Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Kapan semua ini Berakir?



Kelopak mata gadis yang terikat dengan tali yang melilit di tubuh nya perlahan bergetar, dengan susah payah ia membuka mata meskipun menerima kekaburan di pandangan pertama, bahkan rasa pusing mendera kepala, besamaan dengan desis yang menyakitkan.


Angel merasakan ada sesuatu aneh di tubuh nya hingga dua pasang mata nya menuntun memperhatikan tubuh, betapa kaget nya Angel menyaksikan diri nya tengah terikat rapi dengan lilitan tali. Bahkan mulut nya di tutup hingga tak mampu berteriak, Angel ketakutan dengan begitu seram, bagaimana tidak! Ruangan yang remang-remang di tambah nuasa yang kelam, membuat tubuh Angel merinding tak kepalang.


Seluruh pertanyaan menjelma diwaktu bersaamaan, bagaimana bisa diri nya terikat? siapa yang melakukan? apakah ia tengah culik? Semua itu menjadi sebuah pertanyaan yang membutuhkan jawaban, Angel menangis dengan takut, dirinya tak kuasa menyaksikan apa yang di alami saat ini.


Tempat dimana Angel di tahan seperti tempat tertinggi yang begitu mengerikan, seperti sebuah bangunanan yang terbang kalai, bahkan lebih tepat nya seperti tempat-tempat penahanan yang ada di film-film Korea yang sering di tonton nya, Angel menyerukan nama Hansell di dalam do’a, dia tidak menemukan siapa-siapa selain dirinya dan aura seram nan kelam, Angel tak kuasa membuka mata sebab gadis itu sangat takut dengan keadaab, bahkan dirinya merinding hingga tak berdaya, gadis itu meliuk-liukan badan untuk melepaskan diri, namun usaha yang di lakukan gagal dengan ikatan yang begitu kokoh, bahkan permukaan kulit putih nya saja tergores dengan tali yang sedari tadi di gesekan kepermukaan kulit..


“Kakak, Angel takut!! Kakak dimana” tangis Angel sambil memanjatkan doa agar kakak nya segera datang, untuk kali ini saja Angel berharap Hansell menyelamatkan nya, membuat gadis itu menyesal dengan semua sikap yang diberiakan nya kepada kakak nya itu, sudah seharusnya Angel mendengarkan perkataan Hansell, sudah seharusnya Angel patuh dengan kakak nya, bukan nya melawan atau membenci nya, dan sekaraang Angel menyadari semua kesalahan nya, jika saja sedari awal Angel mendengarkan Hansell untuk lebih hati-hati dan menjaga diri, mungkin ini semua tidak akan terjadi.


Jika saja Angel tidak mengurung diri dikamar dan malag bercengkrama dengan kakak nya mungkin saja saat ini Angel tengah tertawa riang, tapi lihat kali ini, dirinya menyedihkan dan berada di ambang kematin, membuat gadis itu putus asa.


Bahkan sedari pagi Angel tidak memasukan apapun kedalam perut, sebagai bentuk perlawanan untuk mogok makan, namun ternyata dia sangat kelaparan hingga merindukan masakan kakak ipar nya Airyn, Angel menangis sekali lagi karna begitu menyesal dan menderita di saat yang bersamaan.


Suara langkah kaki semakin lama semakin terdengar jelas, bahkan suara itu bukan seperti se pasang kaki, melinkan gerombolan orang, membuat Angel semakin ketakutan dan merinding tak karuan, dia sudah memikirkan kemungkinan terburuk, jika di keadaan seperti ini penjahat-penjahat itu pasti menyiksa dan melukai nya bahkan lebih parah akan memperkosa dirinya, membuat Angel ingin mati saja sebelum melalui siksaan tersebut.


Kaki itu berhenti di hadapan Angel, membuat gadis itu menekuk wajah dengan takut, bahkan sepatu mengkilap itu sangat lah banyak, membuat Angel menghitung ada 7 pria asing di hadapan nya saat ini, di dalam kesunyian tak ada suara yang terdengar, membuat gadis itu menerka penjahat itu pasti tengah memandangi diri nya.


Salah satu dari mereka menunduk di hadapan angel, membuat gadis itu semakin ketakutan ketika penjahat itu mendekat, Angel menekuk wajah semakin dalam, sebab dia tidak siap memandangi wajah penjahat yang melakukan ini pada diri nya.


“Apa kabar Nona Angel” sapa pria yang berjongkok di hadapan Angel dengan penuh ramah, membuat gadis itu semakin gemetar mendengar nada bicara lembut nan mengerikan itu “Aku tidak bermaksud menyakitimu, maafkan aku jika kita bertemu seperti ini” sambung nya dengan nada bicara yang sangat lembut, membuat Angel tertegun mendengar hal itu, bagaimana pun dirinya harus menatap satu persatu wajah penculik ini agar nanti ia dapat bersaksi.


Angel mengumpulkan tenaga untuk menangkat kepala, ia berusaha keras untuk berani, hingga dengaan perlahan kepala gadis itu mulai terangkat dengan derai air mata yang sedari tadi membanjiri, Angel tak percaya pria dihadapan nya saat ini adalah pria yang sudah berumur, bahkan nampak jelas pria ini hampir sama dengan papa nya, membuat Angel menerka-nerka siapa yang menculik nya. apakah musuh kakak nya, atau musuh papa nya?


“Sii..siapa ka..kau? Kenapa kau menculik ku?” tanya gadis itu dengan nada takut, bahkan air mata nya berlinang menatap ke arah pria yang mengerikan itu


“Nama ku Griffin, aku menjadikan mu umpan untuk menangkap ikan ku” seru Griffin dengan nada bercada yang tidak lucu sedikit pun, membuat Angel bergindik ngeri dengan seringai yang di tampil kepada nya, tentu saja itu di buat-buat oleh pria asing tersebut


“Apa kau musuh kakak ku?” Tana Angel dengan gugup, membuat pria itu menatap tajam dengan lirikan menghina ke arah Angel, membuat gadis itu semakin ketakutan atas tatapan mengerikan yang di tampilkan Griffin


"Bisa di bilang begitu” balas Griffin dengan nada dingin nan arogan, bahkan seringai nya menghilang begitu saja “Tapi seperti nya kehidupan mu akan berakir malam ini, dan kita tidak akan bertemu lagi Nona Angel” sambung Griffin ke arah Angel


“Apa..apa maksud mu” bentak gadis itu dengan geram, bahkan perkataan itu terdengar mengerikan


“Aku tidak suka mengembalikan barang yang sudah aku ambil, jika aku tidak memainkan nya aku akan melenyapkan nya, kau mau yang mana? Apa kau ingin bermain bersama orang-orang ku, atau kau memilih mati saja?” tanya Griffin kepada Angel, membuat gadis itu ketakutan dengan ancaman yang di diberikan pria asing yang tidak di kenali nya itu


“Bajinga!! Kau fikir siapa dirimu bisa menyentuh ku!! Kakak ku akan menyelamatkan ku dan kalian akan membusuk di penjara!” bentak Angel saat memberontak dari ikatan tubuh nya


“Lucu sekali, bagi kami hukuman penjara adalah hukuman paling kecil, bahkan itu tidak termasuk kedalam hukuman, melainkan tempat istirahag” kekeh Griffin ke arah Angel “kau masih bisa bernyali di ambang kematian mu, bukan kah pasrah dan menerima saja adalah jalan keluar nya Nona Muda” sambung Griffin sambil berdiri dari hadapan Angel


“Jalan keluar!! Kau lepaskan aku dan aku akan bungkam dengan apa yang kalian lakukan, itu jalan keluar semua ini, tolong lepaskan lah aku, aku akan membayar mu berapapun asalkan kau melepaskan ku” pinta Angel dengan putus asa, membuat Griffin terkekeh dengan tawaran gadis muda tersebut.


“Aku tidak membutuhkan uang, aku membutuhkan nyawa mu untuk memancing kakak mu. Apa kau fikir aku mau dengan uang, bahkan benda itu tidak berharga untuk ku!!” sombong Griffin menatap Angel yang di anggap nya rendahan, bagaimana pun dia sangat benci menghabisi wanita, mungkin setelah sekian lama baru kali ini Griffin berhadapan dengan wanita, semenjak wanita itu terakir kali yang di siksanya, namun kali ini adalah perintah Tuan nya, bagaimana pun Griffin harus melakukan nya dengan baik


“Lakukanlah” titah Griffin kepada anak buah yang di bawa nya untuk menghancurkan Angel, dengan mata berbinar mereka sedari tadi tak sabaran menyantap Angel, bahkan tatapan pemangsa sudah hidup sedari awal, hingga bos nya memberikan ijin, tentu saja mereka memuaskan mata memandang ke arah Angel yang begitu ngeri dengan 6 pria asing yang siap menghancurkan hidup nya.


“tidakk!!!”


“jangan!!!!” teriak Angel


Drrttt….drtttt.. ponsel Griffin berdering, hingga dia berjarak mengangkat ponsel tersebut


“Tuan” seru Griffin membaca nama penelfon yang tertera, bahkan banyak tanda tanya di logika nya, apakah dia melakukan kesalahan? Kenapa mendadak Tuan itu menelfon Griffin ketika menjalankan tugas.


“Hallo tuan!!” sapa Griifin dengan hormat


“Dimana kau sekarang” bentak nya dari seberang sana, membuat darah Griffin mendidih mendegar suara mengeras dari Tuan nya, tidak pernah orang itu membentak nya seperti ini, bahkan se-gagal apapun rencana yang dilakukan Griffin, Tuan nya tetap tenang dan membiarkan dia menyelesaikan


“Keluar dari sana. Cepat!!!” terak nya orang tersebut seketika…


Hingga, Bruak…… salah satu anak buah Griffjn yang hampir berhasil melucuti tubuh Angel terkapar akibat tendangan keras di bagian kepala, tentu itu sepatu yang dikenakan Hansell, dengan sigap Airyn menyambar tubuh Angel sembari membuka Blazer yang dikenakan nya, ia menutupi tubuh gadis itu dengan pakaian yang hampir sobek, Angel menangis di pelukan Airyn membuat gadis itu juga menagis menyaksikan keadaan Angel yang memprihatinkan.


“Maafkan aku Angel” sesal Airyn saat memeluk Angel dengan takut, bahkan dirinya tak kuasa lagi menahan air mata atas semua beban kesalahan yang di tangung nya


“Kakak….” Rintih Angel dengan lega, setidak nya dia bersyukur mereka datang sebelum kejadian mengerikan itu terjadi.


Seluruh anak buah yang di bawa Hansell mengepung 7 penjahat itu, bahkan dibagian mana pun telah ada penjagaan, lengkap dengan pistol dan senjata di tangan, Jansell marah tak kepalang, dirinya bahkan menghancurkan ke eman anak buah Griffin disaat bersamaa, bahkan terdengar jelas bagaimana Hansell melayangkan pistol ke pada mereka, melihat keadaan yang tiba-tiba mengepung nya tentu Griffin kelabakan, bahkan ponsel Tuan nya mati seketika.


“Sial” umpat Griffin dengan kesal, Hansell dipenuhi amarah tak kepalang, bahkan dirinya seakan ingin membunuh siapa saja yang bisa di bunuh, Hansell menembak kan pistol ke kepala manusia seperti melampiaskan darah yang mendidih di ubun ubun kepala, mata Hansell penuh amarah, dirinya tidak mampu lagi mengalah, dia berhadapan dengan Griffin yang menjijik kan menjadi manusia, bahkan kedua mata itu bertatapan ingin membunuh, hingga seringai ancaman masih kentara di penglihatan Hansell, seakan pria itu tidak merasa bersalah atas apa yang tengah dilakukan nya pada Angel


___________________________


Beberapa saat sebelum nya


“Kerahkan semua nya untuk mengepung tempat, jangan sampai ada titik yang kosong, jangan biarkan mereka kabur dari tempat tersebut” titah Darrel yang menjadi patokan dalam pengepungan tempat Angel disekap


“Aku sangat takut Hansell, aku takut Angel tidak baik-baik saja” racau Airyn yang begitu banjir dengan air mata, dirinya tak kuasa dengan kemungkinan buruk yang di fikirkan oleh otak nya, sebab selama ini gadis itu terbiasa dengan fikiran negativ, dia terbiasa memikirkan kemungkinan terburuk untuk menghadpi situasi, namun kali ini fikiran nya benar-benar mengerikan, apapun yang ada di otaknya menyayat-nyayat hati hingga Airyn tak mampu lagi untuk menepikan positif di hati.


“Airyn tenang lah!!” bentak Hansell yang sedari tadi mulai tersulut emosi dengan tingkah Airyn yang tak mau mereda dengan emosional nya “Tidak bisakah kau tenang!!” terus nya sekali lagi, bahkan pancaran mata Hansell menumpuk begitu banyak kecemasan saat Airyn menarik Hansell untuk berfikir kemungkinan terburuk yang akan terjadi kepada Angel.


“Apa kau fikir dikeadaan seperti ini aku bisa tenang!! Jika saja semudah mengucapkan kalimat mu untuk tenang, aku tidak akan begini” balas Airyn dengan nada meninggi “Kau fikir aku bisa melanjutkan hidup jika Angel tidak baik-baik saja, aku takut!! Kenapa kau tidak paham, Angel tidak baik-baik saja disana bagaimana bisa aku tenang!!” bentak Airyn ke arah pria itu, bahkan ia tersulut emosi atas sikap kesal yang di tampilkan Hansell kepada nya


“Jika kau tidak bisa melanjutkan hidup mu, apa kau fikir aku mampu!!” tegas Hansell saat menguatkan bahu Airyn dengan gengaman kasar “Aku juga sama takut nya dengan mu!! Tapi jika kau terus seperti ini, itu akan membuat dirimu kehilangan arah Airyn, tidak saat nya merasa takut, Angel sudah menunggu kita, lakukan lah yang terbaik, jangan kehilangan dirimu Airyn. Kendalikan dirimu. Kumohon!!” tutur Hansell dengan nada tegas ke arah wanita yang hampir kehilangan arah


Airyn hanya tersedu-sedu di dalam tangisan nya, ia benar-benar ketakutan hingga jemari tangan nya gemetar, tubuh nya seperti tidak mampu dikendalikan, Airyn mencoba mencerna apa yang dikatakan Hansell untuk tenang, hingga gadis itu mencoba menenangkan diri agar menarik kembali fokus dalam menyelamatkan Angel, mungkin apa yang di katakan pria itu ada benar nya, saat ini Angel tengah menunggu pertolongan mereka, membuat Airyn meredakan sesak yang membelengu dada.


Semua rombongan tengah mengepung tempat yang di jadikan sasaran, terlihat jelas bagaimana suram nya keadaan gedung yang terbangkalai dan hampir reyot di bagian depan, ini terletak sangat jauh dari perkotaan, bahkan hampir pinggiran, semua orang telah mengepung segala titik hingga tidak akan ada orang yang bisa keluar dari gedung itu selain melewati penjagaan oleh anak buah Hansell, pihak kepolisian sudah di kabarkan yang saat ini tengah menuju tempat kejadian, hanya saja Airyn semakin takut melihat semua orang tengah bersiap-siap di posisi nya masing-masing, sebab ia masih saja gugup untuk menghadapi kenyataan, Hansell terlihat berkobar dengan langkah pasti mengikuti anak buah yang menuntun jalan penyergapan begitupun Airyn, dia berada tepat di belakang Hansell untuk mengikuti langkah kaki mereka yang tengah hati-hati.


Seketika Airyn terhenti akibat kaki nya yang membeku gemetar, merasakan kekasih nya tertinggal jauh, membuat Hansell melirik ke arah belakang, dia menyaksikan Airyn tersandar ke sebuah dinding dengan meringis tak kuasa, Hansell berbalik ke arah belakang sambil menjangkau tubuh Airyn kedalam pelukan, entah kenapa pria itu melunak setelah menyaksikan kekasih nya tengah kesulitan, Hansell memeluk Airyn dengan sayang, bahkan terasa jelas kelembutan yang diberikan.


“Sayang, tenang lah” tutur Hansell dengan nada pengertian, dia mengusap kepala Airyn untuk menenangkan gadis tercinta nya, Hansell mengerti tidak mudah untuk Airyn menghadapi ini, namun diri nya terlanjur pergi hingga sulit kembali, sedari awal Airyn sendiri yang ingin memasuki kandang harimau seorang diri, namun sekarang gadis ini gemetar ketakutan hingga tak karuan, membuat Hansell merinding jika membayangkan diri nya tak bertemu Airyn, apa yang akan terjadi? bahkan membuat Hansell tak siap menghadapi kenyataan apa yang akan di alami kekasih nya seorang diri ke tempat mengerikan ini


“Airyn..lihat aku..lihat aku” seru Hansell saat melepaskan pelukan mereka, sedangkan Airyn bersusah payah mengatur pernafasan nya “Tenang lah, dan kita hadapi sama-sama” jepas pria itu, namun Airyn hanya membalas dengan tatapan mata berkabut “Kau tidak bisa seperti ini Airyn, kau harus tenang” tutur Hansell dengan nada tegas, dia kembali berfikir tentang kecemasan yang semakin pekat dirasakan kekasih nya, tidak mungkin bagi Hansell membawa Airyn menuju ke arah atas” apa kau mau menunggu ku diluar saja biar anak buah mu yang menjaga” sambung Hansell dengan memberikan pilihan, sebab dia tak siap menghadapi Airyn yang kesulitan dengan tubuh gemetar


“Tidak!! Aku tidak mau, aku ingin menyelamatkan Angel” bantak gadis itu dengan keras, membuat Hansell sulit memberikan keputusan


“Apa kau yakin?” tanya pria itu dengan tatapan dalam


“Aku yakin” balas Airyn dengan penuh keberanian, sebab jika sekali lagi diri nya melihatkan kelemahan mungkin Hansell dengan paksa mengeluarkan nya dari sini, entah apa yang akan dihadapi nya nanti, Airyn akan mencoba melawan dirinya sendiri, dua orang itu saling tatap untuk terus menguatkan, pancaran mata Hansell memberikan kekuatan untuk tubuh Airyn, begitupun sebalik


“Tuan Hansell!!” cela anak buah Hansell yang berada di tangga atas, bahkan tampak jelas Darrel tengah waspada dengaan keadaan, mendengar hal itu Hansell menoleh cepat, sambil membantu Airyn berdiri


“kita sudah mendapatkan posisi Nona Angel” tegas nya sambil melaporkan keadaan kepada Hansell


“Semua nya bergerak!!!” titah Hansell dengan pasti, membuat Darrel dan para anak buah yang mengepung di poisisi masing-masing mengerjakan tugas nya, entah kenapa Airyn memiliki kekuatan penuh menghadapi Angel, setelah mendengar kabar baik bahwa keberadaan Angel di temukan, Darrel mencoba pergi ketempat nya harus berdiri, dia tidak ingin terlibat ke dalam penangkapan yang sudah pasti menumpahkan darah, sebab Darrel tidak memiliki kemampuan apa-apa tentang itu, dia hanya sebatas sekretaris Hansell yang tidak memiliki pengalaman dalam bidang bunuh membunuh dan peperangan, jika Darrel berada di posisi mengerikan seperti itu bisa jadi dia akan menambah masalah, karna itu lah Darrel sadar diri untuk pergi dan memilih mengaman kan anak buah hingga manghandle sumua nya ada di posisi.


Airyn melangkah dengan cepat menyusul anak buah Hansell menuju ke arah atas, menaiki tangga semen yang hampir bolong dan pecah, melihat hal itu Hansell menyusul Airyn dengan langkah cepat, hingga Hansell berada di puncak dan bersirobok dengan adegan yang tak ingin di lihat nya, bagaimana tidak Hansell melihat adik nya tengah dilucuti para biadab yang tidak berakal, bagaimana bisa dirinya menerima hal itu, bahkan melihat nya saja Hansell mendidih hingga naik pitam, tanpa sadar kaki nya melayang dengan keras, mencucurkan darah segar di kepala pria biadab itu, dengan cepat Airyn memeluk Angel sambil membuka blazer yang dia kenakan, sedangkan Hansell tak mampu menahan amarah yang mendidih di kepala, dia menembakan senjata nya ke kepala para biadab yang hampir menodai adik kandung nya, sedangkan Airyn menutup telinga Angel agar gadis itu tidak mendengar suara tembakan, beruntung Angel menengelamkan kepala nya di dada Airyn, hingga tidak menyaksikan bagaimana kakak nya membunuh para manusia yang tidak seperti manusia, meskipun ini kali pertama Airyn menyaksikan kemarahan Hansell, namun dia mengerti bagaimana perasaan pria itu, kakak mana yang rela adik perempuan nya di perlakukan seperti itu, bahkan nampak di kedua mata telanjang nya.


Angel menangis sejadi-jadi nya, sedangkan Airyn berusaha menenangkan gadis itu dengan tubuh ang gemetar, meskipun bukan Airyn yang di lucuti oleh para biadab itu, namun tubuh nya merasakan ngeri akibat perbuatan yang tidak ada kemanusia sama sekali, Airyn merinding ketakutan melihat semua hal berantakan yang terjadi di didepan mata nya, Angel yang hampir ternodai, tangan Hansell yang merenget nyawa musuh, bahkan Airyn mengalami kematian Berto, dia hampir hilang batas kewarasan namun keadaan menuntut nya utuk tegar, jika saja Airyn bisa memilih dia ingin melupakan semua hal ini, dia memilih tidak mengingat kejadian malam ini untuk besok pagi, bagaimana pun ini sudah terjadi dan kehidupan terus saja menghantui nya dengan semua hal mengerikan dari masa lalu.


Satu kata yang menjadi harapan dan juga pertanyaan, Kapan semua ini berakir?