Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Airyn Terluka




Setelah melihat raut wajah kakak nya, membuat Angel merasa Khawatir, dengan sigap dia meninggalkan sofa itu dan menghampiri mereka, karna dia ingin mengetahui apa yang terjadi disana, terlihat kaki Airyn sudah memerah di sebelah kiri dengan minyak yang berserakan dilantai, Hansell begitu kaget dengan kejadian barusan hingga dirinya tidak mampu mengeluarkan kata-kata selain


“apa kau baik-baik saja” celetuknya dengan cemas, sedangkan Airyn mendesis kesakitan karna minyak panas yang menguyur kulit mulus nya, beruntung Hansell masih mengunakan celana panjang yang dipakainya usai bekerja, membuat minyak itu tidak mengenai permukaan kulit nya, sedangkan Airyn mengunakan Mini Dress yang membuat lutut hingga ujung kaki nya terbuka dan terkena tumpahan minyak panas


“kakak kenapa dengan Kak Airyn?” tanya Angel dengan begitu cemas, bahkan mulut nya begitu kaget melihat ke kaki Airyn yang penuh dengan memar merah


Tanpa Pikir panjang Hansell mengendong Airyn dan membawanya masuk kedalam kamar untuk menuju kamar mandi, Hansell menyiramkan air ke kaki Airyn yang terkena minyak barusan.


“Airyn maafkan aku, apa sakit sekali?” tanya hansell dengan penuh penyesalan, melihat wajah cemas dan bersalahnya Airyn seakan tidak tega untuk mendesis kesakitan, bagaimana pun ini bukan salah hansell, tapi pria itu terlebih dahulu menyalahkan dirinya


“tidak, aku baik-baik saja” balasnya dengan tersenyum


“bagaimana bisa kau baik-baik saja, jika ini sakit katakan sakit, jangan membohongi dirimu sendiri” bentak nya kepada Airyn, seketika Airyn terdiam dengan sikap Hansell, tidak pernah ada laki-laki yang begitu mencemaskan dirinya selain ayah kandung nya, namun saat ini pria yang bersama dirinya begitu sempurna hingga Airyn merasa begitu bahagia menerima kenyataan yang ada


“Hansell” Airyn memeluk Hansell dengan meneteskan air mata, namun kali ini bukan karan rasa sakit dihatinya, namun rasa bahagia yang membelengu hati nya, dia tidak menyangka saat ini dirinya memiliki seorang pria yang berharga, yang mencemaskan dirinya begitu jujur, dan memeluknya ketika rapuh, bahkan tubuh pria ini setiap kali menampung air mata Airyn, bagaimana bisa airyn mengabaikan perasaan terharu nya


“Airyn maafkan aku, apa sesakit itu, aku menyesal telah melakukan nya” racau Hansell sambil membalas pelukan Airyn, dia merasa bersalah dan teramat salah, seharusnya dia tidak melakukan hal seperti itu didapur, namun sikap kanak-kanakan nya malah membuat Airyn terluka


Mendengar pernyataan barusan, Airyn hanya mengelengkan kepala untuk menjawab, dia melepaskan tubuh nya dari Hansell dan menatap lekat mata pria itu, Siryn tidak percaya saat ini dirinya telah menemukan pria yang mampu membuatnya bahagia, pria yang tidak pernah diinginkan nya sama sekalin ternyata pria yang selalu menyayangi dirinya, Hansell seperti malaikat yang menghapus hitam menjadi putih dikehidupan Airyn, dia seperti cahaya yang menerangi setiap kegelapan yang menyelimuti dirinya. Jika ini bukan Hansell, Airyn tidak akan merasakan kebahagian seperti sekarang. Jika orang ini bukan Hansell, dia belum tentu merasakan penerimaan atas kehilangan.


“tidak sakit sama sekali” seketika Airyn menjelaskan betapa dirinya baik-baik saja,sambil menatap lekat mata Hansell dengan penuh keyakinan, bahkan terpancar senyuman tulus yang melukis indah ke angunan wajah cantik Airyn


“Airyn” lirih Hansell membalas tatapan mata Airyn yang penuh sendu


Jemari Airyn menelusuri rahang pipi Hansell, dia mendekatkan diri dengan begitu berani “aku mencintaimu” dirinya berucap disaat bibir mereka hanya sebatas kertas tipis, setelah itu Airyn mengkecup nya dengan penuh sayang, selama ini Airyn tidak pernah memcium pria, bahkan saat bersama Hansell tidak pernah dirinya berinisiatif melakukan nya, namun kali ini dia sangat menginginkan bibir Hansell, setidaknya cara seperti ini mampu menghilangkan kekhawatiran yang menjelma diwajah pria nya, dan mengusir semua rasa bersalah yang menyelimuti kegundahaan didalam diri Hansell saat ini.


Tentu saja Hansell terdiam dengan sikap Airyn, tidak pernah terbayangkan Airyn akan melakukan hal ini dengan penuh sayang, biasanya ciuman mereka hanya mendominan hasrat yang membara, namun bibir lembut ini meleburkan ketulusan dan cinta, semua nya tersa begitu tenang dan nikmat, bahkan hati Hansell begitu bergetar menyaksikan tingkah wanita yang dicintainya.


Saking haru nya Airyn mendorong dirinya ketubuh Hansell hingga pria itu tersandar ke arah arah dinding, hingga tak sengaja tubuhnya menekan Keran Air dan membasahi mereka berdua, seketika Airyn dan Hansell begitu Kaget akan hal yang terjadi diantara mereka, membuat sorot mata kedua nya saling menatap, dan seketika berubah menjadi gelak tawa yang begitu renyah, mereka menempelkan kepala satu sama lain nya, tertawa bahagia hingga tak lagi berdaya, kini airyn mengerti,


Tidak perlu mencari namun cinta itu akan menjadi sejati dengan sendirinya. Begitupun dengan hansell tak perlu menghindar jika sudah ditakdirkan akan dipertemukan lagi.


kali ini Hansell membalas ciuman Airyn, dirinya tak segan memberikan sentilan Hasrat disana, bahkan Air yang mengalir membanjiri tubuh pasangan itu menjadi saksi bagaimana saling mencintainya Hansell dan Airyn.


“airyn kita kerumah sakit ya” bujuk Hansell


“untuk apa, ini tidak apa-apa” balasnya, seketika Hansell mengendong Airyn untuk keluar kamar mandi, terlihat jelas Angel telah menunggu di depan pintu kamar mandi, bahkan adiknya itu begitu khawatir hingga mempelintir ujung baju nya.


“Airyn jika kau tidak ingin aku dan Angel mencemaskan mu, kita kedokter untuk meminta obat biar menghilangkan luka bakar ini” bujuk hansell, disertai anggukan kepala Angel.


Seketika hansell membaringkan wanita nya di tepi ranjang, dan Angel pun menyambar tubuh Airyn untuk mamastikan keadaan


“kakak, apa kau baik-baik saja?”


“aku baik-baik saja Angel” balas nya sambil mengusap lembut pipi Angel untuk meredakan kekhawatiran di wajah gadis itu


“ayolah kedokter kak, agar kaki mu cepat sembuh, mungkin sekarang belum sakit tapi nanti akan sangat perih, percayalah” pinta Angel dengan begitu memohon, begitupun dengan Hansell.


Melihat dua raut wajah kakak beradik yang tidak dapat menghilangkan cemasnya, Airyn pun mengiyakan ajakan mereka, namun sebelum ke dokter Airyn terlebih dahulu menganti pakaian nya, dan dibantu oleh angel, sedangkan hansell berlalu menganti pakaian nya ke Apartemen, dengan secepat kilat Hansell melakukan nya hingga mereka berpapasan di depan Apartemen Airyn.


Melihat Airyn yang kesusahan saat berpijak membuat Hansell menyambar tubuh Airyn dan mengendong nya, tentu saja Airyn meronta karna sebelumnya dia tidak pernah diperlakukan seperti ini, namun bagaimana lagi tatapan mata Hansell seperti tidak bisa terbantah


“kakak ku ini memanglah pria sejati” Angel begitu bangga dengan kakak nya, membuat dia bahagia dengan kedua pasangan yang berada didepan mata, setelah menurunkan lift, Hansell Airyn dan Angel keluar dan berjalan dilobby apartemen, membuat setiap orang yang berselisih jalan, seperti tidak percaya dengan kejantanan yang ditampilkan oleh Hansell, Airyn yang merasakan kekaguman semua orang kepada pria nya, hanya mampu menenggelamkan kepalanya kepada Hansell lantaran dirinya begitu malu.