Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Membujuk Airyn.



“Suami? Istri?” gumamnya dengan tidak percaya “Airyn apa yang di ucapkan pria ini benar?” protes Dall seketika, membuat Airyn menganggukan kepala dengan jujur


“Benar, Hansell adalah suamiku” jelas Airyn dengan pasti, bahkan ia begitu yakin mengucapkannya, membuat Dall tersudut dengan tidak percaya, pujaan hatinya telah dimiliki oleh orang lain, bagaimana bisa Dall menerima ini, tapi apa yang bisa ia lakukan jika ini semua menyangkut Hansell Hamillton, seorang pria yang memiliki kekuasaan melebihi dirinya, hanya hembusan nafas berat dengan penuh beban yang mampu Dall tunjukan


“Airyn…maksudku. Kenapa kau menikah terburu-buru, bukankah ini terdengar aneh, bahkan kau tidak pernah mengatakan apapun tentang calon suami mu, dan Tuan Hansell tidak pernah memberitakan kehidupan pribadinya ke publik, apakah kalian tidak membohongiku” ucap pria itu dengan heboh, bahkan ia merasa patah hati seketika, tanpa harus berjuang, benar-benar sebuah prasaan yang bertepuk sebelah tangan tanpa mampu di selamatkan, mendengar penuturan dari Dall membuat Hansell menyandarkan tubuh sembari melipat tangan dengan tatapan menyelidik, bukankah pria itu terlalu berani dalam mengunakan kata-katanya terkait perasaan terhadap Airyn.


“A-aku mencintai Hansell, dari 5 tahun yang lalu, dan kami telah mengenal cukup lama. Bahkan sebelum mengenalnya dengan baik, aku sudah dekat dengan Hansell. Benar, pernikahan ini mungkin terburu-buru bagi mereka yang tidak tahu, tapi berbeda dengan kami yang saling mengenal satu sama lain, semuanya terjadi karna proses yang sangat panjang, jika sudah begini.Kenapa tidak untuk menikah! Aku rasa ini bukan waktu yang sebentar untuk mengenal Hansell, dan juga aku tidak suka berbohong tentang suatu pernikahan, dan dia benar-benar suamiku” bantah Airyn dengan memberikan penuturan yang jelas, bahkan nadanya saja tidak ada meragu sedikitpun, membuat Hansell yang tadi ingin meletuskan larva emosi, mereda seketika dengan rona pipi malu akibat bahagia.


“5 tahun yang lalu?” celetuk Dall dengan membeo, bahkan ia masih tidak percaya jika Airyn sudah menikah, dan sekarang wanita itu mengakui jika hubungan keduanya terjalin dari lama, membuat Dall merasa terbodohi oleh kenyataaan yang ada di depan mata.


“Bagaimana bisa? Bukankah Direktu Hansell pindah Ke Korea 5 tahun yang lalu, dan kau tidak pernah bekerja di perusahaan HS sebelumya, jadi menurut kesimpulanku, kau berada diluar Negri selama ini, bagaimana kalian bisa mengenalnya?” tanya Dall dengan ingin tahu besar, setidaknya ia perlu memastikan jika ini bukanlah kebohongan


“Tentu saja, sebelum itu aku dan Airyn saling mengenal, bahkan jauh sebelum aku pindah ke Korea, Airyn dan aku sudah saling mencintai. Dan jika kau ingin tahu tentang masa lalu kami, lebih baik kau siapkan waktu seharian penuh untuk mendengarnya, yang jelas malam ini, aku dan Airyn tidak memiliki waktu untuk hal itu, kami perlu melakukan sesuatu untuk membuat buah hati kami” ketus Hansell ketika memotong pertanyaan Dall, membuat Airyn merasa malu akan kata yang suaminya gunakan, bahkan Dall yang mendegar penuturan Hansell semakin tidak percaya dengan jawaban yang diberikan padanya.


“Apa yang kau katakan, apa kau ingin mempermalukanku” bisik Airyn dengan sedikit jengkel, membuat Hansell memalingkan wajah tanpa menghiraukan istrinya


“Astaga” umpat Dall dengan tidak terima, bahkan dirinya belum melakukan perjuangan namun berkali-kali dipatahkan, hanya saja apa yang bisa Dall lakukan, setidaknya menyukai sesorang bukanlah suatu kejahatan, hingga ia ikut bahagia jika saat ini gadis itu bahagia.


Hanya saja kali ini dirinya tidak diposisi yang baik, secara tidak langsung Dall telah menjadi orang ketiga di hubungan mereka “Ini benar-benar gila, bagaimana bisa semua ini terjadi. Bukankah ini tidak adil untuk ku? Aku terlanjur menaruh hati pada Airyn, tapi Direktur Hans yang lebih berhak memiliki wanita itu, meskipun begitu aku tetap mengucapkan selamat untuk pernikahan kalian, meskipun aku sedikit terluka. Tapi maafkan aku Direktur Hans, aku tidak tahu jika Airyn adalah wanitamu” sambung Dall dengan sungguh-sungguh, tentu ia merasa bersalah telah menganggu Airyn yang jelas-jelas wanita Hansell, hanya saja Dall benar-benar menyukai Airyn, hingga ia merasa gila dengan kenyataan ini.


"Sebagai hadiah akibat kemunduranku, aku ingin menikmati makan malam bersama kalian, ku harap anda mengizinkan aku bergabung dimeja ini, karna aku lapar sekali. Berhubung kita saling kenal, aku rasa makan bersama tidak terlalu merepotkan, semoga direktur Hansell memberikan sedikit hati untuk menerima kehadiranku” lirih pria itu dengan nada memaksa, membuat Hansell merasa jengkel hingga secara langsung menolak tanpa memberikan pertimbangan.


“Pelayan” panggil Dall seketika, bahkan belum sempat Hansell menghentikan perkatanya, pria itu dengan lancang mengabaikan tatapan membunuh, bahkan ia memesan menu tanpa melihatnya, sadar akan kelancangan Dall, Airyn bertingkah masa bodoh seolah tidak ingin terlibat.


Melihat istrinya memaingkan wajah tentu tidak ada yang bisa Hansell lakukan selain megalah, setidaknya ia harus terlihat dewasa dan pengertian, meskipun Hansell berusaha keras menerima dengan hati sempit, setidaknya ia mengerti posisi laki-laki itu.


Karna sangat tidak sopan mengusir orang asing setelah memesan makanan, jadi atas hal ini Hansell mencoba mentoleransi sikap pria itu.


Airyn yang tidak ingin terlibat atas percakapan keduanya, mencoba menikmati makanan tanpa mempedulikan tatapan suaminya, bahkan ia menekuk wajah kearah bawah, hingga rambut Airyn menutupi sebagian pandangan Hansell, tentu itu sangat menganggu istrinya saat menikmati makanan.


Sedangkan Dall begitu serius memperhatikan Airyn, membuat darah Hansell mendidih, hingga pria itu terbakar api cemburu akan pandangan penuh sendu. Tapi bagaimana lagi, ia sadar Dall memiliki niatan baik kepada Airyn saat ini, membuat Hansell berusaha menahan kesabaran.


Setidaknya jika pria itu berani macam-macam mungkin Hansell akan menyingkirkan tanpa memberi ampun.


Perlahan jemari Hansell menyibakan rambut istrinya untuk dikucir kearah belakang, tentu saja hal itu sangat menganggu Airyn yang tengah menikmati makanan, tapi ia sudah biasa dengan sikap perhatian Hansell penuh sayang, bahkan pria itu sangat cekatan mengikat rambut istrinya secara rapi tanpa menghiraukan pandangan cemburu yang saat ini menguasai batin Dall.


Sedangkan Airyn yang tidak peduli lagi akan tindakan suaminya, terlalu fokus melahap makanan yang ada, meskipun dirinya masih menekuk wajah dan menguyah makanan yang ada di wadah.


Hansell hampir selesai dengan aktifitas kuciran rambut istrinya, hingga memperlihatkan tulang pipi Airyn yang simetris dengan dagu lancip, bahkan saat ini Airyn mempertontonkan keindahan seperti dirinya biasa.


Secara implusif tangan pria akan memberikan usapan manja dikepala wanita, begitupun dengan Hansell yang tengah memandang binar kepada istrinya, hingga Dall yang sedari tadi merasakan hawa panas, semakin membuat tubuhnya tidak nyaman, berada diantara mereka.


“Wah, anda kejam sekali Direktur” decak Dall dengan senyum sungging yang ia berikan secara sengaja, baginya Hansell benar-benar laki-laki kejam yang tidak menghiraukan perasaan orang lain yang menaruh hati pada istrinya.


"Bukankah kau yang kejam, dengan sengaja menganggu makan malam pasangan suami istri, bakan tidak ada segan hingga mendudukan diri tanpa ada persetujuan kami” ketus Hansell dengan tatapan sinis, membuat Dall tidak percaya jika Hansell memiliki lidah tajam yang sangat menyakitkan


“Hansell, jangan begitu” tegur Airyn seketika, membuat Dall tersenyum sedangkan Hansell merengut kesal.


Padahal Airyn sudah membatasi perutnya dengan asupan yang dikonsumsi, tapi entah kenapa ia sangat tergugah akan makanan yang Dall miliki malam ini.


“Makanlah, aku pesan lagi” sodor Dall seketika, tentu saja ia paham, Airyn menginginkan miliknya


"Apakah boleh?” tanya Airyn dengan gembira, membuat pria itu menganggukan kepala seketika, sedangkan Hansell menatap curiga penuh ketidak sukaan yang amat nyata.


“Tidak!! Kau pesan saja, biarkan dia menikmati makananya” dengus Hansell dengan kesal, seolah ia menolak pemberian Dall kepada istrinya secara mentah-mentah.


“Kenapa anda jahat sekali, biarkan Airyn menikmatinya, aku bisa memesan makanan yang baru” kekeh pria itu, membuat Airyn menganggukan kepala seoalah setuju bahkan ia memandang kearah suaminya untuk mengizinkan saja, tapi Hansell terlanjur memakai hati atas sikap Airyn.


“Tidak!!! ” bantah Hansell dengan nada mengancam, bahkan sorot mata tanjamnya terlihat ganas untuk menghentikan keinginan Airyn, membuat wanita itu tertegun tanpa mampu melawan apapun, perlahan senyum Airyn memudar, Ia menyudahi makananya begitu saja, sambil beranjak dari sana, setidaknya ia tidak boleh menangis dihadapan orang asing akibat Hansell


Apakah perlu Hansell berucap sekasar itu padanya, dihadapan orang lain, seolah Airyn tidak penting.


"Apa mereka bertengkar?" Gumam Dall saat memandangi punggung Airyn yang menjauh pergi


"Aku pergi dulu" sontak kalimat dingin Yang Hansell lontarkan, menarik kesadaran pria itu, entah kenapa tatapan mengerikan itu benar-benar menganggu Dall, seolah tidak ada apun bagi dirinya


Jika sudah begini, apakah dirinya telah membuat kesalahan?


****


“Airyn kau kenapa?” tanya Hansell dengan bingung, melihat istrinya menangis diatas ranjang sambil membelakangi nya, bahkan saat Hansell menyentuh Tubuh wanita itu, Airyn menepis begitu saja, seolah enggan untuk di sentuh.


Tentu rasa binggung dan bersalah melanda dirinta, tapi ia tidak sadar akan sekeras itu pada Airyn, hingga istrinya merasa tersakiti.


“Aku hanya ingin makan pasta, dan kau melarangnya. kenapa kau jahat sekali!” bentak Airyn, dengan tagisan yang semakin menderas, hingga membanjiri bantal yang menumpu wajahnya


“Kau bisa menikmatinya sayang, tapi memesan lagi makananya, bukan menikmati milik Dall, apa kau tidak tahu aku sangat cemburu” ucap Hansell sambil mengusap kepala istrinya dengan penuh sayang, seolah ia sangat bersalah atas sikap kasarnya.


“Tidak mau. Aku mau mamakan pasta miliknya, kau jahat sekali, hanya sebatas pasta, kau sekejam itu memperlakukanku. Bahkan di hadapan orang lain, kau membentak ku seperti itu, tidak kah kau fikir itu sudah kelewatan! Sedangkan masalah sekecil ini saja kau mampu begitu, bagaimana jika masalah besar? Mungkin kau dengan mudah mencampakan aku jika tidak membutuhkanku lagi” dengus Airyn dengan suara sesungukan, bahkan matanya telah mengecil saking tersedu-sedu saat bicara


Mendengar istrinya terisak seperti itu, tentu Hansell menahan emosi secara penuh, ia tidak bisa tersulut amarah yang akan membakar kesabaranya, jika Airyn bertingkah seperti ini, bukankah Hansell perlu mengalah untuk tidak meprovokasi keadaan agar semakin parah.


“Airyn apa yang kau katakan. Tidak mungkin aku melakukan itu, aku hanya sedikit cemburu, maafkan aku ya.. ” lirih Hansell dengan nada rendah, bahkan ia begitu memohon kepada istrinya, agar Airyn berhentu menangis.


Tentu saja pria itu sangat menyesal telah menolak keinginan Airyn, jika mengetahui respon Airyn akan begini, mungkin Hansell akan membiarkaan dirinya menikmati makanan Dall, sekalipun ia terbakar api cemburu dan kesal.


“Lepaskan tanganmu” tepis Airyn dengan kasar ia begitu enggan memaafkan suaminya, bahkan tidak sudi membalikan wajah dan melihat kearah Hansell


“Airyn.....Maafkan aku ya sayang. Aku benar-benar menyesal. Apa yang kau inginkan untuk memaafkanku?” tanya Hansell dengan bujukan manja, ia mencoba bicara pelan-pelan untuk memperbaiki mood istrinya, setidaknya ia harus bisa mendapatkan maaf dari wanita itu. Jika tidak,


Mungkin Hansell akan tinggal di kutup paling dingin akibat perang dingin yang akan terjadi.