
Airyn membanting tubuhnya dengan emosi yang meluap-luap, ia begitu geram akan tingkah yang ditampilkan Jungkyung pada dirinya hari ini. Selama ini, Airyn selalu diam dan membiarkan gadis itu melakukan sesuatu pada dirinya dan Hansell, untuk mencoba memahami titik lemah didalam perasaan yang dimiliki Jungkyung, tapi sekarang Airyn telah sampai pada batasan sabar yang ia berikan. Bagaimana tidak, ia bersusah payah menerima semuanya, untuk mencoba menahan kesabaran, akan emosi untuk memberikan pelajaran, tapi gadis itu dengan berani melangkahi batasan yang sudah digarisi oleh Airyn, bahkan ia menatap mata Airyn dengan penuh tantangan, benar- benar membuat siapa saja akan mencapai titik wajar, termasuk Airyn yang terus direndahkan oleh pandangan matanya.
Melihat istrinya yang tersulut emosi habis-habisan, Hansell hanya mampu diam dan melepaskan pakaian yang dikenakan, seketika saja Airyn menatap kearah pria itu dengan penuh ancaman, bahkan mata Airyn memantul dikaca depan, hingga membuat bulu kuduk Hansell merinding, kali ini ia benar-benar didalam bencana, jika sedikit saja Hansell salah akan pengunaan kata, mungkin Airyn akan mengusirnya keluar dari kamar, detik ini juga. Jadi, untuk mengahadapi semua ini, ia perlu berhati-hati akan kata yang terlontar dari mulutnya.
“Kenapa kau tadi menarik ku! Apa kau ingin melindunginya!” bentak Airyn dengan geram, seolah ia tidak terima atas sikap pria itu, sebab Hansell terkesan tengah melindungi Jungkyung di depan matanya sendiri, tentu saja sikap seperti itu akan membuat istri manapun merasa cemburu, bahkan Airyn dan Hansell sudah saling mengakui hubungan pernikahan mereka, dan sekarang pria itu dengan berani melindungi wanita lain, dan menarik dirinya pergi, benar-benar laki-laki menyebalkan bagi Airyn sendiri.
“Sayang, apa maksudmu dengan melindungi dia, untuk apa aku melakukanya, aku hanya tidak ingin kau terjebak masalah lagi” ucap Hansell dengan kalimat rendah, sembari membalikan badan dan menghampiri Airyn yang tengah duduk ditepi ranjang
"Terjebak masalah? aku tidak pernah membuat masalah dengan orang lain, jika mereka yang memancing duluan, bukankah aku perlu meladeni, apa kau fikir aku harus diam saja, dan membiarkan mereka berlaku seenaknya, sekalipun ia menganggap rendah diriku, tidak sepantasnya dia berlaku seperti itu, di depan mata kita dia masih berani menyentuhmu, bagaimana di belakang! Apa kau fikir kesengajaan seperti ini bisa aku maklumi” bentak Airyn dengan suara yang meninggi, membuat Hansell merasa tersudutkan, tentu ia sadar saat ini Airyn tengah marah pada sikapnya, tapi Hansell melakukan hal itu agar Airyn tidak melakukan tindakan gegabah seperti dimasa lalu, jika Airyn meladeninya, tentu saja gadis itu di dalam zona merah, dan seperti Hellena dan Somi.
Yang Hansell takutkan bukanlah mereka yang menjadi korban atas kemurkaan Airyn, yaitu istrinya yang mengalami dampak dari semua itu, seperti rendahnya kepercayaan diri Airyn, saat semua orang membicarakan image yang sudah dibangun atas nama Nona Petrov, membuat Airyn tersudutkan saat itu juga.
Jika di lihat, orang yang menghadiri pesta malam ini, adalah mereka yang mengenal baik tentang Nona Petrov, dan juga Jungkyung sebagai ahli waris kekayaan Choi, jika saja terjadi sesuatu, tentu akan menjadi berita besar, yang lagi-lagi mengeskpos keberadaan Nona Petrov
Jika Hansell membiarkan mereka berdebat, pada akirnya akan terjadi seperti dimasa lalu, dimana Airyn membungkam musuhnya dengan kekuasaan, dan yang di dapatkanya adalah hinaan seperti sekarang. Dimana semua orang memuji kekuasaan yang Airyn miliki namun merendahkan apa yang dia lakukan, melihat Airyn rendah diri saja sudah menyakiti batinnya, tentu Hansell tidak akan mebiarkan kesalahan seperti itu terjadi lagi.
“Airyn, bukan itu maksudku. Aku hanya tidak ingin kau terjerat masalah lagi, kau sadar kan, yang menghadiri pesta malam ini adalah orang yang mengenal dirimu, jika terjadi perdebatan diantara kau dan wanita itu, tentu saja tidak akan baik untuk dirinya, aku hanya takut asumsi orang lain berdampak buruk padamu, dan aku tidak ingin, melihat kau merasa rendah diri lagi, akibat ucapan mereka dibelakangmu” seru Hansell dengan sungguh-sungguh, membuat Airyn terdiam sambil memandnag suaminya, seolah tatapan diam itu mengheningkan ruangan mereka, suara mengema terdengar asing atas pertnyataan Hansell barusan
“Jadi maksudmu, aku akan seperti dulu lagi dalam menyelesaikan masalah? Jadi menurutmu, aku akan mengunakan kekuasaan lagi untuk menjatuhkan mereka? Begitu?” tanya Airyn seperti membeo akan penyataan suaminya, bahkan nadanya sangat menajam untuk di lontarkan dengan kasar, membuat pria itu terdiam dengan lidah kelu, tanpa mampu membantah apapun dari istrinya.
“Apa aku sudah mengucapkan kata yang salah?” gumam Hansell dengan tatapan sendu “Sayang... bukan itu maksudku” sambungnya seketika, bahkan jemari Hansell mencoba menjangkau rambut istrinya, tapi Airyn menepis dengan enggan.
“Sudahlah, jangan sentuh aku. Aku capek” tolak wanita itu, sambil mengabaikan tangan suaminya, membuat Hansell merasa bersalah telah mengucapkan hal itu barusan, tapi bukankah semua wanita sama saja, apa yang dikatakan pria akan tetap salah jika mereka berada di zona merah.
“Astaga, kenapa dia pemarah sekali” gumam Hansell dengan frustasi, sambil mengacak-ngacak rambutnya.
Entah kenapa kehidupan rumah tangga Hansell dan Airyn jarang sekali untuk damai, bahkan baru saja mereka menerima hubungan ini, sekarang malah berdebat lagi.
Apa yang harus Hansell lakukan untuk membujuk istrinya itu, dengan pandangan binggung, ia mencoba diam dan memandang dari arah belakang, seolah istrinya benar-benar orang paling susah untuk di taklukan.
Airyn berjalan mengarah ke kamar mandi, sambil melepaskan pakaian satu persatu, bahkan Hansell dapat melihat pakaian Airyn yang bertebaran dilantai, melihat hal itu ada senyuman yang tertampil di wajahnya, entah Airyn sadar atau bukan, sikap yang ia tampilkan sudah membuktikan, jika saat ini mereka adalah suami istri, sekalipun perdebatan ini terjadi, dua pasangan itu tidak akan saling mengakiri, jadi bukankah pertengkaran ini akan menjadi hal biasa di dalam hubungan pernikahan.
Wanita itu memutar kran Air untuk menguyur tubuhnya, air hangat yang sesuai suhu tubuh jatuh kepermukaan kulit halus nan putih itu, hingga memberikan sesasi damai yang dapat ia nikmati, entah kenapa Airyn merasa bersalah pada suaminya, hanya karna kecemburuan saja, Airyn menyalahkan semua alasan yang diberikan Hansell, jujur saja jika tadi Jungkyung berulah, mungkin Airyn akan menghancurkan gadis itu hingga tidak bersisa, sebab dari banyaknya wanita yang ada diantara suaminya, hanya Jungkyung yang masih dibawah standar sabar yang Airyn berikan.
Padahal diantara semuanya, wanita itu paling berbahaya, siasat yang ia rencanakan sangat mengerikan untuk memisahkan Airyn, benar-benar di rencanakan secara matang, tanpa sadar Hansell telah terjebak dengan rencana wanjta itu.
Jika saat ini Airyn memandang dari perspektif dirinya sendiri, ada kemungkinan bagi Jungkyung melakukan hal yang kejam, bahkan Airyn merasa wanita itu tidak akan segan-segan untuk melaksanakan siasat buruknya, jadi Airyn perlu berhati-hati dalam mengahadapi Nona Jung yang sulit ditebak, sekalipun ia mampu menghancurkaan gadis itu dengan jentikan jari, tapi bukan disana masalahnya, melainkan akar yang mencoba mengendalikan dirinya, Airyn mengakui gadis itu adalah wanita baik yang tengah dimanfaatkan, ia bertindak bukan sesuai hatinya melainkan logika, karna itulah, Airyn mencoba mengerti untuk tidak gegabah dalam menghadapi lawanya kali ini.
Ia mengepalkan tangan dengan geram, sebab selain bersabar, Airyn tidak bisa bertindak apapun, ia harus mengerti lebih jelas apakah James terlibat dalam semua ini, atau gadis itu dijadikan alat saja, sebab kecerdasan James yang terlihat luar biasa, sangat menipu hingga sulit di sepelekan, Airyn amat curiga akan James selama ini, sebab pria itu selalu ada dimanapun Airyn berada, bukankah ini terkesan sangat aneh.
Sekalipun dimasa lalu, Airyn pernah melindungi pria itu dengan segenap cinta, dari adik perempuan kepada kakak laki-lakinya, tapi entah kenapa, Airyn tidak merasa memori itu berharga. Jadi duduk tegak dari semua kecurigaan ini adalah kehadiran James yang ada diantara kehidupan Airyn, apakah pria itu benar-benar mencintai dirinya, atau memiliki maksud lain dari sekedar cinta, yang jelas Hansell telah ditargetkan untuk dijadikan umpan dalam melemahkan Airyn.
***
Pesta yang berlangsung di lantai atas Hotel, masih saja kedatangan banyak tamu yang silih berganti menghadiri, tentu dari kejauhan Merry menatap gadis yang berpapasan dengan putrinya, membuat ia menyunggingkan senyum mengerikan, saat meneguk minuman yang ada digengaman jemari yang di aplikasikan secara menawan, jika saja gadis bernama Jungkyung itu berani menyentuh kehidupan putrinya, sepertinya Merry tidak perlu berbaik hati pada ayahnya, dan juga wanita itu.
“Apa yang anda lihat nona Merry, apakah anda tertarik dengan Nona Jung?” tanya Darrel dengan sikap polos, membuat Merry melirik kearah pria itu sambil membuang wajah seketika “Nona jung, salah satu wanita yang terkenal baik di kota ini, dia ahli waris kekayaan Choi, tentu saja selain nama baik ia juga memiliki kepintaran yang mengesankan, saya telah melihat beberapa datanya, dan itu sangat mengagumkan, ia menyelesaikan studinya di London, dan memiliki beberapa sertifikat prestasi, yang diberikan oleh Universitas akibat nilai tertinggi yang ia raih pada masa itu” ucap Darrel dengan penuh senyum, membuat mata Merry menatap tajam kearahnya
“Apa aku melakukan kesalahan No-nona?” tanya pria itu sekali lagi, dengan nada gugup
“apa aku meminta kau menjelaskan tentang gadis itu padaku?” ketus merry dengan lirikan mata tajamnya, seolah ia kurang suka saat bekerja dengan Darrel, tapi putrinya itu selalu kekeh untuk mempertahankan Darrel disisinya, padahal tanpa pria itu, Merry juga mampu mengendalikan semuanya, sebab ia telah berkecimpung didunia ini sedari muda, bukan hal sulit untuk dirinya mengatur semua pekerjaan Airyn, yang sudah dipindah tangan padanya
“Ti-tidak…saya hanya ingin memberitahu anda saja” seketika Darrel megambil minuman dengan segera, seolah sorot mata Merry benar-benar membuatnya gugup, entah kenapa, wanita itu selalu mengintimidasi Darrel, jika dibandingan dengan Merry, Darrel memang pria tidak berguna sama sekali, selain menemani Nona Merry, ia tidak merasa penting dalam pekerjaan.
“Kalau begitu, siapa yang lebih baik diantara Airyn dan gadis itu?” tanya Merry dengan nama mengancam, membuat Darrel terkesiap menatapnya
“Tentulah Nona Petrov” ucapnya dengan segera, seolah kata-kata itu keluar begitu saja tanpa dicerna, membuat Merry tersenyum ria akan tingkah jujur yang diberikan Darrel. Benar, Putrinya jauh lebih baik dari wanita itu, jadi Hansell tidak akan berpindah kelain hati selain pada putrinya saja, seolah senyum manis menghiasi wajah Merry, dan menghentikan pandangan Darrel yang berlabuh kewajah anggun milik Merry, entah kenapa terjadi jeda di perputaran waktu mereka, membuat Darrel amat gugup akan kecantikan wanita di depan matanya
“Kenapa kau harus takut, aku hanya bertanya” melihat Merry tertawa, langsung saja menularkan senyumaan manis di bibir Darrel, wanita itu sangat memukau, mungkin bisa dikatakan Merry adalah duplikat Nona Petrov, walaupun kenyataannya mereka pasangan ibu dan anak, tapi disisi lain, Merry benar-benar luar biasa untuk menjadi seorang single women, membuat Darrel sedikit tidak percaya ada wanita seperti dirinya.
Setelah bekerjasama ia menyadari sisi lain dari Merry, wanita itu adalah seorang ibu yang sangat mencintai putri tunggalnya, Nona Petrov.
“Anda cantik sekali saat tertawa, Nona Merry” lirih Darrel dengan keterpesonaan penuh, membuat Merry terdiam memandang pria itu, menyadari akan perkataannya yang kurang ajar, Darrel mengalihkan pandangan seolah ia harus pergi menemui seseorang, Merry yang ditingalkan seorang diri, merasa amat malu atas pujian barusan, membuat rona merah dipipinya mekar dengan sempurna “Kenapa cecungguk itu memuji ku” batin Merry dengan heran
“Selamat malam Min” sapa Jungkyung sambil mencium pipi temanya, tentu saja Xiumin membalas sapaan dari wanita cantik di depan matanya, siapa lagi kalau bukan Choi Jungkyung.
“Jung, kau cantik sekali” ucap Xiumin sambil memandang baju mewah yang dikenakan
“Tentu, aku selalu cantik dimanapun aku berada” balasnya dengan sikap menyombong, mengundang gelak tawa diantara keduanya.
Mereka bercakap-cakap sambil menyapa teman yang mereka kenal disana, seolah pesta ini dijadikan sebagai ajang Reunian, tentu saja sebagai orang yang berada dikalangan atas, Jungkyung hanya berteman dengan orang yang sama dengan dirinya.
Banyak pujian yang dilontarkan pada gadis itu, bahkan membuat ia semakin berbangga diri, seolah tidak ada jeda tanpa memamerkan yang mereka punya, apa yang dikenakan Jungkyung malam ini, tentu saja mengundang kekaguman semua rekan dan temannya, sebagai ahli waris keluarga Choi, ia perlu menjaga reputasinya bukan, jadi Jungkyung amat bangga mempertontonkan barang mewah yang ia kenakan kali ini.
“Hei, apa doktermu tidak hadir hari ini?” tanya Jennie kepada gadis itu, membuat Jungkung mengelengkan kepala sambil meraih minuman yang ditawarkan padanya
"Semenjak aku bekerja di perusahaan Hansell, aku tidak pernah bertemu dengan nya" jelas Jungkyung dengan santai
“Jung... Apa kau tidak mencintainya lagi?” sambung Jennie sekali lagi, dengan raut wajah binggung, sebab sangat aneh untuk wanita itu bersikap santai tentang Dokternya
“Apa maksdumu” balas Jungkyung dengan celetukan kesal
“Kau aneh sekali hari ini, biasanya setiap aku menanyakan tentang doktermu, kau amat kegirangan dan sesegera mungkin menjelasakan, tapi kenapa kali ini kau bersikap cuek, seolah enggan mendengar namanya, Apa kau memiliki perasaan pada pria lain?” tanya Jennie dengan penuh ingin tahu, bahkan ia menatap temanya dengan tatapan menyelidik "atau, kau kecentolan dengan Direktur mu" bisik wanita itu dengan nada pelan, membuat pipi Jungkyung memerah saat membayangkan sosok Hansell
“Menyukai pria lain? tidak mungkin. lagian Apa aku bisa seperti itu?” lirih Jungkyung dengan penuh binggung, ia hanya terganggu akan Direktur Hansell, semenjak memasuki ruangan, bahkan sedari tadi pria itu yang menghantui fikiranya, ditambah ledekan Jennie kepadanya, membuat Jungkgung sulit mengendalikan diri.
“Tapi, ntahlah aku tidak tahu, hanya saja aku sudah lama tidak berjumpa dengan Dokter James" Ia menghadap kearah Xiumin yang ada dihadapanya.
"Tapi, aku ingin bertanya padamu Min, kenapa Direktur Hansell menghadiri pesta ini?” tanya Jungkyung dengan penasaran
“Oh Hansell, ia memiliki beberapa urusan di hotelnya, dan aku tidak sengaja bertemu dia dicafe tadi siang, jadi kami mengobrol sebentar, karna bertepatan dengan acaraku malam ini, sekalian mengundang dia untuk hadir, tadinya pria itu enggan menghadiri acara ini, tapi entah kenapa ia datang untuk menghebohkan pesta” ucap Xiumin dengan terkekeh, sambil memandang Jungkyung yang penuh heran menatapnya
“Membuat heboh apa maksdumu?” tanya gadis itu dengan penasaran, tentu ia begitu ingin tahu tentang Hansell, bahkan rasanya ia tidak suka berbelit-belit jika semua tentang pria itu.
“No….”
“Tuan” putus sekretaris Xiumin seketika, membuat ia memalingkah wajah menatapnya
“Ada apa?”
“Tuan Felix sudah datang” bisiknya pada Xiumin, membuat pria itu merapikan baju untuk menyambut tamu penting “Jung, nanti kita sambung lagi, aku harus menemui Felix” Xiumin berlalu dari sana, dan meninggalkan Jungkyung dengan penuh penasaran.
Tentu, jiwa penasarannya sangat meronta ingin tahu, tentang siapa sebenarnya wanita itu, tapi ia lebih tertarik dengan apa yang terjadi sebelum ia datang, jika benar Airyn membuat kehebohan, apakah karna Direktur Hansell bersanding dengan Staff biasa, sebab selain fakta itu, apalagi yang istimewa dari wanita penggoda seperti Airyn.
"Jennie apa kau tahu, siapa wanita yang dibawa Direktur Hansell kepesta ini?" Tanya Jungkyung dengan penasaran, ia sadar Hansell mengandeng Airyn, tapi siapa Airyn itu hingga membuat heboh
"Yang benar saja, aku bahkan baru datang, dan tidak berjumpa dengan Direktur Hans" Celetuk Jennie seketika, membuat Jungkyung mengerti jika Xiumin yang memiliki jawaban atas ini, lagian siapa lagi Airyn selain kelas bawah yang rendahan.
Membuat Jungkyung geram sekali dengan hubungan keduanya, bagaimana bisa Hansell memilih wanita seperti itu menjadi kekasihnya, apa dia tidak menyayangi reputasinya, bahkan Jungkyung lebih pantas untuk Hansell, lebih cantik, pintar, dan ahli waris keluarga Choi, dan ia berasal dari keluarga terpandang dan disegani di kota ini, selain itu reputasi yang di milikinya amatlah bagus, jadi jika Hansell dan Jungkyung menjadi pasangan, sudah pasti akan membuat iri semua orang.
“Hati-hati dengan imajinasimu Nona” putus seseorang, membuat Jungkyung kaget atas kehadiran orang asing dihadapanya
“Siapa kau” bentak gadis itu dengan kesal, namun wanita asing itu hanya membalas dengan senyumanan.
“Perkenalkan, nama saya Merry, sekretaris Nona Petrov” ucap Merry seketika, membuat Jungkyung terdiam tanpa kata, bagaimana bisa dia membentak orang penting seperti Nona Merry, sebagai pengusaha yang sudah terjun kebidang ini sedari lama, ia juga mempelajari bisnis diluar negri, tidak jarang Jungkyung mencari fakta tentang perusahaan terbesar didunia, dan Petrov adalah perusahaan satu-satunya yang memiliki sistem kuat didalamnya, perekonomian yang stabil sepanjang tahun hingga terus mengalami kenaikan saham, benar-benar membuat Jungkyung heran, sepintar apa pemimpinya, hingga apapun produk pemasaran mereka selalu diterima dengan baik, dan sekarang sekretarisnya yang terkenal itu, berdiri dihadapan Jungkung.
Benar, Merry Laurent yang begitu terkenal di perguruan tinggi tempatnya menyelesaikan studi, dan sekarang berdiri dihadapan Jungkhung, membuat ia tidak perlu lagi meragukan, selain logo kalung satu-satunya dimiliki keluarga itu, siapa yang tidak mengenali Merry Laurent
“No-nona Merry, maaf atas kelancangan saya” ucap Jungkyung sambil membungkukkan badan penuh hormat
“Tidak apa-apa, saya mengerti jika kehadiran saya mengagetkan anda” balas Merry dengan tersenyum. Seketika keheningan terbentang diantara mereka, membuat Jungkyung berdehem guna mencairkan suasana
“No-nona apa anda menghadiri pesta bersama Nona Petrov?” ucap Jungkyung dengan mata berbinar penuh harapan
“Nona petrov? Ohh…dia sedang melakukan tugas penting, tadi dia mengadiri acara ini, tapi ia sudah pergi dengan suaminya, dan saat ini saya sendiri yang hadir dalam menikmati acara, kenapa anda menanyakan tentang Nona Petrov, apakah ada yang anda perlukan?” tanya Merry dengan ramah
“Tidak Nona, saya hanya mengagumi Nona Petrov, bagi saya wanita seperti diriinya dalam dunia bisnis sangat berkelas, benar-benar merubah standar kita tentang defenisi wanita bisnis, saya sangat kagum pada nona petrov, sebab di usia muda beliau mampu menguasai pasar saham di Eropa, dan juga menjadi Ratu Perekonomian diseluruh dunia, tidak tanggung-tanggung, Nona Petrov juga menguasai eropa dan sekarang sudah melebar ke Amerika Utara. Saya pikir dengan perusahaan sebesar itu, dia mungkin mampu menguasai dunia dari segala bidang, bukankah ini fakta luar biasa, jika seorang wanita muda juga bisa menjadi orang teratas melebih kau pria, bahkan jika saya berdiri dan melihat dirinya, mungkin saya amat kecil dibawah sana, dan tidak sebanding dengan Nona Petrov” ucap Jungkyung sambil bercanda, Tentu, ia selama ini ia amat tertarik dengan Grup Petrov dan Nona Petrov, yang melegenda di pasar perdagangan saham dan perekonomian dunia.
Selain itu, sedari tadi Jungkyung juga mendengar beberapa orang menyebut nama Nona Petrov, membuat dirinya merasa menyesal tidak datang lebih awal, bahkan Nona Petriv telah memiliki suami, tentu ia akan menjadi wanita bahagia sekali.
“Wah...saya kaget sekali jika Nona petrov dikenal seperti itu, sepertinya anda sangat tertarik tentang Nona Petrov, bersadarkan pengamatan saya, anda gadis yang sangat pintar, saya pikir Nona Petrov akan tersanjung jika mengetahui hal ini, tapi apakah anda hanya menyukai kemampuan dan kekuasaannya atau pribadinya sebagai Nona Petrov?” tanya Merry dengan tatapan menyelidik, membuat Jungkyung terdiam untuk mencerna, apa maksud dari pertanyaan yang diberikan padanya, selama ini dia tidak pernah bertemu dengan Nona Petrov secara pribadi, sudah pasti Jungkyung tidak mengenali pribadinya, hanya saja ia mengetahui tentang kekuasaan yang dimiliki gadis itu, hingga siapapun takut berurusan dengannya, membuat Jungkyung kagum hingga megidolakan Nona Petrov di dalam bidang bisnis, jadi menurut perspektifnya, jika Nona petrov memiliki tingkatan setinggi itu, tentu saja Jungkyung akan menyukai personalnya sekalipun ia tidak mengenalinya.
“Tentu saya menyukai semuanya Nona, entah itu kekuasaan Atau persoalnya” ucap Jungkyung dengan canggung, membuat Merry tersenyum kearahnya
"Siapa nama Anda nona?" tanya merry dengan pura-pura
"Nama saya jungkyung, Choi Jungkyung. saya berasal dari keluarga Choi" ucapnya sambil memperkenalkan diri dengan bangga beserta raut wajah bahagia
“Baiklah, saya akan menyampaikan pada Nona Petrov tentang Anda, semoga kita bisa bertemu lagi Nona Jung, Jika ada wanita yang mengaguminya seperti anda, mungkin ini akan menjadi kehormatan besar bagi Nona Petrov sendiri. Dan, saya perlu mengigatkan untuk hati-hati dengan logika dan fikiran anda sendiri, kadang, hal itu jauh jahat dari yang kita bayangkan” ucap Merry dengan serius, membuat Jungkyung terdiam, seolah ia tidak mengerti apa yang wanita itu ingin sampaikan padanya, Tapi mengigat Ia orang penting, tentu Jungkyung mengambil nasehatnya.
“Maksudku, anda tidak perlu berfikir panjang, seperti anda memiliki beban pikiran yang menumpuk hingga kerutan di dahi anda terlihat jelas, saya hanya menegur untuk tidak memikirkan apapun” ucap Merrry seketika, membuat Jungkyung mengerti dan paham maksud dari ucapanya
“Anda baik sekali Nona Merry, terimakasih banyak”’ seru gadis itu dengan tersenyum, sambil membungkukan badan untuk memberi hormat, setelah selesai, akirnya Merry berlalu dari sana, meninggalkan gadis itu yang selalu melihatnya dari belakang.
Entah kenapa ini seperti mimpi bagi Jungkyung, bisa disapa orang sepenting itu, bahkan kedudukan Merry yang menjadi sekretaris Petrov saja, lebih besar dari Hansell yang memiliki perusahaan nomor satu di negara ini, jadi dapat dibandingkan seberapa kecil dirinya dari keluarga Petrov, jika Jungkyung bisa berkenalan baik dengan Petrov dan memiliki kerjasama, bukankah ini pertanda jika ia akan menjelma menjadi seseorang yang memiliki kekuasaan dimasa depan, seolah ia telah membayangkan bagaimana kehidupanya nanti, dan jika dibandingkan dengan Airyn yang saat ini berdiri disamping Hansell, tentu saja wanita ****** itu akan menjadi sampah yang tidak ada artinya diantara tumpukan emas.
Merry hanya sedikit miris menyaksikan gadis itu menyukai Airyn sebatas kekuasaan dan kehebatan putrinya, namun ternyata ia tidak menerima personalnya secara nyata, membuat Merry tidak sabar menyaksikaan reaksi Jungkyung saat mengetahui jika Airyn yang ia rendahkan selama ini, adalah Nona Petrov yang ia puja seperti orang gila.
Tentu Merry sudah mengetahui tentang gadis dari keluarga Choi yang mencintai James selama ini, ia telah menyelidiki semuanya, salah satu alasan Merry menghadiri pesta ini, tentu saja karna ia ingin bertemu dengan Jungkyung, ternyata semua duganya benar, jika gadis itu memanglah boneka yang di kendalikan seseorang.
Jika di lihat secara teliti, Jungkyung memang memiliki sisi yang menarik, ia amat baik kesemua orang yang ada, hanya saja gadis itu menjadi berbeda kepada Airyn, bukankah ini pertanda jika gadis itu hanya memiliki sintom jahat kepada Airyn, bahkan jika Jungkyung mengetahui tentang Nona Petrov yang menjelma menjadi Airyn, dapat dipastikan jika ia tetap membencinya, sekalipun jungkyung mengagumi Nona Petrov sebelumya, hal itu tidak akan mengubah kebencian nya, yang sudah tertanam dilogika gadis itu, seakan telah dimanipulasi oleh seseorang, apakah ini semua ulah James? jika semuanya benar, Merry dapat menebak kenapa James sengaja mengirim wanita itu untuk menghancurkan Airyn dan Hansell, berdasarkan cinta dan perasaan, jika ia memiliki tujuan lain yang lebih buruk dari yang kita bayangkan.
Hanya saja dengan menempatkan kebencian pada raga Jungkyung, itu sama saja ia menempatkan senjata yang kapanpun bisa digunakan dalam menghancurkan musuh.
Membuat Merry mengepalkan tangan saat mengigat masa lalu yang ia abaikan, jika saja pada masa itu, ia tidak menyelamatkan James, mungkin semua ini tidak ada terjadi, jadi untuk menghadapi orang pintar seperti James, Merry perlu berhati-hati mengunakan kekuatan, dan menemui Iriana adalah jalan satu-satunya yang ia miliki saat ini, sebab wanita itu yang bisa mengendalikan putranya, sekalipun memiliki kemungkinan kecil.
Ponsel Airyn berdering diatas nakas, membuat Hansell melihat panggilan dari Merry berulang-ulang, sedangkan wanita itu sedari tadi megunci diri didalam kamar mandi, melihat Merry yang terus menghubungi putrinya, tentu Hansell mengambil tindakan, dengan berjalan menghampiri pintu kamar mandi, lalu memanggil istrinya dari arah luar.
“Ada apa?” tanya Airyn saat keluar dari sana
“Nona Merry menelfon ponselmu, aku rasa ada sesuatu yang penting untuk di bicarakan” ucap Hansell sambil menyodorkan ponsel itu kepada istrinya, dengan segera Airyn mengabil alih untuk berlalu ke sofa, dan membuat jarak dengan suaminya
“Hallo.. Merry, ada apa?” tanya Airyn untuk membuka sapaan
“Airyn…aku menemukaan sesuatu tentang gadis yang bernama Jungkyung” ucapnya dengan tergesa-gesa, membuat Airyn terdiam, tentu ia perlu waspada agar Hansell tidak mengetahui hal ini
“Ada apa? katakan” pinta Airyn dengan kalimat dingin, mendengar nada bicara anaknya, Merry mengerti jika disana ada Hansell, jadi ia perlu menjelaskan secara terperinci tanpa Airyn bertanya lagi
“Tadi aku menemui gadis itu dipesta Tuan Min, berdasarkan apa yang aku lihat darinya, sepertinya ada sesuatu yang aneh, ia bahkan tidak menunjukan kebencian dan sikap angkuh sama sekali, ia seperti wanita polos yang memiliki mata jujur, bahkan sekali lihat saja aku dapat menebak dirinya, hanya saja kebencianya padamu sebagai kekasih Hansell, seperti sintom yang sengaja diberikan untuk memanipulasi perasaan, sampai detik ini, aku hanya dapat menyimpulkan, bahwa gadis itu berada dibawah gengaman tangan seseorang, dan juga. Ia sangat menyukai dirimu sebagai Nona Petrov, jelas sekali dari sorot matanya, jika wanita bernama Jung itu, sangat mengidolakamu sebagai Nona Petrov, tapi membenci ragamu sebagai Airyn” seketika Merry terdiam untuk merangakai katanya lagi, ia berusaha mendengarkan Airyn yang dirasa cermat dibalik sana
“Lanjutkan” ucap Airyn untuk ingin tahu lagi penjelasan ibunya.
“Aku sudah menyelidiki tentang James, sepertinya ia terlibat sesuatu akan orang dibalik surat kontrak ini, benar. James pergi kepinggiran kota untuk mencari ayahnya, dan aku sudah mendapatkan jejak jika ia telah menyandra pria itu, hanya saja aku belum mengetahui dimana ia menyembunyikan ayahnya, yang jelas saat ini, dia tidak membenci Griffin, melainkan melindunginya dari kita. Aku telah keliru selama ini, aku fikir ia membenci ayahnya, sebab Griffin sudah menyakiti ibunya dan James dimasa lampau. tapi ternyata James yang ada diantara kita, adalah dia yang amat men-dendam pada keluarga Petrov. Bagi James, kita semua yang menghancurkan pernikahan ibu dan ayahnya, dah karna kitalah mereka berpisah, jika saja saat itu aku tahu, James tidak membenci ayahnya, aku akan memberikan anak laki-laki itu pada Griffin, tapi ternyata ia malah membenci ibunya. Saat ini aku mengkhawatirkan Iriana, aku telah salah sedari awal Airyn, aku sudah melakukan kesalahan yang keliru untum disimpulkan dimasa lalu, jadi untuk kasus Jungkyun, aku rasa James telah mengelabui fikiran gadis itu, untuk memberikan sintom kebencian pada Airyn sebagai kekasih Hansell, aku yakin sekali akan hal ini, karna akulah yang membesarkanya selama ini, dan mengajarinya, jadi aku sangat paham cara kerja James” ucap Merry dengan penuh yakin, membuat Airyn mengusap keningnya dengan sedikit bingung
“Merry, apa kau akan ikut campur atas masalahan James dan keluarganya?” tanya Airyn seketika, sambil memelankaan nada bicara, tentu Merry membalas diam, dia perlu merangkai kata untuk menjelaskan kepada Airyn
“Airyn, aku tidak ikut campur, tapi aku sudah terlibat sedari dulu, aku tidak bisa membiarkan pria itu melakukan kesalahan, karna semua ini terjadi akibat campur tangan kita. Aku yang salah mengira akan cinta pria itu, dan sekarang ia ingin menyerang ibunya. Aku fikir, aku bertanggung jawab pada Iriana karna tidak membesarkan James dengan baik” ucap Merry seketika, tentu saja ia mengerti Airyn akan sulit memahami ini, bahkan Merry percaya jika putrinya tengah khawatir akan dirinya.
“Merry, itu bukan salahmu. Kau sudah melakukan apa yang bisa kau lakukan pada masa itu, kau melindungi anak yang ingin dibunuh oleh ayahnya, kau menjauhkan Iriana dengan suminya yang kejam, dan kau berhasil menyelamatkan nyawa semua orang, bahkan mereka masih hidup dan bernafas hingga detik ini adalah jalan terbaik yang bisa kau berikan. Jadi Merry, untuk masalah James itu bukan salahmu, dialah yang menyembunyikan perasaanya sendiri hingga kita keliru dalam menyadari” ucap Airyn dengan penuh sendu, membuat Merry sangat tersentuh jika putrinya memahami dengan baik
“Aku mengerti, tapi tidak ada yang bisa menghapus fakta, jika sebenarnya aku telah terlibat dengan keluarga Iriana sedari awal, aku perlu meluruskan semua kesalahpahaman ini Airyn. untuk gadis bernama Jungkyung, kau perlu menghindarinya, sebab ia diluar batas kesadaran, jika kau mencoba memancing emosinya, mungkin gadis itu tidak akan segan melakukan hal berbahaya yang melukaimu” ucap Merry dengan nada peringatan, membuat Airyn mengerti, jika saat ini ia didalam ancaman, tapi Airyn menjadi tidak tenang karna Nerry, dari pada dirinya Merrylah yang perlu dikhawatirkan, hingga gadis itu mengepalkan tangan penuh takut, dan memandang Hansell yang ada diranjang mereka, menyadari tatapan asing dari istrinya, Hansell melangkahkan kaki untuk menghampiri Airyn
“Sayang…ada apa?” tanya Hansell penuh lembut, bahkan suaranya mampu menjamah hati Airyn hingga tersentuh, membuat istrinya menitikan air mata dan menyembunyikan diri didalam pelukan Hansell, tentu tanpa bertanya lagi Hansell membalas pelukan Airyn denga Hangat, seolah ia mengerti telah terjadi sesuatu yang buruk saat ini.
“Jangan bertanya, aku ingin tidur” lirih Airyn dengan pelan, membuat pria itu memeluk istrinya dan mengantarkan tubuh mereka keatas ranjang, tentu tanpa bertanya, Hansell membungkus tubuh Airyn dengan selimut dan pelukan, tak segan ia mencium kening istrinya seolah amat sayang, benar-benar wanita yang membuatnya jatuh cinta berulang-ulang, bahkan tanpa Airyn sadari perasaan dan hati Hasell amat kacau akan tangisan yang Airyn gemakan diruangan, hanya saja, ia perlu memberikan sedikit ruang untuk istrinya menangis di dalam pelukanya, tanpa menuntut penjelasan.