan menghadapinya, di tambah Hansell masih belum kembali.
“Nona Petrov anda harus bertindak untuk melakukan penjelasan kepada media, hanya itu jalan satu-satunya untuk menyelesaikan masalah yang terlanjur besar, bahkan jika anda terus membiarkan anggota Direksi menuntut anda untuk mundur dari jabatan, dan mereka meminta anda menganti ganti rugi yang dialami perusahaan, saya tidak bisa melakukan apapun selain menutup panggilan dari media, saya juga meminta perintah anda atas apa yang akan saya lakukan--”
Hingga mata Darrel terpaku pada Airyn yang mulai meringis kesatikan “N-Nona petrov” teriak Darrel saat menyaksikan wanita itu mulai hilang kesadaran, bahkan rasanya Darrel cukup panik saat melihat kondisi tubuh Airyn yang sangat lemah.
Sesegera mungkin Darrel memanggil pengawal yang telah berjaga di luar, ia juga mengabari Angel yang ada di kamarnya, semua orang panik atas kesadaran Airyn yang mulai menghilang, bahkan Darrel mencoba menghubungi Hansell, namun pria itu tidak mengaktifkan ponselnya, Hansell sudah mencoba menghubungi Frada namun hasilnya tetap saja sama, kemana semua orang pergi hingga Darrel tidak bisa menghubungi siapapun.
Nona Petrov di giring kerumah sakit, ia dibawa ke kamar privat yang ada di lantai atas, bagaimanapun Nona Petrov merupakan pasien VVIP yang sudah memiliki kartu khusus yang tidak bisa diabaikan, sebab hansell memberikan seluruh pelayanan terbaik untuk istrinya di rumah sakit ini, meskipun banyak Dokter yang memeriksa dengan ajudan Nona Petrov yang menjaga, serta Angel yang berputar-putar di depan ruangan Emergency, tetap saja hal itu tidak ada apa-apanya dari pada kehadiran Hansell.
“Angel, apa kau mengetahui kemana Hansell pergi?” tanya Darrel pada Angel yang terlihat begitu tidak tenang, tentu saja Angel tidak mengetahuinya, bahkan Dikra saja yang ia coba hubungi sedari tadi, tidak mengaktifkan ponselnya.
“Aku tidak tahu Darrel!! Kata Kak Airyn, kakak ku sudah dari tadi malam tidak ada di rumah, bahkan kakak tidak mengatakan apapun saat dia pergi, namun ia memperketat penjagaan di rumah, bahkan tadi pagi saja kak Airyn hampir naik pitam pada ajudan yang ingin melarang dirinya berjalan santai di perkarangan rumah” seru Angel dengan gurat paniknya, membuat Darrell menghela nafas dengan berat saat mendengar penjelasan gadis itu.
Sudah di pastikan ada sesuatu yang terjadi bukan, dan dapat di pastikan pasti ada masalah yang tengah Hansell urus, hingga ia rela meninggalkan Nona Airyn tanpa mengatakan apapun, bahkan Dikra temanya saja tidak mengaktifkan ponsel yang hampir sama dengan Hansell, di tambah Frada yang bekerja di bawah perintah Nona Petrov seperti menghilang tanpa kabar, sebenarnya apa yang terjadi pada mereka hingga tidak bisa di temukan.
“Angel teruslah hubungi kakak mu, dan pastikan juga keberadaan Dikra. Aku akan mengurus masalah perusahaan, jadi aku menitip Nona Petrov” seru Darrel dengan sikap tenang, membuat Angel menganggukan kepala seolah ia juga kehilangan arah.
Bagaimana tidak, Hansell kakaknya tidak bisa di hubungi, Dikra kekasihnya sama halnya dengan Hansell, dan sekarang Airyn tidak sadarkan diri, bagaimana bisa Angel tenang ketika di tinggalkan sendiri, bukanlah hal ini akan membuatnya semakin tertekan.
***
Saat ini Frada tengah mengumpulkan seluruh anak buahnya dari seluruh penjuru dunia, yang sangat mahir dalam hal peretasan dan ngebajak komentar, bahkan Frada sudah mengumpulkan mereka dari di suatu grup tertentu di sistem perangkat yang dibuat, tentu saja Frada merupakan orang nomor satu yang bisa meretas dalam waktu 1 menit, ia pemecah rekor pertama di dunia dalam sistem peretasan, untuk itulah sebagai orang yang mahir dengan komputer ia membentuk sebuah grup yang benaung di bawah namanya, yang memiliki kemampuan yang sama dengan Frada, kali ini Frada mengunakan kemampuan itu untuk menimbun opini publik yang semakin sulit di kendalikan, ia bahkan menurunkan rating berita dengan kemampuan yang ia miliki, setidaknya tidak menjadi Hot News pertama di berita dunia lagi.
“Kita tidak bisa menimbun komentar publik terus menerus, kita harus mengeluarkan scandal untuk menutupi scandal” seru Frada dengan frustasi saat bicara dengan Dikra dan Merry, bahkan gadis itu tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengunakaan kekuatan jarinya.
“Keluarkan skandal artis!! Setidaknya itu bisa menutup berita tentang Airyn, di negara ini masyarakat sangat tertarik dengan scandal mereka, bahkan hampir 100% itu berhasil untuk mengalihkan isu politik, aku rasa sangat memungkinkan untuk mengalihkan isi Nona Petrov” seru Dikra pada Frada.
Membuat gadis itu menatap panjang seraya berfikir hingga jari gadis itu mulai mencari tentang sesuatu yang ia miliki, setidaknya saat Frada pernah meretas sebuah CCTV, ia tidak sengaja melihat seorang aktor pria melakukan pelecehan terhadap wanita, Frada memilih tidak mempublikasikanya sebab ia merasa hal itu tidak ada hubunganya dengan Frada, tentu rekaman itu sudah di hapus dari seluruh CCTV yang ada, sebab ia berkisar 2 tahun yang lalu, dan sekarang Frada akan mengunakan vidio yang sudah terletak di Recycle Bin di komputernya, matanya sangat jeli untuk mencari vidio dua tahun lalu, dan tentu membutuhkan waktu memulihkanya.
“Ketemu!” seru gadis itu, hingga jemarinya mulai membuat sebuah akun anonim yang tidak akan mungkin bisa di lacak atau diretas, mungkin untuk hal ini sudah menjadi keahlianya, sehingga Frada tidak akan mempunyai masalah nanti. “Aku minta maaf yang sebesar-besarnya mengunakan dirimu untuk menutupi scandal Nona Petrov, tapi bagaimanapun kau juga harus bertanggung jawab atas perbuatanmu, meskipun saat itu aku memilih tidak mempublikasikanya, anggap saja ini teguran dari tuhan untukmu” racau Frada yang merasa bersalah pada aktor papan atas yang saat ini di manfaatkanya.
***
2 jam berlalu, hingga rasa lega terpampang di wajah Frada, sebab opini publik mulai berpindah pada sang aktor, mengingat ia adalah aktor papan atas tahun ini, tentu dengan beberapa menit saja beritanya hampir tersebar keseluruh dunia melalui akun sosial media dan berbagai jenis betia, entah media televisi atai media cetak, semuanya sangat mengetarkan jagat raya “Berhasil, opini publik sudah tidak tentang Nona Petrov lagi” seru Frada ketika melaporkan hal itu pada Merry, membuat Merry sedikit lega atas kinerja gadis itu.
Tentu saja Dikra dengan segera mematuhi perkataan Merry untuk melakukan bagianya. Tugas Merry adalah menormalkan perusahaan Airyn. Bagaimanapun perusahaan itu tidak boleh karam hanya karna hal seperti ini, dan sedari malam Merry terus bekerja dan terus berpikir, ia bahkan tidak kenal lelah saat memikirkan cara membantu perusahaan putrinya yang mengalami keanjlokan.
Dikra menelfon berbagai daftar investor di perusahaan Airyn, bahkan ia mencoba menekan mereka dengan berbagai jajaran informasi akan perusahaanya yang sudah diketahui oleh Dikra, tentu tidak jauh-jauh dari scandal buaya darat, korupsi, ekploitasi anak di bawah umur, dan bahkan ada pencucian uang, dan obat-obat terlarang yang mereka konsumsi, atau mereka kembangkan, setelah mejejerkan hal itu, Dikra mengatas namakan Hansell Hamillton dan Zates, hingga para Investor di Perusahaan cabang mulai ketakutan.
Begitupun dengan Merry yang tengah menghubungi pihak di Tiongkok untuk menormalkan perusahaan di sana, ia bahkan sedikit berdebat namun berhasil mencapai kesepakatan, tugas Tuan Kim hanya mengikuti perintah Merry untuk terus menekan para Direksi agar tidak bertingkah, sebab Merry menjanjikaan dalam waktu 12 jam semuanya akan normal, tentu mau tak mau Tuan Kim mengikuti perintah wanita itu.
Setelah kedua orang itu selesai dengan permasalahanya, Merry memilih ke kantor cabang yang ada di Korea, bagaimanapun anggota Direksi telah berkumpul sedari pagi untuk meminta Airyn turun jabatan, melihat perkembaangan itu, tentu Merry turun tangan, ia berangkat dengan para pengawal menuju perusahaan cabang, bahkan di perjalanan Merry memperhatikan harga saham yang Frada mainkan mulai menampilkan hasil yang baik.
“Syukurlah” seru wanita itu ketika melemparkan tablet kearah samping, bahkan rasanya Merry cukup pusing namun ia harus bertahan, setelah menyelesaikan para Direksi itu, Merrry akan bisa sedikit bersantai. Sebab sedari awal Merry merasa bertempur antara menang dan kalah, mengamankan Jilixing yang di tahan di penjara bawah tanah yang ada di Italia, merupakan markas utama yang memiliki sistem organisasinya, jadi untuk masalah Jilixing, dia harus menunggu keputusan atas hukuman yang di jatuhkan padanya.
Langkah Merry dengan tegas bergegas ke dalam kantor, ia dengan orangnya membuat semua mata memandang, bahkan kehadirian mereka sangat mencolok hingga menampilkan kesan yang mengerikan. “Siapa orang-orang itu?” tanya para kariyawan yang bergosip, namun bisa Merry akses oleh pendengaranya “Bukankah ia Nona Merry yang merupakan sekretaris pribadi Nona Petrov yang sudah mengundurkan diri? Kenapa dia kesini? Bukankah ia sudah tidak bekerja lagi?” .
Mendengar ocehan itu, Merry mengabaikan mereka, ia berjalan tegas menuju lantai atas untuk menghadiri rapat yang tidak penting, namun akan bermasalah jika tidak ia hadiri.
***
“Apa kau bilang!! Dia jatuh pingsan di keadaan seperti ini? Apakah dia gila!!” bentak seorang pria yang begitu sombong membantah perkataan Darrel, rasanya Darrel ingin menghajar pria itu, namun ia sadar tidak dalam posisi menyerang “Bahkan banyak kerugian yang sudah di dapatkan perusahaan, dan Nona Petrov malah jatuh sakit. Kami masih menoleransi saat dia menyerahkan perusahaan pada suaminya, namun kami tidak bisa menoleransi jika ia berkilah untuk menghindari masalah yang terjadi, bahkan suaminya saja tidak bisa di hubungi. Apa kau fikir masalah ini adalah masalah yang sepele, lagian bagaimana bisa mereka menikah jika keduanya adalah saudara, bahkan hewan saja tidak melakukan itu”
"Jaga mulut anda Tuan Cha!!" geram Darrel dengan tatapan mengancam, bahkan ia sangat kesal saat pria tidak tahu diri itu bicara yang tidak-tidak.
"Kenapa? Bukankah aku benar. Mereka itu sangat memalukan, bahkan wajahku tercoreng karna aib yang mereka buat"
“Beraninya kau bicara seperti itu kepada putriku, apa kau sudah bosan hidup!!” bentak Merry yang kala itu tengah mendobrak pintu, bahkan suara pria itu terdengar sampai kearah luar saat menghina Airyn, membuat jantung Merry mengelegar ingin meluapkan amarah yang tidak akan sanggup ia tahan.
Semua mata terpana, atas seorang wanita yang tiba-tiba ada disana, seolah membawa kobaran api di badanya yang siap meluapkan lahar panas keseluruh ruangan, mereka terperagap melihat kehadiran Merry yang melangkah besar kearah Tuan Cha yang tadi menghina Nona Petrov.
“Apa yang kau katakan!! Hewan saja tidak melakukan itu, apa kau tengah menyamakan putriku dengan hewan!! Berani sekali kau bicara tanpa menyaring ucapan mu. Dasar tidak tahu di untung” Merry meraih kerah baju pria itu hinga tubuh bulatnya terangkat atas kekuatan dalam yang tanpa sadar Merry gunakan, bahkan saat Merry menajamkan mata penuh ancaman, tanganya di layangkan pada Tuan Cha selaku anggota Direksi hingga membuat semua orang terpana.
“S-Siapa kau!!” bentak beliau ketika tidak tahu menau akan kehadiran wanita mengerikan itu.
“Aku ibu dari wanita yang kau hina!! Siapa nama mu, ha!!” bentak Merry dengan amarah yang tidak bisa ia tahan.
“Tuan Chamin” timpal Darrel dengan puasnya, membuat mata Merry memancar tajan tatapan mata yang begitu buas, seraya mengotak atik nomor di ponselnya.
“Frada, keluarkan seluruh bukti kejahatan yang di lakukan Chamin yang merupakan anggota Direksi di perusahaan Airyn!! keluarkan seluruh hal buruk terkait dirinya, dan aku yakin pria ini pernah melakukan tindak kejahatan di perusahaanya, dan tekan perusahaan pria brengsek itu hingga harga sahamnya anjlok, setelah itu akuisisi sesegera mungkin. Kalau bisa katakan pada Dikra untuk bereskan dirinya detik ini juga. agar menjauh sejauh mungkin hingga sampai ke neraka!!” bentak Merry hingga terdengar oleh seluruh anggota Direksi yang hadir disana, bahkan tubuh Darrel menegang melihat reaksi Merry yang di luar dugaan.
Tadinya ia fikir hanya sebuah peng-akuisisan semata, tapi siapa yang menduga pria itu mendapatkan sesuatu yang diluar standar.
“Bukankah dia Merry Lourent?” tanya seseorang yang ada disana, membuat Tuan Cha melirik kearah Merry dengan wajah takutnya, jika benar wanita itu adalah Merry Lourent tentu saja ia tengah berurusan dengan orang yang salah, apakah mulutnya memang sudah melakukan kesalahan besar
“Kau berani mengatakan putriku dengan hal yang tidak pantas, kau fikir aku bisa menerima penghinaa ini, Ha! Akan aku berikan padamu, bagaimana rasanya di samaratakan dengan hewan, dan kau akan merasakan setelah ini” ancam Merry dengan penuh penekanan.
“Seseorang!!” teriaknya dengan begitu garang, hingga seluruh ajudan masuk keruang rapat dan berdiri di depan Merrry, bahkan seluruh anggota Direksi di buat ketakutan atas peristiwa mengerikan itu “Pukuli dia lalu buang ke jalanan. Aku tidak ingin melihat wajahnya lagi!” bentak Merry dengan tegas, membuat Tuan Chamin di tarik dari ruangan itu untuk keluar sesegera mungkin.
Merry berkacak pingang dengan helaan nafas berat, rasanya ia dibuat kesal dan marah sekaligus kecewa atas dirinya, jika saja ia tidak mengubur fakta akan identitas Airyn, mungkin Airyn tidak akan menerima penghinaan sekejam ini.
Tentu rasa emosional Merry keluar karna pria itu adalah salah satu dari ribuan orang yang menghujat putrinya, mengatakan Airyn sebagai manusia yang tidak pantas, hingga sedari malam hati Merry di uji dengan sabar. Bagaimana tidak, kritik masyarakat itu sangat pedih hingga dirinya tidak mampu marah saking sakitnya.
Wanita itu mengambil alih podium, berjalan dengan angkuh seolah ia tidak ingin berbasa basi lagi, sebab banyak hal yang ingin Merry urus selain manusia yang tidak bekerja. “Dan kalian semua apa yang membuat kalian berkumpul disini?” tanya wanita itu dengan tegas, membuat seluruh orang diam seolah tidak ada yang berani bicara.
“Mereka meminta Nona Airyn turun dari jabatanya dan juga meminta ganti rugi akan kerugian perusahaan” seru Darrel kepada Merry dengan sikap tenang, membuat semua orang menundukan kepala seolah merasa menyesal hadir di ruangan itu.
“Aku tidak butuh kalian semua untuk berada di perusahaan anak ku!! Jika kalian ingin meminta ganti rugi, akan aku bayar detik ini juga. Tapi setelah kalian hengkang dan angkat kaki dari posisi, kalian juga harus gulung tikar atas perusahaan masing-masing” membuat kepala mereka terangkat pongah ketika mendengar perkataan wanita itu, tentu Merry memiliki keberanian seperti ini adalah sokongan dari Zates, dan ia sudah merencanakan ini dengan Zaterius sebelumnya.
“Apa anda bercanda, anda bukan siapa-siapa! Bahkan anda bukan keriyawan di perusahaan ini, bagaimana bisa anda bicara seangkuh itu” ucap seorang wanita kepada Merry, tentu wanita itu sedikit tua darinya, membuat senyum getir bercampur gurat menyeramkan disemaikan dengan nyata pada lawan bicaranya.
“Aku memang bukan kariyawan disini. Tapi aku merupakan aggota Direksi, dan juga investor besar di perusahaan ini, selain itu aku memiliki saham 15 persen di perusahaan Airyn, di tambah aku adalah ibu kandungnya dan juga istri dari Zaterius yang merupakan orang nomor 3 di jejeran elit dunia, yaitu Tuan Zat yang kalian kenal. Apa kau fikir dengan apa yang aku punya tidak bisa meruntuhkan perusaanmu yang berskala kecil itu, jika kau ingin coba mari kita lakukan” sontak perkataan Merry membuat semua orang tergugu, rasanya mereka kalah talak hingga tidak bisa bicara, dari kualifikasi sahamnya saja sudah menunjukan seberapa berpengaruh dirinya di perusahaan ini, dan ia mengaku istri dari Tuan Zat yang terkenal itu, bukankah ini sangat luar biasa hingga benar-benar bisa meruntuhkan mereka.
Darrel terpana atas perkataan Merry, hatinya terasa di tusuk belati tajam saat mendengar Merry sudah menikahi pria itu, tapi kenapa? Apakah Merry memang sudah melepaskan masa lanjangnya, bukankah wanita itu tidak ingin memiliki rumah tangga, Darrel mundur karna ia percaya Merry tidak mau melakukaan pernikahan, tapi kali ini ia melakukanya, rasanya Darrel sudah kalah sebelum dirinya berperang.
“Nona Merry maafkan saya, saya mengaku salah atas ucapan saya barusan” seru wanita itu dengan takut, bahkan membuat semuanya memilih diam dan membungkam mulut.
“Kalian semua dengarkan aku!! Keadaan saham sudah mulai menunjukan batas normal, dan semuanya akan membaik dalam waktu 24 jam. Terkait berita tentang Airyn yang kalian dengar hari ini, tentu hal itu bohong, sebab Airyn adalah putriku dengan Tuan zlZat, putri biologisku bahkan DNA ku bisa membuktikan hal itu. Ada hal yang tidak bisa aku jelaskan di masa lalu, kenapa Airyn bisa menjadi putri Nona Charllot dan Tuan Louis Petrov, jadi untuk itulah aku akan memberikan kalian laporan resmi yang asli atas DNA kami”
Seorang wanita cantik masuk keruangan itu, tentu Merry menyiapkan dokumen tes genetik yang ia lakukan, bahkan Merry meminta rumah sakit mengeluarkanya dalam dokumen asli yang sangat banyak, hal itu untuk menjadi bukti jika itu memanglah asli tanpa ada rekayasa. “Jika kalian tidak percaya itu adalah masalah kalian, yang jelas aku sudah menjelaskan fakta sejujurnya, sekarang kalian bisa memutuskan sendiri mau bagaimana atas hasil rapat ini” ujarnya ketika berdiri di depan semua orang, bahkan Merry memilih pergi setelah selesai bicara tanpa ada salam penutup yang ia ucapkan.
“Nona Merry” kejar Darrel pada wnaita itu, membuat Merry mengalihkan pandangan pada Darrel yang seperti ingin bicara dengan dirinya.
“Aku tidak punya waktu Darrel, lain kali saja” seru wanita itu sambil lalu, hingga mendahului Darrel yang berusaha mengejar langkahnya.
“Nona Airyn tidak sadarkan diri!!” teriak Darrel dengan sedikit membentak, membuat langkah Merry terhenti seolah ada sesuatu yang menyambar hatinya, terasa sakit hingga menghilangkan kesadaran, bahkan Merry bertahan ke dinding untuk membantu tubuhnya melihat kearah Darrel yang ada di belakang.
“Apa yang kau katakan?”
“Nona Airyn tidak sadarkan diri setelah menerima informasi akan perusahaan, tapi aku rasa bukan itu saja masalahnya, melainkan Tuan Hansell yang hilang kabar juga membuatnya tertekan, bahkan Angel mengatakan Tuan Hansell menghilang dari semalaman”
“Ya tuhan, apa yang akan aku lakukan untuk hal ini” batin Merry seolah perasaan sakit itu mulai menjalar, membuat Merry tersandar hingga ambruk dari tegaknya yang sangat tegar itu, apakah ia bisa melewati hal ini, cacian masyarakat pada putrinya, kecelakaan yang menimpa Hansell hingga Zates yang tengah berjuang menyelamatkan nyawanya, dan Airyn yang kehilangan suaminya hingga saat ini berada di rumah sakit, kenapa segala hal menjadi serumit ini.