
Hansell keluar dari ruangan jauh lebih cepat dari biasanya, sebelumnya Hansell selalu pulang pukul tujuh atau delapan malam, kali ini ia sudah meninggalkan ruangan jam lima sore, membuat kecurigaan Jungkyung semakin mengebu-gebu, apa sebenarnya yang ingin dilakukan pria itu? batin Jungkyung saat melirik kearah Hansell
“Tuan Hansell, apakah anda ingin pulang?” sapa Jungkyung dengan ramah, membuat pria itu membalas perkataan asisstennya, bagaimanapun Nona Jung harus mengetahui jadwalnya.
“Iya, hari ini aku ingin pulang cepat, dan Cancel semua pekerjaanku” ucap Hansell saat dirinya ingin berlalu dari sana
“Tuan…” lirih gadis itu dengan wajah gugup, membuat kening Hansell berkerut seolah menatapnya dengan penuh tuntutan
“Ada apa? Katakan saja jika sesuatu yang penting soal pekerjaan”
“Tidak tuan, ini bukan soal pekerjaan, hanya saja saya ingin mengajak anda untuk menikmati seteguk soju karna hari ini genap satu bulan saya bekerja disini, maaf jika sebelumnya terlihat aneh jika seorang bawahan mengajak atasannya untuk merayakan, hanya saja saya ingin berterimakasih atas satu bulan ini karna anda banyak mengajari saya tentang pekerjaan” ucap Jungkyung kearah Hansell, membuat pria itu mempertimbangkan apa diucapkan oleh Asistenya, bagaimanapun Hansell tipe orang yang sulit menolak sesuatu ajakan yang baik, ia mempertimbangkan beberapa hal, sebenarnya pertemuanya dan Airyn jam delapan malam, dan sekarang masih jam lima sore, jadi masih banyak waktu untuk nanti malam, lagian ini hanya sebuah formalitas yang disuguhkan bawahannya, membuat Hansell menganggukan kepala meskipun ia sangat enggan untuk melakukan.
“Terimakasih tuan, saya telah menyiapkan sebuah tempat, jika anda berkenan apa bisa kita pergi sekarang?’ ucap Jungkyung dengan begitu ramah, membuat Hansell menganggukan kepala, ia berjalan mendahului gadis itu dan disusul dengan Jungkyung yang merasa menang atas ajakan yang ia lontarkan, seketika saja Hansell ingin menggunakan lift pribadinya, hanya saja iya ingin melihat Airyn meskipun sekilas saja, membuat pria itu menekan lift yang biasa digunakan kariyawan.
“Semoga saja pria yang terakir kali mengunjungi Airyn, hari ini ada dibawah, ini akan menjadi hal menarik untuk disaksikan Hhansell” gumam Jungkyung dengan begitu senang, bagaimana tidak, ia tidak pernah membayangkan akan semulus ini untuk mendatangkan masalah kepada Airyn, dengan senang hati ia mengikuti langkah Hansell sebab ia yakin kejutan yang menanti pria itu dibawah akan mengecewakan dirinya,
Langkah kaki itu berjalan seperti biasanya, disambut tundukan hormat para kariyawan, sangat jarang mereka menjumpai Hansell dijam kerja, dan kali ini Direktur Hans berjalan beriringan dengan sekretaris cantik disampingnya, benar-benar membuat iri semua kariyawan, Jungkyung merasa tersanjung atas pujian yang diberikan semua orang kearahnya, tentu dengan sikap ramah itu membalasnya dengan hangat meskipun ada sedikit jengkel membalas semua sapaan itu.
“Kenapa kau kesini lagi” bentak Airyn dengan kesal, ia begitu geram akan Dall yang tidak ada henti-hentinya membuat keributan, Airyn tidak ingin kehadiran pria ini sampai ketelinga Hansell sebab akan terjadi kesalahpahaman lagi, namun Dall selalu saja membuat keributan dengan ingin menerobos masuk, dari pada Dall meneobos memasuki ruangan staff yang bisa dipantu oleh Hansell, lebih baik Airyn sendiri yang menemuinya, meskipun begitu Dall tidak setiap hari datang kesini.
Dari arah belakang Hansell terdiam diposisi melihata Airyn bercengkrama dengan pria yang pernah menyulut emosinya dan membarakan energi marahnya, ada apa lagi antara pria itu dan Airyn, hingga setiap kali ia selalu saja dibuat kesal.
“Tuan, kenapa anda berhenti?” tanya Jungkyung dengan seluruh kepura-puraan nya, membuat Hansell terdiam diposisi tanpa mengindahkan perkataan gadis disampingnya itu “Ahh…apa yang anda lihat Nona Airyn dan pria itu, kata para staff pria itu mengejar Nona Airyn, tentu saja Nona Airyn pantas mendapatkan perjuangan seperti ini, karna ia memanglah cantik dan bahkan banyak kariyawan pria yang mengirim bungga kepadanya, dan pria itu sering kali mengampiri Nona Airyn bahkan hampir setiap hari” ucap Jungkyung dengan kalimat manis yang dibuat-buatnya, betapa bangganya dia menceritakan keburukan Airyn, seolah ia mengatakan jika Airyn bermain mata dengan seluruh pria
yang ada yang sudah dikemas dalam makna baik untuk diterima, namun arti perkataanya tentu saja sebuah bentuk penyudutan yang menuduh Airyn.
“Apa ia meladeni semuanya?” sahut Hansell dengan begitu kesal, entah kenapa api cemburu merusak kebagian jasmaninya, seolah dari dalam semuanya sudah meleburkan lahar untuk menguapkan emosi
“Saya tidak tahu tuan, hanya saja Nona Airyn selalu menerima buket bunga dari semua pria meskipun pada akirnya ia membuangnya, dan pria yang saat ini bersamanya selalu saja mengampiri jika datang keperusahaan, Nona alAiryn juga terkenal di bagian staff jadi tidak heran ia menjadi primadona di perusahaan kita, apalagi kepintaran yang ia miliki, membuat banyak pria terpikat akan pesonanya, dan sepertinya Nona Airyn menyukai hal itu” jelas Jungkyung dengan kalimat santai dan wajah polos seperti dirinya biasa, membuat Hansell memiringkan sedikit wajah melihat kearah gadis itu, entah kenapa perkataan yang disajikan gadis itu sangat menolak dibatin Hansell.
“Apa kau mengatakan Airyn memang menikmati menjadi idaman seluruh pria, dan ia dengan sengaja meladeni mereka semua?” tanya Hansell saat menarik kesimpulan atas penjelaskan yang diberikan oleh jungkyung, bahkan tatapan ganasnya tidak dilepaskan dari hadapan Jungkyung
“Tidak…bukan itu maksudku. Hanya saja aku ingin menunggkapkan betapa menakjubkannya Nona Airyn” bantah Jungkyung dengan kalimat takut, ia bahkan tidak berani memandang kearah Hansell, seolah pria itu akan meluapkan emosi pada dirinya.
Mata Hansell dipindahkan kepada Airyn, entah kenapa ia begitu geram dan sangat kesal sekali, meskipun Airyn bukan kekasihnya tapi fakta tentang mereka yang saling mencintai adalah kebenaran yang saling diakui, bagaimana bisa Airyn melakukan hal ini, bertemu dengan pria yang setiap hari mengunjunginya, bahkan Airyn membiarkan pria itu mengenggam pergelangan tangannya, sebuah pemandangan yang memuakan untuk dilihat Hansell
“Lepaskan tanganmu, apa yang kau lakukan Dall, sudah aku katakan aku tidak tertarik denganmu, apalagi dengan perusahaanmu, aku disini untuk menjaga seseorang yang aku cintai. Apa alasan itu belum cukup” bentak airyn saat tanganya dicengkram oleh lelaki Dall dengan keras
“Sama halnya denganmu, aku akan berusaha mempertahankan semuanya, aku akan terus memaksamu seperti ini, dan tentang orang yang kau cintai itu, jangan membuat alasan denganku, aku sudah mengikutimu berhari-hari namun tidak ada pria yang berada disisimu, jika itu kau jadikan alasan, itu semua tidak berpengaruh pada perjuanganku” ucap Dall, dengan sangat kokoh mempertahankan argumenya
“Astaga…bagaimanabisa aku terlibat dengan pria bodoh seperti ini, apa dia tidak sadar posisinya akan terancam, bukan aku atau Hansell yang akan menargetkan nyawanya, tapi orang dibalik surat kontrak itu, jika aku menunjukan keberadaan pria ini mengancam, sudah dipastikan jika Dall akan menghilang” gumama Airyn, ia harus tenang dan menyikapi pria itu dengan santai, bagaimanapun Airyn tidak bisa mengorbankan nyawa orang bodoh.
“Aku bertemu dengan Direktur Hans, disore hari seperti ini. tentu sebuah situasi yang langka, selama beberapa tahun aku bekerja diperusahaan sangat jarang melihat Direktur keluar dari arah depan” ucap Dall dengan begitu mengiha, membuat Hansell mengobservasi pria yang ada didepan matanya, tampilannya kali ini sangat berbeda dari dia yang sebatas kariyawan biasa, membuat Hansell menepiskan semua benci dan kesal untuk menjernihkan logika saat berdebat dnegan pria yang selalu menyusahkan Airyn.
“Berarti kau sangat perhatian padaku saat bekerja diperusahaan ini Tuan Dall, apa kau tidak tahu kata perhatian itu akan berwujud mata-mata, apa kau bekerja disini hanya sebatas keputusanmu saja, atau ada niat terselubung” sindir Hansell dengan begitu gamblang, membuat raut wajah Dall berubah jengkel dari sebelumnya, Airyn yang takut akan keadaan berusaha diam dan mengigit bibir bawahnya dengan gugup, mata Hansell menajam kearah Airyn yang masih berdiri disamping pria yang membuatnya marah, seolaha Airyn menghidupan lagi api cemburu di batin Hansell.
“Saya hanya ingin bersenang-senang diperusahaan anda, jangan terlalu dicemaskan. Jika saya seorang mata-mata tentu ada hal yang saya rusak diperusahaan ini, tapi hingga detik ini saya tidak melakukan apapun, jadi anda bisa mengendorkan sedikit tuduhan itu Direktur Hans, dan…..”seketika kalimat Dall terhenti saat melirik kearah Airyn yang ada disampingnya
“Jangan melihat calon istriku seperti itu, ia akan takut dengan tatapanmu” ucap Dall,sontak membuat seluruh mata terbelalak secara sempurna
“Calon istri…..”lirih semuanya dengan penuh keterkejutan, tak terkecuali Hansell sendiri.
“Apa maksudmu dengan calon istri” Bentak Airyn dengan kasar, seolah seseorang megklaim dirinya sesuka hati, bahkan Hansell saja tidak pernah melakukan hal itu, dan pria bodoh yang begitu menyebalkan dan entah bagaimana bisa menceletukan itu dihadapan Hansell, tentu Airyn tidak terima, matanya menatap Hansell dengan penuh penolakan seolah Airyn menjelaskan itu sebuah kebohongan
Tangan Hansell mengepal, emosinya meluap, bahkan hampir saja ia membanting tubuh pria itu, namun sekuat tenaga Hansell tenang dan mengendalikan diri, bagaimanapun ia harus bisa mengendalikan diri, dan lain dari itu tatapan Airyn yang penuh dengan kejujuran itu menghentikan semua luapan amarah yang hampir saja memuncak.
“Apakah yang dikatakanya itu benar Nona Airyn?” sindir Hansell dengan nada mengejek, membuata Airyn menyaut dengan cepat seolah ia harus membatah semua itu, tapi belum sempat Airyn mengeluarkan kata, Dall membekap mulut gadis itu dengan tanganya, agar tidak mengucapkan kalimat apapun.
“Apa yang kau lakukan, lepaskan tangamu darinya” Hansell menjauhkan Dall dari Airyn, ia menarik Airyn kedalam pelukanya, seolah posesif keluar dari asalnya, jati diri Hansell sebenarnya tampak hanya karna sikap kurang ajar yang dilakukan pria itu pada Airyn, sedangkan Jungkyung yang sedari tadi ada dibelakang tidak terima dengan semuanya, bagaimana bisa dua pria bodoh itu memperebutkan wanita rendahan seperti Airyn, bahkan gadis itu tidak cantik sedikitpun, beberapa kalipun Jungkyung menahan diri tetap saja ia jijik akan Airyn hingga sulit dihapuskan.
Sedangkan Airyn yang ditengelamkan kedalam pelukan Hansell, dihadapan seluruh orang hanya mampu terdiam, seolah ia tidak bisa menolak ataupun membantah, bahkan saat Airyn ingin membangkitkan kepala, Hansell dengan cepat mengunci tubuhnya, untuk tidak menolehkan sedikit kepalapun, Airyn hanya mampu melihat dada bidang itu yang menutup pemandangan, tubuh tinggi tegap Hansell seolah menghidupkan taring untuk melindungi Airyn dari cengkraman musuh
“Hansell…..”lirihhh Airyn dengan kelu, membuat Hansell tidak bisa lagi menahan diri, ia tidak akan rela siapapun mengambil Airyn darinya, sekalipun orang itu hanya sebatas bicara dengan nada bercanda, bagi Hansell, Airyn bukanlah mainan sembarangan yang bisa disentuh dan dimiliki pria lain, sedari awal gadis itu miliknya dan hanya Hansell yang boleh mengklaim Airyn, persetan akan hubungan yang tidak ada diantara mereka, Hansell lebih berpusat pada cinta yang masih utuh satu sama lain.
“Berani sekali kau menyentuh wanitaku, apa kau tidak mempertimbangkan nya sebelum melakukan sikap lancang itu, siapa dirimu hingga berani mengklaim Airyn sebagai calon istri, bahkan dengan sombong menantangku seolah kau ini sepadan, siapa kau sebenarnya” ucap Hansell dan kata ancaman yang ia lontarkan dengan sangat lantang, bahkan terlihat sekali bagaimana Hansell begitu membara akan sikap yang ditampilkan Dall padanya
Melihat reaksi dari Direktur Hans, tentu ada tatapan menyelidik yang diamatinya, bagaimanapun ia bukanlah pria bodoh seperti diduga oleh Airyn, Dall dapat melihat bagaimana Hansell melindungi gadis itu dengan sikap posesif, bahkan terlihat sekali bagaimana pria dihadapanya sangat murka akan sikap yang dilakukan Dall pada Airyn, berdasarkan pengalamnya sebagai seorang pria tentu Dall paham jika Airyn bukanlah orang asing, hingga gadis yang saat ini ada dipangkuan Direktu Hans sangat misterius untuknya, yang bisa saja Kekasih yang amat ia cintai.
“Apa maksudnya dengan wanitaku, apa dia kekasihmu? “ucap pria itu dengaan begitu penasaran, membuat Hansell menautkan sedikit alisnya hingga tatapan tajamnya dapat diakses oleh Dall, ia memeluk Airyn dengan erat seolah tingkahnya dapat menjelaskan tanpa harus mengucapkan apapun.
“Perkenalkan, namaku Lee dall-wook aku ahli waris keluarga Lee, aku fikir anda sangat tahu itu bukan, tapi aku fikir gadis yang saat ini dipelukan anda, bukanlah kekasih anda Direktur Hans, bahkan Nona Airyn belum memberikan pernyataan” ucap Dall dengan begitu menyinggung, membuat dada Hansell berdenyut nyeri, seakan apa yang dikatakan pria itu sangat benar adanya, namun entah kenapa ia tidak semudah itu menyerah, hingga semua orang tahu jika Airyn adalah miliknya, jika pria yang saat ini bermarga Lee mengincar Airyn sudah jelas Hansell harus waspada, sebab keluarga Lee membutuhkan ahli warisnya memiliki seorang pasangan agar seluruh harta jatuh ketangan sang pewaris, jika benar pria yang ada dihadapanya ini ahli waris keluarga Lee, sudah pasti ia tidak main-main mengejar Airyn sebagai calon istrinya, terlihat dari sikap menantang pria itu tidak akan mudah dikendorkan hanya sebatas pengakuan Hansell saja
“Airyn aku mencintaimu, aku harap kau memaafkan aku” lirih Hansell didalam doanya, ia menjauhkan tubuh Airyn hingga mampu diakses oleh matanya, Airyn menatap penuh sendu pada pria itu, ia tidak tahu harus mengatakan apa, yang jelas tidak waktunya untuk Airyn bergeming bukan, bahkan ia tidak ingin mengeluarkan pernyataan apapun, Hansell merendahkan sedikit tatapanya yang hampir saja mengerikan, ia meraih kepala Airyn dengan usapan lembut hingga tangan pria itu terhenti di pipi Airyn dengan penuh kelembutan, didalam hati paling terdalam Hansell paham jika Airyn akan membenci atau merah akan sikapnya, tapi hanya ini yang bisa Hansell lakukan.
Ia mengkecup bibir Airyn dengan penuh sayang hingga menjalar menjadi ciuman posesif, berulang kali Airyn ingin mengindar dengan cepat Hansell mencengkram pinggul gadis itu, membuat mata Dall terbelalak secara sempurna, begitupun dengan Jungkyung yang semakin tidak menyangka, bahkan semua kariyawan memandang Direktur Hans tanpa diduga, apapun yang Airyn fikirkan bukan itu masalahnya sekarang, melainkan bagaimana Hansell harus mendominasi Airyn didalam pelukanya, ia perlu menunjukan bagaimana berkuasanya dirinya atas tubuh Airyn, bagaimana bertekuk lututnya seorang Airyn didalam pelukan dan ciuman Hansell, tentu saja Airyn tidak mampu memberikan perlawanan disetiap ciuman yang sangat menuntut dari Hansell, alih-alih menunjukan keromantisan, pria itu dengan paksa mencicipinya hingga dalam, sampai-sampai celah untuk Airyn bernafas sangat sulit diterima, semua orang membalikan wajah seolah malu akan pertautan dua insan dihadapan mereka, kecuali Jungkyung dan Dall yang meluapkan emosi membara akan dua pasangan dihadapanya.
Setelah memberi jeda pada Airyn, Hansell mencium kening gadis itu disaat jantungnya berdetak sangat kencang, ia menatap kearah Dall yang begitu geram akan tingkah Direktur Hans, seolah ia melihat sisi lain dari pria itu.
“Aku peringatkan untuk kau menjauh dari Airyn, jika tidak aku tidak akan mengampuni keluargamu” ucap Hansell dengan nada mengancam, membuat Dall mengepalkan tanggan akibat geram, wanita pujaan hatinya yang beberapa hari belakangan menganggu fikirkanya benar-benar membuat dirinya terluka, apakah laki-laki itu yang dimaksud Airyn selama ini? laki-laki yang ingin ia lindungi dan laki-laki yang tidak akan ia tinggalkan, ternyata Airyn tidak berbohong selama ini, alasan yang dianggap sebagai bunyian kosong itu ternyata menyimpan rahasia mengejutkan.
Hansell mengandeng tangan Airyn dengaan begitu kasar, entah kenapa ia sangat marah akan apa yang dilakukan Dall, bukan pada Airyn melainkaan dirinya, betapa menyedihkannya Hansell merebut Airyn dari pria lain, bukankah Hansell telah merengut hak azasi Airyn untuk berpendapat, bahkan ia merampas hak Airyn untuk memilih pasangan, bahkan Hansell tidak tahu Siryn menyukai tingkahnya apa tidak, namun benar Hansell sangat takut Airyn akan direbut dari hidupnya, menyaksikan Airyn bersama Dall saja Hansell sangat murka bagaimana ia dapat menerima jika nantinya Airyn benar-benar menjadi istri pria itu.