
Airyn sibuk membuatkan makanan untuk Angel, dia menyelesaikan dalam waktu 10 menit, sedangkan Hansell baru saja selesai memeriksa beberapa laporan yang di Email kan Darrel ke ponselnya, Hansell berlalu keluar kamar, untuk melihat angel yang tengah menyantap sarapan bersama Airyn, ia mencium kening adiknya sambil memberikan senyum kepada Airyn, tentu saja Airyn tersedak dengan makanan yang ia kunyah, Airyn tidak menyangka Hansell akan keluar dengan wajah tanpa dosa, bahkan Airyn begitu kikuk ntuk memandang mereka berdua.
Apakah Hansell gila kelur dari kamar Airyn untuk menyapa adiknya, apakah pria itu tidak berfikir hal ini bisa saja membuat Angel salah paham
“Kakak, apa tidur mu nyenyak?” tanya Angel dengan begitu bahagia kepada Hansell.
“Tentu saja, aku bersama calon kakak iparmu semalaman, tentu kakak sangat menikmati kualitas tidur yang nyeyak” balasnya sambil memandang Airyn, membuat Airyn semakim tersedak, hingga dadanya begitu sakit.
"Apa kau tidak bisa mengunyak makananmu dengan baik" seru Hansell dengan wajah khawatir, sambil memberika munuman itu pada Airyn.
"Kak Airyn, apa kau baik-baik saja?" timpal Angel pada Airyn, membuat Airyn menganggukan kepala setelah menandaskan minuman yang diberikan Hansell padanya.
"Iya, aku baik-baik saja" serunya seraya menundukan kepala dengan gugup, membuat Angel memandang kakaknya yang kelewatan untuk bercanda dengan gadis cantuk itu.
“Airyn, apa kau tidak membuatkan sarapan untuk ku?” tanya Hansell pada gadis yang nantinya akan menjadi istrinya, membuat Airyn mengangkat kepala, menatap pria itu.
“Ada, tunggulah sebentar” Airyn berlalu dengan cepat ke arah dapur, dia meraih piring untuk mengambilkan sarapan yang sudah ia buatkan untuk Hansell, sedangkan Angel hanya tertawa pelik melihat kelakuan kakak iparnya yang sangat malu.
“Hentikan tawamu” tegur Hansell dengan pelan, seraya memperingari adiknya.
“Kenapa kak Airyn begitu gugup kak, sedari tadi sikapnya seperti orang yang sudah ketahuan berbuat salah saja” bisik Angel dengan pelan ketelinga kakaknya, membuat Hansell tersenyum untuk memberi peringatan kepada Angel, jika Airyn tidak terbiasa dengan hal seperti itu.
Airyn menyodorkan beberapa potong roti dengan olesan mentega dan sayuran kepada Hansell, tentu dilengkapi protein dan daging yang sudah ia pangang, pria itu mengucapkan terimakasih untum menyantap sarapannya hingga tuntas, meskipun sarapan Airyn begitu sederhana tapi jika dirinya yang menyiapkan selalu terasa begitu nikmat. Sepertinya tangan Airyn memang diciptakan untuk melezatkan makanan apapun yang dibuat.
Setelah selesai makan, Hansell memeriksa jam tangan yang ada dipergelangan tanganya, sambil mencium kening Angel yang ada disampingnya. “Airyn aku harus kekantor, terimakasih atas sarapannya” terus pria itu pada Airyn.
“oh baiklah, hati-hati di jalan” seru Airyn pada kekasihnya, membuat Hansell merasa. lucu atas sikap Airyn yang begitu canggung.
Baru saja Hansell berdiri dari sana, sambil mengambil jas yang ia bentang di pinggir kursi, pria itu tanpa segan mencium. kening kekasihnya di hadapan Angel, membuat Airyn tertegun saat mengigit sarapan yang belum sempat dikunya, dia tidak percaya Hansell seperti orang tidak berdosa melakukan hal memalukan di depan adik wanitanya, Airyn seperti kehilangan muka di depan Angel, sedangkan gadis muda yang menyaksikan dua sejoli di depan matanya, hanya tersipu malu melihat tingkah agresif kakak kandung nya itu.
“Angel......” lirih Airyn untuk memperingati Angel, seakan menanggung beban kesalahan disuara nya, bahkan dirinya tidak melihat ke arah Angel saat bicara.
“Kak Airyn, kenapa kakak begitu malu, bukankah kakak, adalah calon kakak ipar ku. Kenapa menundukan kepala begitu?” tanya Angel untuk mengoda calon kakak iparnya.
“Kakak ipar, aku belum menjadi kakak ipar mu” tukas Airyn seolah meracau tak karuan, dia membersihkan makanan yang belum selesai dihabiskan, Airyn pergi meletakan piring di dapurnya. Tentu saja Angel mengerti Airyn sangat malu karna ketahuan menghabiskan malam dengan kakaknya, namun Angel bahagia jika wanita seperti Airyn yang menjadi kakak iparnya. Meskipun sedikit dingin, namun Airyn adalah orang yang lurus dan jujur, membuat Angel mengenali hanya dalam beberapa waktu bersama.
*****
Hansell bersiap-siap kekantor untuk melakukan aktifitasnya seperti biasa, sedangkan Airyn masih sibuk berduan dengan Angel diruang tamu, bahkan calon adik iparnya itj masih sibuk mengoda dirinya, membuat Airyn tidak mampu menahan malu hingga rona merah dikedua belah pipi merekah, setelah beberapa saat mereka duduk bersama untuk berbicara, membuat Airyn lupa diri jika dia memiliki banyak pekerjaan menumpuk.
“Angel, aku ingin menyelesaikan beberapa pekerjaan dulu, apa kau tidak keberatan di sini?” tanya Airyn pada gadis itu, membuat Angel memandang Airyn, seolah tidak keberatan sama sekali.
“Tidak masalah, tapi apa kakak akan keluar?” tanya Angel untuk membalas perkataan yang berusan di lontarkan calon kakak iparnya.
“Tidak aku hanya dirumah saja. Ada beberapa rapat yang harus aku jalankan dengan virtua, untuk itulah aku ingin ke kamar” timpalnya.
“Ooh begitu, baikalah, aku akan menyelesaikan drama ini. Bekerjalah kak” balas Angel dengan tersenyum, membuat Airyn mengusap kepala gadis itu. Bahkan ia membuatka cemilan yang rendah karbobidrat dan tinggi protein, serta jus leci yang disukai Angel. Setidaknya Airyn bisa tenang menjalaskan rapat yang akan ia lakukan di kamarnya.
*****
Rapat melalaui media virtual itu, cukup berkesal bagi para staf yang tengah memaparkan perkembangan bulan ini, terkait beberapa kendala yang tengah dihadapi, Nona Petrov tidak permah melonggarkan dirinya saat melakukan pekerjaan, karna itulah ia terkenal sangat dingin namun penuh karisma pemimpin yang mendominan.
Setelah selesai Airyn keluar untuk melihat Angel yang sudah tengah terlelap diruang tamu, dengan layar televisi yang masih menyala di depanya, bahkan cemilan yang Airyn buatkan sudah habis hingga tandas, seakan tampak jelas wanita itu menghabiskan banyak cemilan untuk menonton drama.
“Gadis ini, masih saja seperti remaja” Airyn tersenyum melihat sikap Angel saat berada di rumahnya, selama ini tidak pernah ada wanita yang seperti Angel di dalam hidupnya, memberantaki rumahnya, bahkan tanpa rasa takut merepotkan Airyn, sebab semua orang selalu merasa takut berhadapan dengan Airyn, mereka tidak memperlakukan Airyn layaknya seumuran, melainkan memberi hormat untuk menyanjung dirinta setinggi mungkin, bahkan beberapa orang hadir untuk sebuah keuntungan, dengan hal seperti itu mana bisa Airyn berteman dengan mereka.
Tapi Angel berbeda, dia tidak merasa takut dengan dirinya, tidak memberi hormat kepadanya, tidak menjilat untuk dianggap setara, bahkan wanita itu seperti tidak peduli tentang siapa Airyn sebenarnya, dia berlaku seperti orang biasa untuk memperlakukan Airyn seperti temannya, bahkan Angel tidak memperdulikan apapun dan lansung menjalin hubungan akrab dengannya, mungkin hanya Angel yang bisa memperlakukan Airyn seperti manusia.
Airyn menutup toples cemilan yang terbuka, seketika dia mematikan televisi yang masih menyala, dan memperbaiki tumpuan kepala Angel, gadis itu masih terlelap dengan nyenyak, membuat Airyn tersenyum bahagia kearahnya
******
Di sore hari, Hansell pulang dari kantor lebih cepat dari biasanya, dia terlebih dahulu menghampiri apartemen Airyn untuk melihat adiknya yang tengah tidur disana dengan selimut yang menghagatkan tubuhnya, melihat pemandangan ini Hansell sangat bahagia, Airyn benar-benar membuatnya bangga, bahwa Angel dapat menerimanya dengan suka rela.
Gadis itu sibuk membuat makanan untuk makan malam mereka, sedangkan Hansell tengah menyeruput teh yang di buatkan Airyn untuknya, tentu saja dirinya tengah memandangi wajah Airyn yang penuh keringat, namun bagaimanapun Hansell memandang, Airyn memang sangat cantik bahkan saat dirinya di dapur gadis itu terlihat sangat seksi.
Hansell telah lama ingin mencobanya, bahkan saat mereka berada di Tiongkok dia sangat ingin mencoba hal itu, perlahan Hansell melangkah kearah Airyn, dia berjalan mendekat seakan ingin sekali memancarkan keinginan yang mengebu-gebu, tentu saja melihat sorot mata yang langsung melaserkan keinginan karah Airyn, membuat ia menangkap ada hal aneh yang dipikirkan kekasihnya.
“K-Kau tidak mungkin melakukankya kan, aku tengah sibuk Hansell” celetuk Airyn dengan gugup saat tubuh Hansell mulai memeluk dirinya dari belakang.
“Jenapa tidak, aku sangat ingin melakukannya, apa kau tidak tau hal-hal seperti ini sangat romantis” tangan Hansell telah melingkar di pinggang Airyn begitu lekat dari arah belakang, membuat Airyn terdiam dengan tingkah menyebalkan yang hansell lakukan, tentu saja dia mematikan kompor yang menyala agar tidak terjadi apa-apa
“Kau sepertinya juga ingin bukan” seru Hansell di telinga gadis itu, membuat Airyn berdecak kesal ketika membalikan badan mengahadap Hansell.
“T-Tidak" seru Airyn dengan gugup.
"Kau bahkan mematikan api kompor, bukankah ini menjadi sebuah kode untuk ku. Jujur saja kau juga menginginkanya kan” paksa Hansell saat berbisik di telinga Airyn, membuat gadis itu merasa risih seolah Hansell mengendus bagian telinganya, bahkan membuat tubuh Airyn merinding mendengarkan lontaran kata dari bibir Hansell.
“Hansell, aku hanya tidak ingin nanti kau kena minyak panas, menjauhlah sedikit, sebentar lagi makanan ini akan siap” pinta gadis itu kepada Hansell, tentu saja Hansell tidak megindahkan perkataan Airyn, bahkan ia terus menganggu Airyn.
Hansell mencium pundak Airyn yang terbuka dari arah belakang, bibirnya menempel di permukaan kulit Airyn yang berkeringat, bahkan dia mengenduskan nafasnya untuk membuat tubuh Airyn bereaksi, tentu saja dirinya telah berhasil melakukan itu, Airyn meloloskan desahan yang amat pelan, Hansell membalikan tubuh Airyn sambil mencium keningnya, dia bahkan mengabsen satu persatu sudut di wajah wanitanya, hingga meninggalkan penutupan dibagian bibir yang polos dan manis itu, dilumat dengan amat manis, Hansell begitu menikmati dibagian bibir ranum milik Airyn.
Di dalam hidupnya Airyn adalah salah satu hal berharga yang tidak bisa diberikan dan dibagikan kepada manusia manapun. Dia mencumbu Airyn dengan sangat posesif, setiap kali dirinya menikmati setiap kali fikiran posesif itu terjadi. Membuat Hansell memanaskan permainan mereka, sekarang Airyn mencoba menerima apa yang dilakukan oleh prianya, dia merilekskan tubuh untuk merasakan lemburan cinta dari Hansell.
“Kakak” seru Angel yang tiba-tiba terduduk dari tidurnya, bahkan kedua matanya masih setia terpejam, suara gadis yang barusan bangun tidur itu menghentikan Hansell dan Airyn yang ada di dapur.
“Brak....”
Panci penggorengan itu terjatuh lantaran Airyn cukup kaget mendengar suara Angel, dia tidak sengaja menyengol panci yang berada di atas kompor yang baru saja dimatikan olehmya, membuat minyak yang berada didalam sana tumpah kekaki jenjang milik Airyn.
“Agh....” Airyn mendesis kesakitan, membuat Hansell terkejut dengan apa yang terjadi barusan, begitupun Angel dia yang masih berada di angan-angan tersadar dari bayangan mimpinya, sambil membuka mata melihat ke arah suara, terlihat kakak kandung dan calon kakak iparnya berada di dekat dapur, yang satu mendesis kesakitan yang satu khawatir tak kepalang.