
“Menarik!!!” sontak gelas yang ada di genggamanya hancur lebur tanpa di terkira, aliran darah mengalir dari sela-sela kulit yang tergores, membuat pria itu tersenyum sunggig penuh licik.
Pada akirnya gadis bodoh yang dirinya pelihara itu juga menghancurkan kehidupan sendiri hanya karna laki-laki, seharusnya lebih awal ia melenyapkan Hansell Hamillton agar tidak menganggu Airyn Petrov, namun ia mencoba mentoleransi beberapa hal karna berfikir itu hanyalah mainan sesaat bagi Airyn, sebagai gadis yang tidak berperasaan dirinya bisa memahami jika Airyn tidak akan jatuh cinta pada pria dengan tulus, namun kali ini argumenya di patahkan dengan kenyataan jika Airyn sudah memainkan hati dalam menjalankan hubungan, bahkan Airyn sendiri yang mengumumkan pernikahanya secara terang-terangan, bukankah hal ini menjadi gambaran jelas jika Airyn tengah mengibarkan bendera kehancuran atas imagenya sendiri.
Bersusah payah dia membangun kedudukan Airyn dari gadis misterius dengan segala sikap tanpa perasaan, hingga menjadi orang yang memiliki tingkat kuasa yang tinggi. Bahkan ia sudah menghancurkan keinginan wanita itu untuk memiliki seseorang di dalam hidupnya, namun kali ini Airyn Petrov dengan berani menetapkan kelemahanya sendiri, yaitu dengan mengakui Hansell sebagai suami kepada dunia, sama saja memberitahu mereka jika pria itu adalah titik rapuh bagi dirinya, jika sudah begini semua yang sudah di usahakan susah payah mungkin akan hancur sembari menunggu waktu untuk runtuh.
Airyn pasti akan menukar kehidupan yang gelimang dengan berlimang malang, inilah alasan utama seorang Zates yang dikenal akrab dengan Tuan Zat itu menghancurkan semua orang yang dimiliki oleh Airyn, tapi kali ini Zates terlalu meremehkan perasaan alami yang manusia miliki.
Tentu saja Zates hanyalah nama samaran yang di gunakan dalam menyembunyikan identitasnya, dengan begitu sangat sulit bagi Airyn atau siapapun melacak keberadaanya, setidaknya dengan nama Zates ia hidup dengan raga baru sekali lagi, dengan nama itu menjadi sumber daya yang menghapuskan seluruh rasa dendam yang mengalir kental di nadinya, hingga Zates hampir mencapai puncak keinginan, dengan menempatkan Airyn di tempat tertinggi, membuat dirinya menjadi orang besar akibat mengendalikan Airyn sendiri.
Tapi disisi lain tingkah Airyn tidak mampu membuatnya berkutik, Airyn Petrov yang di anggap boneka itu ternyata lebih pintar dari dugaan, dengan cermat ia mengetahui tujuan utama dari surat kontak tersebut sehingga gadis itu dengan licik menampakan belangnya sendiri, tapi tetap saja sebentar lagi Airyn tidak akan bisa bahagia, jika ia telah mengibarkan peperangan dengan terpaksa Zates menerima tawaran tersebut.
“Tuan, wanita itu sudah berada di dalam tahanan. Dia telah menyaksikan segalanya dengan mata kepalanya sendiri, apakah kita akan melenyapkanya?” tanya anak buah Zates tanpa perasaan, membuat pria itu menajamkan mata dengan suram, ia mengertakan rahang dengan keras seolah mendengus kesal penuh angkuh, membuat pria itu menundukan mata sembari bersujud mohon pengampunan.
“Ampun Tuan, saya terlalu lancang. Ampunkan saya tuan” mohonya dengan penuh hormat, membuat Zates meredakan darah yang tadinya mendidih kental.
“Lupakan itu!! Perlakukan tamuku dengan baik, beri dia makan yang sangat lezat hanya saja jangan biarkan wanita itu lolos, periksa sampai kedalam darahnya untuk melacak apakah ada alat pelacak yang mengalir disana, bagaimanapun wanita itu lebih pintar dari dugaanmu” ucap Zates dengan tawa menyeramkan, membuat anak buahnya menunduk hormat untuk meninggalkan ruangan Tuanya.
Setelah keluar hidup-hidup dari ruangan Tuan Zates, ada sedikit lega yang melonggarkan dadanya, tentu saja aura mengeras yang tajam tadi sangat mengancam, biasanya aura itu tidak akan menyelamatkan siapapun dari hukuman, namun kali ini pria itu bisa lepas tanpa ada pelajaran, entah ia perlu bersyukur atau menangis, namun yang terpenting ia masih bernafas dengan hidup bebas, sebab tidak ada nasib baik yang menjamin kehidupan seluruh anak buah Zates selain menundukan diri penuh patuh padanya.
Pria bernama Zates itu sangat mengerikan, dia pernah mendengar bahwa Zates pernah selamat hidup-hidup atas racun yang mengalir di dalam nadinya, saat ini Tuan Zates tengah berhibernasi untuk menunjukan diri di waktu yang tepat, di dalam kehidupan yang dijalani Tuan Zates hanya memiliki perhatian terhadap Airyn Petrov dan kekuasaan yang dimiliki, tidak ada yang mengetahui latar belakang apa yang membuat pria itu menjadikan Airyn Petrov seperti orang yang harus menginjak kekuasaan tertinggi, dan tidak ada yang mengetahui alasan spesifik yang membuat pria itu mengurung diri, hanya saja satu hal yang diketahui, jika Zates memiliki kekuatan yang sangat besar untuk menghancurkan, meskipun dia pria dewasa yang bisa dikatakan cukup berumur, namun tuan Zates berprilaku seperti orang biasa di dalam keseharianya, sehingga tidak ada yang mengetahui dari mana ia menghasilkan uang padahal ia tidak berhubungan langsung dengan Airyn Petrov.
****
Fakta tentang Airyn yang mengungkap jati dirinya, adalah lambang perperangan yang tengah di kibarkan, apakah Airyn benar-benar serius dengan ucapanya, apakah wanita itu benar-benar ingin mengusut tuntas hingga habis, tapi sejauh apa Hansell harus memahami, jika sebenarnya bahaya besar tengah menanti, bahkan Merry yang menghilang tanpa jejak saja sulit di temukan namun Airyn juga ingin mesuk kedalam perangkap yang diciptakanya sendiri. Akankah Hansell mengerti?
“Apa kau tidak tahu jika pasar saham APV menduduki peringkat ke dua di dunia dalam kategori New Market, indeks kontrak berjangka APV mendudduki peringkat ke 3 sedangkan indeks produk kontrak opsi saham menduduki peringkat nomor wahid (Top) di dunia” bisik sesesorang yang merambat kependengaran rekanya, bahkan membuat mereka tertegun, entah mengapa jika Nona Petrov yang menjadi dekingan Hansell, tentu saja hal ini sangat disayangkan jika berakir dengan Cuma-Cuma, bahkan mereka akan merugi lebih besar lagi jika dibiarkan Nona Petrov melepaskan saham mereka.
“Seperti yang kalian ketahui jika suamiku tengah mengalami keanjlokan atas bursa efek beberapa waktu ini, tentu saja hal ini akibat fakta yang tidak mendasar hingga mencoret nama baik ku sendiri. Aku adalah orang yang percaya dengan kesetian, jadi setelah aku mengusut tuntas kasus pencemaran nama baik ini, aku tidak ingin melihat wajah kalian lagi disini” bentak Airyn dengan tegas, membuat mereka semua berdiri dengan gugup seolah neraka baru saja menghampiri, semuanya memohon maaf layaknya seorang penjilat, bahkan dengan usia yang lebih tua dari Airyn mereka semua membungkukan badan 90 derajat, entah kenapa Airyn merasa kesal jika semua orang selalu menyelesaikan masalah dengan maaf, namun disaat dirinya atau orang terdekatnya menyelesaikan dengan cara yang sama, mereka cenderung melebih-lebihkan.
Membuat airyn semakin lucu saja ketika apa yang kita berikan tidak akan sama dengan apa yang kita dapatkan.
“Nona saya minta maaf atas kesalahpahaman ini, kami melakukan rapat Direksi secara terbru-buru untuk mendengarkan penjelasan dari Tuan Hansell tentang harga saham yang anjlok, tadinya saya tidak ingin mencabut dan menarik saham yang sudah saya letakan diperusahaan ini, tapi jawaban dari beliau kurang memuaskan sehingga saya melakukan tindakan bodoh secara terburu-buru. Karna faktor usia ini, saya juga menjadi seperti seorang yang kadang lupa diri” ucapnya dengan merendahkan diri, membuat jiwa Airyn meronta untuk bersikap angkuh, bahkan ia mendongakan wajah penuh kejengkelan atas ucapan yang dijilati kembali oleh mereka.
Namun Saat ini Airyn butuh para penjilat seperti mereka, untuk membereskan sesuatu tanpa mengotori tanganya, membuat Airyn meluluhka sedikit hati untuk mencoba memaafkan, yang jelas mereka akan merasakan sedikit penghukuman nantinya.
“Baik. Saya akan mempertimbaangkan kalian semua. Hanya saja saya meminta hal kecil dari kalian sebagai bentuk kerjasama yang akan kita lanjutkan” ucap Airyn dengan pancaran mata tajam, membuat semua orang bergindik takut atas apa yang di inginkan Nona Petrov, tentu akan ada harga yang perlu dibayar mahal atas pengampunan yang di berikan wanita itu, bahkan mereka sudah mengerti teori ini sebelum melakukan praktek sekalipun, tapi apa yang di inginkan wanita itu, apakah nyawa mereka.
“Aku mengetahui keluarga Choi memiliki campur tangan dalam pengumpulan anggota Direksi secara diam-diam, bahkaan belum sampai 24 jam kalian semua sudah mendesak suamiku untuk mundur dari posisi. Apa kalian pikir aku akan tinggal diam dengan pengkhianatan yang sudah terniatkan. Bahkan mengetahui jika keluarga Choi menganggu suamiku benar-benar membuat darahku mendidih. Jadi sebagai orang yang lebih mengerti bisnis, aku hanya meminta kalian melakukan hal kecil saja, bahkan tanpa aku menjelaskan kalian dapat menebak kemana pembicaraan ini bukan? Jadi apa kalian bersedia melakukanya” jelas Airyn dengan angkuh, membuat semua orang menelan saliva dengan susah payah, jika seperti ini mereka semua akan mengalami sedikit kerugian, walaupun begitu kerugian besar akan melanda jika tidak mengikuti kata Nona Petrov.
“Apakah anda meminta kami mencabut saham sepihak dari Grup Keluarga Choi Nona?” jelas seorang wanita yang berada di barisan nomor 4 dari arah kiri Airyn, membuat Airyn mengangukan kepala dengan riang seolah senang jika maksudnya tersampaikan dengan baik.
Tentu saja jika hal itu yang di inginkan oleh Nona Petrov pasar saham akan menarik saham mereka dari Grup Choi secara sepihak, bahkan itu tidak termasuk syarat yang berat untuk di inginkan oleh Nona Petrov, membuat mereka semua menganggukan kepala dengan tenang sembari berdecak kagum atas sikap pengampunan yang diberikan Nona Petrov, meskipun diantara mereka tidak percaya jika Hansell Hamillton dapat menjadikan Nona Petrov wanitanya, namun tetap saja ini sangat luar biasa.
Bekerjasama dengan Nona Petrov adalah impian bagi banyak pembisnis, bahkan banyak orang yang ingin menemuinya secara personal tapi tidak begitu mudah membuat janji temu, wanita itu biasanya hanya meladeni para petinggi sekelas dunia Internasional, tapi kali ini mereka semua malah bisa melihatnya secara langsung.
Airyn berdiri tegak dengan tegas, dirinya menarik Hansell untuk menduduki posisi semula, Airyn memesrai Hansell di depan dewan direksi, untuk mempertontonkan bagaimana dia mencintai pria itu, dan bagaimana Hansell sangat penting baginya, jemari Nona Petrov meraih pundak lebar suaminya, sambil tersenyum kearah semua orang yang hadir, membuat para pria yang cukup berumur itu menundukan pandangan, sebab merasa bersalah telah melakukan pemberontakan tanpa berfikir, perlahan Airyn melangkah ke tepi meja rapat dengan pancaran mata tajam untuk merekam jelas wajah-wajah para pengkhianat yang tadinya ingin menghancurkan suaminya.
Suasana yang tadinya romantis bertukar menjadi dingin, bahkan hawa menyeramkan yang sangat berbahaya itu dapat terasa dari pancaran mata Nona Petrov, semuanya hening hingga mempu menundukan pandangan, sedangkan Hansell melirik istrinya yang terlihat tegas penuh intimidasi, bahkan Hansell sendiri tidak pernah mengeluarkan aura bos yang karismatik, namun kali ini istrinya dengan sikap tenang nan sangat dingin mampu menghipnotis ruangan dengan aura menyeramkan.
“Meskipun aku memberikan kesempatan, karna aku berfikir kalian semua masih berguna. Tapi jika sekali lagi kalian berulah atau melakukan pengkhianatan. Jangan salahkan diriku jika tidak ada kata maaf. Toleransiku cukup sampai detik ini, dan aku cukup melihat bagaimana pengkhianatan yang kalian lakukan. Meskipun kali ini kalian bebas, tapi wajah kalian sudah terekam jelas di otakku. Sebagai kompensasi atas kerugian atas skandal kami, aku akan berinvestasi di Grup HS. Selain itu ada yang lebih penting, aku telah menanam saham di perusahaan suamiku tanpa dia ketahui, dan kali ini aku sudah menjadi pemegang saham utama di sini. Jadi mari kita bekerjasama” sontak ucapan Airyn membuat semua orang tercengang, begitupun dengan Hansell yang tidak percaya jika Airyn bermain saham di Grupnya secara diam-diam.
Pertemuan itu berakir dengan panyak spekulasi dan juga decak kesal dari semuanya, setidaknya dengan hal ini menjadi tamparan bagi mereka, jika Airyn yang paling berkuasa di dalam Grup HS setelah suaminya, melihat mereka semua merasa terkhianati membuat Airyn berpuas diri, begitupun dengan Hansell yang tidak menyangka betapa licik istrinya.
“Dasar bodoh” bentak Airyn secara jengkel kepada Hansell, bahkan dirinya memukul tubuh suaminya, membuat Hansell menghindar sebab Airyn benar-benar meluapkan kekesalan “Kenapa kau bodoh sekali, Ha. Apa! Aku kekasih Dall dan kau yang merebutku! Astaga kenapa kau tidak menyadi novelis saja jika bisa sedramatis itu” hina Airyn saat mempelototkan mata menatap Hansell, bahkan ia begitu geram ingin mencakar-cakak wajah jelek milik suaminya itu.
“Airyn. bisakah kau berhenti memukulku” pinta Hansell ketika mencegah serangan yang menimpa, bahkan tubuhnya menghindar kearah belakang secara spontan.
Airyn selalu memimpikan kisah cinta seperti pangeran yang selalu ada untuk Tuan putrinya, yang menyelamatkan Tuan putrinya di saaat bahaya, dan juga sang pangeran yang cerdas serta tampan, tadi di kehidupan nyatanya Airyn malah bertemu dengan pria bodoh yang harus di lindunginya, pria yang tidak mengunakan otak dalam memikirkan masalahnya sendiri, apakah Hansell benar laki-laki.
Bagaimana bisa dia mementingkan perasaan di atas segala-galanya, seolah tidak bisa mengelola otaknya untuk bertindak atas hubungan mereka, jika pria itu tidak bisa melindungi Airyn, setidaknya dia perlu melindungi dirinya sendiri, namun kali ini malah sebaliknya.
“Baiklah! Maafkan aku!” teriak Hansell saat mencegat tangan istrinya, bahkan saking takutnya Hansell memeluk Airyn agar tidak melihat wajah membunuh itu lagi, ia meredakan emosi istrinya dengan tersenyum, sambil mengusap kepala Airyn dengan sayang, perlahan helaan nafas dari bibir Airyn terakses oleh pendengaranya, membuat Hansell mengubah kejengkelan menjadi penghiburan, ia sadar mungkin tindakanya merugikan, tapi Hansell tidak bisa lagi berfikir untuk melindungi Airyn selain memasang tubuhnya sendiri.
“Jangan lakukan hal bodoh lagi, jika kau ingin menyelamatkan diriku. Kau harus menyelamatkan dirimu. Jika aku tengelam dan kau ikut tengelam juga apa kau pikir kita bisa selamat? Seharusnya kau mencari jalan keluar untuk bertahan, jangan memasang badan dan malah menghancurkan, itu sama dengan tindakan pengecut” jelas Airyn dengan nada rendah, membuat Hansell menganggukaan kepala seolah mengerti, meskipun ia tidak mengeluarkan suara tapi tingkah tubuhnya yang jujur itu mampu membuat Airyn tersenyum.
“Tapi apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku takut terjadi sesuatu dengan mu” lirih pria itu dengan aura berbeda, membuat Airyn terdiam sembari mengepalkan tangan menahan dirinya, dia masih mematung diposisi degan memeluk Hansell, sedangkan pria itu tengah berfikir posisi Airyn tentu tidak akan aman sekarang, apa yang harus Hansell lakukan, bahkan semakin kesini Hansell semakin tidak percaya diri.
Tidak ada yang bisa dia lakukan, selain berada di sisi istrinya, bahkan Hansell sendiri yang malah menjadi sumber masalah bagi Airyn, membuat dirinya semakin takut “Aku bersusah payah menyembunyikan identitasmu, kenapa kau malah membuka jati dirimu sendiri. Apa kau lupa jika hal itu terjadi sama saja kau mengundang perperangan dengan orang tersebut” lirih Hansell, membuat Airyn melepaskan diri dari suaminya, sembari mendorong tubuh Hansell untuk berjarak, bahkan tatapan Airyn yang dingin memandang putus asa di raut wajah suaminya.
“Aku ingin mengunjungi seseorang yang kau kenal, apa kau ingin ikut?” tawar Airyn dengan wajah datar, membuat Hansell menundukan pandangan kewajah istrinya untuk menanyai maksud Airyn.
“Apa Tuan Ji?” balas Hansell dengan membalas perkataan Airyn, membuat wanita itu menganggukan kepala dengan segera.
“Tentu saja aku ingin pergi bersamamu, jika kau sudah mengizinkan itu” ucap Hansell dengan tersenyum, membuat Airyn menarik tangan suaminya untuk keluar dari sana.
Kali ini Hansell bahagia, pada akirnya Airyn mengizinkan dirinya ikut campur dengan masalah yang berada di ranah pribadi Airyn, bahkan Hansell tidak menyangka istrinya akan berubah fikiran, kenapa tiba-tiba dia menjadi seperti ini membuat Hansell semakin mencintainya saja, Airyn masih mengenggam tangan suaminya yang lebih lebar dari jemarinya, bahkan Airyn begitu semangat menuntun perjalanan sehingga kedua mata mereka terhenti kepada sosok yang tidak asing berdiri di depan sana, membuat tubuh Airyn melepaskan tangan suaminya untuk menghadapi Jungkyung.
Airyn terlalu sibuk mengurus masalah Merry dan juga meluruskan pemberitaan tidak mendasar sehingga ia melupakan pemeran utama dari masalah ini, yaitu Nona Jung yang mengincar suaminya.
“Apakah kalian benar-benar menikah?” bentaj gadis itu dengan tatapan dendam yang terakses oleh mata Airyn, membuat dirinya menaikan alis secara sinis dengan berdiri penuh menantang, membuat tubuh Hansell mengeras seolah tidak terima dengan sikap wanita itu.
“Nona Jung ada apa denganmu” cela Hansell diantara dua wanita itu, membuat Airyn meraih tangan Hansell untuk berhenti.
“Sayang bisakah kau meninggalku sendiri? Ini hanyalah masalah wanita, jadi tunggu aku di mobil. Aku akan segera menyusulmu” ucap Airyn dengan tutur lembut penuh pengertian, membuat Hansell merasa enggan tapi sepertinya ia tidak perlu takut meninggalkan Nona Jung dan Airyn bukan, secara tidak langsung Hansell lebih takut jika aairyn melakukan sesuatu pada Jungkyung yang mungkin membuat dirinya celaka, tapi jika Airyn bertutur dengan penuh sopan sudah semestinya Hansell menghargai itu
Bagaimanapun dia tidak bisa ikut campur kedalam masalah perempuan, semenjak awal Airyn dan Jungkyung memiliki masalah pribadi bukan karna dirinya, karna masalah singgung menyinggung antar keduanya, yang membuat Airyn banyak bersabar akan wanita itu.
“Aku akan menunggu di bawah, segeralah menyusul. Dan jaga dirimu baik-baik” ucap Hansell dengan nada rendah, sembari mencium kening istrinya untuk undur diri dari sana, setidaknya dengan begitu dapat menyadarkan Jungkyung atas apa yang dikhayalkan itu adalah ilusi semata.
Melihat tingkah hansell, ada sedikit kecewa yang menusuk dirinya dengan tajam, seperti ingin menghabisi dua makhluk itu secara bersama, dendam dan amarah sepertinya hanya itu yang tersisa, membuaat Jungkyung tidak menyembunyikan apapun dari tatapan tidak sukanya pada Hansell dan Airyn, melihat Hansell telah pergi dan menjauh, Airyn menatap wajah gadis itu dengan datar, ia menyelisik lekat-lekat separah apa dengki yang ada di hatinya, ternyata lebih parah dari perkiraan Airyn.
“Apa kau gila, mengakui dirimu sebagai Nona Petrov! Kau hanya manusia rendahan, untuk apa kau bertingkah begitu, apa kau tahu siapa itu Nona Petrov. Jika dia mengetahui ada orang yang mengaku-ngaku sebagai dirinya, nyawamu akan habis ditangannya” hina Jungkyung dengan amarah yang meluap-luap, bahkan gerak tubuhnya saja menegang penuh perperangan, membuat Airyn merasa lucu atas paparan yang terlontar, apakah dia perlu tertwa atau menagis dihadapan wanita itu.
“Aku bahkan tidak bisa tertawa dan menangis untuk mu, bagaimana ini Nona Jung” balas Airyn dengan nada candaan, bahkan ia tidak tersulut amarah atas sikap memberontak yang di tampilkan Jungkyung..
“Siapa kau sebenarnya! Tidak mungkin kau Nona Petrov! Aku bahkan tidak percaya kau mengakui diri sebagai Nona Petrov, apa kau tidak melihat betapa gemparnya Negara ini karna ulahmu. Meskipun kau memiliki dukungan dari Direktur Hansell tidak sepantasnya kau melakukan tindakan bodoh dengan mengaku-ngaku sebagai Nona Petrov, apa kau tahu siapa itu Nona Petrov…”
“Siapa dia!” cela Airyn seketika, kali ini auranya tidak bersahabat, sikap yang tadinya santai berubah menjadi tegang, tatapan matanya seperti menuntut kelanjutan cerita atas penyangkalan dari Nona Jung, Airyn bisa terima jika wanita itu tidak menyukainya, tapi Airyn tidak bisa mentoleransi jika ia menyangkal kebenaran.
“Dia wanita hebat, dia berbeda jauh dari dirimu yang rendahan, dia tidak mengejar laki-laki seperti yang kau lakukan, melainkaan laki-laki yang mengejar dirinya. Dan lihat sekarang betapa bertolak belakangnya kau dengan Nona Petrov hingga mengakui diri sebagai dirinya, apa kau tidak tahu kenapa dia menyembunyikan identitas, karna dirinya berada ditempat teratas sebagai pembuktian tidak semua ornag yang bisa mengakses kehidupanya, dan sekarang kau menyebarkan berita bohong tentang dirinya, apa kau fikir aku bisa menerima itu! Aku bahkan tidak percaya kau akan melakukan kebohongan sebesar ini” hina gadis itu pada Airyn, membuat mata Nona Petrov menajam.
“Apa kau pernah bertemu denganya secara langsung?” tanya Airyn, membuat gadis itu mengatupkan bibir seolah menjadi pembuktian jika dirinya tidak pernah bertemu dengan Nona petrov, sayangnya Nona Jungkyung telah terlibat dengan Nona Petrov tanpa di sadari.
“Kau bahkan belum pernah bertemu dengan dirinya, bagaimana bisa kau menyimpulkan tentang kehidupanya, bukankah kau sendiri yang mengatakan jika Nona Petrov tidak mengakses kehidupan pribadinya kepada publik, karna dia berada di tempat yang tidak bisa dijangkau. Tapi kali ini kehidupan sudah dapat dijangkau, sehingga tidak ada alasan untuk dirinya menyembunyikan diri” ucap Airyn dengan intonasi penuh tekanan, bahkan matanya saja begitu menajam ketika menjelaskan kalimat per kalimat yang keluar, tentu saja gadis itu ingin menyangkal, tapi Airyn tidak ada waktu mendengarkan ocehan omong kosong lagi.
“Aku tidak pernah memperteguh argumenku padamu, jika aku Nona Petrov. Apa kau masih belum mengerti alasanya? Karna aku tidak butuh penyangkalan untuk menjelasakan siapa diriku, namaku adalah Airyn, nama lengkap ku adalah Airyn petrovika yang biasa disebut Nona Petrov. Percaya atau tidak, aku tidak peduli dengan pendapatmu. Karna aku tidak butuh dipercaya untuk diakui oleh dirimu, sebab aku adalah Airyn Petrov” sontak kalimat yang Airyn ucapkan merambat dengan terang kependengaran Jungkyung, membuat matanya mengerjap seolah tidak percaya, kenapa ia tidak bisa menyanggah, seolah kalah talak atas ucapan wanita itu.
Airyn meninggalkan Jungkyung ditempatnya berdiri, ia memilih pergi karna ada yang lebih penting dari pada bicara dengan wanita itu soal siapa dirinya, bagaimanapun dirinya adalah Airyn Petrov, sehebat apapun Nona Petrov dimana mereka dan seperti apapun Jungkyung menyukai Nona Petrov, jika dia tidak bisa menerima Airyn tetap saja dia tidak berhak untuk mengagumi Nona Petrov, sebab yang Airyn butuhkan adalah orang yang mengakui dirinya sebagai Airyn, dan orang itu adalah Hansell.
“Kau sudah datang?” sapa Hansell saat menarik istrinya duduk di samping, membuat Airyn semakin percaya, tidak akan ada yang mencintai dirinya selain orang yang mengetahui keburukan dirinya, jika mereka menganggumi kelebihan tanpa mempertimbangkan kekurangan, itu bukan kagum, melainkan ilusi implusif yang tidak sengaja tercipta atas dirimu.