Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Memasak untuk Airyn



Hansell memasuki rumah sembari mengandeng tangan kekasih nya. Dia mendudukan Airyn di meja makan, sedangkan dirinya berlalu hingga ke dapur, tentu saja Airyn merasa binggung dengan apa yang dilakukan Hansell, pria itu berlalu kearah dapur hingga menempatkan posisi ditempat biasa Airyn memasak, dirinya mengulas senyum sembari memandang ke arah gadis yang di cintai nya itu, dengan cekatan Hansell menyingsing lengan baju nya, dia mengeluarkan bahan makanan dari lemari es yang berada di sana, Hansell memilah beberapa bahan dan rempah untuk dipadukan nya menjadi suatu makanan


“Apa yang kau lakukan!” teriak Airyn kepada kekasih nya, seketika Hansell mendengus untuk Airyn diam ditempat lantaran kekasih nya berdiri dari kursi tersebut “Apa kau ingin memasak? Biar aku saja!” sambung Airyn kepada Hansell, sebab dia tidak percaya pria itu bisa melakukan nya.


“Apa kau bisa diam saja disana?” balas nya dengan nada lembut, seketika Airyn mengindah kan perkataan pria nya barusan.


“Bagaimana aku bisa diam, apa kau yakin bisa memasak? tidak…tidak.. apa kau bisa memasak?” tanya Airyn saat mata nya begitu gugup ketika pria itu mengeluarkan semua bahan makanan dari lemari es


“Apa kau tidak percaya dengan ku?” balas h


Hansell ke arah Airyn


“Bagaimana aku bisa percaya” seketika saja Airyn terhenti saat tatapan Hansell menajam ke arah nya “maksud ku, aku percaya dengan mu, tapi aku tidak bisa percaya kau dapat melakukan nya, biar aku saja” jelas Airyn, seketika dia beranjak dari sana dan berjalan ke arah Hansell


“Kemarikan” Airyn ingin meraih pisau tersebut dari tangan Hansell, namun pria itu menghindar hingga jangkauan Airyn meleset


“Airyn” dengan lembut Hansell meletakan pisau tersebut di atas telenan, pria itu meraih pundak kekasih nya, sembari mengkecup kening nya “aku bisa melakukan nya untuk mu” dirinya mengandeng Airyn untuk duduk kembali di kursi tersebut, tentu saja wanita itu meronta ingin dilepaskan, namun Hansell tidak menghiraukan “duduk diam, dan menjadi gadis baik, apa kau mengerti!” Hansell menjentik kepala Airyn yang berada kecil dibawah nya, dia mengulas senyum sembari menyaksikan wajah cemas kekasih nya itu.


“Aku akan menghilangkan kecemasan mu” Hansell mengkecup bibir ranum gadis nya dengan penuh sayang, dirinya melakukan dengan selembut mungkin agar Airyn menghilangkan rasa cemas nya, bahkan Hansell melakukan nya dengan penuh kenyamanan hingga Airyn terlena merima semua cinta yang diberikan pria itu untuk nya


“Aku ingin membuatkan makanan untuk mu, dan kau harus menjadi gadis yang baik, dan lihat saja pacar mu dalam melakukan nya” seru Hansell sembari menyombongkan diri, membuat Airyn terkekeh dengan percaya diri yang dimiliki oleh pria itu, melihat respon tersebut tentu saja Hansell berhasil menghilangkan kecemasan di raut wajah kekasih nya itu, dia pergi ketempat semula untuk melanjutkan kegiatan.


Hansell begitu sibuk melakukan semua pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh Airyn, Hansell mencoba melakukan yang terbaik untuk kekasih nya, bahkan mata Airyn tak henti menonton pertunjukan yang begitu menabjubkan, dia tidak menyangka Hansell selihai itu melakukan nya, membuat Airyn mendapatkan suatu kejutan dari pria itu, Hansell memasukan berbagai penyedap rasa sembari mencicipi rasa makanan nya, disaat masakan itu sudah pas, dengan cepat Hansell memindahkan nya ke piring untuk disajikan, Hansell menyodorkan makanan yang dibuat nya untuk Siryn, seketika mata gadis itu terkesima melihat makanan yang dibuatkan untuk nya, dia merasakan sesuatu yang sedap sebelum mencoba nya, membuat Airyn mengeluarkan jempol tangan nya untuk diberikan kepada pria tersebut.


“Makan lah” seketika itu Hansell menyodorkan dua pasang sendok untuk diberikan kepada Airyn, dengan senang hati gadis itu menerima nya


“Ini enak sekali, bagaimana bisa kau membuat nya dengan baik?” tanya Airyn dengan tidak percaya


“Aku mempelajarinya dari internet” balas Hansell sembari kekasihnya menyantap dengan bahagia


“Benarkan? Tapi ini sungguh enak” mendengar hal itu dari mulut kekasih nya, Hansell hanya tersenyum bahagia, setidaknya dia berhasil membuatkan makanan yang disukai nya, sebab gadis itu begitu suka dengan irish stew yang dibuat dengan lamb.


Airyn menghabisi makanan nya dengan baik, dia cukup sopan dalam menikmati nya, meskipun makanan yang di buat Hansell begitu enak, namun dirinya tidak ingin serakah dalam menghabisi nya.


Perlahan Airyn terkapar dengaan rasa kenyang yang memenuhi perut nya, dia mengucapkan terimasih kepada Hansell meskipun sedikit berat untuk mengatakan nya.


“Apa kau mengantuk?” tanya Hansell kepada wanita yang di cintai nya dengan penuh sayang.


“Aku ingin sekali tidur, tapi aku terlalu malas untuk beranjak dari sini” Airyn memejamkan mata nya untuk merasakan sensasi kantuk “apa yang kau lakukan?” pria itu mengendong Airyn untuk mengangkatnya ke kamar, membuat Airyn sedikit malu dengan sikap yang diberikan Hansell pada nya


“Aku akan mengantar mu” balas pria itu sembari melangkah menaiki tangga, sebab kamar Airyn berada di lantai atas


“Apa kau yakin mengangkatku, aku sangat berat” seru nya saat menatap malu wajah Hansell yang terlihat cool di hadapan Airyn.


“Ini bukan apa-apa untuk ku sayang, bahkan jika kau lebih gendut dari ini, aku akan sangat bahagia” mendengar hal itu, Airyn hanya bisa bungkam seolah dia tidak ingin menghidupkan tatapan itu lagi, Airyn menengelamkan kepala nya di dada bidang Hansell, dia memeluk pria nya dengan begitu sayang, seolah Airyn benar-benar mencintai pria yang membuat nya kagum.


Diluar ruangan Hansell begitu serius dengan percakapan yang dilakukan nya dengan Darrel, dia begitu fokus dengan apa yang dijabarkan sekretaris itu pada nya, Hansell mencoba menyatukan potongan-potongan masalah yang terjadi kepada Airyn, bahkan dirinya mendapatkan seluruh data tentang Airyn, seluruh masalah Airyn sudah di pahami oleh Hansell, meskipun ada beberapa hal yang ingin dipertanyakan dan diragukan nya, Hansell mencoba untuk mengerti dari sudut pandang kekasih nya, dia mencoba untuk terus memahami keadaan yang terjadi saat ini hingga akirnya Hansell menarik kesimpulan.


“Terimakasih Darrel atas informasi nya, jika ada perkembangan lebih lanjut segera hubungi aku, sekecil apapun kejangalan itu laporkan terus, karna seperti apapun perubahan tetap saja itu mempengaruhi, dan juga selidiki terus Tuan Ji, jangan biarkan dia membangun siasat untuk menyerang Airyn, karna aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi” jelas Hansell kepada Darrel, membuat pria di sebarang sana mengerti apa yang harus dilakukan nya, seketika saja Hansell memasuki kamar Airyn dan menduduki diri memandang kekasih nya yang tengah terlelap tidur.


“Hansell” Airyn melirihkan nama itu, hingga wanita itu memeluk dirinya ketika terbangun dari sadar, perlahan Hansell menundukan pandangan untuk menatap Airyn yang masih setia menutup mata nya


“Apa dia tengah bermimpi?” seketika saja Hansell memperhatikan lebih dalam wajah teduh Airyn, gadis itu tengah tersenyum sembari mata nya masih terpejam “apa yang kau mimpikan sayang” Hansell mengkecup pipi Airyn dengan gemas nya, dia tidak tahu apa yang ada didalam mimpi kekasih nya, namun jika itu membahagiakan tentu saja Hansell ikut merasakan nya.


Perlahan bibir nya mendarat di bibir ranum Airyn, dirinya mengaduh wanita itu seraya memberikan sayang nya disana, Hansell memeluk Airyn dengan begitu hangat, ditambah suhu ruangan yang semakin dingin, membuat dua orang itu melekat di atas ranjang


“Sayang” Airyn melirihkan panggilan itu seraya mata nya belum juga terbuka, meskipun saat ini dia telah bangkit dari alam bawah sadar nya, namun mata Airyn belum mampu terbuka


“apa kau sudah bangun” tanya Hansell saat memandang wanita di pelukan ternyaman itu.


“ahhhhmmmmm” Airyn menguman dengan berat, dia seakan mengeliat dari posisi tidur, membuat Hansell semakin gemas dengan tingkah gadis polos tersebut


“Tidurlah lagi” Hansell memeluk Airyn kedalam rangkulan nya, dia mengusap lembut kepala kekasih nya untuk Airyn tidur kembali di dalam rangkulan dada bidang nya, wanita itu melingkarkan tangan nya ke tubuh Hansell, dia memeluk kekasih nya seakan tak ingin dilepaskan, bahkan Airyn tidak ingin ditinggal kan


“Sayang….apa aku tidur disini?” tanya Hansell kepada wanita itu, namun Airyn membalas nya dengan pelukan erat, membuat Hansell mengerti apa yang di inginkan wanita nya


“Baiklah aku akan bersama mu malam ini” Hansell memeluk Airyn kembali, namun dirinya tidak bisa tidur sebab baru saja bangun, dia masih memikirkan berbagai hal yang terlintas difikiran nya, Hansell menajamkan pandangan nya ke arah tirai itu.


“Airyn” seru Hansell, namun wanita itu tidak menjawab, lantaran Airyn begitu berat membalas nya “Sayang…aku tau kau belum tidur. Apa aku boleh bertanya sesuatu” tanya Hansell


“Apa” seru wanita itu yang masih setia memejamkan mata nya


“Airyn ada masalah apa kau dengan Tuan Ji?” tanya pria itu dengan nada datar, namun Airyn tidak membalas nya “Airyn ceritalah, apa kau tidak percaya pada ku” seru Hansell saat tubuh nya masih memeluk wanita itu.


“Hansell terlalu banyak jika harus aku ceritakan pada mu, tapi nanti kau akan mengerti sendiri, percayalah padaku” seketika Airyn menegadah melihat ke arah pria itu, dirinya menatap Hansell dengan mata bengkak “bagiku untuk menjelaskan semua hal adalah hal yang sulit untuk aku lakukan, tapi aku akan menjelaskan semua nya nanti, selama ini aku tidak pernah menjelaskan apapun kepadamu, karna aku tidak ingin menganggu fokus mu, tapi kau terlanjur megetahui semua nya, nanti aku akan menjelaskan apapun yang kau ingin kan dari ku. Hansell percayalah kepada hal yang kau yakini, dan aku bukan wanita sebaik yang kau kira, jangan percaya padaku, jangan meminta penjelasan ku, karna nanti aku bisa saja mengecewakan mu” tutur nya kepada pria itu


“Kenap aku tidak boleh mempercayaimu? Apa kau melakukan kesalahan?” tanya nya dengan begitu peduli, bahkan Hansell mengusap kepala gadis itu untuk Airyn tidak terbebani dengan pertanyaan nya


“Karna aku tidak sebaik itu, aku tidak ingin kau mengenal ku baik dengan apa yang aku berikan padamu saja, karna pada yang lain aku tidak sebaik itu, aku bukan wanita baik Hansell. Kenali aku secara keseluruhan jangan mengenali aku karna aku baik padamu saja” jelas Airyn dengan keyakinan yang memancar di kilat mata nya.


“Kenapa kau tidak percaya pada dirimu?” Hansell berkata seakan mata nya menajam memandang mata Airyn, namun gadis itu hanya bungkam tanpa mampu membalas nya


"Aku bahkaan percaya pada mu, bagaimana bisa kau tidak mempercayai dirimu. Aku tidak peduli seperti apa dirimu pada yang lain, tapi aku yakin kau bukan gadis yang buruk” tutur Hansell membuat kilatan dimata kekasih nya


“jadi percayalah pada dirimu sendiri, jika kau tidak mempercayai dirimu, bagaimana bisa orang lain mempercayaimu, begitupun sebalik nya, jika kau menganggap dirimu orang yang buruk, orang lain juga akan mempercayai itu” Hansell mengusap lembut pipi kekasih nya, seakan dirinya tak ingi lagi melihat air mata Airyn, sudah cukup kekasih nya menderita, Hansell tidak akan rela jika Airyn terluka


“Terimakasih sudah mempercayai ku Hansell” seru Airyn saat memeluk tubuh pria itu dengan nyaman, dia tidak akan sanggup kehilangan lagi, apalagi kehilangan pria yang di cintai nya ini, membuat Airyn tak akan rela melepaskan pelukan nya.