
Hansell pulang kerumah nya setelah dua hari membantu pengobatan Airyn di rumah sakit, lantaran Marry begitu sibuk dengan masalah perusahaan yang di tangani nya saat ini, tentu saja pria itu sangat tidak berdaya setelah menerima kenyataan yang ada, dia menginjakan kaki kedalam kamar, namun Angel menghentikan langkah kakak nya
“kakak, apa kau baik-baik saja?” mata Angel menyaksikan seluruh inci tubuh Hansell, terlihat sekali bagaimana kacaunya keadaan pria itu, pakaian nya saja terlihat lusuh dengan raut wajah kusut dan rambut acak-acakan sangat berbeda jauh dengan kakak yang dikenalinya biasa
“kakak, kakak kenapa?” bentak Angel sekali lagi.
“kakak baik-baik saja” Hansell mengusap lembut pipi adiknya, dengan tatapan mata yang begitu sendu, Hansell berlalu memasuki kamar, tentu saja adik perempuan nya itu mengikuti ke dalam kamar.
“apa kakak sakit?”
“tidak”
“jadi kakak kenapa?” tanya Angel dengan begitu khawatir
“kakak hanya banyak kerjaan dikantor” balasnya sembari memeriksa beberapa laporan yang berada diatas meja
“jika sudah bekerja dikantor, kenapa masih membaca laporan lagi” angel pun meraih kertas itu dari tangan kakak nya
“kakak mandilah, dan istirahat, Angel akan membuatkan makanan”
“kakak tidak lapar, keluarlah” Hansell mendorong adiknya dengan lembut untuk keluar dari kamar itu, dia mengunci pintu dari dalam tanpa mempedulikan panggilan adiknya
“kakak”
“kakak, kemarin kakak kemana? Angel menelfon tapi kakak tidak angkat, apa kakak lupa dua hari lalu ulang tahun mami” teriak Angel dari arah luar
Ketika Hansell mendengar teriakan adiknya, tentu saja dia mengingat lagi, ternyata Hansell melupakan hari penting itu, Hansell merindukan mami nya, tubuhnya ambruk kelantai membuat pria itu menangis dari balik pintu. Namun dia menahan suara tangisan, tentu saja tubuh Hansell bergetar hebat karna menahan, hingga membuat dia merasa tersayat akan air mata nya sendiri.
*Th**e* *H**ospital*.
Airyn menjalankan pengobatan Hypnotherapy bersama dengan dokter James, dokter itu terus mengawasi perkembangan yang terjadi pada gadis itu, membuat Airyn melakukan beberapa konsultasi untuk meringankan sedikit beban nya, tentu saja Marry dan Berto menyembunyikan keadaan yang sesungguhnya, mereka bekerjasama dengan pihak dokter untuk menyelamatkan Airyn dari kerapuhan nya, Hansell pun mengerti bagaimana tindakan yang harus dilakukan nya setelah Airyn melupakan semua tentang dia.
Setelah Airyn sadar, dia menjalankan rutinitas seperti biasanya, meskipun Airyn sudah membaik, namun gadis itu masih berkonsulatasi tentang keadaan yang dirasakan nya, tentu saja gadis itu seperti kembali kepada Airyn Petrov semula, tak ada tawa lagi yang tertampil di wajah gadis itu, tidak ada lagi roma merah jambu yang membuat dirinya tersipu malu, disetiap kegiatan yang dilakukan nya entah itu dikantor atau sekolah dia menjadi seperti Nona Petrov yang selalu serius dan disaat sendiri dia menjadi Airyn yang suka menyendiri.
Tentu saja Hansell menceritakan apa yang terjadi dengan dia dan Airyn beberapa waktu belakangan ini kepada Dikra, meskipun pria periang itu tidak menyangka dengan cerita yang dikisahkan Hansell, namun dia memahami hal seperti ini bisa terjadi diantara mereka, sesuatu yang luar biasa dipadukan dengan yang luar biasa tentu saja menghasilkan kisah yang luar biasa pula, bahkan cerita Hansell seperti dongeng romantis yang sekejap mata berakir setelah diceritakan, bahkan Dikra saja belum ikut serta memerankan karakter di hubungan mereka, namun hubungan itu telah kadas dan berhenti dengan tiba-tiba.
Untuk seorang Psikolog seperti james tentu saja membangun hubungan baik dengan pasien adalah hal yang mudah baginya, dan karna itulah semenjak terakir kali Airyn ditangani oleh dokter James, pria itu menjadi orang pertama yang dilihatnya, dia mempercayai beberapa hal kepada dokter james, tentu saja keterbukaan seperti ini menjadi penunjang memperbaiki mental remaja seperti Airyn.
Di sebuah Club malam, Hansell meneguk minuman nya, bahkan dia tidak memberi jeda atas gelas kaca itu, dia meneguk hingga tetes terakir, tentu saja sikap Hansell membuat Dikra merasa iba dengan kehidupan yang dijalani oleh teman nya. beberapa bulan belakangan dia selalu melihat punggung Airyn dari arah belakang, ketika mereka berpapasan jalan dengan sengaja Hansell membalikan badan, tentu saja dia telah berkomitmen untuk menjaga jarak dengan Airyn agar gadis itu sembuh dari luka batin nya, walaupun setiap hari yang dijalani Hansell membuat dirinya menderita setidaknya Airyn baik-baik saja, itu sesuatu hal yang jauh lebih baik dari segala yang diharapkan Hansell
“berhentilah” Dikra meraih gelas itu secara paksa, tentu saja dia tidak ingin Hansell mati konyol akibat alkohol, bahkan teman nya itu sudah seperti alkoholic sejati
“kenapa kau mengambil gelas ku, hanya ini yang aku miliki, hanya ini yang membuat aku senang, tidak bisakah kau membiarkan ku merasakan bahagia sesaat” dengan wajah memerah dan nafas yang tidak beraturan Hansell meminta gelas itu dengan susah payah, seolah dia seperti orang yang hilang akal dan kesadaran, benar-benar mencapai tahap mabuk yang tidak bisa terdefenisikan.
jika sudah seperti ini Dikra akan mengantarkan Hansell kehotel, sebab jika Hansell dipulangkan ini akan menjadi beban untuk adiknya, dengan sikap hansell yang seperti ini akan menyakiti adik satu-satunya, dikra saja yang selaku sahabat tersakiti dengan penderitaan Hansell, apalagi itu Angel adik kandung Hansell, hanya pria yang putus cinta inilah keluarga yang dimilikinya saat ini.
Dikra tidak menyangka seorang Hansell yang begitu bijaksana dan menjaga sikap, bahkan tidak pernah menyentuh alkohol berubah dengan sendirinya hanya perkara wanita, dulu dikra menginginkan Hansell mencintai wanita dan bahagia, namun sekarang hal yang diinginkan nya malah membuat pria ini hancur dan terluka.
Sebagai seorang sahabat Dikra hanya berharap Hansell mampu memperbaiki diri, dan memaafkan dirinya sendiri, tak peduli sesakit apa airyn saat ini, namun Hansell juga memiliki hati, Hansell juga butuh dimengerti agar dia mampu mamahami diri sendiri, karna itulah Dikra berada di pihak teman nya, dia tidak membenarkan Hansell atas apa yang dilakukan kepada Airyn, namun dia juga tidak menyalahkan Hansell atas apa yang terjadi, bahkan jika Dikra diposisi yang sama, mungkin dia jauh lebih kejam dari pada Hansell. saat ini Dikra hanya ingin Hansell bahagia dimasa depan, dan terlepas dari rasa sakit akibat Airyn.
“apa kau sudah bangun wahai budak cinta yang terhormat” Dikra melemparkan handuk itu kepada Hansell, membuat pria itu menjangkau lalu menepiskan dari arah wajah
“kenapa kau tidak pulang?”
“bagaimana aku bisa pulang, kau saja berhenti minum jam 3 pagi, jika aku pulang tentu saja tuan William akan membunuhku” balasnya
“begitukah? maafkan aku” Hansell memalingkan wajah ke arah jendela,ternyata mata hari sudah mulai beranjak tinggi
“baguslah kau sudah tau diri Hansell, aku berharap kau cepat sadar diri, apa kau ingin waktu mu berhenti sampai disini saja, aku ingin melihat dirimu yang ******** seperti dulu, kenapa kau menjadi bodoh sekali hanya perkara wanita” ketusnya
“aku ingin mandi” seketika itu Hansell memasuki kamar mandi, karna dirinya tidak ingin mendengar ceramah dari Dikra
“apa dunia mu sudah berhenti sampai disini?” bentak Dikra dengan kesal, selalu saja Hansell mengalihkan topik pembicaraan jika hal itu tertuju mengenai Airyn
“aku rasa kau tidak perlu melampaui batasan mu Dikra, aku tau apa yang terbaik untuk ku” Hansell pun membanting pintu kamar mandi dengan kesal, begitupun dikra dia mengepalkan tangan akibat emosinya.
Dua manusia itu saling kesal dan sesal satu sama lain nya, membuat Dikra meninggalkan hotel tanpa mengucapkan salam kepada Hansell, tentu saja Hansell mengerti teman nya itu sangat kesal dengan sikap yang ditampilkan nya, namun bagaimana lagi Hansell juga tidak mampu melakukan apa-apa, setiap kali dirinya ingin memeluk airyn, dia selalu terhalang dengan dinding pembatas yang amat jauh dan besar, membuat Hansell melampiaskan kepada hal-hal yang menenangkan dirinya