
Pagi hari sekitar jam tujuh pagi waktu Irlandia setempat Airyn dilarikan ke rumah sakit dengan kecepatan penuh, bahkan semua rombongan membuka jalan yang sebenarnya rawan macet di pagi hari, Hansell menatap tubuh Airyn yang terbaring lantang di dalam pelukan nya, tidak pernah Hansell membayangkan kondisi Airyn seperti ini, setidak nya Hansell tidak pernah memikirkan kondisi terburuk yang akan terjadi, semua penyesalan mendera, ia menyesal membiarkan Airyn pergi bersama untuk menyelamatkan Angel, bahkan Hansell menyesal kekasihnya terluka akibat kebodohanya, mata pria itu sembab tanpa mampu disembunyikan, tubuh Hansell sedari tadi gemetar ketakutan, tak jarang gurang terpampang, bahkan tak jarang juga ia meneriaki anak buah yang di rasa lamban mengendarai mobil tersebut, Hansell seperti tak memiliki waktu berlama-lama lagi, sebab tubuh Airyn semakin lama semakin dingin, wajah nya terlihat pucat tanpa mengalir darah merah di dalam tubuh lemah itu.
“Airyn maafkan aku” Hansell berucap saat bibir nya di tempelkan di kening Airyn yang polos, pria itu memanjatkan doa agar kekasih nya baik-baik saja meskipun dalam kondisi buruk seperti saat ini, kesembuhan Airyn adalah hal terpenting saat ini karna itulah Hansell berusaha menenangkan fikiran untuk terus mengendalikan diri, bahkan Hansell mencoba menahan kesadaran meskipun tubuhnya hampir tumbang menyaksikan Airyn yang mencucurkan banyak darah yang keluar.
Seperti yang di kondisikan oleh Darrel, rumah sakit terbesar di Irlandia lebih tepat nya milik Nona Petrov sendiri sudah bersiap-siap menunggu kedatangan pasien penting yang tidak bisa di remehkan di negara ini, bahkan kepala rumah sakit sendiri turun tangan menanti kedatangan Nona Petrov tersebut, rombongan Hansell datang dengan begitu banyak mobil yang mengawal jalan nya Nona Petrov ke Rumah Sakit Swasta terbesar di Irlandia, mereka dengan cepat memberhentikan mobil di depan petugas yang sigap menanti, dengan cepat pengawal Hansell membukakan pintu segera hingga menawarkan diri membantu Nona Petrov keluar, namun Hansell menepis, ia mengendong tubuh Airyn keluar dan membaringkan gadis itu di ranjang dorong yang sedia menanti kekasih nya.
Petugas medis sigap menutup aliran darah yang terus mencucur keluar, bahkan di atas tubuh Airyn dokter wanita itu memberikan CPR agar darah yang mengandung oksigen bisa kembali lagi mengalir ke otak dan seluruh tubuh, sebab jika dalam kondisi seperti ini tidak dilakukan pemberian CPR dapat memicu kerusakan otak yang dapat mengakibatkan seseorang meninggal dalam hitungan detik, Airyn di tuntun dengan dorongan kencang yang di dorong oleh beberapa petugas medis dan juga Hansell, bahkan dengan kencang nya ranjang dorong itu melaju hingga semua orang menepi untuk memberi jalan, Nona Petrov di bawa ke ruangan Emergency untuk penanganan lebih lanjut.
Seketika tubuh Hansell ditahan oleh petugas medis, membuat langkah kakinya terhenti sebab Hansell hanya bisa mengantar hingga depan pintu ruang Emergency, dengan berat hati Hansell melirik ke arah Airyn yang semakin jauh pergi, Hansell tak lepas menyaksikan bagaimana wanita itu diam di posisi tanpa membuka mata sama sekali, Hansell menangis sejadi-jadi nya, bahkan dia mengusap kepala dengan kasar, mengarang dengan rasa sesak yang begitu menyakitkan, setelah menyaksikan keadaan gadis yang dicintai nya terancam, emosi dan sesal melanda keseluruhan, bahkan Hansell berusaha menguatkan hati, untuk terus tegar mengahadapi semua ini, tak jarang rasa sakit dan sepi dengan kental menyelimuti, bagian luka yang sedari tadi terus mengiris dan mengoyak relung hati yang semakin terlukai.
Pria itu memukul bagian dada yang amat sesak, entah apa yang terjadi didalam sana membuat Hansell tak ingin memikirkan apapun selain Airyn baik-baik saja, setiap air mata yang menentes mengandung zat Do'a yang dipanjatkan ke langit, dia selalu mempercayai Tuhan itu ada, dia percaya Tuhan tak pernah tidur akan setiap masalah yang dihadapi nya, untuk kali ini saja Hansell berharap Airyn baik-baik saja, bahkan jika Tuhan berani mengambil gadis itu dari kehidupan nya, mungkin Hansell berhenti percaya bahwa semesta ini diciptakan oleh zat yang kasat mata, dan pemilik kekuasaan yang agung, yaitu Tuhan yang selama ini menjadi kepercayaan nya.
“Hansell” panggil Merry dengan nafas yang tersengal, bahkan suara nya terhenti bersamaan dengan langkah kaki yang berlari, Hansell menoleh tanpa menjawab panggilan wanita itu “Dimana nona Airyn?” tanya Marry ke arah Hansell yang terlihat kacau, bahkan kemeja putih yang ia kenakan telah penuh dengan darah dan bau amis yang tercium jelas dari tubuh pria itu, Marry tentu prihatin hingga tak mampu meluapkan emosi yang sedari tadi mengatup-ngatup, pria itu hanya melirik ke ruang Emergency yang ada di depannya guna membalas pertanyaan Marry, Hansell menjatuhkan diri dengan pasrah, ia tersandar di dinding merenungkan apa yang harus dilakukan setelah ini, bahkan sekarang hidupnya seperti hancur tanpa mampu di selamatkan.
"Apa yang terjadi?” bentak Marry seraya bertanya kepada Hansell, membuat pria itu melirik wanita yang memancarkan emosi ke arahnya, bahkan dengan tegas mata Merry menuntut Hansell membalas pertanyaan tersebut
“Aku seperti mengalami lagi keadaan ini Marry” balas Hansell dengan nada rendah, perlahan ia bangkit dari terpuruk dan berdiri tegap di hadapan Marry “Apapun yang akan kau usulkan, apapun yang akan kau katakan, bahkan tidak peduli seberapa egoisnya aku, aku tidak akan bisa menghargai apapun itu!! tidak peduli lagi apa yang akan terjadi dimasa depan, entah Airyn akan membenci ku atau melupakan ku, aku tidak akan pernah pergi dari nya” tutur Hansell dengan tatapan percaya diri yang tajam, dia merasa ini sesuatu yang terulang kembali, sebab apapun hal buruk yang terjadi dengan Airyn pria itu akan terus menyalahkan dirinya, dan jika saat ini Marry memaksakan pilihan untuk meninggalkan Airyn lagi, dengan tegas Hansell tidak akan sudi melakukan itu.
“Apa yang akan kau lakukan, jika Nona Airyn tidak baik-baik saja?” tanya Marry dengan nada dingin menatap ke arah Hansell yang menantang penuh perlawanan
“Aku percaya Airyn akan baik-baik saja” tutup nya dengan makna pasti “Karna aku yakin, Airyn tidak akan meninggalkan ku, dan Airyn jangan harap kau semudah itu meninggalkan ku” gumam pria itu sambil mengepalkan tangan melihat ke arah Marry
“Aku harap harapan mu itu Do'a” balas Marry saat bibir nya tak mampu berucap selain metanap lekat, sebab Marry ingin melihatkan betapa marah dirinya kepada Hansell, meskipun begitu Marry percaya kekuatan cinta mungkin jalan satu-satu nya yang bisa membantu Nona Airyn saat ini.
Mendapatkan reaksi diam dari Marry tentu Hansell berlalu dari sana dengan sempoyongan, bahkan tanganya yang masih tersisa bercak darah tertempel di dinding saat menopang tenaga disana, Hansell berjalan menelusuri lorong guna menganti pakaian menuju kamar yang di sediakan Darrel, bagaimana pun disaat Airyn bangun Hansell harus menyambut nya dengan cinta dan baik-baik saja, sebab Airyn tidak boleh menyaksikan betapa terluka dan lemahnya Hansell saat ini.
________________________________________
Disisi lain, Griffin seperti tikus yang mencari tempat persembunyian, bagaimanapun dia akan mati di tangan Tuan nya, bahkan Griffin tak berani untuk kembali lagi kesana, ia mencoba melarikan diri dengan tubuh gemetar, setiap alat yang bisa dilalacak disingkirkan dari tubuhnya, Griffin tak akan mampu lagi mengahadapi Tuan yang mengerikan itu, sebab nyawa Griffin sudah mutlak menghilang dari bumi ini.
Saat ini dia berada disebuah perdesaan dengan rumah yang sedikit reyot, bahkan ia tidak menyangka akan berakir menyembunyikan diri, tempat Griffin saat ini tidak jauh dari tempat kejadian, sebab di usia nya yang semakin senja membuat Griffin tidak mampu menjauh lebih jauh lagi, karna ia mengunakan tenaga untuk melarikan diri, dengan keadaan jantung yang melemah membuat Griffin sulit menghadapi situasi yang sulit seperti saat ini.
Dia tidak bisa tertangkap oleh Tuan itu disaat musuh sesungguh nya sedikit lagi hancur di gengaman tangan Griffin, jika bukan untuk balas dendam Grffin tidak akan mampu bertahan hingga sekarang, karna apapun yang terjadi, Griffin harus hidup untuk membalas kan dendam itu, sebab selama bertahun-tahun dia hidup hanya untuk mencapai titik ini, dimana dia menguasai dunia dan menghancurkan musuh yang mendarah daging lantaran telah merengut putra kesayangan nya, dan membuat istri nya menghilang dari sisi nya.
___________________________________________
Darrel telah menyiapkan hotel yang ada dirumah sakit ini untuk digunakan Hansekk menganti pakaian, bahkan dia telah menyiapkan beberapa pakaian untuk dikenakan Hansell, Darrel berdiri dengan memberikan hormat disaat Bos nya berlalu memasuki kamar tersebut, sedangkan Darrel yang berdiri didepan pintu kamar memilih pergi ketika hansell menutup pintu dengan kasar, membuar ia mengerti bagaimana rapuh nya Hansell disaat seperti ini, mungkin sudah kesekian kali nya Darrel menyaksikan betapa Hansell harus tegar disaat dirinya rapuh, ketika kehilangan Tuan Hamilton pria itu harus mengurus perusahaan yang kacau di tengah keberdukaan yang melanda, setelah itu Hansell harus pergi menjauh dari gadis yang dia cintai, disaat kaki nya terus melangkag pergi, namun hati nya tak henti mencintai, sekarang pria itu kembali lagi untuk pura-pura, yaitu bersikap baik-baik saja disaat kekasih nya melawan hidup untuk kembali baik.
Air itu membasuhi tiap kulit Hansell yang kental dengan bau amis, darah itu tersapu dengan bersih hingga Hansell merasakan setiap ingatan yang sedari tadi menghantui, bagaimana Airyn menatap nya disaat gadis itu bersusah payah untuk membuka mata, membuat air mata Hansell mengalir disela-sela air yang terjun ke permukaan wajah pucat pasi, Hansell mengingat Airyn memberikan senyuman berat disertai usapan dengan jemari lembut, bahkan kata terakir yang di ucapkan Airyn “Jangan salah kan dirimu” kata-kata itu seperti penyelamatan untuk Hansell bertahan, hingga pria itu tak kuasa dengan rasa sakit akan kehilangan yang menghantui disaat bersamaan, Hansell berharap itu bukan kata-kata terakir, bahkan dia tidak akan bisa menjalani hidup dengan baik jika sesuatu terjadi kepada Airyn, Hansell mencintai Airyn sepenuh hati, Hansell menyukai Nona Petrov tanpa henti, bahkan Hansell merindukan Airyn Petrovika disetiap waktu, dia telah memimpikan sebuah masa depan bersama kekasih nya, merancang kebahagian untuk mereka, namun sekarang bagaimana bisa dia menghadapi semua harapan yang tumbuh dengan fakta mengerikan.
Dengan menguatkan hati dan menata diri kembali, Hansell mengunakan baju yang disediakan Darrel untuk di kenakan, ia telah rapi dengan seluruh pakaian santai yang melekat di tubuh bidang nan tinggi itu, Hansell menatap diri di pantulan kaca yang menampakan ia seutuhnya, bahkan pria itu tak segan memberikan sedikit tatapan untuk menguatkan, dengan hati yakin Hansell akan menghadapi seluruh kenyataan, dia percaya Airyn akan baik-baik saja, dia percaya Airyn akan kembali bersamanya, bahkan Hansell percaya harapannya tentang masa depan mereka akan terjadi dengan bahagia.
Pintu itu terbuka, membuat Darrel bangkit dari duduk gusar yang dinikmati sedari tadi, ia melihat betapa berbeda nya Tuan Muda Hamilton setelah keluar dari sana, seakan sangat asing dari Hansell yang rapun, bahkan pria itu dengan tegas berjalan membuat Darrel mengikuti langkah Hansell
“Bagaimana keadaan Angel?” tanya Hansell ketika melangkah pasti
“Nona Angel sedang beristirahat di rumah Tuan, saya sudah mengirimkan perawat untuk menjaga kesehatan Nona Angel, dan kepala pelayan telah memperketat penjagaan bahkan diseluruh penjuru rumah” tutur Darrel saat menekan tombol lift guna memasuki nya
“Baiklah, apa kau sudah melacak keberadaan Griffin?”
"Sudah tuan, hanya saja pria itu sangat pintar, dia menghancurkan semua alat yang bisa kita gunakan untuk dilacak, dan juga akses cctv kurang memadai di daerah pinggiran membuat kita kehilangan jejak dimana dia melarikan diri, hanya saya saya positif bahwa Griffin tak jauh dari tempat kejadian yang mengarah ke arah desa, sebab hanya disana tidak memiliki jangkauan CCTV” tutur Darrel saat menyamakan langkah Hansell
“Lacak terus keberadaan ******** itu, aku tidak mau tau dia harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan nya pada Airyn, dan juga saksi kunci yang kita sembunyikan kirim ke Korea untuk membantu proses pelacakan, hubungi Dikra segera” tutur Hansell sekali lagi, membuaat Darrel menganggukan kepala mengerti, seketika mereka masuki lift hingga pintu lif tersebut tertutup rapat, tak sungkaan Darrel menekan tombol menuju ke ruang tunggu Emergency.
Mereka keluar dari sana sambil melangkah maju, namun Hansell mengentikan langkah Darrel, dia meoleh ke arah pria itu sembali menyaksikan penampilan sekretaris nya.
“Kau pulang lah Darrel, untuk saat ini kau istirahat saja hingga hasil nya keluar, aku tidak perlu ditemani, aku akan menunggu Airyn sendiri. Dan jika ada hal penting terkait Airyn segera kabari, cari tahu semua latar belakang Airyn hingga lengkap, bagimana pun kali ini kita harus fokus kepada Airyn, sebab aku yakin semua hal yang terjadi segala hal itu terkait dengan diri nya, entah itu masa lalu atau apapun, yang jelas jangan biarkan ada ancaman yang menghadang nya, secepat nya kita harus menemukan titik terang” titah Hansell ke arah Darell, tentu saja pria tersebut paham akan tugas nya, dan juga Darrel sangat sungkan mengiyakan tawaran istirahat yang di berika Hanselll, namun ia mengerti ada kala nya kita butuh waktu sendiri, mendengar hal itu dengan berat hati Darrel mengiyakan perintah bos nya, dan segera menutup pintu lift setelah Hansell keluar dari sana.