
Xiumin adalah teman dekat Hansell di Korea, mereka bertemu di sebuaah pesta yang dihadiri oleh orang teratas Negara ini, tentu saja Xiumin seorang pengusaha meskipun ia tidak sehebat dan sekaya Hansell, hanya saja pria itu sangat memahami duduk tegaknya permasalahan di sektor perdagangan dan saham, selain permainan dibawah tanah yang mengiurkan, Xiumin enggan ikut campur meskipun ia sangat mengerti akan hal tersebut, baginya untuk sekedar memahami dan mengetahui saja, jauh lebih baik dari pada ikut serta akan kelas mafia.
Sebagai seorang pengusaha yang memiliki banyak rekan kerja dan relasi yang luas, nama Nona Petrov kerap kali terdengaar dari mulut mereka, beserta kekuasaan yang tinggi dan juga kehebatan yang ia punya, gadis yang luar biasa dengan kemampuan yang ia miliki, dan kekuasaan yang tidak tertandingi itu, siapa yang tidak mengenalinya, hanya saja sebuah ketidak percayaan memaksa Xiumin untuk sadar, jika wanita itu adalah gadis yang saat ini ada didepan matanya, Nona Petrov yang dijadikan Staff biasa oleh pria gila bernama Hansell. Membuat Xiumin tidak sangup mengalihkan pandangan, saking terpesona akan kecantikan dan kekaguman atas Nona Petrov.
“Apa yang kau lakukan, kau membuat istriku takut saja” putus Hansell dengan nada penuh tekanan, kepada temanya yang tidak berhenti menurunkan pandangan mata kearah Airyn
“Hansell, apa kau yakin memperistri Nona Petrov, apa kau gila? Bagaimana bisa kau melakukanya” ucap Xiumin dengan tidak percaya, sorot matanya benar-benar membutuhkan jawaban, seolah ia ingin mengetahui jalan cerita yang tidak dipahami, dari orang nomor satu di sektor ekonomi di Negara ini.
“Bagaiman? Aku juga tidak tahu, hanya saja kami saling mencintai” ucap Hansell dengan penuh kesombongan, membuat Xiumin sekali lagi tidak percaya, seolah ia enggan untuk menutup mulutnya akibat kemustahilan ini, bahkan pria itu mengucapkan kata tanpa ada rasa getir atas pernyataan barusan.
"Saling mencintai?! Apa kau yakin? mendengar kau menikahinya saja aku hampir gila, dan sekarang kau mengakui tentang saling mencintai, apa kau ingin mati" sahut Xiumin dengan ketus, bahkan nadanya saja tidak bisa menyembunyikan ketidakpercayaan.
"Apa selama ini aku pernah bermain-main padamu" bentak Hansell dengan geram, membuat pria itu tertegun, tantu ia sadar jika pria dihadapanya ini tidak pernah main-main atas ucapan atau kata yang ia lontarkan. Bahkan, tatapan mata Hansell saja mampu membuat Xiumin percaya, akan kebenaran yang ada.
“Benar, Airyn memanglah wanita luar biasa, bahkan siapapun tidak akan menyangka aku adalah suaminya, jika hubungan ini diberitakan keseluruh media dan penjuru dunia, mungkin akan menjadi boomerang masalah yang lebih besar lagi, hanya saja aku tidak akan peduli selain memperistri dirinya” gumam Hansell saat menatap istrinya yang menjauh pergi begitu saja.
“Aku ingin menemani istriku, aku pergi dulu. Soal kerjasama kita aku akan menandatangai kontraknya sesegera mungkin” seketika saja, Hansell pergi dari hadapan temanya, meninggalkan Xiumin yang gigit jari disana, bagaimana bisa dunia tidak adil, orang yang punya segalanya bertemu dengan orang yang memiliki kuasa, bukankah hubungan mereka akan menghancurkan pekekonomian dan memperkaya mereka secara pribadi.
“Hansell” ucap pria itu hingga menghentikan langkah kakinya, ia benar-benar belum puas akan penjelasan temanya, hanya saja Xiumin mengiginkan sesuatu dari hubungan mereka.
“Apa lagi?” tanya pria itu dengan cepat, sambil berkacak pinggang dihadapan Xiumin.
“Bolehkan....aku meminta tanda tangan Nona Petrov, jujur saja aku selama ini sangat mengaguminya,dan teryata dia adalah istrimu. Apakah, kau bisa meminta Nona Petrov menghadiri acara pesta yang aku adakan nanti malam, aku sangat terhormat akan kehadiran istrimu. Tentu saja kalian Kan menjadi tamu VIP ku malam ini, Tuan Hansell Hamilton” ucap pria itu dengan penuh harap, membuat Hansell terkekeh sambil melambaikan tangan dan berlalu sesegera mungkin.
“Hansell! Kenapa bocah ini pelit sekali” gerutu Xiumin yang merasa diabaikan, bahkan sikap temanya tidak meberikan kejelasan, hanya saja ia merasa ada yang aneh dari semua ini, kenapa Nona Petrov sang dewi ekonomi merendahkan dirinya bekerja diperusahaan Hansell dan itu sebagai staff biasa. Apakah ada siasat dibalik itu semua, jika hal ini benar, sudah pasti akan menguncang heboh seluruh dunia, seolah Nona Petrov yang terhormat berada dikasta paling rendahan yang tidak pantas ia pijaki.
Airyn melangkah memasuki lift yang ada didepan matanya, sambil membawa coffe cup ditanganya, tentu saja ia tidak nyaman akan sorot mata yang terus membuat Airyn risih, bahkan gadis itu merasa amat kesal setelah Hansell membiarkaan temanya menatap dirinya seperti itu.
Seketika saja seseorang menarik Airyn untuk memasuki lift dengan paksa, membuat gadis itu merasa takut akan sikap lancang orang asing yang tidak menghargai dirinya, untung saja pria kurang ajar tersebut adalah suaminya, jika bukan Hansell mungkin Airyn akan mematahkan tulang-belulangnya.
“Hansell, kenapa kau mengagetkanku” bentak Airyn dengan geram, sambil menepiskan tangan Hansell dari tubuhnya
“Aku cemburu” ucap pria itu dengan tatapan dingin, tanpa segan ia mencium bibir istrinya dengan penuh paksa, membuat Airyn mendorong Hansell yang di rasa tidak membuat dirinya nyaman.
“Hansell, kau kenapa. Apa aku mengoda laki-laki atau aku berselingkuh, kenapa kau harus cemburu” seru Airyn dengan penuh pertanyaan sambil mengamati raut wajah Hansell yang kusam
“Ada apa denganku, padahal dia hanya mengagumi Airyn, namun rasanya menyebalkan sekali” umpat Hansell didalam hatinya, kali ini ia memandang Airyn dengan wajah memelas, seolah ia engan untuk menjelaskan perubahan sikapnya, sebab ini akan memalukan jika Airyn mengetahui.
“Ada apa dengan pria ini, aneh sekali” gumam Airyn saat melirik suaminya dengan seksama
“Airyn apa kau akan meninggalkan ku? Apa kau akan memilih laki-laki lain yang lebih baik dariku? Apa kau akan mencampakan ku dengan kekuasaanmu” tanya pria itu dengan kalimat rendah, bahkan nadanya hampir tidak terdengar saking pelannya Hansell mengucapkan
“Apa maksudmu.. menjauhlah dariku” seketika Airyn mendorong suaminya untuk berdiri benar, sembari ia merapaikan rambut yang dirasa menganggu, entah kenapa pertanyaan itu membuat jantung Airyn berdebar kencang.
“Jika aku ingin meninggalkanmu untuk apa aku masih disisimu sekarang, tentu saja banyak laki-laki yang lebih baik dari Hansell, hanya saja seorang Hansell hanya ada satu didunia ini, dan jika aku ingin mencampakanya sudah dari dulu aku melakukanya, bahkan dengan kekuasaan yang aku punya, aku mampu menghancurkan Hansell hingga tidak bersisa, tapi anehnya, aku tidak pernah bisa mengunakan apapun untuk menyakiti dirinya” gumam Airyn didalam diam sambil mengigit bibir bawahnya dengan gugup, perlahan wanita itu meneguk kopi hingga tandas seolah rasa pahit tidak terasa getir di lidahnya.
“Airyn tidak menjawab pertanyaanku, apakah ini pertanda ia bisa melakukan semua itu nanti. Jika benar begitu aku dengan senang hati menerimanya, Airyn” gumam Hansell dengan penuh pasrah, seolah ia tidak masalah jika Airyn yang menyakiti dirinya
“Rapat siang nanti, apa kau sudah menyiapkan semua berkas-berkasnya?” tanya Hansell untuk mencairkan suasana diantara mereka
“Sudah , aku telah menyiapkan semuanya. Dan juga masalah pengelapan dana yang terjadi dihotel ini, aku merasa tidak sedikit yang mereka alihkan, bahkan jumlah besar itu lama kelamaan akan menghancurkan hotel ini, tentu saja aku telah mendapatkan beberapa kadidat yang nantinya perlu kau pecat, ditambah kerugian yang mereka lakukan, sepertinya kau perlu meningkatkan pengawasan terhadap hotel ini, jika dugaanku benar tentang penyahgunaan keuangan, mungkin kariyawan yang kau percaya selama ini terlibat dalam data yang sengaja dimanipulasi kepada kita” ucap Airyn sambil berlalu keluar dari Lift, begitupun dengan Hansell yang senang tiasa mengikuti langkah istrinya sambil mendengarkan ocehan Airyn
“Sepertinya kau melakukan pekerjaan sebelum waktu yang ditentukan sayang, jika orang lain curiga dengan kemampuan ini, bukankah kau membuka jati dirimu sendiri” ucap pria itu dengan nada tenang, membuat Airyn terhenti dari langkahnya, sembari melirik kebelakang
“Kau benar, kenapa aku tidak berfikir. Aku terlalu bersemangat melakukan pekerjaan, hingga aku mengucapkan apapun yang terasa. Apa aku telah melakukan kesalahan Hansell?” tanya Airyn dengan raut wajah cemas, memandang kearah suaminya dengan penuh takut, membuat Hansell tersenyum manis membalas tatapan Airyn
“Tidak, kau melakukan nya dengan baik” ucap pria itu sambil mengusap rambut Airyn secara gemas, tentu saja Airyn telah terbiasa akan sikap suaminya, jadi Hansell tidak merasa asing lagi memperlakukan Airyn seperti ini
“Benarkah, jika nanti mereka menyelidiki diriku, bahkan dengan semua ini sangat berpotensi untuk merencanakan sesuatu yang buruk, sudah pasti mereka semua berada didalam kondisi tidak baik, bukankah ini pertanda aku mencelakai orang yang tidak mengerti apapun” ucap gadis itu sekali lagi dengan raut wajah gusar, membuat Hansell melingkarkan tanganya kebahu Airyn
“Tidak akan, apa kau fikir aku akan membiarkan Nyonya Hamillton dalam ancaman, sebelum mereka melakukan itu aku yang akan menghentikan mereka terlebih dahulu” ucap Hansell dengan nada bersungguh-sungguh, tentu saja saat ini Airyn dalam penintaian, sebab Hansell menyadari bagaimana mata mengintip mereka berdua dari kejauahan.
Dua pasangan itu telah selesai dikamar hotel untuk saling melepaskan gairah membara, bahkan Airyn perlu membersihkan diri dan menganti bajunya kembali, sebelum mereka menghadiri rapat siang ini, Airyn dan Hansell berjalan kearah lift untuk menuju ruang rapat yang sudah disediakan dilantai paling atas, setelah mereka berdua sampai disana, tentu semua kariyawan termasuk General Manager menyambut kedatangan Direktur hansell dan Staff yang diakui sebagai istrinya.
Airyn mempresentasikan beberapa paparan untuk materi rapat kali ini, tentu saja hawa dingin diruangan itu amat mencengkram, bahkan membuat semua orang yang hadir sangat ketakutan, sedangkan Hansell hanya diam dengan seribu bahasa, bahkan ia tidak merespon apapun dengan wajah datar, dan membiarkan Airyn menjelaskan sesuka hatinya.
“Jika kesalahan ini tidak disengaja, saya ingin melihat laporan tahunan dari 5 tahun lalu, tapi jika kesalahan itu memiliki unsur kesengajaan saya pikir kalian semua mengerti akan apa yang menjadi dampaknya nanti, hari ini saya telah berdiskusi dengan General Manager tentang laporan yang akan kami terima besok, saya pikir kalian perlu bekerja keras mempelajari semuanya agar saat kami meminta alasan kalian bisa menjelaskan dengan baik” ucap Airyn dengan tatapan mengancam, bahkan matanya tidak bisa ia lepaskan dari satu persatru orang yang ada
Ditengah rapat yang berlangsung, namun seseorang mengedor pintu ruangan, hingga Hansell merasa murka, begitupun dengan Airyn yang merasa risih, tentu semua orang yang ada melirik kearah Hansell yang memiliki wewenang penuh disini, bahkan raut wajah masam dari pria itu membuat Airyn meneguk salivanya dengan takut, bagi Airyn Hansell adalah pria lembut yang mampu menempatkan dirinya dengan baik, tapi jika orang lain tidak memberikan sikap hormat yang sama, pria itu bisa saja berubah menjadi dirinya yang berbeda, entah mengapa firasat Airyn kali ini amat buruk hingga ia berfikir, siapa yang berani melakukan kelancangan seperti ini, tidakkah mereka menyadari posisi Hansell disini.
“Masuk” ucap pria itu dengan nada kesal, sambil menyipitkan matanya memandang kearah pintu yang segera terbuka
“Tuan maafkan saya, diluar ada Nona Merry yang memaksa masuk, bahkan orangnya berhasil menghadang kami” ucap pria itu dengan penuh gusar, membuat Airyn dan Hansell saling memandang. Kenapa Merry melakukan itu, apakah ada masalah, meskipun ada sesuatu atau masalah besar, tidak biasanya Merry melampaui batasannya seperti ini, apalagi ada Airyn disini
Dengan penuh kesal, merry masuk keruang rapat yang amat laus, ia berjalan dengan sikap tegas, seolah salah satu langkahnya membuat seluruh mata tidak bisa berhenti memperhatikan orang asing yang menganggu jalannya rapat penting, dan juga wanita itu amat mengerikan dengan wajah datar yang ia miliki, membuat semua orang melihat dirinya membawa banyak dendam dan geram, bahkan Direktur Hansell berdiri dari kursinya, sedangkan Airyn hanya bisa terdiam diposisi.
Sebuah pukulan mendarat dipipi Hansell dengan kekuatan penuh, membuat seisi ruangan membeku, begitupun dengan Airyn, bahkan pengawal Hansell tidak bisa melakukan apapun karna Tuan Muda mereka tampak menerima dan pasrah akan hal itu.
Plakkkk…sekali lagi Merry melampiaskanya dengan penuh geram dan tatapan yang memancar tajam.
“Merry, apa yang kau lakukan!” bentak Airyn kearah ibunya
“Diam!” balas Merry dengan begitu kesal, bahkan tatapan tajamnya kepada Airyn menciutka nyali gadis itu, selama ini Airyn tidak pernah melihat Merry seperti ini pada dirinya, bahkan ia tidak pernah mendengar Merry meninggikan nada suaranya, tapi tatapan tajam itu sangat mengancam dengan penuh kegerian, hingga Airyn tidak bisa melakukan apapun selain diam
“Semuanya keluar” titah Hansell dengan kalimat dingin penuh perintah, membuat semua orang beranjak dengan segera dan keluar dari ruang rapat. Tentu mereka yang keluar dari sana tidak percaya akan situasi ini, bahkan mulut mereka tidak berhenti saling menyaut satu sama lain.
Sekarang tersisa Airyn, Hansell dan Merry diruangan luas yang tadinya dijadikan sebagai tempat rapat siang ini, hanya saja suasana disini berbeda setelah Merry memasukinya , amat mencengkram dan juga menegangkaan, bahkan Airyn saja tidak mampu berkata-kata, selain menyaksikan pandangan penuh dendam dari mata Merry kepada suaminya, apa yang Merry inginkan sebenarnya, hingga ia berani seperti ini kepada Hansell, sekalipun pria itu menantunya. Bagi Airyn, Merry tidak akan mampu melampaui batasan, tapi kali ini ibunya amat berbeda dan menyimpan kekecewaan dalam.
“Apa yang kau lakukan pada anakku!” bentak Merry dengan penuh ancaman yang mengerikan, membuat Hansell melirik kearah Airyn yang meneteskan air mata ditempatnya “Kau fikir siapa dirimu, yang memaksa anakku menikah dan memilikinya tanpa persetujuanku, apa kau fikir aku tidak tahu apapun, aku mengetahui kau memaksa Airyn untuk menikah denganmu tanpa gadis itu menyukai hubungan pernikahan kalian” sambung Merry dengan mengepalkan tangan
“Benar, aku memang menikahi Airyn secara paksa, dan sekarang anakmu adalah istriku” ucap Hansell tanpa ada rasa getir dilidahnya, untuk menjelaskan hubunganya dan Airyn.
Plakkkkk….tamparan itu lagi-lagi diayunkan kewajah Hansell, membuat Airyn tidak tega menyaksikan suaminya diperlakukan seperti itu oleh ibunya, sekalipun Merry menyuarakan dirinya, tidak sepantasnya untuk Merry memukul suaminya
“Merry apa yang kau lakukan?” putus Airyn saat berada ditengah ibu dan suaminya, membuat Hansell tertegun saat Airyn berusaha membela dirinya “Kau tidak bisa melakukan ini pada suamiku, kita bisa membicarakanya dengan baik-baik” sambung Airyn dengan penuh keyakinan, berharap Merry mau mendengarkan, sedangkan Hansell hanya diam menatap Airyn dari arah belakang.
“Suamiku, apa kau yakin dengan perkataanmu. Menyingkir dariku. Aku hanya ingin berurusan dengan pria ini” ucap Merry dengan kalimat tegas, membuat Airyn enggan mendengarkan, ia masih menatap wanita itu untuk mengendorkan sedikit emosi yang melimpah
“Tidak, aku tidak bisa diam dan membiarkan kau memperlakukan Hansell seperti ini, sekalipun Hansell telah memaksakan hubungan ini, tapi sekarang dia adalah suamiku, jadi jika kau ingin kejelasan aku perlu ikut campur untuk menjelaskanya padamu” bantah Airyn, membuat Merry mengecutkan bibir dengan tatapan menghina, bagaimana bisa anaknya seperti ini, seolah gadis itu benar-benar bukan seperti dirinya biasa.
“Apa kau yakin dengan Hansell? Tidakkah kau mengaggap telah dipermainkan olehnya saat ini, jika menikahimu saja ia bisa melakukan kecurangan apa kau tidak berfikir jika Hansell bisa saja memanfaatkanmu” bantah Merry dengan penuh tekanan, bahkan kalimatnya tertuju untuk menuduh, membuat Hansell merasa tersinggung atas ucapan yang dilontarkan mertuanya
“Nona Merry, saya rasa anda melakukan kesalahan, sekalipun hubungan ini akibat paksaan yang saya berikan pada Airyn, tapi saya tidak pernah memanfaatkanya, jika saya memanfaatkan Airyn untuk apa saya menjadikan Airyn istri disaat ia melepaskan segalanya. Nona Merry, saya akui akan kesalahan yang terjadi, tapi alasan dari pernikahan ini, saya ingin melindunginya, dengan menyandang nama sebagai Nyonya Hamillton setidaknya Airyn berada didalam tanggung jawan saya” ucap Hansell dengan sungguh-sungguh, bahkan kalimatnya terdengar formal untuk menancapkan keinginan. Entah kenapa perkataan Hansell membuat jantung Airyn berdebar, tentu saja ia tidak terima akan pernikahan yang dipaksakan, hanya saja didalam raga paling terdalam ia amat mengiginkan Hansell untuk hidup dan masa depanya.
“Bukankah kau tahu, Airyn tetap saja pewaris kekayaan Petrov, sekalipun ia melepaskan tanggung jawabnya, apa sekarang kau tengah berekting menjadi pahlawan kesiangan untuk putriku, seolah menerima dirinya apa adanya, padahal kau mengincar sesuatu lebih” tuduh Merry tanpa ada rasa segan, membuat Hansell mengepalkan tangan menahan amarah yang rasanya ingin meledak, tentu ia sadar saat ini Merry tengah mempermalukan dirinya dengan cara merendahkan, tapi jika Hansell tersulut emosi akan sulit menjelasakan kebenaran
“Merry!!” bentak Airyn sekali lagi, ia tidak percaya ibunya mampu mengucapkan kalimat itu kepada Hansell
“Airyn, aku tidak apa-apa” hansell meraih pundak wanitanya untuk mengamankan Airyn, dan mengantar istrinya kearah samping, seolah ia tidak ingin gadis itu menghalangi Merry, sebab menurut Hansell, Merry pantas memperlakukanya seperti ini, sebab Hansell tanpa sopan mengambil Airyn sebagai istrinya
“Hansell” lirih Airyn dengan wajah bersalah, entah kenapa ia tidak sangup menyaksikan Hansell sepasrah ini, namun pria itu berusaha menenagkan Airyn sambil mengusap pipi istrinya dengan penuh senyum yang bisa ia berikan
“Apa yang ingin anda sampaikan Nona Merry?” seketika Hansell melirik kearah Merry dengan sikap tegas, seolah ia tidak takut akan kesalahan yang telah ia lakukan, sekalipun Merry berfikir lain akan maksdu dan tujuanya, persetan dengan ketidaksetujuan mertuanya, Hansell akan memperjuangkan Airyn.
“Apa kau fikir, anakku mainan. Bukankah aku sudah mengatakan padamu tentang masa lalu Airyn, dan sekarang kau merampas haknya sesuka hatimu, aku sudah memperingatimu Hansell, untuk berhati-hati akan tindakan yang kau putuskan apalagi terkait Airyn, jika kau menikahi anakku seperti ini, apa kau fikir banyak pihak yang akan setuju? Bahkan aku menjamin jika saat ini nyawa Airyn telah menjadi ancaman, ia sudah memilih sebuah pilihan untuk melepaskan tanggung jawabnya sebagai ahli waris Petrov, secara tidak langsung keputusan itu membuat Airyn mengibarkan perperangan dengan orang yang ada dibalik surat kontrak, dan bisa dipastikan saat ini Airyn tengah terancam bukan? Dan, kau menambah satu masalah lagi yang menimbulkan kemurkaan, apa kau tidak memikirkan keselamatnya, apa kau fikir hidup anakku mainan? Sekalipun Airyn memiliki kekuasaan, ia tidak bisa melakukan apapun sesuka hatinya” Bentak Merry dengan begitu marah, sorot matanya saja sangat mengutuk kepada pria itu, seolah anaknya memang dibuat menderita oleh cinta kepada Hansell. Sekalipun Airyn mencintainya tidak sepantasnya untuk Hansell memanfaatakan hal itu, tentu Merry tidak terima akan keputusan implusif yang diperankan oleh mereka.
“Aku mengerti dan aku sangat paham, aku sadar Airyn tidak bisa menerima masa lalunya, tapi Merry aku akan mengubah hal itu, aku telah memiliki Airyn dan aku sendiri yang akan melindungi dirinya untuk menerima pernikahan yang terjadi, tidak peduli bagaimana ancaman yang menghadang, aku dengan senang hati menerima dan melindungi istriku. Mungkin kau sudah mengerti niatku dalam pernikahan ini, hanya saja aku tidak memiliki kesempatan untuk memilih, selain menjadikan Airyn istriku” ucap Hansell dengan penuh sunguh-sunguh, ia tidak bisa membantah apapun yang menjadi kesalahanya, tapi Hansell bisa berjanji untuk sebuah masa depan yang ia tawarkan kepada istrinya.
“Tentu aku paham niatanmu itu, dengan menikahi Airyn sama saja kau mengantarkan nyawamu sendiri, jika nanti kau berhasil dilenyapkan, apa kau ingin anakku juga menderita kehilanganmu, kenapa kau egois sekali untuk memilikinya” ucap Merry dengan penuh perhitungan, membuat Airyn tidak percaya akan ucapan itu, tentu saja matanya menuntut sebuah penjelasan kehadapan Hansell, bahkan kekecewaan akan Hansell terpampang jelas diwajah Airyn sat ini, membuat pria itu merasa tidak berdaya selain meraih wanitanya kedalam pelukan, ia menengelamkan Airyn didada, seolah gadis itu tidak boleh mengucapkan kaimat apapun untuk bersuara, membuat Merry semakin murka atas kelancangan yang ditampilkan Hansell didepan matanya.
“Airyn adalah istriku, aku akan melindungi dan menyelamatkannya, apapun yang terjadi nanti itu hanya sekedar asumsi, aku akan bertahan untuk Airyn, dan aku minta maaf memaksakan pernikahan ini pada putrimu, tentu saja aku telah menyesali semuanya, tapi jika penyesalan saja yang aku berikan, untuk apa aku melakukan hal ini, jadi untuk semua yang terjadi diantara kami, aku tidak akan menyerah tentang Airyn. aku berharap kau bisa menerimaku dan hubungan kami Merry. Karna aku akan melindungi putrimu, sebab aku sangat mencintainya” ucap Hansell dengan penuh harap, membuat Merry terdiam seolah ia tidak mampu mengucapkan kaliamat apapun, jika saja Hansell seyakin itu pada putrinya, apa yang bisa Merry lakukan. ia hanya membutuhkan jaminan atas kesungguh-sungguhan.
“Hansell aku hanya ingin Airyn tetap hidup dan menjalani kehidupan seperti dirinya biasa, aku tidak mengiginkan apapun selain kau menjaganya dengan baik, tapi untuk menerima pernikahan mu dan putriku, aku perlu waktu untuk terbiasa. Sebab aku tidak bisa percaya pada dirimu, sekalipun kau berdalih mencintai Airyn sepenuh hati” balas Merry, sedangkan wanita yang ada dipelukan Hansell menitikan air mata, entah ia perlu bahagia atau terluka, yang jelas ia amat tersentuh akan dua orang yang begitu mencintai dirinya.
“Aku minta maaf” lirih Airyn dengan penuh penyesalan, membuat Merry dan Hansell terdiam seketika.
“Sayang, apa yang kau ucapkan, kau tidak salah apapun” ucap pria itu saat melepaskan Airyn dan melihat wajah istrinya yang bergelimang air mata, seketika Airyn menundukan sedikit wajah seolah ia enggan untuk menatap suaminya, kali ini ia perlu mengungkapkan semuanya
“Andai saja aku tidak memaksakan diri, mungkin kekacauan ini tidak terjadi, aku minta maaf Merry telah mengecewakanmu. Aku sadar dengan kembalinya aku kesisi Hansell akan terjadi kekacauan, aku telah memperkirakan hal ini, tapi aku tetap menjalaninya dan terus mengecewakanmu. Aku minta maaf tidak pernah jujur padamu, hingga kau terluka saat mengkhawatirkanku, tapi Merry, aku ingin mengubah masa lalu kita, aku ingin mengetahui kebenaran, aku ingin semuanya jelas, dan jalan satu-satunya adalah memaksakan diriku bersama dengan Hansell, sebab semuanya telah terlanjur terjadi, Hansell terlanjur ikut campur dalam masalah ini, jadi aku merasa untuk menghindar dan pura-pura baik itu akan menjadi kesalahan” ucap Airyn kepada ibunya yang ada dibelakang, jujur saja ia tidak mampu menatap kearah Merry, karna Airyn merasa bersalah telah mengecewakan wanita itu
“Dasar anak bohoh, kau fikir aku tidak tahu rencanamu. Kau sengaja ke Korea untuk membuat kekacauan ini, dan saat kau menikah kau tidak memberitahu ku. Apa kau fikir aku bisa memaafkan anak durhakan sepertimu” seketika saja ucapan Merry membuat Airyn mebalikan badan dan memeluk wanita itu “Maafkan aku” ucap Airyn saat pelukan hangat diberikan kepada ibunya.
Dua pasangan ibu dan anak itu benar-benar saling mengetahui rencana masing-masing, namun mereka berdua sama-sama tidak mengakuinya, tentu saja akibat Gen yang sama membuat Airyn dan Merry amat mirip sekali, selama ini Merry telah mengetahui niatan Airyn datang dan kembali kepada Hansell, hanya saja ia diam untuk tidak ikut campur dan memainkan peran, begitupun dengan Airyn, ia merencanakan semuanya dan tidak memberitahu Merry karna Airyn percaya Merry akan mengerti dirinya, dan ternyata wanita itu datang ke Korea akibat Airyn dan Hansell yang mendiamkan pernikahan mereka, tentu saja Airyn merasa gugup untuk memberi tahu ibunya, tapi ia percaya Merry akan mengerti tentang maksud dan tujuannya.
“Apa kau ke sini hanya untuk berakting Merry? jujur saja, ini sangat buruk. Aku tidak akan memberikan piala oscar padamu” bisik Airyn dengan penuh ejekan, tentu Merry berusaha menahan raut wajahnya, sebab saat ini Hansell bertentangan didepan matanya
“Sayang….dari pada memikirkan aktingku, lebih baik kau atasi suamimu, aku hanya memberikan sedikit pelajaran padanya karna ia berani membiusmu” ucap Merry dengan begitu lirih, membuat Airyn tersadar akan kondisinya yang tidak diuntungkan.
“Tunggu…apa aku disini sebagai pelaku atau korban? Sepertinya aku yang dimanfaatkan” gumam Hansell dengan binggung, seharusnya akir dari cerita mertua yang melabrak menantunya yang sudah memaksa sang putri menikah tidak seperti ini, tapi faktanya dua wanita dihadapanya saling berpelukan dengan kehagatan yang penuh, seolah mereka saling mengerti dan memahami, bukankah ini pertanda jelas jika sebenarnya Hansell yang dipermainkan?
“Apa kalian mempermainkan ku” bentak Hansell seketika, membuat Merry dan Airyn terdiam diantara pelukan mereka yang perlahan merenggang “Astaga….Airyn!! apa kau benar-benar merencanakan ini. Airyn!!” bentak Hansell, membuat istrinya bangkit dari tubuh Merry, sambil mengedipkan mata kearah wanita itu, ia meraih tangan Hansell untuk keluar dari ruangan, tentu saja Hansell merasa dipermainkan oleh istrinya, selama ini ia selalu meganggap dirinya laki-laki kejam, karna mamaksakan hubungan mereka, tapi ternyata Airyn sudah merencanakan semua ini, bukankah ini pertanda ia telah dimanfaatkaan oleh dua wanita dihadapanya, benar-benar wanita kejam yang tidak memiliki perasaan.
Airyn tersenyum malu saat menarik Hansell menuju kamar mereka, tentu saja ia merasa puas telah mempermainkan pria itu, ini semua adalah balasan yang setimpal karna Hansell membiaus Airyn hingga gadis itu tanpa sadar telah menjadi Nyonya Hamillton, jika saja Hansell tidak membius dirinya, mungkin Airyn dengan suka rela menandatangi pernikahan mereka, sebab ia membutuhkan Hansell untuk menyelamatkan hubungan mereka yang akan dikacaukan oleh orang lain, salah satunya Jungkyung.
“Airyn apa maksud semua ini” bentak Hansell saat menghentikan langkah kaki mereka hingga alAiryn tersentak, sadar akan kekesalan yang melanda suaminya, Airyn membalikan tubuh untuk berhadapan dengan pria itu.
“Tidakkah kau membutuhkan kamar untuk mendengar penjelasanku” tawar Airyn dengan rona malu, membuat jantung Hansell bergetar, tanpa segan dan aba-aba ia mengendong istrinya guna mempercepat langkah mereka, tentu Airyn merasa bahagia setelah berhasil menyulut emosi suaminya, meskipun ia akan mengalami sakit pinggang yang mencengkam setelah bangun dipagi hari, Airyn rasa tidak masalah jika sudah menikmati.