Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Kejang Perut



Ketika Hansell keluar dari ruangan nya, dia melihat Darrell sedang mengangkat telepon di meja kerja, tentu saja sebagai sekretaris itu termasuk pekerjaan Darrel, dia mengelola semua panggilan yang berhubungan dengan Hansell.


Hansell yang kala itu baru membuka pintu ruangan mengabaikaan nya dan menutup kembali pintu tersebut dari arah luar, dia berjalan didepan Darrell seperti biasanya


“baik Nona Marry saya mengerti” sontak pernyataan barusan membuat langkah kaki Hansell terhenti


“apakah itu Marry sekretaris Airyn?” tanya Hansell kepada Darrel


“iya tuan” balas Darrel seketika, tentu saja hansell mengekerutkan kening kenapa Marry menelfon kekantor nya


“ada apa?” tukas Hansell cepat


“ Nona Merry berpesan, anda tidak usah menemui Nona Petrov, lantaran beliau sudah kembali ke Irlandia, dan sementara waktu Nona Petrov memiliki banyak pekerjaan, dia ingin menenangkan diri dan tidak ingin bertemu dengan anda tuan, dan terakir Nona Petrov berpesan anda harus makan dengan teratur “ seketika Darrel menjelaskan dengan sedikit gugup namun dia lancar dalam penyampaian kata, agar tidak menyingung.


Tentu saja Hansell tidak percaya dengan berita yang disampaikan Marry, dengan cepat Hansell mengeluarkan ponsel nya dari saku celana untuk menelfon Airyn, namun Darrel


“tuan, Nona Marry bilang Nona Petrov mematikan ponsel nya untuk tidak berkomunikasi dengan anda sementara waktu, dia ingin menenangkan diri agar tidak menganggu anda” tutup Darrel


mendengar penjelasan tersebut tentu saja Hansell kesal. Dia memasuki ruangan dan membanting pintu dengan kasar, bahkan jantung Darrel saja melemah melihat sikap Hansell barusan.


“kenapa Tuan Hansell begitu dingin sekarang, apa karna aura Nona Petrov yang menular kepadanya, dua pasangan yang mengerikan” gerutu frustasi Darrel di depan pintu ruangan Direktur utama


“apa sebenarnya masalah Airyn!” bentak Hansell dengan kesal, dia bahkan tersulut emosi dengan tingkah wanita itu, Airyn selalu saja membuat Hansell salah paham, dia tidak pernah menjelaskan apapun kepada Hansell, jika sudah seperti ini pasti selalu Hansell yang merasa salah jika terjadi suatu hal dengan Airyn


“menyebalkan sekali” pria itu begitu kesal hingga ingin menghancurkan benda apa saja yang berada diruangan nya, namun dia berusaha berkompromi dengan diri nya.


Hansell menyuruh Darrel membatalkan Schedule yang telah ditunda, dan menyelesaikan pekerjaan sesegera mungkin. Pria itu bekerja hingga larut malam, dia seperti orang yang begitu gila akan kerja, bahkan sangat fokus menyelesaikan semuanya


“tadi siang dia begitu ingin pulang cepat, sekarang hampir dini hari diruangan, situasi apa ini, ingin sekali aku menjadi CEO, apa aku harus membangun perusahaan kecil-kecilan agar tidak terintimidasi oleh atasan lagi, namun gaji ku sangat kecil. Ahh Dewi Fotuna tolong mata ku” gerutu Darrel yang begitu lelah dan mengantuk


Tentu saja dia tidak bisa pulang jika Hansell belum meningkalkan ruangan, sebagai bawahan sikap seperti ini adalah hormat yang diberikan kepada atasan, namun Hansell bekerja sampai dini hari seakan tidak membutuhkan waktu istirahat.


Darrel saja yang hanya duduk didepan ruangan, begitu capek dan kelelahan, tapi pria itu seperti manusia yang memiliki cadangan kekuatan.


Ketika melihat kearah luar Hansell menatap hamparan lampu yang membentang sepanjang Soul, Korea, dia melihat banyak pengendara yang masih lalu lalang.


Bahkan ada orang yang masih berdagang kaki lima, seketika dia menikmati pemandangan dengan meneguk anggur nya, meskipun Hansell bukan pria yang kecanduan alkohol, namun dirinya juga bisa meminum ini ketika membutuhkan, seperti saat ini Hansell begitu membutuhkan alkohol untuk meringan kan beban nya, tanpa terasa dia meneguk banyak minuman hingga tumbang, medengar suara barusan tentu saja Darrell mengerjapkan mata dari tidur ayam nya, dia mengambil nyawa nya yang baru saja ingin terbang, dan berdiri dari duduk hingga membuka pintu ruangan Hansell, pria itu telah tergeletak di lantai ruangan, sambil memecahkan pot bunga yang berada di sebelahnya.


“Tuan Hansell” Darrel begitu terkejut dengan apa yang terjadi barusan, dia menyambar tubuh Hansell untuk membangunkan namun pria itu tidak memberikan respon apa-apa, sesaat Darrel menghubungi pihak keamanan untuk segera mengangkat Presdir dan melajukan Hansell kerumah sakit di dini hari.


Dokter yang telah menanti Darrel memberikan hormat kepadanya, dan beberapa petugas medis menyambar tubuh Hansell dari Ambulance untuk dipindahkan ke ranjang dorong rumah sakit, sesaat Hansell memasuki Lift untuk menuju ruang Emergency VVIP tentu saja Hansell mendapatkan perhatian lebih lantaran rumah sakit ini adalah rumah sakit miliknya sendiri, bahkan Darrel saja mendapatkan hormat atas kedatangan nya.


Seketika Dokter itu mendekat ke arah Hansell guna memeriksa keadaan nya, bahkan petugas medis memberikan pertolongan dengan cepat untuk Presdir Grup HS, setelah menjalani beberapa waktu didalam sana, salah satu Dokter keluar dengan raut wajah yang sedikit menegangkan, tentu saja dia merasa tegang lantaran memeriksa orang penting seperti Hansell


“tuan Darrel, saat ini kondisi Presdir sudah mulai membaik, dia memiliki asam lambung yang cukup parah, saat ini asam lambung yang dideritanya kambuh lantaran meminum Anggur dengan perut kosong, ditambah suhu badan yang cukup tinggi dan tidak makan membuat beliau mengalami kejang perut, sebenarnya bukan masalah besar namun sepertinya Presdir sedikit stress saja” jelasnya kepada Darrel yang dengan cermat mendengarkan penjelasan Dokter


“apa sekarang beliau sudah sadarkan diri?” tanya Darrell


“sudah, namun seperti nya beliau harus mendapatkan perawatan yang intensif dulu baru bisa pulang” sambungnya, seketika Dokter itu berlalu meninggalkan Darrel dengan memberi hormat.


“untung saja Tuan Hansell baik-baik” seketika Darrel mengelus dada nya lantaran dirinya merasa sedikit tenang


Ketika melihat Hansell terbaring diranjang Rumah Sakit, Darrel memasukinya dengan memberi hormat, dia berjalan kearah Hansell untuk mengatakan jika adiknya Angel tengah menuju kesini, membuat Hansell merasa kesal namun dia tidak bisa menyalahkan Darrel, setelah itu Darrel keluar ruangan dan menunggu disana.


Sesaat Angel keluar dari Lift dengan begitu cemas, bahkan dirinya tidak mengontrol pernafasan hingan ngosngosan menghampiri Darrel, ketika melihat Nona Angel tentu saja Darrel membukakan pintu dan gadis itu berlalu kedalam ruangan yang cukup luas untuk satu orang


“kakak” mendengar suara itu Hansell memalingkan wajah kearah suara, adiknya terberai air mata melihat dirinya


“Angel kenapa pagi-pagi buta kau sudah kesini”


“apa yang kau katakan, bagaimana bisa aku dirumah sedangkan kakak ku terbaring dirumah sakit, kenapa kakak seperti ini, apa kau sakit parah??” tanya nya dengan begitu cemas


“tidak, hanya kejang perut saja” balas Hansell


“apa kakak tidak makan, kakak ini bodoh sekali sampai tidak makan” gerutunya kepada Hansell, melihat sikap adiknya pria itu hanya tersenyum “ tapi kak, saat Angel kesini hampir saja Angel kehilangan kendali memasuki apartemen Kak Airyn, namun seketika Angel teringat kakak melarang untuk menemuinya, jadi Angel mengurungkan niat dan menutup kembali pintu itu” jelasnya kepada Hansell


“apa kau ke apartemen Airyn?” tanya hansell sekali lagi, membuat Angel menganggukan kepala


“apa dia tidak menganti sandi nya?” seketika Angel mengelengkan kepalanya, tentu saja angle dan Hansell bisa memasuki Apartemen Airyn lantaran sudah seperti memasuki rumah sendiri, bahkan tanpa permisi dan membunyikan bel mereka masuk begitu saja ke Apartemen masing-masing


“kenapa memang nya?” tanya Angel kepada kakaknya, lantaran dia begitu penasaran dengan pertanyaan kakak nya


“Airyn sudah kembali ke Irlandia, dia tidak ingin menemui kakak, karna itulah kakak belum berbaikan dengan nya”


“apa kakak bodoh!!!” bentak Angel seketika, membuat Hansell tertegun dengan suara adiknya “kenapa kakak membiarkan nya pergi” kali ini Angel merengek dihadapan kakak nya, seperti anak kecil yang kehilangan barang berharganya


“Angel, Airyn tidak akan pergi, dia akan kembali. Sekarang dia hanya memiliki pekerjaan yang padat” balas Hansell untuk menenagkan adiknya


“lalu kenapa jika dia sibuk, kakak harus mengejar nya ke Irlandia” celetuk Angel


“tidak sayang, kami tidak lagi remaja yang seperti itu, dengan memahami keadaan masing-masing membuat kita bisa mengerti pasangan, mungkin saja Airyn membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, kakak juga seperti itu, namun nanti jika dia tidak mengabari, kakak akan mengejarnya ke ujung dunia, bahkan jika dia bersembunyi di lobang semut sekalipun, kakak akan mendapatkan nya. Percayalah Airyn tidak akan pergi” jelas Hansell


Tentu saja kata-kata itu sebenarnya penguat untuk dirinya sendiri, dia saja tidak tau apakah Airyn akan kembali atau tidak, namun dia percaya pada cinta nya dan Airyn, tidak akan ada yang mampu memisahkan mereka.


“hahaha, kakak ini pria yang menyebalkan” seketika Angel mengusap air matanya dan tertawa kearah kakak nya.