
Hansell sangat lelah sekali hari ini, ia bertemu dengan Dikra untuk membicarakan beberapa hal tentang pekerjaan mereka, dan juga banyak hal yang mulai terkuak kepermukaan, begitupun dengan fakta Airyn benar-benar anak Merry telah dibuktikan dengan tes DNA yang 99,9 persen mereka adalah pasangan ibu dan anak kandung.
“Apa yang ingin kau lakukan Hansell dengan semua ini?” tanya Dikra saat melemparkan pertanyaan kepada temanya, membuat Hansell sulit sekali dalam menyikapi hal ini, meskipun didalam logikanya telah tersusun beberapa rencana, namun ia sangat ragu untuk melakukan itu
“Entahlah, aku sangat bimbang untuk memberitahu kepada Airyn, jika Merry benar-benar ibunya, gadis itu sangat tidak terima dengan kenyataan ini, aku tidak bisa menykiti Airyn karna aku yakin dengan semua fakta ini akan menghancurkan perasaannya, ia pasti sangat kecewa jika mengetahui tentang Merry” tutur Hansell, membuat Dikra mengerti akan pertimbangan temanya
“Kau benar, Airyn akan jadi manusia pertama yang akan hancur, dan juga menjadi orang pertama yang sangat kecewa, tapi Hansell, kau tidak bisa menyembunyikan fakta ini dari Airyn, jika kau seperti ini, tidak ada guna semua fakta yang kita dapatkan, seolah usaha kita sangat sia-sia. Kunci dari semua permasalahan ini adalah Nona Petrov, ia yang bisa menyelesaiakan ini, ia harus bisa memilih, dan hanya dia yang bisa mengakiri semua ini, jangan terlalu memanjakan gadismu, karna kau tahu sendiri dia bukan seperti gadis pada umumnya, Nona Petrov sangat kuat dari apa yang kita bayangkan” balas Dikra dengan begitu tegas, sebab ia tidak akan rela setelah semua usaha yang ia. lakukan, Hansell melemahkan dirinya hanya karna tidak siap menghadapi Airyn
“Meskipun Airyn lebih kuat dari gadis pada umunya, ia lebih tegar dan juga mengerikan, bahkan seperti apapun kalian mengatakan, tapi bagiku Airyn tetaplah seorang gadis biasa, ia tetap lemah, ia juga bisa terluka, ia juga bisa menderita, bahkan Airyn masih bisa menangis, jika dengan semua hal itu ia masih bisa melakukanya, apa bedanya kekasihku dengan wanita lain, tidak peduli seperti apa kau meyakini Airyn mampu, tapi aku tidak akan percaya akan itu, jika hal ini sangat menyakitkan untuk ia telan, lebih baik aku menyimpanya dari pada membiarkan dia terluka, kau tidak pernah tahu bagaimana hidupnya selama ini, bahkan diluar ekspektasi kita semua, jadi tidak perlu bertingkaah sok benar, seolah kau tahu tentangnya gadisku, apapun yang terjadi hari ini, jangan pernah melibatkan Airyn, sebelum aku memberi izin” ancam Hansell kepada Dikra, membuat pria itu menatap tajan kearah Hansell, sambil mengepalkan tangan yang penuh emosi yang terpaksa diredam, tatapan keduanya tentu sangat mengancam, membuat Dikra mengalihkan pandangan dengan emosi yang sulit tertahan.
“Lalu apa yang ingin kau lakukan? Apa kau akan memusnahkan semua orang, jangan gila Hansell. Hanya karna wanita kau kehilangan dirimu” pandagan Dikra kali ini menuntun Hansell untuk membalas pertanyaanya, sebab Dikra paham betul akan Hansell, yaitu pria yang memegang teguh prinsipnya, bahkan ia kenal betul bagaimana pria itu sangat menghargai manusia lain, jadi untuk menjatuhkan Hansell, Dikra perlu memberikan dia pilihan yang bertolak belakang dengan prinsipnya kali ini.
“Jika aku perlu memusnahkan mereka semua untuk melindungi gadisku kenapa tidak, kau bilang aku tidak boleh gila hanya karna wanita aku kehilangan diriku, aku rasa, kadang kita perlu gila untuk seseorang yang kita cintai. Untuk apa aku memiliki hidup jika wanitaku tidak ada disisiku dengan baik, jadi jangan memberikan aku pilihan akan Airyn, sudah pasti aku akan memilih kekasihku” balas Hansell kearah Dikra, membuat pria didepanya semakin memuncakan emosi yang tidak tertahan
lagi
“Apa mau mu!!! Kau fikir aku bertahan disini, untuk membantu pacarmu saja! Aku membutuhkan kebenaran ini terbongkar, agar membalaskan dendam ayahku, kau fikir dengan semua fakta yang didapat, dan gadismu sulit menerima ini, kau ingin menguburnya! Jangan bermimpi untuk aku mengizinkan tidakanmu ini Hansell, jika aku ingin melakukan itu. aku orang pertama yang harus kau hadapi, meskipun itu mempertaruhkan nyawaku” ancam Dikra dengan emosi yang tidak bisa tertahan, entah kenapa ia sagat sulit menerima semua fakta ini, tentu Hansell telah mengetahui Dikra sangat menantang, namun bagaimana lagi ia tidak ingin Airyn tersakiti, meskipun ini akan menghancurkan pertemananya, Hansell percaya apa yang dilakukanya saat ini adalah hal benar, sebab asumsi tanpa bukti belum tentu menunjukan kebenaran.
“Permisi tuan, tamu anda sudah datang” seru pengawal Hansell, hingga memutus pembicaraan mereka
“Benarkah, lebih cepat dari dugaanku” lirih Hansell saat melirik jam tangannya, ia mengangkat tangan mengisyaratkan pegawal itu keluar dari ruangan
“Aku peringatkan sekali lagi, jangan melampaui batasanmu Dikra, jika kau melakukan itu, aku orang pertama yang akan berhadapan denganmu, bahkan jika tidakan itu menyakiti Airyn, aku benar-benar membunuhmu” Hansell berlalu untuk menemui tamu pentingnya, ia melangkahkan kaki secara perlahan, tentu ada yang tertinggl untuk disampaikan “Dan ya, aku bukan Hansell yang dulu. Perluku ingatkan sekali lagi, tentang kematian Berto, kufikir kau tidak melupakan detik-detik itu, karna kau juga menyaksikanya bukan” senyum penuh ironi ditampilkan Hansell saat menjauh pergi, membuaat Dikra membanting semua benda yang ada dimeja kerjanya, ini sangatlah menyebalkan, seolah ia tidak bisa melakukan apapun, bagaimanapun Dikra merasa diinjak oleh Hansell, ia sangat kecewa dan marah dengan sikap tidak tahu terimakasih yang diberikan oleh Hansell padanya
Disebuah apartemen yang senjaga dikosongkan, menjadi pertemuan penting bagi Hansell malam ini, kali ini bertemu dengan wanita yang hampir mirip dengan Airyn, tentu saja itu pertemuan dengan seorang yang nantinya akan menjadi mertuanya, siapalagi kalau bukan Merry, ibukandung Aiyn.
Ia semakin tidak sabar akan pertemuan ini, hingga Hansell begitu gusar dengan lamanya perjalanan menuju keApartemen yang menjadi tempat pertemua mereka.
Perlahan pengawal itu membuka pintu apartemen tersebut, membuat Hansell melangkahkan kaki, ia berhenti tepat dihadapan Merry meskipun jarak mereka cukup jauh, namun tatapan menyelidik keduanya sangat dekat.
“Selamat malam Nona Merry” sapa Hansell dengan nada dingin, entah kenapa ia tidak ingin beramah tamah dengan wanita itu, sekalipun Merry ibukandung Airyn