Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Apa kau gila?



Setelah keduanya terbangun diantara sang mentari yang begitu terik menembus kaca-kaca bening yang ada di hotel tersebut, membuat Airyn mengerjapkan mata melirik kearah pria yang menumpu kepalanya dengan lengan kokoh yang tampak tak keberatan sama sekali, tentu saja Airyn menyadari bagaimana Hansell sepanjang malam memeluknya dengan penuh kehagatan, hingga ia terlelap sampai siang hari tanpa melewati mimpi buruk sama sekali, sungguh kehadiran pria ini membantu Airyn melewati malam panjang yang suram selama ini, hanya saja hubungan yang dipaksakan oleh sebelah pihak apakah itu sah?


“Suamiku…” gumam Airyn dengan senyum penuh ejekan, bahkan membuat dirinya tidak menyangka jika ia telah memiliki suami yang sah secara Negera, dan Airyn juga tidak menyangka pria seperti Hansell memaksa dirinya untuk menerima hubungan ini, meskipun ada jijik dan benci atas semua keputusan yang dijatuhkan pada hidupnya, tapi entah kenapa Airyn tidak bisa membenci apalagi menjauhi Hansell dengan sepenuh hati


“Astaga Hansell bangun” seketika wanita itu memejamkan mata akibat malu, mata Hansell perlahan terbuka membuat dirinya terpaksa berpura-pura, seolah Airyn telah melakukan hal memalukan hingga ia tidak akan mampu menghadapi Hansell pagi ini, tentu Airyn mengutuk bibirnya yang begitu kurang ajar mengakui pria menyebalkan itu sebagai suaminya.


Melihat Airyn berbaring disampingnya, ada rona bahagia yang tertampil disana, hanya saja Hansell meringis akibat kebas dilengan kokoh yang sepanjang malam menumpu kepala istrinya, namun rasa sakit itu hilang ketika Airyn damai dipelukanya, bukankah ini pemandangan paling indah untuk seorang pasagan, tubuh yang sama-sama polos terbalut dengan selimut putih hingga mendeskripsikan jika mereka sebagai pasangan yang bahagia kamarin malam, andai saja setiap hari Airyn menjadi wanita pertama yang ia lihat setelah membuka mata, dan juga wanita satu-satunya yang terlelap dibahunya, mungkin kehidupan seperti ini akan menjadi titik paling bahagia untuk melangsungkan kehidupan hingga masa depan mereka.


Hanya saja, gadis keras kepala seperti Airyn, sangat sulit untuk diajak kompromi, bahkan Hansell terlanjur membuat kesalahan diantara mereka hingga sulit untuk menjelaskan kepada Airyn, namun ia percaya semua masa-masa ini akan terlewatkan, dan Airyn akan menjadi wanita dengan suka rela menghabiskan sisa hidupnya disamping Hansell suatu hari nanti.


Kecupan manis mendarat dibibir Airyn, saat Hansell begitu sayang memandang gadis yang sedari tadi berpura-pura dipelukanya, kedua mata bulat yang indah itu terbuka secara sempurna, hingga Airyn tidak menyangka Hansell lagi-lagi melakukannya, gadis itu dengan cepat menautkan kedua bibir untuk menahan ciuman yang kurang ajar dari suaminya, tapi lagi-lagi sebuah tuntutan selalu berhasil membuat Airyn membuka seluruh mulut, hingga lidah keduanya menari-nari untuk mengadu nafas yang terus berhembus, Hansell mengendus wangi tubuh Airyn yang amat alami hingga dirinya tidak memiliki penawar candu akan hal ini, ia ingin sekali menghisap habis seluruh sensasi nikmat yang ada dibibir mungil istrinya, hanya saja Hansell sadar akan keinginan itu yang membuat Airyn terengah hingga ia sulit mengkonsumsi oksigen, jadi untuk lebih aman Hansell perlu mengendorkan sedikit kekuataan agar istrinya dapat bernafas


sebelum Airyn lihai melakukan ciuman.


“Lepaskan!” Airyn bergumam diatas tautan bibir keduanya, ia mendorong tubuh Hansell agar menjauh darinya, tentu saja pria itu mengendorkan sedikit kekuatan untuk tidak melawan, sebab ia tidak ingin merusak keindahan pagi dengan raut wajah kesal yang ditampilkan istrinya “Kenapa kau selalu melakukan hal seperti ini sesuka hatimu, apa kau fikir aku milikmu!” sambung Airyn dengan penuh tekanan, meskipun tangan Hansell dengan kurang ajar menahan tubuh mereka untuk terus menempel, tetap saja Airyn menajamkan kedua mata untuk terus mengancam


“Tentu saja karna kau istriku” ucap pria itu tanpa malu, bahkan membuat Airyn semakin geram setiap kali Hansell mengakui hubungan yang tidak diinginkan dirinya


“Aku bukan istrimu! Bukankah sudah aku bilang, surat saja tidak menjamin kita suami istri” bantah Airyn dengan gamblang, namun seketika bibir laki-laki itu dengan kejam menuntut kecupan lebih dalam, agar wanitanya bungkam.


Hansell kecewa akan sikap Airyn yang tidak pernah mau menerima dirinya, apa salahnya sebuah pernikahan? Bukankah mereka saling mencintai, lalu kenapa Airyn tidak bisa mengerti! Benar-benar wanita mengerikan, hingga Hansell digantung dengan perasaan yang amat dalam.


“Hoas…hoas…ah” desah Airyn untuk mengatur pernafasanya, entah kenapa tatapan mata Hansell menciutkan nyali Airyn untuk melawan, tentu saja ia sadar jika Hansell tengah kesal dan juga marah, tapi Airyn juga memiliki perasaan dan hak akan dirinya melontarkan pendapat dan hak menolak.


“Aku tidak akan merasa bersalah” balas Airyn untuk mempertahankan argumentasi yang ia tegaskan barusan, bahkan ia tidak sangup menatang Suaminya.


“Aku tidak mengharapkan kau untuk merasa bersalah padaku, aku hanya meminta kau menghargai sedikit hubungan kita, aku adalah suamimu Airyn. mulai dari kemarin kau adalah milikku, wanitaku dan juga ibu yang nantinya melahirkan anakku. Jadi longgarkan sedikit sikap pembrontakan ini, jika kau tidak ingin aku melakukan hal lebih untuk menyadarkanmu” ancam Hansell, membuat Airyn merasa kecil dibawah tatapan menyelidik yang entah kenapa sangat mengerikan, bahkan pagi yang sejuk berubah menjadi mendung yang gerah, ia tidak bisa melawan apapun yang diucapkan Hansell, sebab makna kata terakir itu sangatlah mengerikan, bagaimana bisa Hansell melakukan hal seperti itu terus-terusan, bahkan ia mengunakan hal itu untuk sebuah ancaman, apa dia tidak merasakan sakit jika terus menerus memaksa Airyn melakukanya? Bahkan Airyn hampir mati akibat siksaan yang setiap malam di berikan padanya.


“A-aku mengerti, jadi lepaskan aku”pinta Airyn kehadapan Hansell dengan wajah memohon, membuat pria itu merasa menang atas argumen yang ia lontarkan, ternyata nyali Airyn sangatlaah kecil jika berhadapan dengan dirinya, tapi entah kenapa hal ini membuat dirinya ingin mengoda Airyn terus menerus.


“Bagus jika istriku mengerti, apa istriku ingin mandi?’ tanya Hansell dengan nada sensual, membuat Airyn mengangukan kepala dengan rasa takut, seketika pria itu menarik tubuh istrinya hingga wajah Airyn dan Hansell terasa amat dekat, bahkan jika Airyn mengerakan sedikit tubuhnya, hal itu akan mengundang sesuatu untuk bangkit dari asalnya “Biar aku yang memandikan istriku” ucap Hansell sekali lagi dengan penuh ejekan yang mengoda, membuat Airyn menolak secara spontan, bagaimana bisa Hansell selalu melakukan ini, bahkan hampir setiap hari pria itu seperti ini pada dirinya, jika Hansell selalu tidur dan mandi bersama Airyn, mungkin gadis itu akan mati sebelum waktunya, jujur saja tubuh kekar itu seolah haus dan tidak ingin puas untuk melahap tenaga Airyn


“Aku tidak bisa terus-terusan diperlakukan seperti ini, bisa-bisa aku berumur pendek hanya karna nafsu Hansell, astaga apa yang harus aku lakukan?” batin Airyn dengan kacau, seolah tatapan mengerikan yang diberikan Hansell, menaikan bulu kuduknya


“Sayang….kenapa kau selalu melakukan hal ini, apa kau tidak bisa membiarkan istrimu bernafas lega sedikit saja, jujur saja kekuatanmu benar-benar luar biasa, hingga aku merasa malu setiap kali tidak berdaya” goda Airyn dengan wajah polos tanpa dosa, membuat Hansell tertegun akibat ucapan yang dilantuntan Airyn dengan manja


“Apakah aku sehebat itu? aku bangga sekali mendengarnya” gumam pria itu dengan penuh percaya diri yang membara, melihat Hansell tersipu malu akan pujianya, Airyn berhasil memasukan singa kedalam kandang, terakir ia perlu mengunci Hansell agar tidak menerkam, sebab jika pria itu dibiarkan berkeliaran Airyn benar-benar ****** untuk dimakan.


“Jadi, biarkan aku menikmati waktu mandiku dengan tenang, kita bisa melakukanya nanti. Setelah semua pekerjaanku selesai. Bukankah kau tahu, kita ke Jeju untuk masalah bisnis, jadi mengertilah” pinta Airyn dengan nada mendayu-dayu, bahkan wajah cantik itu disajikan secara iba untuk memberikan tampilan permohonan secara nyata, membuat Hansell paham dan memahami, jika Airyn tidak akan sangup melawan kekuataan dirinya yang luar biasa, dan juga wajah polos dan tangan lembut itu berhasil menyihir pertahanan Hansell, untuk melepaskan mangsa liciknya


“Baiklah, jika kau ingin mandi, pergilah” Hansell melepaskan genggamannya dari tubuh airyn, hingga senyum kemenangan begitu mengelora didalam dadanya, seolah Airyn sangat merdeka dan berhasil menaklukan Hansell dengan kata-kata memuja.


“Kau tidak akan bisa mengalahkan aku Hansell, bahkan dengan permohonan sekecil ini saja kau bisa melemah. Aku akan sering-sering mengunakan senjata seperti ini untuk mengkelabuimu” ia bangkir dari ranjang dengan bahagia, hanya saja Hansell menarik istrinya kedalam dekapan bahkan tidak terdeteksi oleh Airyn sebelumnya


“Tapi sayang” ucapan itu senada dengan belaian lembut yang diaplikasikan dirambut Airyn, bahkan jemarinya menyentuh bibir lembut itu dengan penuh godaan “Aku, akan menagih dirimu nanti malam. Jadi persiapkan diri agar tidak terlalu gugup. Kau paham sendiri, suamimu sangatlah ganas dan tidak bisa puas. Jadi aku akan menuntut hak ku” Hansell mengkecup bibir Airyn untuk membungkam, agar istrinya tidak membantah apapun.


Airyn terdiam dengan begitu kalah, seolah ia menikmati kemenangan dimenit pertama, tapi dimenit berikutnya Hansell mampu membalas dan memberi perlawanan, bukankah pria ini benar-benar mencari mati, apakah ia tidak menyayangi nyawanya lagi, aura pekat yang gelap itu mendominan raut wajah ganas Nona Petrov, hingga Hansell menitikan sedikit takut dijiwanya, tentu saja jika Airyn mengamuk, ia akan hancur bahkan tidak akan selamat.


“Sa-sayang..bukankah kau ingin mandi, mandilah yang bersih” seru Hansell dengan nada getir, namun Airyn merasa tidak senang dan mengobarkan kebencian yang dalam


“Dasar psikopat!!!” bentak Airyn dengan penuh geram, bahkan ia menarik-narik rambut Hansell dan memukul tubuh pria itu dengan penuh geram. Membuat suaminya menangkis serangan yang begitu mengerikan dari istrinya, tentu saja Hansell tidak bisa menjinakan Airyn jika ia sudah sampai meledak, Hansell harus menghindar jika tidak ingin babak belur, bahkan Airyn tidak akan mau kalah hingga titik darah penghabisan.


Yang satu ingin menyerang dengan menitikan darah, yang satu harus menghindar untuk mengamankan diri, tentu saja kekuatan Airyn tidak terlalu menyakiti dirinya, hanya saja jika Hansell melawan untuk menahan gadis itu bisa jadi Airyn akan mengamuk lebih dari yang dibayangkan, jadi menerima dan pasrah adalah jalan keluar.


Hingga pada akirnya perkelahian yang terjadi diantara mereka bukanlah sebuah pertengkaran, melainkan tingkah marah yang Airyn tampilkan sangat menghibur “Dasar psikopat!! Bagaimana bisa aku mencintai psikopat sepert ini. astaga! Apakah mata ku buta selama ini” bentak Airyn sekali lagi saat tangannya masih mengayunkan pukulan terus menerus ketubuh suaminya


“Apa sekarang kau menyesal mencintaku? Bahkan kemarin kau menikmati permainan luar biasaku, kau mendesah hingga meningkatkan nafsuku..” celoteh Hansell dengan tidak mau kalah, membuat pipi Airyn merona merah muda saat mendegar perkataan suaminya yang tidak tahu malu


“Astaga, bagaimana bisa kau mengatakan hal menjijikan seperti itu dengan santai, tidak tahu malu” lagi-lagi Airyn memukul Hansell akibat geram dan kesal, bahkan keringatnya mencucur akibat pertengkaran diatas ranjang, tentu Hansell sadar istrinya sudah kelelahan, hingga ia mengunci tubuh Siryn dan membalikannya hingga menindih


“Sudahlah, jangan lakukan lagi. Kau sudah kelelahan. maafkan aku” ucap Hansell dengan sunguh-sungguh bahkan ia menepis keringat yang ada didahi Airyn, melihat tingkah pria itu tentu Airyn tidak bisa memaafkannya, bahakan ia masih bersisunggut kesal.


Hansell tersenyum manis, seolah ia tidak masalah jika Airyn marah atas ulahnya, melihat gadis itu pasrah dan diam dengan wajah jutek, pria itu mengendong Airyn untuk diantarkan kekamar mandi, tentu saja Airyn ingin menurunkan diri, tapi Hansell menahan tubuh istrinya hingga Airyn tidak mampu melakukan apapun


“Mandilah, aku tidak akan menganggu” ucap Hansell seketika sambil mengusap kepala Airyn penuh sayang, ia bahkan merasa gemas akan wajah jutek istrinya, hingga pria itu menundukan sedikit tubuh untuk mencubit hidung Airyn, dan ia berhasil membuat istrinya tersipu malu dan mendorong Hanselm pergi dari sana sesegera mungkin.


Setelah berada diluar, Hansell hanya tersenyum memandang ranjang yang tadinya dijadikan sebagai tempat mereka berdebat dan bergelut, bahkan ia sangat malu melihat Nona Petrov yang dingin itu memiliki sikap bar-bar seperti tadi, benar-benar mengemaskan. Sedangkan Airyn berada didalam sana dengan jantung yang berdegup, ia sadar jika dirinya masih mencintai Hansell dengan amat sangat, tapi hubungan mereka memang tidak bisa semanis dulu.


Tanpa sadar Airyn menampilkan sikapnya yang asli, bahkan ketika mereka menjadi pasangan kekasih saja Airyn tidak seperti ini, tapi perlu diakui, hubungan mereka sekarang terasa lebih erat dari pada mereka dimasa lalu.


Hansell melihat sendiri bagaimana Airyn sesungguhnya, karna ia telah ada disamping Airyn sepanjang hari, yang anehnya pria itu tetap saja mencintai Airyn, sekalipun gadis itu sedikit menyakiti dirinya sebagai seorang suami.


“Apa aku benar-benar telah menikah?" tanya Airyn kepada dirinya sendiri, bahkan ia memandang cincin yang terselip dijari manisnya, tentu cincin itu diberikan Hansell saat ia dibius hingga tak sadarkan diri, yang anehnya Airyn menyadari tentang cincin yang melingkar dijemarinya, setelah ia berada diatas Helikopter untuk perjalanan ke Jeju kemarin.


Airyn keluar mengunakan handuk yang diselempangkan kepingang, ia mengeringkan rambut sembari berjalan menghampiri kaca, melihat kecantikan istrinya mengundang Hansell untuk mendekat, ia menyibakan sedikit pundak Airyn dan mencium aroma harum yang menyengat di indra penciumanya, hingga wanita itu menghindar disaat gerakan Hansell lagi-lagi tidak disadari, tatapan sinis itu dibalas Hansell dengan senyuman manis, sambil ia memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.


Airyn yang merasa asing dengan hal ini, seolah masih tidak percaya jika saat ini ia memiliki suami, wanita itu mencelotehkan bibir mungilnya untuk mengumpat tentang suaminya, bahkan ia bergegas mengunakan pakaian agar nanti Hansell tidak mengodanya lagi, setelah Airyn selesai mengunakan pakaian kerja, pria itu keluar dari sana, dengan air yang menitik di rambutnya, bagaimana indahnya badan Hansell saat ini, benar benar membuat Airyn menelan salivanya dengan berat, ia tidak pernah menyadari tubuh Hansell sesempurna ini, pria itu benar-benar membuat Airyn terpesona tanpa mampu di sembunyikannya.


“Apa kau berselera denganku?” tanya pria itu dengan kekehan yang khas saat membalas pandangan Airyn, dengan cepat Airyn terpaksa sadar akan nalas liar yang baru saja mengoda birahinya.


“Apa kau yakin?” tanya Hansell sambil berdiri tepat dibelakang Airyn, lagi lagi pria itu mengunci istrinya dengan menempelkan kedua telapak tangan dimeja rias, agar wanitanya tidak bisa lari kemana-mana lagi


“Hansell, A-apa yang kau lakukan, aku akan telat jika kau terus main-main seperti ini” bantah Airyn dengan cepat, tentu saja ia merasa sedikt merinding saat Hansell menempelkan tubuhnya kepadanya


“Siapa yang akan mempermasalahkan itu, jika mereka membuka sedikit mulut untuk bicara akan aku pastikan mereka tidak bisa makan untuk hari besok” ucap pria itu sembari menarik dagu istrinya dari arah samping


“Aku tidak mau” bantah Airyn dengan berusaha menolak perlakuan pria itu.


“Tetap saja aku akan melakukannya” dengan cepat Hansell mencium bibir Airyn lagi dan lagi, hingga menolakpun terasa amat mustahil, apakah pria buas ini tidak ingin berhenti, Airyn benar-benar lelah jika terus melakukan ciuman dengan Hansell, hanya saja tubuhnya benar-benar mengiginkan, sadar ia tidak bisa melawan, Airyn mencoba menikmati dengan mempasrahkan diri, ia merasakan sensasi lembut menyatu dipermukaan bibir mereka, kehagatan dari nafas Hansell benar-benar membuat jantungnya berdegup, bahkan Airyn tidak bisa lagi membuka kedua mata yang ia pejamkan, akibat terlena kelembah kenikmatan.


“Aku fikir, kita tidak perlu lama-lama Sayang” ucap Hansell saat bicara diantara tautan bibir mereka, membuat gadis itu merasa dipermalukan, seolah ia diputuskan saat menikmati suatu hubungan, bukankah pria itu dengan sengaja mempermainkan dirinya, benar-benar mengundang murka yang engan untuk dihapuskan.


“Apa kau mempermainkanmu” bentak Airyn seketika dengan menaikan sedikit nada suaranya kehadapan Hansell


"Tidak, aku tidak mempermainkanmu, untuk apa aku melakukan itu. jika kita tidak berhenti aku mungkin akan membuatmu berbaring diranjang sepanjang hari, nanti saja setelah kita menyelesaikan seluruh pekerjaan” bisik Hansell dengan mengoda, ia mengacak-ngacak rambut istrinya hingga berlalu dari sana.


"Dasar laki-laki brengsek" umpat Airyn dengan geram, ia bahkan tidak melepaskan tatapan matanya dari Hansell yang berjalan kearah lemari.


“Bajumu ada diatas kasur” ucap Airyn dengan nada rendah, membuat pria itu mengalihkan pandangan kearah samping, ia tidak menyangka Airyn akan melakukan hal ini, hingga senyum bahagia meluncur dari bibirnya, Hansell mengucapkan terimakasih dan segera mengenakan pakaian yang Airyn siapkan, sedangkan Airyn melanjutkan kegiatanya untuk mengeringkan rambut.


Rambut yang terjutai panjang itu menghabiskan waktu sekian lama, hingga Hansell menghampiri istrinya yang dirasa kesulitan, ia mengambil alih Hair Drayer untuk membantu Airyn mengeringkan rambutnya, meskipun awalnya wanita itu menolak, tapi Hansell menyadarkan Airyn untuk patuh sebab ia akan kehabisan waktu jika terlalu fokus mengeringkan rambutnya.


“Selesaikan saja dandananmu, aku akan mengeringkan ini” ucap Hansell dengan penuh cekatan mengacak rambut istrinya, sadar ia memerlukan bantuan Airyn tersenyum manis seolah menyembunyikan


“Tidak buruk” gumam Airyn seolah ia benar-benar membutuhkan bantuan, wanita itu begitu sibuk mengoleskan bedak diwajahnya, hingga matanya beberapa kali melirik kearah dokumen yang ada disamping meja rias, bahkan Airyn tak segan memasukan beberapa potong roti untuk dinikmati, membuat Hansell merasa kagum akan wanita seperti Airyn, ia benar-benar serius melakukan segala hal, sekaalipun ia sudah memahami dengan sekali jabar, tapi sikap teliti itu tidak bisa dihilangkan dari dirinya, jika sebenarnya Airyn selalu ketat memperlakukan dirinya soal pekerjaan.


“Sudah selesai” ucap Hansell sambil mengembalikan Hair Drayer kepada istrinya, ia mengambil jas yang harus dikenakan, sedangkan Airyn menyisir rambut dengan catokan, setelah dirasa semua selesai, Airyn buru-buru meneguk susunya hingga tandas dan berbalik mengambil tas dan dokumen yang terlantar, tapi mata gadis itu terhenti kearah Hansell yang mengunakan dasi, tentu Airyn melepaskan dokumen dan tasnya ditepi ranjang, dan tanpa segan ia mengambil alih dasi Hansell untuk sesegera mungkin merapikanya, tatapan mata pria itu benar-benar tidak putus kepada wajah istrinya yang paling menawan, tentu saja sikap seperti ini tidak berarti bagi Airyn, namun bagi Hansell ia amat bahagia, tanpa sadar pria itu mencium kening istrinya sebagai ucapan terimakasih yang di berikan.


Seketika Airyn terdiam memandang kedua mata suaminya, ia juga tidak sadar akan apa yang baru saja dilakukanya, hanya saja Siryn merasa, ia perlu melakukan hal ini, apakah Airyn telah menerima dirinya sebagai istri Hansell, tapi bagaimana bisa hal ini terjadi? Seolah ia amat menakuti sebuah pernikahan, tapi setelah menjalankan semuanya dengan Hansell, wanita itu tidak memiliki beban apa-pun.


“Aku pergi dulu” pamit Airyn kepada suaminya, membuat Hansell meraih tangan istrinya dan mendaratkan ciuman dipunggung tangan Airyn “Pergilah, semoga istriku berhasil melakukanya, aku percaya kau bisa mengatasi ini sayang” ucap Hansell sambil mengusap pipi Airyn secara lembut, tentu gadis itu menerima, tapi ia tidak sangup berlama-lama, dan Airyn memilih pergi dari sana, hingga mata Hansell tidak bisa dilepaskan dari punggung istrinya.


Saat ini dua wanita yang duduk diruang rapat, begitu serius akan perbincangan mereka, seolah tidak ada yang bisa memutus percakapan sengit yang begitu saling menjatuhkan dan menyerang. Tentu, Airyn bersama Manager hotel ini berdiskusi tentang beberapa kesalahan yang terjadi di dalam data yang mereka laporkan, hingga wanita yang hampir seusia dengan Merry itu memijat kepalanya dengan binggung, sebab apapun yang dijabarkan oleh anak muda itu sangat mendetail dan memiliki bukti kongkrit, hanya saja kesalahan kali ini sangat merugikan posisinya dan beberapa rekanya, membuat ia menyadari jika posisi saat ini bukanlah hal kecil yang bisa ia sepelekan, jadi untuk mengambil keputusan ia perlu bijaksana dalam melakukan tanpa membuat kesalahan.


“Saya berharap kesalahan ini mendapatkan perbaikan sesegera mungkin, saya ingin dalam waktu dekat kalian membuat laporan yang baru, dan untuk Manager keuangan saya pikir tidak masalah untuk mengusut dirinya, mungkin ia terlibat dalam pengelapan dana kali ini” ucap Airyn kepada General Manager yang berhadapan dengan dirinya.


“Tidak bisakan perusahaan memberi kami waktu satu bulan, sebab jika Manager Keuangan terlibat, kami memerlukan orang baru yang bisa merangkap seluruh data tahunan dan tahun lalu untuk dilaporkan” balas wanita ia sambil menatap Airyn secara serius, membuat gadis itu sedikit tersenyum membalas alasan yang diberikan padanya


“Kenapa anda perlu memikirkan hal ini, jika Manager Keuangan tidak terlibat, bagaimana? sadarkan anda Nona, jika alasan yang anda berikan telah menempatkan posisi Menager Keuangan dalam posisi terlibat! Saya tidak menuduh ia terlibat atas pengelapan dana ini nona dorta, hanya saja saya mengatakan jika anda perlu menyelidikinya, tapi anda mengatakan seolah Manager Keuangan terlibat didalam masalah ini dan anda perlu waktu untuk merekrut orang lain membuat laporan tahunan, apakah anda mengetahui sesuatu? atau jangan-jangan anda juga terlibat atas segala ha yang terjadi” balas Airyn dengan penuh tudingan, membuat wanita itu merasa geram atas apa yang diucapkan oleh gadis muda dihadapanya


“Nona Airyn!! apa aku menuduhku!” bentak Dorta dengan tatapan tajam , hanya saja Airyn berusaha tenang dan menerima ini semua, sebab saat ini Airyn adalah wanita biasa yang tidak bisa mengunakan emosinya dengan leluasa.


“Kenapa anda marah sekali atas ucapan saya Nona Dorta, saya tidak menuduh anda, hanya saja saya memberikan perumpamaan. keputusan dari perusahaan sudah final, jika kami membutuhkan laporan menyeluruh yang sudah kalian perbaiki semenjak 5 tahun lalu, tentu saja saya memberikan waktu satu hari, jika laporan itu tidak terdapat kesalahaan yang disengaja, mungkin dalam 30 menit anda dapat memberikanya, tapi disini kami berbaik hati memberikan anda waktu 1 hari menyiapkan semuanya, apakah anda fikir saya tidak ber-toleransi? Lebih baik anda mempertimbangkan hal ini matang-matang, dan untuk Menager Keuangan, saya meminta anda untuk memeriksa datanya. Saya harap anda bisa bekerjasama dengan kami” ucap Airyn dengan sedikit mengancam bahkan ada tekanan disetiap intonasi bicaranya, membuat Dorta tidak mampu berbicara apapun, selain diam diposisi.


Airyn berlalu dari sana, sebab ia dan Hansell akan menghadiri rapat siang nanti, lain dari itu ia tidak ingin berlama-lama, ia meninggalkan meja dengan sikap tenang, membuat Dorta mengepalkan tangan akibat geram, tentu saja ia merasa sedikit kesal atas perkataan gadis itu kepadanya, membuat wanita itu menyipitkan mata dengan penuh ancaman.


Hansell berada di cafe bersama rekanya, ia mendudukan diri sambil bercakap-cakap, membuat Airyn teridam dengan langkah yang tadinya mengantar, bahkan keduanya saling menatap panjang, Airyn sadar ia tidak bisa memperlihatkan hubungan mereka, jadi bagaimanapun Airyn adalah kariyawan perusahaan HS, ia perlu sewajarnya dalam bersikap, gadis itu memilih beberapa menu kue dan kopi yang bisa ia nikmati, ia berjalan dengan santai tanpa memperdulikan Hansell yang sedari tadi memandang dirinya.


“Apa itu kekasihmu, aku fikir kau memiliki selera yang bagus” ucap pria yang ada dihadapan Hansell, pria itu bernama Xiumin salah satu rekan bisnis yang dianggap dekat dengan Hansell


“Kekasih? Dia istriku” bantah Hansell dengan santai, membuat Xiumin menyemprotkan minuman yang tengah ia teguk dengan damai


“Apa kau bercanda? Kapan kau menikah, kenapa aku tidak mendapatkan informasi apa-apa” ucap pria itu dengan tidak terima, bahkan mata Hansell tidak dilepaskan dari istrinya, sedangkan Xiumin menuntut penjelasan dari temanya


“Aku belum mengumumkannya, dan tentu saja tidak ada yang tau tentang hal ini” ucap Hansell sambil menatap kearah pria itu


“Lalu kenapa kau memberitahuku?” tanya Xiumin dengan gugup, bahkan nyalinya menciut saat Hansell mengalihkan pandangan pada dirinya.


“Karna aku mempercayaimu, jika hal ini diketahui oleh orang lain, kau orang pertama yang akan aku cari dan minta pertanggung jawaban” balas Hansell dengan mengancam, membuat pria dihadapanya kelabakan atas balasan yang tidak pantas ia lontarkan


“Apa kau gila, jika tau begini aku tidak ingin mengetahuinya” balas Xiumin dengan geram, ia melipat kedua tanganya, sambil memperhatikan istri temanya “Apakah ia kariyawan kantormu Hansell?” tanya pria itu dengan penasaran


“Iya, dia Staff biasa” ucap Hansell dengan penuh bangga, membuat pria yang ada didepanya mengerti, jika Hansell terjerat cinta dengan kariyawan, seperti cerita-cerita yang ada didalam Drama yang biasa ia tonton, membuat Xiumin sadar jika temanya ini memang jatuh cinta dengan gadis biasa, nampak sekali dari pakaian yang ia kenakan, tampak biasa dan sederhana, hanya saja Xiumin mengakui jika wajah gadis itu amatlah cantik dan menawan, entah kenapa ia terlihat amat berkelas.


“Ternyata dia seorang Staff biasa, tapi entah kenapa wajahnya sangat familiar, aku seolah mengenal dirinya” ucap pria itu sambil menatap Airyn dari kejauhan, tentu diseberang sana Airyn salah tingkah ditatap oleh dua pria yang tidak ia harapkan, bahkan jelas sekali mereka tengah membicarakan dirinya hingga wanita itu tersedak saat meneguk kopi pahit dari cangkirnya.


“Aku yakin kau mengenalinya, sebenarnya istriku itu ialah adalah Nona Petrov” lirih Hansell saat mengalihkan pandangan kearah Xiumin


“Apa!” pria itu tersedak sekali lagi tanpa mampu menahan diri, bagaimana tidak, ucapan yang Hansell lontarkan amat mustahil untuk ia cerna dikepala, bahkan Pria itu menghentikan otaknya dalam beroperasi, Sekali lagi Xiumin ingin meyakinkan dirinya akan hal yang baru saja didengar oleh telinganya, bahkan pria itu tengah meilirik wajah cantik yang menawan dihadapanya, yang ia kenal sebagai istri Hansell dan seorang Staff biasa dikantor, bukankah Hansell kelewatan telag mempekerjakan Nona Petrov menjadi staff biasa.


“Apa kau gila!” bentak pria itu tanpa mencerna lagi, sebab ia benar-benar tidak percaya dengan semua ini, Hansell yang merasa terhibur, tersenyum bangga menyaksikan tingkah temanya akan Airyn


Tentu saja Hansell dulunya merasa seperti itu, seolah tidak mau percaya dan terima, Nona Pertov yang terhormat bekerja menjadi Staff biasa, mungkin itu akan menjadi hal paling aneh untuk diungkapkan kepada dunia, namun istrinya itu benar-benar melangar zona merah hidupnya.


“Bona petrov yang disegani di Inggris, dan juga menguasai pasar Eropa hingga ia melebar Ke-Asia, bahkan Nona Petrov amat ditakuti oleh pengusaha dan perusahaan manapun, dan aku juga pernah mendengar gadis itu terkenal dingin dan amat sadis, hingga ia tidak segan menghabisi siapapun yang menghalangi jalanya, meskipun begitu rumor tentang parasnya yang menawan benar-benar membuat siapa saja penasaran akan Nona Petrov, tapi tidak semua orang beruntung bisa bertemu dengan orang berpengaruh di dunia seperti dirinya. Sebab perdagangan bawah tanah hampir dikuasi oleh grup Petrov, dan ia pemegang eknomi pertama di dunia, dan sekarang kau mengatakan jika Nona Petrov bekerja di perusahaanmu sebagai Dtaff biasa, apa kau gila Hansell!” benatk Xiumin dengan tidak percaya, seolah Hansell menepatkan suatu berlian ditumpukan sampah, tidak pantas dan tidak cocok untuk dirinya.


Sadar kedua pria itu memelototi dirinya, Airyn berdiri dari sana dan berlalu keluar cafe sambil membawa cup coffe yang belum sempat ia habisi.