
Sudah 5 tahun tidak pernah ada wanita atau manusia yang membuat Hansell begitu gugup dan takut, namun perasaan aneh ini selalu tertampil ketika dirinya berhadapan dengan wanita itu, Airyn Petrov.
tentu saja Airyn duduk diepan Hansell dengan begitu baik nya, dia tersenyum sebagai formalitas lalu menampilkan keseriusan setelah menduduki posisi diantara mereka.
“Tuan Hans, saya adalah Nona Petrov, anda bisa memanggil saya seperti itu, saya adalah pemilik GRUP KL, saya tidak menyangka perusahaan Tuan Ji membuat kami rugi begitu banyak nya, bahkan selama ini saham kami begitu berkembang semenjak kami menanam saham di perusahaan Ji, ada masalah apa hingga masalahnya menjadi seperti ini" tanya Airyn mengunakan bahasa korea karna dirinya tau perusahaan Ji berada di Korea, karna itulah Airyn mengunakan bahasa korea saat berhadapan dengan Hansell, dia menganggap yang berbicara dengan nya adalah orang Korea, namun lain dari itu Airyn seperti tak mampu mengalihkan pandangan nya dari pria asing yang dijumpainya hari ini.
“maafkan kami Nona Petrov” seketika itu Airyn kaget, bagaimana bisa pria didepan nya mengunakan bahasa Irlandia dengan begitu baik beserta logat nya yang kental
“kami memiliki permasalahan Internal, ada pengelapan dana besar-besaran yang dilakukan oleh orang didalam Grup Ji, membuat kerugian nya begitu besar terhadap perusahaan, saat ini saya tau tidak dalam keadaan baik untuk bernegoisasi, tapi saya hanya ingin minta tengang waktu agar mampu mengoptimalkan perusahaan seperti biasa” jelas Hansell dengan tersenyum, setidaknya saat ini dia sadar akan tujuan nya
“apakah masalah perusahaan anda harus menjadi masalah kami? Kami telah mendapatkan kerugian yang begitu besar, jika aku memberikan tengang waktu tentu saja kami mendapatkan kerugian atas waktu tersebut, tapi apa yaang bisa anda janjikan untuk membayar itu?” tanya Airyn dengan begitu lugas, membuat Hansell mengerti, ternyata Airyn memang berbeda dari semua orang yang ditemuinya, didalam berbisnis dia begitu teliti dan penuh pertimbangan, bahkan dia tidak tergoda untuk sesuatu yang besar, rasanya Hansell merasa bahagia jika bekerjasama dengan orang seperti ini, membuat dirinya menyesal telah membuang kesempatan 5 tahun lalu
“kenapa aku merasa pernah melihat nya, tapi dimana?” gumam Airyn sambil memperhatikan Hansell dengan lekat-lekat
“seperti yang saya katakan, jika anda mempertimbangkan untuk memberi kami waktu dalam memperbaiki keadaan, saya akan memberikan keuntungan atas kerugian yang anda dapatkan Nona Petrov, bukan kah anda jauh lebih rugi jika mencabut saham dari perusahaan kami, lantaran saham yang anda tanam terlalu banyak di perusahaan Ji, tapi sebaliknya jika anda membiarkan saya memperbaiki keadaan dalam waktu 1 minggu saja, saya pastikan anda akan mendapatkan keuntungan” jelas Hansell dengan begitu tegas.
Tentu saja Siryn dengan seksama memperhatikan dan terdiam memandangi mata Hansell, namun keseriusan nya bukan pada bisnis yang dibicarakan pria itu, melainkan pada Hansell sendiri, Siryn begitu samar dengan Hansell, dia merasa pria tersebut tidak berbeda dan bukan orang lain untuknya, namun siapa dia?
“Nona Petrov” celetuk Hansell, membuat Airyn terbangun dari diam nya, tentu saja Tuan Kim merasa ada yang berbeda dengan Airyn, biasanya gadis muda didepan nya ini selalu saja menyelesaikan percakapan dalam beberapa menit, namun kali ini Nona Petrov menghabiskan waktu berlama-lama untuk memperpanjang perdebatan mereka
“maafkan saya, seperti nya semua kebijakan ada ditangan Tuan Kim, saya rasa dia tau apa yang harus dia perbuat, saya permisi” Airyn dengan cepat berdiri dari duduknya akibat rasa pusing yang didera kepalanya, bahkan gadis itu merasa sangat baik sebelum memasuki ruangan, namun kenapa tiba-tiba merasa pusing, dia berdiri dengan sempoyongan, membuat Hansell merasa khawatir dengan gadis itu, bahkan tuan Kim juga merasakan hal yang sama
“apa kau baik-baik saja” seketika itu Hansell mencela Airyn dengan mengunakan bahasa informal
“berani sekali kau bicara sepertii…ii..itu pada ku” Airyn memegang kepalanya karna rasa pusing tersebut begitu mendera nya secara tiba-tiba
“Airyn” teriak Hansell ketika Airyn terjatuh dari berdirinya, membuat gadis itu terduduk sambil menahan sakit kepala, tentu saja Hansell panik setelah melihat Airyn kesakitan didepan nya, dia mengendong Airyn secara tiab-tiba, membuat tuan Kim tidak percaya dengan apa yang berada dihadapan nya, namun berbeda dengan Darrel dia mengerti apa yang harus dilakukan nya saat ini
“sii..siapa kau sebenarnya” dengan rasa pusing yang tidak berdaya, Airyn menatap Hansell ketika dirinya tengah digendong pria itu
“diamlah, kau ini bagaimana bisa seperti ini” Hansell membawa Airyn keluar dari ruangan itu, dia bertemu dengan Marry yang begitu kaget melihat Hansell mengendong Airyn
“apa yang terjadi pada Nona” tanya Merry cemas
Dengan rasa takut dan cemas, Hansell memeluk Airyn didalam dekapan nya, gadis itu tengah menutup mata tak sadarkan diri, dia begitu cemas akan Airyn, bagaimana bisa Airyn selalu saja sakit saat bersama nya, membuat Hansell mengutuk dirinya sendiri.
Ditengah perjalanan Hansell menceritakan apa yang terjadi kepada Marry, tentu saja Marry menelfon dokter James, saat ini gadis itu telah ditangani oleh Dokter di ruang ICU, Hansell mendudukan diri disamping Airyn, dia tidak akan mau beranjak dari duduk nya hingga Airyn membuka mata, dokter mengatakan gadis itu hanya kelelahan dan menguras banyak tenaganya untuk berfikir dan juga hilangnya kesadaran disebabkan oleh berkurangnya aliran darah menuju otak secara tiba-tiba, hal inilah yang menyebab kan dirinya mengalami sinkop atas tubuhnya sendiri.
Setelah beberapa lama akirnya Airyn membuka mata, dia melihat Hansell adalah orang pertama yang berada disana, namun kenapa perasaan ini begitu tenang ketika melihat pria itu ada didepan mataya.
“apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Airyn dengan mata sendu yang penuh pertanyaan, seketika Hansell bingung menjawab nya bagaimana, lantaran dia tidak pernah berfikir Airyn akan mempertanyakan hal seperti ini kepadanya
Hansell hanya tersenyum dan menganggukan kepala, seolah dia hanya mampu melakukan itu tanpa mengunakan suara, tentu saja Siryn merasakan kepuasaan atas jawaban itu
“dimana aku megenalmu?” tanya Airyn
“apa kau melupakan aku? Hei bagaimana bisa kau secepat itu lupa, bukankah kita teman SMA, nama ku Hansell” jelas pria tersebut kepada Airyn, dia membuat suasana mereka terasa asing namun terlihat santai, agar Airyn tidak mencurigai apa-apa
“Hansell” gadis itu berfikir lagi dengan keras sambil memandang Hansell dengan kening yang berkerut, namun dia tidak mengingat apapun.
“Airyn, eh Nona Petrov kau tidak boleh memaksa dirimu untuk menginggat, kau sangat terkenal di SMA, karna itulah aku mengenal mu, aku lupa diri sejenak, menganggap kita saling kenal, lupakan lah” Hansell meraih kening Airyn, dia mengusap lembut kening gadis itu menggunakan jemarinya, lantaran Hansell tidak ingin membuat Airyn menderita, sebab Airyn sudah bersusah payah melupakan Hansell.
Tentu saja Airyn tidak menyangkan atas perlakuan yang diberikan Hansell kepadanya, dia merasa begitu kaget namun terasa nyaman, bahkan Airyn sendiri mempertanyakan dirinya sendiri, sejak kapan dia membolehkan laki-laki membelai kepala nya, namun tangan itu begitu menenankan dirinya.
“apa kah kau laki-laki malam itu” celetuk Airyn membuat Hansell menghentikan jemarinya, dia begitu kaget atas pernyataan barusan
“yang mana?”
“hari terakir sekolah, kau membantuku keluar dari gedung itu bukan?” tanya Airyn
Sekali lagi, membuat Hansell tersenyum dan menganggukan kepala, bagaimana bisa Airyn menginggatnya, ada rasa senang namun ada rasa takut, tapi Hansell hanya membutuhkan Airyn bahagia.
Dia hanya ingin Airyn kembali sehat itu saja, sebab dokter James mengatakan kepada Hansell, Airyn tak sadarkan diri lantaran dia melawan fikiran nya untuk mengingat Hansell, karna itulah gadis itu merasakan pusing hingga dirinya tidak sadarkan diri.
Tentu saja setelah mendengar penjelasan barusan Hansell merasa bersalah, dia mempertanyakan apakah keputusan yang diambil nya salah? Bahkan Airyn tetap saja tersakiti atas apa yang dilakukan nya, setelah sekian lama mereka tidak bertemu namun dipertemuan pertama lagi-lagi Hansell melukai gadis nya, wanita yang dicintainya bahkan wanita yang selalu bersemi didalam hatinya, terbaring dirumah sakit selalu karena dirinya.
Hansell mempertanyakan apa yang harus dilakukan nya? apakah Airyn akan membenci nya? Hansell tak kuasa setiap kali memandang wajah teduh itu, dia merasa bersalah hingga teramat salah, bahkan setelah Hansell menghukum dirinya sendiri tetap saja dia masih belum bisa menghapus semua rasa bersalah kepada Airyn.