Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Kembali



“Hansell maafkan aku! Maafkan aku yang tidak bisa menyelamatkan mu! Karna jika aku melakukan nya, kau akan menghilang dari ku!! Sebab aku tau semakin aku terlibat semakin orang itu ingin merengut. Maafkan aku Hansell. Maafkan aku” rintih Airyn yang tak mampu lagi mengontrol kekacauan yang melanda hidup nya, biasanya Airyn sangat tenang, tapi kali ini diri nya tak bisa menguasai diri membuat Airyn seperti orang yang tidak berguna sama sekali, semua yang terjadi ini di luar kendali nya, karna selama ini Airyn diam-diam mengetahui apa yang di lakukan orang di balik surat kontrak itu, tapi untuk saat ini dia benar-benar tidak memikirkan nya sama sekali, bahkan di luar kendali nya.


Airyn mengerti Angel tidak kabur, gadis itu di culik, kain panjang yang di jalin hingga tanah itu tidak mungkin di perbuat oleh Angel, karna dia tahu Angel sangat penakut, apalagi dengan ketinggian, bagaimana mungkin Angel menuruni nya seorang diri, sudah jelas hal itu di buat hanya untuk mengkelabui Hansell sementara waktu, namun beruntung Airyn yang menemukan nya pertama kali, jika tidak Hansell hanya akan berfokus kepada Angel yang melarikan diri.


“Kenapa kau minta maaf?” suara itu begitu rendah dan tenang. Bahkan jemari nya menyentuh pundak Airyn yang gemetar, membuat gadis itu terdiam ketika mendengar suara khas yang nyaman


“Hansell” mata Airyn berlinang saat menyaksikan pria yang di cintai nya ada di hadapan nya saat ini, bahkan Airyn tak menyangka Hansell mendengarkan ucapan nya dan juga mempercayai tanpa harus di jelaskan apapun.


“Airyn maafkan aku” pria itu memeluk Airyn dengan sesal, Hansell mengerti diri nya tengah kacau, namun kata-kata terakir gadis itu terdengar berat di pendengaran, membuat Hansell mengurungkan niat untuk pergi, bahkan pria itu menarik kembali ketenangan diri untuk mencoba mengerti tak akan ada yang bisa di lakukan saat ini, selain menerima laporan dari semua tenaga yang di kerahkan.


Melihat sikap Airyn yang lemah di dalam rangkulan nya, Hansell mengerti bahwa gadis itu berusaha menyembunyikan sesuatu dari nya, setelah Hansell mencerna semua yang di ucapkan Airyn, membuat diri nya mengerti, Angel hanya sebagai umpan untuk di targetkan menghancurkan Hansell.


Tentu Airyn harus menjamin Hansell berada di jangkauan nya, agar semua siasat yang di rencanakan orang licik itu berantakan, meskipun diri nya membuat berbagai plan untuk strategi yang di susun, setidak nya saat ini satu rencana orang itu gagal.


“Hansell maafkan aku, maaf!! ” Airyn tersedu-sedu memeluk erat tubuh kekasih nya, dia berterimakasih tuhan memberikan kesempatan untuk Hansell bersama nya, jika tuhan tidak membolak balikan hati pria itu, sudah pasti saat ini Airyn tidak akan bisa menjaga Hansell.


Menyadari sikap salah nya, membuat Hansell menyadari satu titik, Airyn sangat luar bisa dalam hal dewasa, sesulit apapun keadaan nya dirinya tak pernah menyerah untuk tenang, seperti apapun keadaan nya, Airyn mempertimbangkan setiap langkah yang ia ambil, meskipun usia gadis itu masih muda namun tidak merubah fakta, bahwa diri nya sangatlah dewasa.


Jika hari ini Airyn tidak di sini untuk menyadarkan Hansell, mungkin ia akan melakukan kesalahan yang menghancurkan kehidupan nya dan Angel, mereka berdua saling memeluk dengan memaafkan, menerima serta menguatkan, bahkan Hansell tak sangup menerima kenyataan jika dia benar pergi, mungkin pria itu tak akan bisa lagi bersama kekasih nya.


Airyn mengerti betapa terluka nya Hansell saat ini, namun ia juga merasa terluka seperti yang dirasakan pria itu, entah mengapa Angel sangat istimewa untuk Airyn, gadis itu sudah seperti seorang adik yang di titip kan dirahim berbeda.


“Tidak!! Kau tidak salah!! Jika aku tidak ada di hidup mu, kau dan Angel tidak akan berada di situasi seperti ini, karna itulah aku yang bertanggung jawab” balas Airyn dengan terisak, bahkan nada bicara nya tersedu-sedu mengucapkan kalimat itu


“Tidak sayang!!! Ini bukan salah mu” Hansell melepaskan Airyn secara perlahan, gadis itu ingin membuka mulut membantah apa yang di ucapkan Hansell barusan, namun mulut nya di bungkam dengan sebuah ciuman, membuat Airyn terisak sambil merasakan bagaimana Hansell tidak ingin mendegar apapun dari mulut nya.


Setelah gadis itu tenang, Hansell mengangkat Airyn ke kamar, dia menidurkan Airyn di ranjang, namun gadis itu memilih untuk duduk, dirinya bersilonjor di tepian ranjang sembari Hansell mengambil segelas air putih untuk kekasih nya, gadis itu meneguk nya secara perlahan senada dengan usapan jemari Hansell di rambut Airyn, tentu saja gelas yang di teguk nya habis tak bersisa, membuat Hansell mencium pipi kekasih nya sembari meletakan gelas itu di nakas, mata mereka saling menatap, seakan ada kesedihan yang melanda, namun Hansell berusaha menyembuyikan nya, seremuk apapun diri nya, tetap saja Airyn sudah menjadi bagian di dalam hidup nya, Hansell tidak bisa melampiaskan kesalahan nya kepada wanita ini, sebab Airyn terlalu banyak menderita karna hidup nya, di tambah Airyn sangat menyayangi Angel, membuat Hansell mengerti apa yang tengah di rasakan wanita itu.


“Sayang” Hansell berucap dengan lirih, diri nya menatap kedua mata kekasih nya, Hansell menyelipkan rambut Airyn di telinga dirinya memberikan kenyamanan tanpa tekanan agar gadis itu tidak merasa bersalah


“Bagaimana semua ini bisa terjadi?” tanya Hansell dengan nada rendah, namun Airyn masih saja bungkam, entah kenapa diri nya tak mampu menjelaskan hal apapun pada Hansell “apapun yang ingin kau jelaskan, aku akan mendegarkan nya. Percayalah! Kadang kita butuh jujur untuk membagi beban, jangan di pendam sendiri, cerita lah” sambung pria itu dengan tatapan dalam, membuat Airyn menundukan kepala nya karna gugup, bahkan diri nya menyatukan kedua jemari nya untuk mengumpulkan tenaga


“Hansell, orang itu bekerja dengan kasat mata, apapun yang dia lakukan adalah hal yang sulit di terka, jadi untuk mengetahui nya kita harus menyimpulkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi, sebenar nya aku sudah mempelajari bagaimana cara kerja nya dalam menghabisi musuh ku, hanya saja aku tidak berani mengusik nya, tapi sekarang aku tak akan mampu berdiam diri lagi, karna apa yang ingin di hancurkan nya terkait diri mu dan Angel” jelas Airyn ketika mengangkat kepala nya mentap lekat ke arah Hansell, membuat pria itu menyambut dengan sendu, meskipun begitu Hansell memilih diam tanpa membantah apapun, sebab Airyn sangat jarang bercerita pada nya, untuk kali ini Hansell memberikan kesempatan gadis itu menjelaskan semua nya.


“Tentang kejadian hari ini aku sudah memperkirakan nya, sebab saat hari pertama Angel di Irlandia, aku memperketat penjangaan untuk Angel, sehingga tidak terjadi apa-apa pada gadis itu, setelah itu angel ingin pulang ke rumah, aku hanya berpikir bagaimana jika aku melongarkan sedikit penjagaan ku, untuk memancing orang itu” lanjut Airyn dengan wajah takut nya, membuat Hansell mengkerutkan kening mendengar Angel di jadikan umpan oleh gadis yang ada di hadapan nya, seketika mata mereka saling menatap, membuat Airyn mengerti tatapan tidak nyaman itu tertuju untuk nya, membuat gadis itu menekuk wajah nya karna tidak sanggup menatap mata Hansell “Jadi, aku melonggarkan penjagaan, aku berharap bisa menangkap salah satu dari mereka, meskipun begitu aku menyiapkan keamanan jika nanti terjadi sesuatu dengan Angel. Aneh nya saat itu mereka tidak menyentuh Angel sedikit pun, meskipun aku sudah melonggarkan penjagaan bahkan aku meninggalkan Angel dengan waktu yang cukup lama, saat itu aku bingung dengan seluruh pertanyaan, jika mereka tidak ingin menghabisi Angel, mengapa mereka ingin menculik gadis itu ketika di Amerika, bahkan aku menyadari ada mata yang memantau Angel ketika bersama ku, namun saat aku meningalkan nya tidak terjadi apa-apa dengan Angel, bahkan tiap saat pengawal ku mengabari untuk memberitahukan kondisi terkini. Tetap saja tidak ada hasil nya, hingga akir nya aku menemukan satu titik, dimana dia membuat Angel menjadi titik lemah mu, meskipun aku juga menjadi titik lemah mu, tapi Aku tidak akan bisa di usik oleh nya, meskipun aku tidak mengerti sampai sekarang apa arti dalam melindungi ku itu" seketika Airyn memberikan jeda untuk bicara, membuat keadan mereka menjadi hening tanpa suara "Aku mendengar ancaman yang dia berikan lewat ponsel mu ketika di Korea, sebelum penculikan Angel saat di Amerika. Dari sana aku mulai mengabung kan semua nya, mereka mengancam menculik Angel untuk mengoyahkan fokus mu, jika di pikir-pikir lagi ,mengapa mereka repot-repot memberitahu rencana nya pada mu, jika hal itu tidak memiliki maksud, bahkan saat orang ingin menculik pasti mereka menyembuyikan identitas nya serapat mungkin, namun diri nya dengan bangga mengakui diri karna orang itu sangat ingin memecah konsentrasi mu, saat ini mereka berhasil membuat Angel menghilang hingga kau kehilangan kendali atas diri mu, disaat bersamaan kau dengan mudah dilenyap kan jika tadi selangkah kau keluar dari rumah ini, sebab untuk merebut fokus mu mereka selalu mengoncang perhatian mu Hansell, karna itulah kau tidak boleh lemah! karna itulah saat aku mendengar kau berjarak dengan Angel aku sudah berfikir tentang kemungkinan terburuk, meskipun saat ini Angel menjadi korban namun dirimulah sasaran utama nya, percaya pada ku, mereka tidak akan menyentuhkan tangan nya kepada Angel jika kau baik-baik saja, karna aku mengamati sekali, disetiap rencana yang tidak sesuai dengan harapan nya, mereka tidak semudah itu untuk menganti nya, jadi kau harus kuat, hingga penyelidikan ini selesai, kau harus baik-baik saja, aku berjanji akan menyelamatkan Angel” tutur Airyn dengan raut wajah yakin nya


Mendengar apa yang di ucapkan gadis itu, membuat jantung Hansell berdenyut, sebab Airyn seperti orang yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi, membuat Hansell menyesal telah membuat Airyn seperti ini, tubuh pria itu masih saja menempel dengan penuh sayang, bahkan jemari nya Masih saja mengusap lembut kepala Airyn.


"Jangan menyalahkan dirimu, bukan kau yang harus menyelamatkan angel, tapi kita" seru nya dengan nada dingin, membuat gadis itu melepaskan diri sambil melirik ke arah Hansell


“Apa kau memiliki rencana?” tanya Hansell, membuat Airyn menatap tajam ke arah kekasih nya, hingga tatapan mereka saling memancar.