Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Benang yang semakin kusut



Setelah beberapa hari bersama, akirnya Dikra menerima Zeyn untuk memasuki ruang rahasia bersama Frada, Dikra mencoba bekerjasama dengan pria itu agar Zeyn berguna mengali sesuatu, Frada melirik ke arah pintu yang baru saja dimasuki dua pria tersebut, gadis itu berharap Dikra melonggarkan sedikit sikap curiga agar pria penakut tersebut tidak terintimidasi olehnya.


Dengan langkah tegap Dikra berjalan sembari tangan nya dimasukan kekantong celana, ia menempatkan posisi di bibir meja sembari menempelkan diri disana, membuat Zeyn bingggug harus mendudukan diri dimana, ia melirik ke semua arah yang ada didalam ruangan tersebut, membuat Zeyn sedikit takjub ini diciptakan benar-benar untuk persembunyian, bahkan di markasnya tidak menyediakan komputer sebayak ini, dengan layar monitor besar yang bisa menjangkau seluruh kota, bahkan Zeyn melihat betapa lengkapnya peralatan yang ada disini, membuat ia berfikir siapa yang mendisain ruangan sekeren tempat ini


Dikra melirik ke arah potongan teka-teki yang disusun di papan kaca tersebut, membuat dirinya melirik kepada pria yang terlena dengan kagum, menyadari hal itu Drada dan Dikra melayangkan pandangan satu sama lain, hingga wanita itu memalingkan wajah sembari melanjutkan kegiatan memainkan game di komputer miliknya


“Apa kau sudah selesai?” sanggah Dikra tanpa melihat ke arah Zeyn


“Oh, maafkan aku. Ini keren sekali. Bagaimana bisa kau menciptaka ruangan seperti ini” balas nya dengan raut wajah bahagia, membuat Dikra menyunggingkan senyuman ke arah zeyn


“Tentu aku membuatnya dengan uang” balas Dikra sembari berjalan ke arah papan di hadapanya, diikuti dengan mata Zeyn yang menuntun untuk memperhatikan langkah pria tersebut


“Nanti saja kau mengagumi ruangan ini, lebih baik kau jelaskan apa ada yang keliru dari ini semua” tanya nya ke arah pria tersebut dengan penuh serius, membuaat Zeyn menghilangkan senyuman di wajahnya, sembari menyipitkan mata membaca apapun yang tertera, bahkan Zeyn melihat beberapa foto yang ikut serta ditempelkan disana


“Benarkan wanita itu keponakan tuan Griffin?” tanya Zeyn dengan heboh, membuat Frada tak senang dengan ucapan yang baru saja menganggu fokusnya, ia memancarkan mata tajam ke arah pria yang begitu gaduh dipendengaran, membuat Dikra melirik ke arah Frada dengan terkekeh tanpa mampu disembunyikan


“Apa ada yang lucu!!” bentak Frada kearah dua pria yang menyebalkan tersebut, ia ingin sekali melemparkan sesuatu kewajah Dikra, akibat hinaan yang ditampilkan jelas untuknya


“Maafkan aku nona, jika itu menyinggung mu” jelas Zeyn dengan takut, ia begitu ngeri menyaksikan tatapan perempuan dengan tajam, mendengar hal tersebut Frada berdecak kesal hingga memalingkan wajah menuju komputernya


“Lebih baik kau ganti pertanyaan mu dengan yang bermanfaan” balas Dikra ke arah Zeyn, membuat pria itu melirik dengan jelas ke arah papan yang ada didepan matanya, ia mengerakan jari telujuk guna membantu dirinya berfikir, membuat Dikra memperhatikan setiap hal yang dilakukan Zeyn


“ini semua sangat tepat, selain tanda tanya di tengah ini” tunjuk zeyn ke arah papan yang saat itu diikuti oleh tatapan Dikra dengan tajam, bahkan Dikra begitu menajamkan telinga untuk mendengar penjelasan nya “Apa kalian masih belum mendapatkan apapun tentang tanda tanya ini?” tanya Zeyn sekali lagi, membuat Dikra hanya terdiam dengan tatapan yakin, bahwasa nya apa yang dikatakan Zeyn benar adanya, sedangkan Frada melirik ke arah pria itu guna menguping apa yang mereka bicarakan, sebab ini seperti hal yang begitu penting


untuk diketahui


“Jika saja aku tau, aku tidak akan membuat tada tanya sedikit pun” balas Dikra dengan ketus, ia tidak sabar mendengar penjelasan dari pria itu, sebab semakin lama membuat dirinya mati penasaran jika memberi jeda terlalu panjang


"Huffff…" Zeyn menarik nafas panjang, ia menetralkan posisi untuk menjelaskan apa yang ingin disampaikan, Zeny mengetuk-ngetuk tanda tanya yang ada di bagian paling atas dari semua masalah yang digabung dan terkait, ia membalikan badan sejajar menantang menghadap Dikra dengan segera “Masalahnya, kalian terlalu fokus kepada Griffin hingga tidak mendapatkan apapun tentang tanda tanya tersebut, tidak kah kalian fikir, setiap informasi yang kalian dapatkan tentang masa lalu Griffin membuat kalian keliru dan kehilangan jejak mengenai Dia” jelas Zeyn dengan nada penuh keseriusan, membuat Dikra menajamkan mata guna menuntut penjelasan.


“Begini, masalah sebenarnya adalah, siapa orang yang menjadi tanda tanya ini bukan!! Namun disaat kalian mendapatkan seluruh informasi tentang Griffin disaat yang sama kalian kehilangan jejak tentang dirinya, karna disaat itulah dia mengkelabui kita untuk tidak mengetahui siapa dirinya, dan membuat kita memfokuskan diri kepada Griffin dan juga Nona Petrov, tapi apa yang didapat? Kita bahkan semakin binggung, dia seperti bayangan yang tidak bisa disatukan dengan wujud, bahkan seperti apapun kita menangkap bayangan itu, dirinya akan pergi jika kita tidak memiliki cahaya untuk melihat bayangan tersebut, karna itulah aku menarik sebuh kesimpulan, jika aku ingin melihat bayangan itu, aku harus memfokuskan cahaya padanya, bukan pada Griffin atau Nona Petrov yang sudah jelas keberadaanya” tutur Zeyn dengan penuh perimbangan melihat ke arah tanda tanya yang ada didepan nya, tentu tanda tersebut adalah orang yang berada di balik surat kontrak.



“Apa maksud mu, tidak bisakah kau mengunakan kalimat sederhana” sanggah Dikra dengan kesal, meskipun ia memahami apa yang dijabarkan Zeyn namun ia ingin memastikan kesimpulan yang dipaparkan nya itu sama dengan hasil yang dirangkap Dikra


“bagaimana bisa sesederhana itu kau tidak paham” celetuk Frada dari arah kanan, membuat Dikra menajamkan mata kepada gadis tersebut, namun tidak membuat Frada takut “Apa kau fikir aku takut dengaan tatapan seperti itu” tantang nya sembari membusungkan badan dengan sombong, membuat Dikra memejamkan mata karna kesal “Hal seperti itu saja kau tidak memahami nya Dikra, apa ini yang kau katakan mengunakan otak itu” sambung Frada dengan kalimat menghila ke arah Dikra


“Nona” putus Zeyn ditengah-tengah pertengkaran mereka “Lebih baik saya menjelaskan apa masksud sebenarnya, sebab bisa saja penarik kesimpulan, menyimpulkan hal berbeda, sebab kalimat yang saya tuturkan bisa saja mengecoh” balas Zeyn untuk menenangkan kedua belah pihak, membuat Frada semakin kesal dibuatnya, ia membanting tubuh menduduki kursi kembali


“Begini, maksud saya, selama ini kalian mengali informasi tentang masa lalu Nona Petrov dan juga tentang Griffin sebagai tameng yang diciptakan orang itu bukan, dan kalian berhasil mendapatkan semua informasi tersebut, kecuali informasi rahasia yang dikunci oleh nya, andai saja kalian memfokuskan diri kepada orang yang berada dibalik surat kontrak itu mungkin saja kita akan mengetahui beberapa hal dasar, seperti apa dia laki-laki atau perempuan, apa dia tua atau mudah, ya kan. Tapi apa, hingga detik ini tidak ada satu pun yang terkuak. Karna itulah, berhenti mengali informasi dari Nona Petrov, dan coba selidiki siapa ia sebenarnya” jelas Zeyn


Sangat benar apa yang dikatakan pria tersebut, membuat Dikra dan Frada sedikit terdiam memikirkan sesuatu, bahkan membuat Dikra melirik ke papan yang terpanpang lebar didepan nya, begitupun Frada dia menekuk tangan di atas meja guna memikirkan sesuatu


“Apa ini saja yang bisa kau katakan? Apa tidak ada hal yang lebih spesifik ditangan mu?” tanya Dikra dengan penuh perhitungan, membuat Zeyn tersenyum sembari melipat kedua tangan nya.


“Tentu saja ada, tidak mungkin aku bersembunyi jika tidak mengetahui apa-apa” balasnya dengan nada santai, membuat Frada melirik ke rah Zeyn yang dengan tenang membalas perkataan Dikra “Aku sudah mendapatkan beberapa hal tentang orang tersebut” balasnya dengan nada dingin, membuat Dikra menajamkan mata guna menuntut penjelasan lebih lanjut, begitupun Frakada ia berdiri dan berjalan ketengah-tengah pria itu


“Apa yang kau dapatkan?” tanya Frada dengan tidak sabaran, membuat Dikra hanya diam saja, sebab untuk hal ini ia sejalan dengan ikut campur gadis itu


“Orang itu seorang laki-laki dewasa” balas Zeyn dengan mata dingin menatap dua orang dihadapan nya


“Lalu?” sambung Frada dengan begitu penasarannya


“Apa kalian tidak sadar ini informasi penting?” balas Zeyn dengan melemparkan pertanyaan


“Aku mengerti sekarang, apa kau memiliki bukti kuat untuk itu? bagaimana cara kau menemukan bukti tersebut?” tanya Dikra dengan membalas perkataan Zeyn


“Griffin adalah orang yang paling ditakuti di dunia bawah tanah, bahkan kelompok perguruan yang ada sangat menghargai Griffin, hanya saja kelompok bawah tanah tidak memiliki kode etik, mereka menjalankan misi sesuai dengan apa yang menjadi komisi, karna itulah, meskipun Griffin begitu ditakuti tapi jika ini menyangkut sebuah misi kita akan berperang tanpa takut, aku berada dibawah anggota Cambushi, meskipun kelompok itu tidak bisa menandingi Griffin, namun kami bisa menjadi benalu jika perkara uang, tidak hanya kelompok Cambushi saja, seluruh kelompok yang ada seperti itu mereka bekerja, jadi aku adalah pemimpin dari misi yang diberikan, saat itu aku melakukan hal yang bertentangan dengan apa yang direncanakan, aku membeli senjata yang belum diperdagangkan dari rekanku yang bekerja di Laboratorium Inggris, itu sejenis obat untuk menyadap percakapan orang yang meminum nya melalui cairan, cairan itulah yang mengalir kedalam darah dan dimodifikasi menyadap suara apa yang didengar, aku diam-diam memberikan itu kepada Griffin saat ia berkunjung kemarkas kami” jelas Zeyn sembari beralih mendudukan diri, disusul dengan Frada dan Dikra yang tak kalah penasaran dengan apa yang akan dijelaskan pria itu


“Lalu apa yang kau dapatkan?” sosor Dikra karna begitu geramnya


“Aku berhasil mendapatkan rekaman Griffin bersama orang tersebut” seketika saja Zeyn membuka ikat pinggang nya, membuat Dikra dan Erada melirik melihat pria tersebut, bahkan Frada mengekerutkan kening saking binggungnya, ia mencoba membuka mulut untuk membantah namun tiba-tiba Zeyn membuka pengait kecil yang ada di tali ikat pinggang, seperti sebuah tempat yang memang di desain untuk itu, ia mengeluarkan memori kecil yang sepertinya sagat dijaga baik oleh nya “Semua percakapan itu sudah ada dimemori ini, kalian bisa mendengarnya” sambung Zeyn sembari memberikan memori tersebut ketangan Frada, membuat gadis itu bergegas kelayar komputer dan memasukan memori tersebut ke flasdick untuk diputarkan, tentu Dikra dan Zeyn menyusul Frada yang begitu antusias mendengar nya.


Betapa kagetnya Dikra mendegar suara itu, pantas saja ia buntu akan informasi yang ada selama ini, sebab dari hal terkecil pun pria itu mengelabui dengan rapi, disana terdengar jelas suara lawan bicara Griffin adalah seorang pria yang sepertinya belum berumur, membuat Dikra dan Frada mengulang rekaman itu berkali-kali, tak jarang mereka menghantui fikiran dengan suara tersebut, dengan cepat Frada membuka rekaman yang disadap dari black box mobil Berto, dimana kedatangan Griffin pertama kali ditengah-tengah Berto yang menodong Airyn


“Lihat ini, Griffin jelas sekali mengatakan, bahwa dia senang bertemu dengan Nona Airyn yang menjadi peliharaan TUAN Nya, dan di rekaman ini terdengar jelas bagaimana Griffin menyebut kata Tuan kepada lawan bicaranya, sudah jelas ini suara asli dari orang itu” jelas Frada sembari mengaitkan dua hal secara bersama


“Benar sekali” sambung Zeyn “Awalnya saya hanya mengira-ngira dengan argumen, siapa lagi yang ditakuti Griffin jika bukan orang itu, sebab dari banyak orang yang berkomunikasi dengaan nya, hanya pria yang dipanggil Tuan ini yang membuaat nada suara Griffin merendah” balas Zeyn


“Siapa pria muda itu? bagaimana bisa dia menjadi tuan Griffin, sangat jelas sekali usia Griffin sudah tua, bahkan ia mengeluti dunia itu dari muda, sangat aneh jika seorang Griffin yang menjadi kaki tangan, bukan kah seharusnya kebalikan? Dan ini membuatku semakin sulit menemukan titik terangnya” celetuk Dikra yang membuat fikiran mereka semakin kacau balau dengan benang kusut yang sepertinya sulit diperbaiki, mereka bertiga terhanyut akan teka-teki dan pemikiran masing-masing membuat Frada sangat kesal sekali mendapatkan informasi yang menuntut dirinya berfikir.