
Angel menapakan kaki disebuah perusahaan tersebasar di Irlandia, perusahaan ini tak jauh megah nya dari perusahaan kakak nya, bahkan perusahaan Airyn tidak terlalu jauh dari rumah besar nya, membuat Angel memandang ke arah sekitar sembari mengikuti langkah Airyn, dia melihat banyak orang yang memberi hormat ke arah wanita tersebut dan juga dirinya, tentu saja Angel membalas dengan sungkan, meskipun kakak nya seorang Direktur utama namun dia tidak pernah diajak ke kantor oleh Hansell, bahkan Angel sendiri yang menghampiri kakak nya, namun kali ini Airyn mengajak nya sembari berjalan berdampingan dengan pemilik perusahaan, di ikuti dengan beberapa rombongan yang mengawal beserta wanita dewasa yang bernama Marry.
Mereka memasuki lift yang di khusus kan untuk Airyn, Angel berjalan mengikuti calon kakak ipar nya dengan canggung, tentu saja Airyn memperhatikan bagaimana sungkan nya sikap Angel, namun dia berusaha menahan tawa saat menyaksikan sikap gugup wanita itu
“kenapa kakak ketawa?” tanya nya ke arah Airyn
“tidak, apa aku terlihat ketawa?”
“iya”
“perasaan mu saja” celetuk Airyn,
Seketika mereka keluar dari lift menuju ke suatu ruangan yang berada di lantai itu, bahkan terlihat jelas bagaimana indahnya ruangan yang baru dipijaki Angel, dirinya disambut oleh seorang pria yang bernama Berto, membuat Angel membukukan badan dengan canggung, tentu saja melihat sikap ramah dari gadis muda itu Berto membalas nya dengan lebih canggung.
Airyn meraih tangan Angel, untuk mendudukan diri di kursi kerja nya, membuat gadis itu menerima apa yang dilakukan Airyn kepada nya
“duduk saja disini” seru nya dengan tersenyum, seketika Airyn berjalan ke sofa depan, dan menduduki diri bersama Marry, dia membahas beberapa perihal sembari menandatangani beberapa berkas, tentu saja Angel menyaksikan betapa serius nya Airyn dalam melakukan pekerjaan, sangat berbeda dengan sikap nya yang begitu ramah saat dirumah, apalagi bersama kakak nya, sangat jauh berbeda, membuaat Angel memandangi nya tanpa mengalihkan mata.
Tak lama kemudia Marry dan Berto keluar dari sana, membuat Airyn meregangkan badan untuk merasa lega, begitu banyak nya permasalahan yang menumpuk semakin terselesaikan satu persatu, membuat Airyn memandang ke arah Angel, ternyata gadis itu tengah asik memainkan ponsel nya, seketika Airyn tersenyum sembari berdiri di hadapan gadis itu.
“apa kau bosan?” tanya nya
“tidak, bahkan aku masih menikmati menjadi bos” balas Angel dengan tersenyum
“Angel apa kau ingin belanja, seperti nya baju ku tidak sesuai dengan selera mu” sambung Airyn dengan terkekeh
“oh yaa, seperti nya aku ingin belanja kak, kenapa bajumu tertutup dan formal semua, membuat ku sangat sulit memilih nya, terpaksa aku memakai pakaian seperti ini, karna sangat aneh jika aku mengunakan pakaian formal” celetuk nya dengan raut wajah mengemaskan, membuat Airyn tertawa renyah menyaksikan tingkah Angel
“karna aku sangat jarang mengunakan pakaian santai, karna itulah aku tidak memiliki nya selain baju kaos dan sweter”
“benarkah, itu luar biasa” seketika saja Angel tidak percaya dengan kehidupan yang dijalani oleh wanita yang berada didepan nya, banyak pertanyaan yang ada di otak nya, apa Airyn pernah bermain? Apa Airyn punya waktu untuk berjalan-jalan? Apa Airyn pernah menghabiskan hari tanpa bekerja? Terlalu banyak hal yang dipertanyakan Angel namun tidak dapat di ungkapkan nya
“beri aku tiga puluh menit untuk menyelesaikan pekerjaan ku, nanti kita akan belanja” seketika Airyn kembali ketempat duduk nya, dia meraih laporan yang ada, tentu saja Nona petrov menandatangani sembari membaca beberapa berkas dan proposal, mata nya begitu jeli hingga dirinya berubah menjadi serius lagi.
“kakak, aku ingin meminum susuatu yang dingin-dingin” seru Angel ke arah Airyn, membuat gadis itu mengalihkan pandangan ke arah wanita tersebut
“benarkah, ayo ku temani”
“tidak” saat Airyn berdiri, Angel lebih dulu mencegah nya “aku sendiri saja, tadi ditengah perjalanan aku melihat kafe yang berada di lantai bawah” sambung nya
“benarkah, apa kau yakin pergi sendiri?”
“iya” balas Angel dengan begitu yakin nya, karna dia tidak ingin merepotkan Airyn.
“pergilah, hati-hati,oh ya Angel. pakai kartu ini” seketika Angel tersenyum sembari mengambil kartu yang diberikan calon kakak ipar kepada nya, dia melangkahkan kaki keluar, hingga membuka ganggang pintu tersebut dan menghilang dibalik sana.
“semoga dia baik-baik saja” Airyn melanjutkan pekerjaan nya, dia memfokuskan perhatian nya pada lembaran yang berada ditangan nya, setidak nya dia sudah memberikan perintah kepada anak buah nya untuk memantau Angel jika tidak bersama nya, dan juga perusahaan nya sangat aman, membuat Airyn sedikit percaya gadis itu pergi sendirian,dan juga Angel bukan lah anak kecil, membuat Airyn tidak bisa susuka hati nya melarang keinginan gadis itu.
Angel masih ingat jelas jalanan yang ditempuhnya tadi, bahkan itu sangat mudah untuk di ingat nya, lantaran lift yang berada di lantai Airyn hanya satu-satu nya menuju lantai bawah, lift itu berdenting membuat Angel melangkah keluar untuk menuju Cafe yang dimaksu nya, mata nya jeli memandang kesana kemari, namun dia sedikit kebinggungan dengan tempat tersebut, Angel berdiri tepat di dekat bagian informasi yang berada di sebelah kirinya, dengan cepat Angel berjalan ke sana guna menanyakan Cafe yang dimaksud nya tadi
“Hellena” seru Angel dengan tidak percaya, pegawai itu adalah Hellena teman masa SMA yang sudah dilupakan nya, saat ini mengunakan baju kantoran saat bekerja di kantor Airyn, tentu saja Angel terpaku begitupun dengan Hellena, mereka tidak percaya dengan perubahan masing-masing yang berada di depan mata nya.
Bagi Hellena, Angel gadis yang begitu culun, bahkan tidak pandai berdandan sedikit pun, namun kali ini Angel terlihat begitu berbeda, membuat Hellena tak kuasa melihat ke arah teman lama nya, teringat jelas bagaimana dirinya menghina Angel kala itu.
“maaf nona, apa ada yang bisa saya bantu?” tanya Hellena ke arah Angel dengan bahasa formal, namun gadis itu tak bergeming membalas dan masih saja melihat keadaan teman lama nya, seketika saja orang asing memotong pembicaraan Hellena dengan tiba-tiba, dia bertanya beberapa perihal membuat Hellena melayani nya, itu pekerjaan wanita itu. Hellena berada di bagian informasi terlihat jelas di kartu pengenal nya sebagai “staff informasi, Hellena”
Tanpa sadar Angel berbalik arah karna tidak dapat berkata-apa apa, dirinya tak sengaja menabrak seoraang pria karna tidak memperhatikan jalan
“hei apa kau…” belum sempat diri nya marah, pria asing itu tertegun menyaksikan kecantikan Angel “tidak apa-apa nona, apa kau baik-baik saja?” tanya nya dengan nada sopan
“aku baik-baik saja” seketika Angel pergi meninggalkan pria itu, namun pria asing itu melihat kartu gold tergeletak di lantai, tentu saja kartu itu milik gadis cantik tersebut,
Dia menjangkau benda yang berada di lantai, namun betapa terkejut nya dirinya melihat kartu tersebut milik Nona Petrov selaku pemilik perusahaan, sebab kantor Airyn, adalah kantor ternyaman dengan seluruh fasillitas yang ada, banyak spot untuk olahraga, belanja, bahkan cafe bisa dinikmati dengan kartu kariyawan, namun kartu tersebut memiliki batasan sesuai dengan pangkat pekerjaan mereka masing-masing, namun jika kartu tersebut milik Manager, Ceo, dan Direktur Utama tentu saja tidak memiliki batasan limid apa-apa, dan juga dikartu masing-masing memiliki nama identitas pemilik nya lengkap dengam warna kepemilikian khusus, hingga siapa pun dapat mengetahui apa jabatan seseorang dengan kartu akses yang diberikan.
“Direktur Utama, ini milik Nona Petrov, bagaimana mungkin!” bahkan tangan nya bergetar mengenggam kartu tersebut, sesaat pria itu berbalik kearah belakang namun tidak melihat gadis cantik barusan, dengan takut nya dia berjalan ke bagian informasi yang berada didepan nya, dia memberikan kartu itu kepada staff yang bernama Hellena. Tentu saja Hellena mengetahui nya, dia mengetahui kartu itu milik Angel, karna dirinya menyaksikan kejadian barusan.
“terima kasih” seru Hellena kepada pria itu, dia minta izin kepada rekan nya untuk mengembalikan kartu tersebut kepada pemiliknya, Hellena melihat Angel mengarah ke arah cafe yang tidak jauh dari sana, Hellena berjalan dengan begitu gugup nya, namun dia harus menghadapi nya, bagaimana pun Angel pernah menjadi teman yang berarti untuk Hellena
di masa lalu.
“apa anda bercanda nona, tidak memiliki kartu akses dan uang untuk memesan nya, bagaimana anda bisa masuk kesini?” tanya pelayan itu kepada Angel
“astaga aku lupa, aku menjatuhkan nya” gusar Angel, namun pelayan itu manatap curiga ke arah wanita cantik tersebut, meskipun ditubuh nya memakai pakaian mahal, namun perusahaan ini memiliki peraturan, tidak sembarangan orang dapat memasuki nya, apalagi bukan kariyawan kantor, jikapun dia orang asing atau tamu, harus memiliki tanda pengenal, namun Angel tidak memiliki apapun untuk menjelaskan siapa dia
“aku akan kembali ke ruangan kakak ku” seketika Angel berbalik, namun seorang pelayan menahan tangan nya
“anda tidak bisa pergi, anda harus melapor dulu kebagian keamanan tentang siapa anda, setelah itu jika anda memiliki kenalan disini, baru bisa kami melepaskan anda nona” tutur nya dengan sopan
“tapi aku disini bersama kak Airyn?” bala adik Hansell dengan sedikit takut.
“Airyn?” pelayan itu berfikir, nama Airyn begitu banyak disini, Airyn mana yang dimaksud nya, bahkan direktur utama mereka bernama Airyn Petrov yang dikenal dengan sebutan Nona Petrov, tidak mungkin beliau memiliki tamu seperti gadis kecil dihadapan nya, bahkan pakaian nya saja terlihat tidak formal, seakan memakain pakaian untuk ke mall bukan ke kantor
“lepaskan dia” suara itu mengalihkan pandangan Angel ke arah suara, itu adalah suara Hellena, dengan cepat pelayan tersebut memberi hormat melepaskan tangan Angel
“ini kartu mu nona, saya minta maaf atas kelancangan ini” tutur Hellena ke arah Angel, bahkan dia membungkukan badan memberi hormat, membuat pelayan tersebut melakukan hal yang sama
“terimakasih” saut Angel sembari menjangkau kartu yang diberikan Hellena kepada nya, namun dirinnya tetap saja bungkam tanpa bisa bicara apa-apa, entah kenapa ada rasa emosional yang tertahan di hati Angel Ketika berhadapan dengan Hellena, namun saat menyaksikan keadaan teman nya tentu saja ada rasa kasihan kepada wanita itu, setidak nya saat ayah nya berjaya Hellena begitu glamor dengan seluruh hal yang dipunya, namun saat ini gadis itu berubah menjadi wanita dewasa, membuat Angel tertegun memandang perubahan Hellena saat ini.
Setelah memberikan kartu tersebut ke arah Angel, Hellena pergi sembari memberi salam kembali, dia melangkah cepat meninggalkan tempat itu, dengan bibir gemetar, terasa ada penyesalan yang mendera dirinya, seakan dia menyesal pernah mengatakan hal itu kepada Angel, meskipun niat awal nya mendekatkan Angel karna Hansell, namun lama kelamaan dia merasa nyaman saat berteman dengan wanita itu, begitu banyak teman yang dimiliki nya, namun Angel lah yang tulus menerima dirinya, disaat ayah nya bangkrut semua teman Hellena meninggalkan nya, dia benar-benar terpuruk tanpa siapa-siapa, namun tiba-tiba saja Airyn menawarkan bantuan pekerjaan untuk nya, saat itu Hellena menolak dengan semua harga diri yang dimiliki nya, tentu saja Airyn memahami situasi yang dihadapi Hellena saat itu, hingga pada akirnya ayah Hellena jatuh sakit, membuat dirinya benar benar putus asa, dia hanyalah gadis manja tanpa bisa melakukan apa-apa, hingga sekali lagi Airyn menawarkan bantuan, dengan berat hati Hellena merima tawaran dari Nona Petrov untuk bekerja diperusahaan nya, tentu saja tidak semudah itu bagi Hellena menerima dengan lapang dada, ada niatan untuk menghancurkan bahkan membunuh Airyn, namun kebaikan Nona petrov dalam menolong ayah Hellena secara diam-diam membuat gadis itu terpukul, dia berfikir apakah semua ini bentuk kesadaran diri yang harus diterima nya, jika dia tidak berada dititik ini, mungkin Hellena akan menjadi gadis yang tidak dapat menghargai apapun didalam hidup nya, setelah dirinya merasa kehilangan, dia menyadari banyak hal, semua nya tidak perkara uang, Hellena menyadari selama ini dia tidak memiliki apapun, teman nya hanya sebatas materi untuk menjalin hubungan dengan diri nya, saat dirinya tidak memiliki lagi, mereka pergi meninggalkan Hellena, hingga pada akirnya gadis itu mulai menerima semua kenyataan, bahkan dia beberapa kali berhubungan baik dengan Airyn, bagi Hellena sosok tersebut adalah orang yang membuatnya merasakan titik terendah didalam hidup ini sekaligus titik balik untuk dirinya memahami hikmah atas semua itu.
Setelah semua hal yang dikatakan Hellena untuk menyakiti Angel kala itu, gadis itu tidak pernah membalas nya, dia tidak pernah meninggalkan nya, hanya saja Hellena yang mendorong Angel pergi dari nya, bahkan saat bertemu dengan nya lagi, Angel tidak menghina bahkan tatapan nya begitu peduli memandang ke arah diri nya, seakan seorang teman yang bertemu teman lama nya, tentu saja hal ini menjadi pulukan terbesar bagi Hellena, jika waktu bisa di ulang, Hellena ingin menghapus kejadian saat dirinya mengusir Angel pergi.
“berikan aku dua rasa vanilla” seru Angel ke arah pelayan, melihat kartu berwarna gold tentu saja pelayan tersebut bergetar untuk menjangkau nya, bahkan tanpa mengetahui nama pemilik nya saja, dia sudah tahu jika itu kartu khusus yang dimiliki oleh Nona Petrov sendiri. Dengan cepat dirinya membuatkan dua ice chees vanillla untuk gadis tersebut, dia mengesek kartu dengan begitu gugup nya, bahkan mata nya tak hentu melirik ke arah Angel, tentu saja Angel merasa aneh saat menyaksikan tingkah pelayan tersebut
“terimakasih” seru Angel sembari menerima dua minuman dan kartu nya
“nona maafkan kelancangan saya” tutur pelayan tersebut dengan nada takut, bahkan dirinya begitu gemetar tanpa berani mengangkat kepala
“tidak apa-apa” sahut Angel dengan nada lembut nya, hingga memberikan senyum manis ke arah pelayan tersebut, dia meninggalkan cafe tersebut sembari berjalan ke arah lift. Ketika hampir sampai, Angel membelokan arah menuju meja informasi, terlihat jelas Hellena berdiri manis disana, dia berjalan dengan berani menuju kearah teman nya
“Hellena, ini vanilla untuk mu” celetuk Angel sembari memberikan minuman yang berada di tangan kanan nya ke arah Hellena, tentu saja senyuman membekas manis untuk sahabat lama nya, membuat Hellena tertegun melihat sikap yang ditampilkan Angel ke pada nya, bahkan air mata nya tampak berkaca-kaca saat itu
“terimakasih” sambut Hellena dengan suara yang bergetar, dia menjangkau minuman itu dari tangan Angel dengan senyum tulus, membuat Angel bahagia menerima semua itu dari teman lama nya.
“habiskan minuman mu, awas saja jika kau menyisakan nya, ini kubelikan dengan kartu direktur utama” kekeh Angel dengan candaan canggung ke arah Hellena, tentu saja melihat sikap tersebut Hellena terkekeh dengan renyah.
“suatu kehormatan untuk ku” tukas nya
“aku pergi dulu, sampai jumpa Hellena” tutup Angel sambil melambaikan tangan ke arah wanita yang ditinggalkan nya, tentu saja dengan canggung Hellena membalas keramahan sahabat nya
“terimakasih Angel sudah menyadariku” seru Hellena dengan air mata yang mengalir, dia menyeruput ice vanilla dari sedotan nya, membuat rasa lega yang menyelimuti Hellena sembari memandang Angel yang menjauu dari jangkauan mata.