
Rasanya malam itu sangat dingin dari biasanya, bahkan membuat tidur seorang wanita tidak setenang malam-malam yang sudah ia lewatkan, ketika Airyn terlelap dengan sangat nyaman, namun ada sebuah firasat yang seperti membangunkan dirinya, bahkan satu tangan Airyn menepuk kearah samping dengan mata yang masih terpejam, seketika ia merasakan kasur datar tanpa siapa-siapa di sampingnya.
“Hansell? Kemana dia? ” tanya Airyn saat menegakan kepala untuk mencari suaminya, mata itu melirik kearah sekitar menampilkan lampu kamar yang sudah di matikan, hanya ada sebuah pencahayaan dari lampu gantung disisi ranjang, membuat Airyn bangkit dan segera menghidupkan lampu kamarnya, tentu hanya ruangan kosong yang diakses oleh mata bulat nan indah itu.
“Hansell…..” pangil Airyn sekali lagi ketika beranjak menuju kamar mandi, bahkan panggilan Airyn beruntun sebab tidak ada jawaban apa-apa yang ia terima.
"Hansell...." sambungnya dengan gusar.
Airyn membuka pintu kamar mandi dan ia tidak menemukan saminya disana, bahkan ketika Airyn beralih ke Closet Room dengan lemari pakaian dan ruangan besar yang merupakan penyimpanan tas, perhiasaan, jam dan sepatu, tetap saja tidak ada apapun selain ruangan kosong.
"Kamana Hansell pergi!!" decak wanita itu dengan gusar. Ia berjalan ke ruang kerja suaminya yang di buat khusus di kamar mereka, bahkan Airyn rasanya cukup bingung kenapa Hansell meghilang.
“Kemana dia pergi, kenapa tidak bilang dulu jika mau pergi dan malah menghilang, aku jadi khawatir” gerutu Airyn dengan cemas, seraya mengusap perutnya yang dirasa menendang-nendang, wanita itu mendudukan diri di ruangan kerja yang memiliki sebuah sofa memanjang yang cukup empuk, ia menatap kearah luar jendela hingga melihat beberapa orang berpakaian hitam tengah berjaga dibawah sana, meskipun Airyn selalu memiliki penjagaan seperti itu namun tidak seperti hari ini, rasanya mereka cukup banyak dan selalu siaga, memangnya ada apa? Hingga ada pengawasan ketat di rumah mereka.
Airyn mulai menyadari, pasti ada sesuatu yang tidak beres yang tengah terjadi, apakah kegelisahan dan juga sikap Hansell beberapa bulan terakir untuk menghilangnya ia hari ini, hingga Hansell menghilang di pagi buta tanpa ada kabar apapun yang di tingalkan, selain penjagaan ketat di sepanjang sudut rumah dan segala titik penjagaan yang amat ketar.
“Apa yang kau lakukan sebenarnya Hansell?” gerutu Airyn ketika meremukan tanganya kepada ujung pakaian tidur yang di gunakan.
Airyn memilih keluar dari ruang kerja suaminya, ia berniat mengambil ponsel untuk menghubungi Hansell, namun baru saja nada menyambungkan itu masuk, sebuah nada dering dari ponsel lain memenuhi ruangan, ternyata Hansell meninggalkan ponselnya di pakaian kerja yang ia gunakan tadi sore, jika begini Hansell tidak membawa apa-apa.
Membuat wanita itu dengan segera menghubungi Frada untuk meminta bantuan gadis itu menemukan suaminya, tapi ponsel Frada tidak aktif dan berada di luar jangkauan, bahkan berulang kalipun di coba tetap dengan hasil yang sama, membuat mata Airyn mengilau tajam merasakan kejangalan atas situasi di dini hari, hal apa yang terjadi sebenarnya sehingga ponsel Hansell di tinggalkan dan Frada mematikan jaringan datanya, bahkan ketika ia mencoba menghubungi Dikra, tetap dengan hasil yang sama, benar-benar membuat Airyn tidak bisa tenang menerima banyak kemungkinan yang ia fikirkan.
“Kenapa Darrel tidak menjawab pangilanku, apa dia tidur senyenyak itu sampai ponselnya berbunyi tidak di angkat” umpat Airyn ketika berulang kali menghubungi Darrel, namun pria itu tidak mengangkat panggilan Nona Petrov sekalipun ponselnya bisa di hubungi.
Airyn memilih duduk ditepi ranjang, wanita itu menghirup oksigen sebanyak mungkin untuk membuangnya kembali, seraya berfikir-fikir tenang tentang Hansell, kemana ia pergi di dini hari seperti ini, apa yang Hansell lakukan di luar sana, apakah ada masalah mendesak yang begitu berat untuk ia hadapi, sehingga menghilang tanpa kabar? Atau jangan-jangan mengancam keselamatan dirinya? Dan bagaimana bisa sikap Hansell kali ini sangat senada dengan orang-orang Airyn yang tidak bisa di hubungi, apakah mereka bekerjasama melakukan sesuatu tanpa melibatkan Airyn, tapi kenapa?
****
Kaki Zaterius menghantam keras sebuah pintu reyok yang ada di depan matanya, namun menampilkan keadaan gudang yang kosong tanpa apa-apa, rasanya Zates tidak akan salah terhadap informasi yang ia dapati dari wanita berkisar 1 miliar itu, sebab ia mengatakan dengan jelas jika gudang besi ini adalah pertambangan besi yang terbang kalai, di gunakan Jilixing untuk mengumpulkan orangnya dan Zates sudah memastikan jika memang ada sinyal Jilixing di dalam sini, namun entah kenapa segala titik pintu sudah ia coba untuk lacak tapi rasanya tidak menemukan apapun.
“Frada apa kau melihat sesuatu yang mencurigakan di gedung ini? Bagaimanapun aku mencari tetap tidak ada pintu yang bisa kita masuki selain gedung kosong tanpa penghuni” seru Zates kepada Frada yang tengah memantau keadaan sekitar markas, membuat semua orang sangat jeli melihat sudut ruangan dari monitor pemantau, bahkan Hansell yang kala itu ada di belakang Zates, beralih kearah pintu terakir yang Zates hancurkan dengan sekali hantaman, ia melihat kualitas kayu rapuh yang sudah lapuk terlihat sangat tua, bisa dikatakan ini adalah gedung yang tidak di renovasi oleh siapapun.
“Aku rasa dia tidak ada di dalam gedung ini, pasti markas Jilixing di buat tersembunyi” seru Hansell hingga menarik perhatian semua orang “Coba perhatikan semua bangunan di gedung ini, sangat lapuk seolah tidak pernah di gunakan, bahkan setiap pintu bisa hancur dengan mudah tanpa mengunakan prangkat untuk membobol atau membongkarnya, jadi aku berfikir tidak disini markas Jilixing berada. Sebab jika seseorang membangun sebuah markas, meskipun di dalam bangunan tidak terpakai mereka pasti merenovasi sedikit bangunan untuk memperkokohnya, setidaknya bisa menjadi salah satu cara untuk mempertahankan eksistensi jika ada penghuni disini, apalagi bagi Jilixing yang sudah memiliki oraganisasi itu sedari lama, pasti markasnya sangat tersembunyi dan juga sangat kokoh hingga sulit membobolnya, meskipun sinyal Jilixing ada disini, tapi aku sangat yakin bukan titik ini yang merupakan tempatnya berdiam diri, pasti ada sebuah celah yang ia tempatkan secara tersembunyi hingga sulit untuk musuh mencari”
“Kau benar, aku sudah melihat seluruh bangunan itu dan ini tidak layak sekali untuk seorang manusia menghuni, apalagi sekelas Jilixing” tegas Zates ketika bicara kepada Hansell dan juga tiga orang yang saat ini memantau mereka.
“Apakah tumpukan besi dan beberapa limbah besi di samping gudang itu bisa menjadi tempat pertama yang bisa kita curigakan, entah kenapa aku sangat tertarik pada kumpulan besi-besi dan juga tumbukan limbah yang terlihat mencurigakan, bisa saja di balik gunung limbah itu ada sebuah pintu atau tampat yang tengah kita cari bukan.” seru Dikra saat memperhatikan apa yang tengah ia deskripsikan. Membuat Hansell menatap kearah Zates yang tengah memperjelas alat dengarnya.
“Tapi besi yang melintang itu sangat sangat berat dan kuat, apakah benar seseorang membuat sebuah markas disana, jika memang benar bagaimana mungkin ia melintasinya setiap hari” timpal Frada kepada Dikra, membuat Zates dan Hansell berpindah kearah samping seolah mereka ingin menyaksikan secara langsung bagaimana tumpukaan limbah tersebut, mereka berjalan cukup jauh sebab harus keluar dari gedung luas untuk melihat tumpukan di sebelah selatan pergudangan.
“Hansell apa kau membawa senjata api?” tanya Zates pada menantunya, membuat Hansell menganggukan kepala membenarkan pertanyaan Zates barusan.
“Jika begitu, mari kita buat keributan untuk memancing kehidupan di daerah ini, jika tidak bisa dengan cara normal menemui Jilixing, kita lakukan dengan pemaksaan” seru Zates sekali lagi, membuat Hansell sedikit bingung saat menatap kearah pria itu.
“Lihatlah ada container usang di balik tumpukan limbah itu, apa kau yakin tidak ingin mengeceknya, bisa saja ada pintu di container itu, bukan. Sebagai orang yang suka bersembuyi, aku sangat memahami pola ini. Jadi gunakan senjatamu untuk membuat keributan” bahkan tanpa diduga Zates benar-benar meluncurkan senjatanya hingga membuat Merry terkesiap atas tembakan yang terdengar, sadar akan container yang mencurigakan itu, Hansell mengikuti langkah Zates sekaligus ingin memastikan apa yang di katakan oleh Zates.
***
“Tuan….Tuan…… seseorang memasuki wilayah kita” teriak anak buah Jilixing padanya, bahkan membuat Jilixing bangkit dari duduk, ketika bermain papan baduk bersama rekannya, pria itu terkesiap tidak menyangka saat mendengar perkataan dari pria yang seperti kewalahan untuk bicara, memangnya siapa yang bertamu ke markas Jilixing hingga membuat keributan.
“Siapa yang melakukanya!!” bentak Tuan Ji pada anak buahnya, bahkan membuat ia beranjak dari sana untuk menuju ruang pengawas yang terpasang di sekitaran gudang, tentu untuk memantau luaran markas bawah tanah yang di bangunnya.
“Panggilkan Cassandra!!” perintah Jilixing pada orangnya, membuat mereka bergerak memanggil Nona Cassandra di markas tengah untuk keluar, tentu saja Cassandra yang Jilixing dapatkan dari acara lelang itu keluar dengan pakaian yang sedikit minim, namun tetap menampilkan tato di pergelangan tangan kirinya dengan alis tajam dan juga eyliner hitam yang menghiasi kelopak mata gadis itu.
“Cassandra ada tamu yang mendatangi markas kita. Persiapkan dirimu untuk menemui mereka” ujar Jilixing ketika memberikan satu perangkat suntikan yang merupakan virus mematikan yang baru saja di produksi oleh kerajaan bawah tanah, dan tentu saja dengan harga yang cukup mahal, bahkan Jilixing membeli ini hanya untuk menghadapi musuhnya, dan kali ini ada Hansell yang sudah ia tunggu-tunggu kedatanganya, apakah hari ini pria itu akan berakir di tangan Jilixing. “Kau tahukan apa yang harus kau lakukan? Karna itulah!! Jangan kecewakan diriku Cassandra” seru Jiixing sekali lagi pada putri haramnya, bahkan cengkraman tangan Jilixing begitu kuat hingga membuat Cassandra sedikit kalut.
Jilixing keluar dari pintu belakang lebih tepatnya dari arah utara, dimana ia akan berada di samping arah berlawanan yang merupakan sisi sebaliknya dari tempat Hansell dan Zates berada, dari sisi tersebut mungkin Jilixing bisa menemui mereka lewat belakang secara diam-diam, jika memungkinkan ia ingin menjatuhkan dua musuh di tempat seolah tidak ingin membuang waktu, rasanya dua orang itu seperti mengantarkan nyawa mereka kehadapan Jilixing seperti mereka siap untuk menuai kegagalan.
“Jilixing keluar dari arah samping, cepat berputar arah, jika kalian masih disana ia akan menyergap dari belakang” teriak Frada saat melihat Jilixing yang kala itu tengah berjalan bersama dengan orang-orangnya dan seorang wanita di sisinya, bahkan membuat mata Frada cukup kaget ketika melihat wanita yang sangat mirip dengan orang yang Zates bawa kamarin malam ke hadapan Frada.
“A-Apa ini?” celetuk gadis itu dengan bingung, bahkan mata Dikra membesar menyaksikan wanita tersebut.
“Kalian akan mengetahuinya nanti” ujar Merry ketika melipat tangan seraya menatap tajam.
Mendengar perkataan Frada dan Merry membuat Zates menyunggingkan senyum seolah ia sesuai perhitungan, tentu saja Hansell yang ada disisi Zates memancarkan aura kepuasan akan mertuanya.
“Apakah Jilixing benar-benar bodoh. Hingga sampai sekarang tidak menyadari akan palsunya gadis yang ia miliki, atau gadis bayaran itu yang memiliki kemampuan tingkat tinggi, sehingga tidak cukup mengkecoh Jilixing. Ini cukup menarik, aku fikir wanita itu sudah tiada di tangan Jilixing, tapi siapa yang menduga jika ia masih berdiri di samping Jilixing dengan sikap tenang. Luar biasa” gumam Zates hingga begitu puas atas kebodohan Jilixing sendiri.
Dari arah samping, seorang datang dengan orang-orang disisinya, mata Jilixing menyipit ketika melihat Hansell dan Zates sudah menantang diriya, seolah mengetahui akan Jilixing yang melangkah dari mana, bahkan sepertinya mereka sangat menanti kedatangan Jilixing, hingga orang-orang yang tadinya tidak terekam di layar monitor keluar satu persatu untuk menampilkan banyaknya anggota mereka yang hampir menyeimbangi Jilixing, bahkan disisi Zates ada seseorang yang cukup misterius hingga menutupi seluruh wajahnya.
“Apa kau sudah meretas CCTV ku dan juga memantau keberadaanku Zates” geram Jilixing kepada Zates, bahkan ia cukup terkesan jika orang-orangnya tidak melacak sinyal mencurigakan yang membobol pertahanan kamera pengawas “Wah! Luar biasa. Bahkan aku penasaran, orang seperti apa yang kau miliki hingga aku bisa terkecoh dan ia masuk dengan mulus tanpa bisa di deteksi oleh orangku” sambungnya sekali lagi, seraya memancarkan tatapan tajam kearah kamera yang menyorot dirinya, tentu senyuman itu untuk Frada yang tengah ia puji.
"Dasar rubah tua" decak Frada ketika menghina, bahkan rasanya ia ingin menampar wajah menyebalkan Jilixing dengan permukaan tanganya yang mulus.
“Aku tidak memiliki orang sehebat itu, dirimu dan orangmu saja yang bodoh. Karna itulah aku dan orang-orangku menjadi pintar ketika di bandingkan dengan kalian”
Hingga tangan Jilixing mengepal ketika mendengar penghinaan yang di tujukan pada dirinya. “Jangan terlalu banyak omong kosong Zaterius! Apa yang kau inginkan hingga kau datang malam-malam begini kemarkasku” bentak Jilixing seolah tidak sabar lagi mendengar maksud dari dua pria itu.
“Aku ingin menghancurkan markasmu!!” tukas Hansell yang tadinya memilih diam, hingga membuat keheningan antara tatapan Jilixing, bahkan keheningan itu membuat tatapan orang-orang Jiixing juga memancar dengan tajam.
Hingga suara tawa mengelegar dari mulut Tuan Ji, bahkan membuat tawa itu menular pada anak buahnya. Tentu saja ia tidak menghentikan tawa penghinaan yang secara terang-terangan di tujukan pada Hansell dan Zates, namum Zates hanya tersenyum sunging untuk di tebarkan kepada Jilixing, begitupum dengan Hansell yang sangat tenang, seolah tidak terjebak untuk membalas sikap bercanda yang Jilixing ejek pada dirinya.
“Tertawalah sepuasmu Tuan Ji, sebelum kau lupa bagaimaan cara melakukanya setelah semua ini hancur”
“Hansell, aku sangat mengenal dirimu. Tapi aku tidak sadar pria yang sangat muda yang aku kenali dulu bisa membuat lelucon seperti ini, apa kau yakin atas apa yang kau katakan barusan Hansell Hamillton?”
“Tentu saja aku yakin Tuan Ji, bagaimana mungkin kau bisa lupa atas siapa yang menghancurkan perusahaanmu hingga tandas, apa kau yakin masih menganggap kata-kataku lelucon”
Tuan Ji mengubah wajahnya menjadi tegang dan penuh keseriusan, bahkan guratan di wajah Jilixing berubah lebih cepat dari perkiraan cuaca, bukankah ini pertanda bahwa ada waspada yang mulai ia rasakan.
“Baguslah kau mulai sadar dan mulai berfikir mengunakan otak, aku takutnya kau kalah talak ketika tidak menyadari seranganku” seru Hansell sekali lagi pada rubah tua yang licik, membuat Jilixing menegangkan badan menatap kearah Hansell seoalah amat menantang.
“Apa kau yakin dengan orang-orang di sekitarmu Tuan Ji?” tutur Hansell dengan pertanyaan, membuat mata Jilixing menajam menatap kearahnya, apa yang di katakan pria itu, tentu saja anak buahnya seperti seekor peliharaan yang tunduk pada majikanya, bahkan untuk mereka berkhianat saja harus di bayar dengan nyawa, tidak mungkin orang di sekitar Jilixing mengecewakan, jika loyalitas yang ia berikan sangat besar.
Hansell menatap seorang pria yang berdiri di belakang Jilixing dengan tegang, senyumnya terpancar sunging seolah ingin menyampaikan maksud pada pria itu, tentu saja ia merupakan anak buah Jilixing yang paling setia, namun sudah terlibat dengan Hansell sedari lama. Bahkan sedari awal Hansell bergabung di kalagan bawah tanah, pria itu juga bergabung dengan Hansell untuk menjadi bidak caturnya dalam memata-matai Jilixing, tapi bodohnya Hansell ia tidak sadar markas dan organisasi yang Jilixing kuasai, merupakan markas yang di lindungi oleh keluarga Farhaven, yaitu markas yang ia kelola di bawah tanganya sendiri, sebagai syarat untuk memiliki posisi pemimpin, jika markas itu hancur tentu saja posisi Hansell akan hancur, dan jika ia harus menghancurkanya, tentu saja tidak bisa mengunakan pengurus inti di markas besar, untuk itulah Hansell harus menghancurkanya dengan tanganya sendiri.
Aiden mengeluarkan senjata, untuk berjarak dari Tuan Ji dan keluar dari rombongan sambil menodong gadis yang Tuan Ji banga-banggakan, yaitu Cassandra Lee, putri haram Jilixing sendiri. Membuat Jilixing terpana atas sikap Aiden yang sangat setia padanya dan kali ini di depan matanya memberikan perlawanan, apakah ini maksud dari perkataan Hansell barusan, sebuah senjata tentu di layangkan kepada Aiden, namun Jilixing mengehetikanya, sebab ada Cassandra di tangan pria itu, dan juga Aiden adalah orang yang paling ia percayai membuat Jilixing bertanya.
“Sejak kapan kau menghianati diriku Aiden!!” bentaknya dengan geram seolah tidak ada maaf pada Aiden “Apa kau tidak sadar apa hukuman bagi pengkhianat!!!” teriaknya dengan urat-urat yang menjalar di seluruh permukaan leher dan juga tanganya yang mengepal, bahkan jantungnya berdetak dengan kencang hingga membuat Tuan Ji hampir saja kehilangan kendali atas dirinya.
“Kendalikan dirimu Jilixing, bagaimanapun jantungmu tengah bermasalah. Tidak seharusnya kau membiarkan gejolak emosi itu menguasai. Jika kau tidak tenang, bahkan dalam hitugan detik kau akan tumbang” timpal Zates yang tengah melihat keadaan Jilixing, bagaimabnapun ia seorang Dokter, bahakn sekalipun musuhnya tumbang sebelum Zates menyerang, tetap saja Zates akan mengobatinya, ia rasanya tidak ingin mengobati Jilixing, untuk itulah Zates mengigatkan Jilixing untuk mengontrol dirinya sendiri.