
Dirumah sakit, somi tengah membaringkan tubuh diranjang, dia membuka mata nya dari tidur panjang, gadis itu tengah melihat keadaan, dia tidak melihat apapun selain kamar kosong yang ada dirinya didalam, bahkan kamar tersebut tidak memiliki apapun selain ranjang dengan bantal yang terbalut kain polos putih, tanpa ada hiasan didinding, berbeda jauh dengan rumah sakit tempat dirinya menginap
sebelum nya.
“dimana aku” seketika itu Somi melangkah ke arah luar, dia melihat banyak nya orang yang memakai pakaian seperti nya, tengah duduk dilorong depan, ditemani dengan perawat yang memakai pakaian segaram, membuat Somi semakin mengekerutkan kening akibat heran, lantaran sikap pasien itu sangat aneh saat dipandang nya, pasien yang berada dilorong itu adalah wanita berumur yang mengedong boneka ditangan nya, layaknya seorang anak kecil yang merawat boneka kesayangan nua.
“tempat apa ini?” teriak Somi, sontak perawat yang menemani pasien yang mengedong boneka melihat ke arah Somi, dia menghampiri Somi seperti orang dewasa membujuk anak kecil
“tenang lah, ayo masuk kedalam” seru nya
“apa kau gila, bagaimana bisa kau menyuruh ku kesana, sedangkan aku tidak tau ini tempat apa” Somi menjerit-jerit kepada perawat yang memengang tangan nya, sedangkan perawat yang lain menghampiri dirinya, hinggaa menyeret Somi memasuki kamar nya.
“apa kalian ingin mati, apa yang kalian lakukan” bentak nya sambil melepaskan diri dari orang asing yang memaksa Somi
“tenang lah, kembali kekasur mu” saut perawat pria yang memaksa Somi kembali ketempat nya
“aku tidak mau!! Lepaskan aku, apa yang kalian lakukan” teriak nya kepada semua perawat yang meringkuh tubuh nya
“tenanglah Nona Somi, kami tidak melakukan apapun kepada anda, anda harus istirahan disini” jelas nya sambil menyuntikan obat penenang kepada gadis itu
“apa yang kalian lakukan” seketika itu kesadaran Somi hilang, membuat dirinya memejamkan mata, bahkan Somi tidak tau mengapa dirinya berakir disini
Saat ini wanita itu tengah berada dirumah sakit jiwa, akibat tindakan bunuh diri yang dilakukan nya, membuat Tuan Ji memasukan anak tirinya ke rumah sakit tersebut, hal itu lantaran dia bertemu dengan seorang psikolog yang menyarankan Somi untuk dirawat disana, tentu saja Tuan Ji bersedia karna dia menginginkan Somi tidak kembali ke kehidupan nya semula.
“apakah dia sudah tenang?” tanya seorang Dokter kepada perawat yang telah memberikan obat penenang kepada gadis itu
“terimakasih, kalian boleh pergi” mereka meninggalkan ruangan sesegera mungkin, sedangkan pria itu memandangi Somi yang tengah menutup mata nya, bahkan dia tersenyum sungging setelah memperhatikan kehidupan yang tengah dijalani oleh Somi saat ini
“malang sekali” seru nya, dia berlalu meninggalkan ruangan dan menutup pintu dari arah luar
“Dokter James” sapa seorang wanita cantik yang berpakaian mirip dengan dokter James, tentu saja dia seorang psikiater muda yang menganggumi ketampanan dokter James, seketika dia memalingkan wajah dengan membalas senyuman yang penuh keindahan kepada wanita itu, wanita cantik itu tak sungkan berlari kecil menghampiri dirinya
“apa anda mau minum kopi” ajak nya
“hm,, boleh” balas dokter James kepada wanita cantik tersebut, bahkan pernyataan nya di susul dengan senyum terindah yang dimiliki nya, membuat psikiater muda itu melayang dibuat nya
Mereka berdua berjalan menuju ruangan, yaitu ruangan milik dr.Jenny, wanita muda yang menganggumi ketampanan dokter James, tentu saja dia membuatkan kopi diruang pribadi nya, karna begitu lengkap dengan fasilitas yang dibutuh kan, Jenny memberikan kopi hangat kepada James, membuat mereka meneguk kopi dengan senyuman, bahkan sesekali Jenny melirik kearah pria tampan itu.
“apakah anda mengenal Somi?” tanya Jenny kepada james
“tidak, saya mengenal nya dari pasien saya sebelum nya” tutur nya
“begitukah, apa anda tidak tau dia adalah artis terkenal yang sedang naik daun, namun di satu malam takdir nya berubah begitu saja, malang sekali” balas nya
“memang” jawab dokter James sambil meneguk minuman nya, seakan nada dingin disuara nya membuat Jenny merasakan sesuatu aneh yang merubah suasana mereka, dia memberikan senyum terpaksa atas balasan singkat yang diberikan pria itu.
Saat dokter James melihat Hansell dirumah sakit yang tengah dikunjungi nya, dia mengikuti Hansell dari arah belakang, membuat pria itu menyaksikan apa yang terjadi di atap sana, dia pergi dengan cepat saat Hansell mulai beranjak dari sana, hingga pada akirnya, dokter James bertemu dengan ayah nya Somi, dia memberikan kartu nama nya dan merekomendasikan Somi kerumah sakit jiwa tempatnya bekerja, dokter James melakukan nya dengan suka rela, tentu saja Tuan Ji menyetujui nya lantaran dia tidak ingin mengurus gadis itu, hingga akirnya
Tuan Ji meletakan Somi disana yang dititipkan nya kepada pria yang baru saja dikenali nya.