
Semuanya berjalan dengan lancar, Airyn tengah memeriksa beberapa laporan yang diberikan staff Hotel padanya, tentu saja ia belum menemukan apa yang di inginkan, bahkan mereka semua terkesan menutup-nutupi dari perusahaan, jika sudah begini Airyn tidak memiliki waktu untuk menunggu, ia perlu mengunggkapkan semua fakta dan bukti yang dimiliki, setidaknya dengan begitu Airyn akan kembali ke Soul sesegera mungkin, agar Hansell dapat bekerja seperti semula, pria itu bertahan disini dan mengabaikan tanggung jawabnya hanya untuk menetap dengan Airyn, melihat hal itu tentu ia perlu mencari jalan keluar, salah satunya dengan tidak membuang-buang waktu, sebenarnya Airyn bisa menyelesaikan masalah hotel dengan cepat, tapi ia teringat akan perkataan Hansell yang tidak boleh memperlihatkan belang dirinya, hal itu bisa saja mengundang orang lain mencari tahu tentang Airyn, sedangkan Nona Petrov mengiginkan semua orang mengabaikan kehidupannya.
Seketika saja, teh organik yang Airyn seruput dengan nikmat, meloncat dari indra perasanya yang mengiyurkan, ia menyaksikan Hansell berjalan bersama wanita yang tidak asing dikedua matanya, meskipun wanita itu sedikit berumur, tapi tetap saja, wanita itu pernah menjadi rekan bisnisnya dimasa lampau, Airyn tidak menyangka ia akan berjumpa lagi dengan orang menyebalkan bernama Lin, orang itu sekarang bersama suaminya, sudah bisa dipastikan jika Hansell memiliki kerja sama dengan orang Tiongkok.
Mengigat terakir kali, saat perusahaan Airyn yang berada di Tiongkok mengambil Tander dari mereka, Grup Cheng mempersulit hanya karna Airyn bukan orang Tiongkok asli, mengetahui hal itu, tentu Airyn membalasnya dengan sedikit sentilan, ia menjatuhkan harga saham Grup Cheng, hingga mereka hampir Collaps dan membengkakan hutang di Bank, untuk pertamakalinya Grup Cheng menjual sebagian saham yang mereka miliki degan harga rendah, supaya mampu menangulangi beberapa kerugian yang sudah terjadi.
Di sisi lain, Airyn diam-diam membeli saham mereka, bahkan membuat Grup Cheng tidak mengetahuinya, dalam waktu dekat, Airyn meningkatkan Harga saham yang ia miliki, bahkan membuat stabilitas yang akurat hingga Grup Cheng tercengang tak percaya, dari sanalah Grup Cheng menyadari jika perusahaan APV Petrov sulit untuk dipermainkan dan ditandingi, apalagi berurusan dengan Nona Petrov yang berbahaya, sebab perusahaan yang bergerak dibidang Jasa, Keuangan, Properti, Barang, Industri hiburan, dan ambil alih dalam gerakan sosial hingga masih banyak lagi, mengalami dampak yang signifikan di pasar perdagangan saham diakir tahun lalu, hal ini bukti nyata, jika Airyn bisa saja melakukan apa yang dia inginkan, jika wanita itu menaruh nafsu besar dalam memilikinya, bahkan Tander yang ditawarkan oleh Grup Cheng tidak sebanding dengan apa yang Petrov miliki, hanya saja ia ingin mengambil Tender tersebut untuk memperluas relasinya di Tingkok, tapi cara yang dilakukan Grup Cheng, untuk mengintimidasi APV Petrov terlalu kekanak-kanakan, hingga meruntuhkan harga diri Airyn, sebagai pemegang kekuasaan pertama.
Sekalipun ia berhasil membungkam Grup Cheng, tetap saja Airyn merasa kesal mengalahkan musuh yang tidak sebanding dengan derajatnya, seolah orang dewasa memberi anak-anak pelajaran dengan mengambil alih permen yang mereka sukai.
“Kenapa wanita itu bisa bersama Hansell, dan kenapa malah bertemu di Jeju? Aih sial, apa Hansell mengambil kerjasama dengan Grup Cheng!” Batin Airyn dengan penuh pertanyaan, tentu ia tidak ingin ketahuan sebab telah menyembunyikan diri tanpa sadar, Airyn terlanjur mengangkat daftar menu dan pura-pura membalikan nya, hingga hansell menyadari akan sikap istrinya, namun ia memahami, mungkin saja Airyn tidak senang bertemu kenalanya.
“Silahkan duduk nona Cheng” ucap Hansell dengan sopan, membuat wanita itu mendudukan diri dengan senyuman yang di berikan, Cheng Lin merasa tersanjung berkenalan dengan pria tampan seperti Hansell, ia diutus ke Jeju untuk membicarakan bisnis dengan perusahaan HS, yang dulu diketahui Cheng Lin dipimpin oleh orang berumur, tentu saat itu Tuan Barrack Hamillton yang masih memimpin, tapi siapa yang menduga jika sekarang perusahaan Hamillton memiliki pemimpin Segagah Hansell, bahkan menjadi ahli waris kekayaan Hamillton, tentu perintah ayahnya kali ini seperti keberuntungan yang diberikan Tuan Cheng pada putrinya.
“Bagaimana dengan tawaran yang kami berikan Nona Cheng? Apakah ada yang ingin anda tanyakan atau dikoreksi dari proposal yang kami ajukan ke China” ucap Hansell seketika, sabil duduk dengan sikap tenang, membuat wanita itu mengelengkan kepala tanpa sadar, seolah ia tidak keberatan sama sekali, bahkan sedari tadi ia hanya menatap dengan pandangan penuh senyum, membuat Hansell sedikit risih jika berlama-lama disini
“Apakah anda bisa membaca beberapa proposal yang saya ajukan? mungkin saja ada hal yang perlu anda perhatikan, agar nanti tidak terjadi kesalahan” ucap Hansell, sambil menyodorkan berkas yang disiapkan oleh pelayan kehadapan Nona Cheng, namun baru saja Hansell memberikan berkas itu, Cheng Lin langsung tersenyum dan merapikan nya kembali, tanpa membaca sedikit berkaspun, membuat Alis hansell menajam dengan melirik panjang penuh ketidaksukaan
“Tuan Hansell, saya percaya dengan anda, saya rasa kita tidak perlu membahas tentang bisnis, sebab kami telah membaca proposal yang anda ajukan secara Email, saya rasa semuanya sudah cukup jelas” ucapnya dengn nada riang, membuat Hansell tersenyum sungging dengan rasa jengkel “Apakah kita bisa menandatangani kontaknya saja?” ucap wanita itu seketika dengan tawaran menggoda, membuat Hansell terdiam, bagaimana mungkin wanita itu tidak mencurigakan apapun, sekalipun Hansell tidak melakukan kecurangan, tapi Tender yang ia tawarkan bernilai Trilliunan Dolar, bahkan ini terbilang tidak sedikit, tapi orang didepan nya bertingkah manis seperti memberikan permen kepada orang lain,
Wanita itu membuka Boltpoin dari tutupnya, tanganya melayang untuk mengoreskan tinta kepada kertas kontrak yang Hansell ajukan, seketika saja pria itu meraih seluruh kertas-kertas dan menutupnya dengan kasar, membuat mata Cheng Lin terhenti akan tingkah tidak ramah yang ditampilkan Hansell padanya.
"Apa aku melakukan kesalahan?" Batin Cheng Lin dengan melirik takut
“Maaf nona Cheng, saya memang mengajukan kerjasama dan mengambil Tander diperusahaan anda, hal itu karna saya mempercayai Grup Cheng yang memiliki kualitas bagus di Tiongkok, tapi jika anda menyetujuinya begitu saja, sepertinya kita bisa membatalkan kerjasama ini. Bahkan hal sepenting ini saja anda bisa meremehkan, bagaimana nanti saat semuanya dijalankan, saya tidak bisa bekerjasama dengan orang yang tidak teliti dan terlalu implusif dalam mengambil keputusan, sekalipun anda mempercayai saya, sebagai mitra bisnis kita seharusnya menjalankan kerjasama sesuai prosedur yang ada dan sesuai standar. Maaf jika anda tersinggung Nona Cheng, tapi saya tidak berminat lagi melanjutkan kerjasama kita” ketus Hansell dengan geram, membuat wanita itu terdiam, ia terlalu terpesona akan ketampanan Hansell, hingga melupakan jika pria itu adalah orang yang tegas dan juga disiplin, bahkan rumor mengatakan Hansell Hamillton pengusaha yang lurus dan amat dihargai, biasanya semua rekan kerjanya akan merasa tersanjung dengan sikap yang ia tampilkan, tapi kali ini Cheng Lin menemukan orang yang bisa meruntuhkan kepercayaan dirinya, benar-benar menantang Adrenalin seorang putri dari keluarga Cheng.
Seolah pria seperti Hansell adalah tipe suami yang di incarnya selama ini, sekalipun pria itu terlihat muda tapi jiwanya amat dewasa, Cheng Lin tidak akan melepaskan mangsa sedap didepan mata begitu saja, sekalipun ia berburu dengan darah dan harus bersusah payah.
“Maaf tuan Hansell, saya terlalu mempercayai anda, sebenarnya saja sedikit gugup. Tapi kalimat anda berhasil menyadarkan saya, saya minta maaf atas sikap yang tidak mengenakan, yang tanpa sengaja diberikan dipertemuan pertama kita, tapi saya berharap kerjasama ini tidak perlu dibatalkan begitu saja Tuan Hans, mengigat feedback baik yang diberikan kepada dua perusahaan” ucapnya dengan nada meyakinkan, bahkan ia menundukan tubuh dengan ritme lambat untuk menunjukan kesungguh-sungguhan, membuat Hansell mempertimbangkan kembali ucapan wanita itu, ia tidak mempermasalahkan apapun, selain sikap ceroboh yang dilakukan rekan kerjanya kali ini, mungkin dengan gertakan tadi sudah menyadari wanita itu, jika Hansell tidak main-main dalam sebuah kerjasama.
“Baiklah, saya berterimakasih jika anda menghargai prosedur ini dengan bijak, dan saya minta maaf telah bersikap kurang sopan” tutur Hansell seketika dengan wajah datar, sekalipun ia membatalkan kontrak ini, tentu akan berbelit-belit, lebih baik Hansell mengalah dan menyetujui saja, agar cepat berakir.
Sadar akan terjadi kerjasama dengan Hansell, membuat Cheng Lin mengambil berkas yang diajukan Hansell untuk dibacanya secara perlahan, saat dirasa semuanya aman dan susai harapan, Cheng Lin dengan senang hati mengambil bolpoint yang sempat ia lepaskan, baru saja titik itu didaratkan kelembaran kertas, seseorang datang dan merebut kontrak kerjasama dua perusahaan, membuat Hansell terdiam begitupun dengan Cheng Lin yang merasa sangat kesal, orang yang ikut campur dan kurang sopan itu, adalah wanita yang amat ia benci.
“Kakak, bagaimana bisa kau melakukan kerjasama seperti ini, apa kau akan mempermalukan Grup Cheng” ucap Airyn dengan kalimat hinaan, sambil membalikan berkas-berkas yang ia baca secara marathoon
“Kau! Apa yang kau lakukan” bentak Cheng Lin atas ketidak percayaan, ia masih mengigat jelas tentang wanita itu, wanita yang membuat dirinya merasa amat malu dan diragukan oleh keluarga Cheng dimasa lampau, sekarang dengan wajah tanpa bersalah, dia ikut campur dengan urusan bisnisnya, tentu Cheng Lin tidak mampu menerima hal ini, sekalipun Nona Petrov memiliki kekuasaan yang tidak sebanding dengan Grup Cheng, seharusnya Nona Petrov tidak boleh bertingkah angkuh seperti ini.
Namun Cheng Lin sudah mengenali musuhnya, ia sangat paham, jika Nona Petrov tidak akan menyentuhkan tangan jika lawanya tidak keterlaluan, dan selama ini Grup Cheng amat menghindari Nona Petrov, dan Cheng Lin memanfaatkan sisi kemanusian Nona Petrov ini dalam berbisnis, tapi kali ini, wanita itu dengan berani ikut campur dengan urusan bisnisnya, tentu Cheng merasa terhina hingga amat jijik.
“Kenapa memangnya jika aku ikut campur Nona Lin? Apa kau tidak suka!” balas Airyn dengan sedikit membentak, ia melemparkan kontrak itu kearah meja tepat didepan Cheng Lin, dan melirik sekilas lalu kepada suaminya.
"Apa! kau memanggilku Nona Lin! apa kau gila! Aku nona besar grup Cheng, seharusnya kau memanggilku. Nona Cheng. Astaga ada apa denganmu Nona Petrov" Bentak Cheng Lin dengan tidak suka, seolah Airyn tengah menghina dirinya.
Wanita yang mengabaikan Cheng Lin dengan terang-terangan melirik kearah suaminya, sambil melipat kedua tangan dengan wajah angkuh. Membuat Cheng Lin tidak percaya atas kelancangan Nona Petrov, bahkan ia mengumpat saking geramnya.
“Tuan Hansell, sepertinya anda tidak berniat melanjutkan kontak kerjasama dengan wanita seperti ini, bukan? Bagaimana jika perusahaan saya di Tiongkok yang akan mengambil kerjasama dengan perusahaan anda Tuan?” ucap Airyn kepada Hansell sambil berpangku tangan, tentu pria itu binggung dengan istrinya yang bertingkah seperti orang asing
“Ai…” baru saja Hansell membuka mulutnya untuk bicara, Airyn segera mengangkat tangan untuk menghentikan
“Tuan Hansell, saya akan memberikan feedbeck yang lebih baik dari Nona Lin, dan tentu saja kerjasama yang lebih matang dari yang mereka ajukan, sepertinya anda memilih mitra bisnis yang salah, bahkan dengan hal kecil saja ia mampu ceroboh akan perusahaan nya, melihat Tender yang anda ajukan kali ini, sangat sangat tertarik. Hanya saja sangat disayangkan jika jatuh kepada Nona Lin yang tidak Kompeten dan ceroboh” jelas Airyn dengan penekanan yang kasar, sambil menajamkan mata penuh hinaan kepada Cheng Lin, yang sedari tadi menahan geram pada nya.
“Permisi Nona Petrov, sepertinya anda telah melampaui batasan, perusahana HS terlebih dahulu mengajukan kerjasama akan Tander yang mereka lakukan, bukankah ini sudah masuk kedalam kontrak antar perusahaan, jika ia membatalkan kerjasama, kami akan menagih penalti sesuai kontrak, tentu anda sadar jika itu bukan uang yang sedikit” ancam Cheng Lin kepada Airyn, untuk diselubungi kepada Hansell didepan nya.
“Katakan saja nominalnya, aku akan membayar uang penalti itu” sambung Airyn dengan nada dingin, ia bahkan tidak berfikir untuk bicara, sekalipun Airyn sadar jika uang Penalti yang diberikan akan berjumlan Trulliunan, tapi baginya uang itu tidak penting, yang terpenting adalah suaminya, yang akan dijadikan mangsa dengan wanita tua seperti Cheng Lin.
Sedari tadi Airyn telah memperhatikan wanita itu, ia bahkan melihat Hansell seperti mangsa sedap di depan mata, bahkan tingkah wanita tua hadapan suaminya sangat mengerahkan untuk Airyn secara pribadi, tampak sekali Nona Cheng menginginkan Hansell bukan sekedar rekan kerja, namun lebih dari itu, sadar akan wanita lain yang terpesona pada suaminya, Airyn perlu bertindak sekalipun dirinya terlihat konyol.
“Airyn. Apa yang kau lakukan” Hansell menarik tangan istrinya dengan geram, nada suaranya bahkan terdengar seperti membengak, hinngga kedua wanita itu berhenti berdebat.
Hansell sadar jika Airyn tidak menyukai Nona Cheng, tapi seharusnya ia tidak bisa melibatkan masalah kerjaan dengan pribadi di suatu bisnis, sedari dulu Hansell menerapkan ini pada dirinya, dan juga pada Airyn “Berhenti bermain-main, dan jangan ikut campur dengan pekerjaanku! ” tegas Hansell dengan sorot mata yang menajam, ia tidak suka istrinya berlaku tidak sopan, bahkan Hansell tidak suka Airyn membuang uang untuk Penalti kontraknya. Namun bentakan Hansell terlanjur diambil hati oleh Airyn, hingga ia terdiam tanpa mampu bicara dan menatap wajah suaminya.
Melihat hal itu, tentu saja cemoohan di bibir Cheng Lin kepada Nona Petrov, seolah ia tidak sabar mengeluarkan kata-kata mutiara yang tertahan sejak lama
“Sepertinya, Nona Petrov perlu sadar diri, tidak semua orang bisa anda rebut begitu saja, saya bangga dengan anda Tuan Hansell, wanita sombong sepertinya pantas diberikan pelajaran dengan mempermalukan dirinya, ia bahkan dengan percaya diri membatalkan kontrak kerjasama antara perusahaan kita, sudah jelas ia bukan siapa-siapa disini, dan berlagak mengambil Client Grup Cheng, sekalipun kau memiliki masalah dengan kami dimasa lampau Nona Petrov, kau tidak bisa merusak reputasimu sendiri, aku bahkan sangat malu melihat Nona Petrov meruntuhkan wibawanya seperti ini, apakah kau tidak sadar, jika saat ini kau benar-benar menjijikan” Ketus Cheng Lin dengan kalimat menghina, ia merasa puas sekali dengan kalimat yang terlontar dari bibirnya, sudah lama ia menantikan masa-masa ini, untuk membalas kesialan dimasa lampau, dan sekarang keadaan membantunya dengan dukungan Hansell Hamillton, membuat Cheng Lin tidak sia-sia akan nafsu memiliki pria itu.
Airyn tersudut sambil menahan air mata dan gumpalan tangan dengan keras, selama ini Hansell tidak pernah membentak dirinya, dan selama ini ia selalu bisa melawan orang lain dengan apa yang ia punya, tapi sekarang Hansell menolak kehadiranya begitu saja, dan wanita itu merendahkan nya tanpa Airyn mampu membalas, kenapa Airyn bisa selemah ini? Kemana dirinya sebagai Nona Petrov, apakah benar-benar menghilang semenjak ia mengambil alih kehidupan sederhana, benar-benar situasi yang menyesakan dada.
Ada senyum tipis yang diseringaikan Hansell secara mengerikan, setelah mendengar kalimat terakir yang dipaparkan wanita dari Grup Cheng itu pada istrinya, membuat darah Hansell mendidih dengan kentara, seolah ia ingin menghabisi wanita itu seketika tanpa banyak bicara, ia menatap tajam dengan aura gelap yang mengerikan seluruh ruangan, mengepalkan tangan untuk berusaha menahan diri. Dan wanita tua itu mengatakan istrinya, Menjijikan? Apakah ia baru saja mengatakan Nyonya Hamillton menjijikan, bagaimana bisa orang asing berkata seperti itu dengan lantang di telinganya, dan Hansell membiarkan begitu saja? Sekalipun ia memiliki kerjasama yang mengiurkan dengan Grup Cheng, tidak sepantasnya wanita itu merendahkan istrinya, bahkan membuat Airyn terdiam dengan rasa malu dan menekuk wajahnya kearah bawah, perlahan ia menarik Airyn dan memeluknya dengan intim, bahkan mempertontonkan jika Airyn bukanlah orang lain, pandangan yang membunuh itu menampilkan seringai menghina yang tajam, bahkan membuat Cheng Lin bungkam, tanpa mengajukan pertanyaan.
Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa mereka berciuman? seolah mereka bukan orang asing, apa aku kelewatan sesuatu? gumam Cheng Lin dialam fikiran nya. Bahkan tegaknya hampir tidak seimbang akibat gemetar, matanya yang tadi menatap lantang tiba-tiba saja buram, bahkan bulu kuduknya merinding saat melihat seringai tajam Hansell.
“Katakan saja berapa uang penaltinya, aku akan membayar itu semua, terkait ucapanmu, bersiap-siap saja untuk hadiah yang aku berikan. Apa kau barusan mengatakan istriku, menjijikan? Apa kau tidak tahu, kau lebih menjijikan darinya! Melakukan kerjasama dengan seorang pria dengan merendahkan dirimu sebagai wanita, bahkan kau tidak membaca kontrak kerja sebelum menyetujuinya. Bukankah hal ini dapat diartikan, kau tengah menujual harga dirimu sendiri padaku! ” bentak Hansell dengan kalimat menohok yang membuat Cheng Lin bungkam, solah Hansel menjelma menjadi pria bermulut tajam yang sangat menyakitkan.
Airyn terdiam sambil menegadanhkan wajahnya melirik Hansell, kali ini Airyn sadar. Jika hansell menahan amarah yang ia pancarkan untuk wanita itu, bahkan terlihat jelas bagaimana ia menaruh dendam yang dalam, apakah Hansell tidak marah pedanya? Melainkan wanita dari Grup Cheng? Airyn sangat sulit menebak, tapi ucapan dan tindakanya, mengangkat derajat Airyn yang tadinya jatuh berantakan.
“Tu-tuan Hansell. Istri? Apa maksudmu?” dengan gagap Cheng Lin tidak mampu melanjutkan penuturan yang tertahan di nada suara, bahkan pelukan Hansell terlihat seperti jawaban, hingga Cheng Lin bergetar takut, jika sedari tadi pria itu telah membaca dirinya, apakah kali ini ia direndahankan, membuat Cheng Lin tidak terima, tapi apa yang bisa ia lakukan? Tadinya ia berani mengatai Nona Pertov karna merasa ada pendukung, tapi ternyata orang yang dianggap kawan adalah lawanya.
Bahkan dengan kekuasaan Hansell saja, mampu menjatuhkan Grup Cheng, ditambah Nona Petrov yang menjadi orang paling kuat dibelakang, sudah pasti dengan bernafas saja, mereka dengan mudah menghancurkan Grup Cheng tanpa bersisa satu debupun, membuat tubuh Cheng Lin merinding takut saat membayangkan emosi kakeknya, yang mengerikan.
Apa yang harus lakukan? Pertanyaan itu seolah menyibakan takut yang menyelisik tajam ke batinnya, bahkan menatap Hansell saja menghilangkan keterpesonaanya, sekarang pria lemah lembut dengan segala sikap tenang tadi, berubah menjadi predator mengerikan dari yang pernah dibayangkan, benar kata pepatah, jika air yang tenang jauh mengerikan jika ia memiliki kedalaman, dimata Cheng Lin, Hansell adalah orang seperti itu.
“Tu-tuan Hansell, No-nona Petrov. Ampuni saya, saya tidak sadar telah melakukan kesalahan, maafkan saya Tuan, maafkan saya...Maafkan saya” ucapnya dengan memohon sembari mengosokan kedua telapak tanganya mengemis ampunan, tanpa sadar Cheng Lin bertekuk lutut dihadapan Airyn dan Hansell.
Melihat hal itu tentu Hansell tidak bergeming sama sekali, bahkan hatinya saja tidak bergetar untuk memaafkan, sedangkan Airyn berbalik badan dan keluar dari pelukan suaminya, melihat wanita itu berlutut dilantai, ada rasa ibah dibatin Airyn.
“Berdirilah” ucap Airyn dengan kalimat tidak enak, tentu ia tidak suka jika orang lain berlutut seperti ini, namun Cheng Lin tidak merespon apapun dan masih diam di tempatnya.
“Berdiri!!” Airyn manarik bahunya secara paksa hingga mereka berhadapan, ia menatap kesal namun merasa sedikit bersalah, bisa dikatakan wanita itu terpaut usia yang jauh diatasnya, bahkan ia hampir bergandengan dengn Merry ibunya, secara tidak langsung Airyn tengah berhadapan dengan orang tua, tentu ia tidak akan merasa nyaman jika Cheng Lin berlutut seperti ini pada mereka
“Pergilah dari sini, sebelum aku berubah fikiran” ucapnya dengn tatapan enggan yang kurang nyaman
“No-nona, saya mohon maaf...saya mohon jangan imbaskan ini pada Grup Cheng” ucapnya dengan penuh harapan kepada Airyn, bahkan air matanya saja meleleh tanpa diperkirakan
“Pergilah, sebelum aku berubah fikiran” ucap airyn sekali lagi dengan nada tegas, berserta tatapan mata yang mengancam, ia bergegas merapikan barang dan beranjak dari sana, sedangkan Hansell yang masih belum reda dengan emosinya, tidak bisa membiarkan itu begitu saja, ia masih memandang dengan penuh dendam dan amarah, berani sekali ia mengatakan Airyn menijikan, jika wanita itu seorang pria, Hansell akan memberikan neraka untuk di hadapinya.
“Hansell, sudahlah. Aku baik-baik saja, jangan dipermasalahkan lagi” ucap Airyn saat menghadapi suaminya, ia mengenggam jemari Hansell untuk meredakan amarahnya.
“Apanya yang baik-baik saja, kau bahkan hampir menangis, dan tidak melawan apapun. Kenapa kau diam saja. Apa kau bodoh! berapa kali aku katakan, jangan melemahkan dirimu pada orang lain, apa kau tidak tahu, jika kau membuat ku takut! ” bentak Hansell dengan gentar, membuat Airyn menekuk wajah karna gugup, sebab Hansell sebegitu mencemaskan nya.
“Sebenarnya, aku terdiam karna kau membentak ku” lirih Airyn dengan kalimat rendah untuk nenahan buliran air mata yang hampir saja tumpah
“Wanita bodoh ini” seketika ia memeluk istrinya dengan sayang, bahkan Hansell menghadiahkan ciuman di kening Airyn untuk istrinya tenang “Maafkan aku, aku tidak sadar telah membentakmu, karna aku tidak suka kau membayar uang penalti itu" penuturan Hansell membuat Airyn memberikan senyum manis seolah suaminya tidak perlu meminta maaf, setelah menyelasaikan perkataan dengan istrinya, mata Hansell melirik kearah depan, dimana Cheng Lin terhenti dan menata mereka dari jarak yang sedikit jauh "Aku tidak menyangka ada orang yang berani menghinamu seperti tadi. Hingga Aku ingin membunuhnya detik ini juga" sorot matanya semakin menajam kearah Cheng Lin yang mematung disana "Apa yang kau lihat, enyahlah dari hadapan ku" bentak Hansell dengan kasar, membuat Cheng Lin pontang-panting melanjutkan perjalanan nya.
Pria berjas rapi dengan alat pendengar ditelinga itu membukankan pintu mobil untuk Nona Cheng, wanitu itu menghempaskan tas jinjing keluaran terbaru itu dengan kasar, seolah ia tidak bisa menerima penghinaan ini, seolah ketidak adilan sangar timpang, bagaimana bisa Nona Petrov mendapatkan apa yang dia inginkan, kekuasaan, harta, jabatan, rasa takut dari rekan-rekan, bahkan pria seperti Hansell, dan juga wanita itu mendapatkan cinta. Membuat rasa dengki meruak ketepian hingga sulit disembunyikan.
Melihat wanita itu pergi, Airyn merasa lega, lalu memberikan senyuman kepada suaminya, hingga mata Hansell menuntun untuk melirik wanita yang amat ia cintai, sambil memeluknya sekali lagi.
"Kau harus tahu! Aku benci sekali melihatmu tidak berdaya Airyn, aku benci! dan sangat benci! Dulu aku pernah berharap, kau menjadi gadis yang akan aku lindungi dan lemah seperti wanita lain, tapi kali ini aku tidak siap menghadapi kenyaataan seperti itu, aku mengiginkan dirimu seperti semula, menghancurkan siapa saja yaang akan menyerangmu, lain kali lakukan hal itu, jika tidak aki akan menghukummu. Apa kau mengerti!" Bentak Hasell seketika, membuat Airyn sangat mengerti "Sayang...Aku benci sekali melihatmu tidak berdaya, aku amat membenci itu” Lirih Hansell sambil membenamkan kepalanya di antara bahu dan leher istrinya, hingga air mata Airyn menetes tanpa suara, dan ia berhasil mengendalikan hingga tidak menderas, ia amat beruntung berjumpa dan menikah dengan Hansell, jika saja ini bukan Hansell, mungkin Airyn tidak akan sebahagia ini.
“Terimakasih sudah menakdirkan Hansell untuk ku” gumam Airyn denga penuh syukur, bahkan ia mempercayai jika didunia ini ada Zat yang mengatur kehidupan manusia, jika benar Tuhan itu ada, Airyn amat bersyukur dan berterimakasih padanya, ia akan melakukan kebaikan untuk menjalani hidup seperti manusia biasa. Terimakasih :)
***
Keduanya tengah berada diantara halaman yang tidak jauh dari rumah, halaman itu adalah kebun yang ada disamping rumah Iriana, hanya saja ada tempat duduk untuk dua orang yang sudah disiapkan, sambil menikmati teh dalam rangka meresapi matahari senja, Merry memandang dengan penuh pesona, seolah waktu paling istimewa untuk dirasakan bersama teman lamanya, tapi kali ini, matahari senja tidak seindah yang dibayangkan, bahkan mereka berdua menutupinya dengn bungkam tanpa mewarnai apapun.
Darrel tengah duduk diruang tengah bersama Somi, yang sedari tadi memandangi dirinya dengan memelototkan bola mata, tentu saja Somi tidak menyangka, kehadiran sekretaris pribadi Hansell dengan wanita yang tidak disukai oleh ibunya, sangat menganggu. Bahkan Somi membutuhkan jawaban atas situasi ini, Somi merasa cukup dalam mengenal Darrel, sebab saat Somi mendekati Hansell, Darrel lah pria yang sering dijadikan perisai untuk menolaknya, hal itu yang menjadikan Somi memiliki kesan yang tidak baik dimasa lampau kepada Darrel, bahkan ia sering merasa cemburu saat Hansell memilih Darrel dari pada dirinya.
“Untuk apa kau kesini Merry?” tanya Iriana untuk memecah keheningan yang terbentang diantara mereka
“Apa hanya itu yang bisa kau katakan Iriana, tidakah kau membutuhkan jawaban atas kehadiran putra sulungmu yang tiba-tiba ada didepan mata” ucap Merry dengan menantang, membuat Iriana menatap tajam kearah sahabatnya.
“Apa yang terjadi sebenarnya? Bukankah anak ku telah meninggal? Kenapa ia masih hidup? Atau jangan-jangan kau menyembunyian nya? apa lagi masalahmu Merry?” bentak Iriana dengan geram, ia memegangi dada yang dirasa berdenyut saat melontarkan pertanyaan
“Apa aku sakit? Kau sakit apa Iriana?” tanya Merry dengan panik, sambil memegang bahu Iriana, namun wanita itu berhasil menepis tangan Merry
“Aku tidak apa-apa, katakan saja kebenaranya” pinta Iriana dengan penuh harap.
“Aku tidak pernah mengatakan anakmu meninggal! Bahkan aku tidak pernah mengucapkan kalimat itu bukan? Kenapa kau menuduhku menyembunyikan kebenaran” bantah Merry seketika membuat Iriana geram dan tidak bisa mempercayai ucapan temannya.
“Lalu kenapa aku membaca berita tentang kematian James, bukankah kau sama saja memberiku kabar, lewat media koran” Bentak Iriana seketika
“Aku sudah berusaha menghubungimu saat itu, tapi Ji, melarang untuk aku bertemu dengan mu, ia melarang untuk aku mengirim Surel, bahkan saat aku mencoba mengirimnya, Ji sendiri yang menangkap dan memblokir Surel itu, hingga ia meracuni otak Louis untuk menghentikan diriku, tentu saja aku bersalah padamu karna ketidakberdayaanku kepada Louis, Apapun yang diberitakan, semua itu hanya untuk menyembunyikan James dari penculikan yang dilakukan Griffin, aku tidak tahu harus berbuat apa, yang jelas pada saat itu memberikan James pada Griffin akan menjadi kesalahan, tapi sekarang aku menyadari, menyembunyikan Jmes adalah kesalahan terbesar” kalimat Merry terhenti, hingga air mata Iriana menetes, ia mengigat masa itu adalah masa terburuk yang ia miliki, Iriana terpaksa meninggalkan Irlandia demi putrinya Somi, hingga berat hati menitipkan James kepada Merry, selain Merry siapa yang dipercayai Iriana untuk melindungi James, hanya keluarga Petrov yang memiliki kekuasaan besar, dan mampu mewadahi putranya untuk berlindung.
*Selain itu, Ji memutus akses Iriana untuk berkomunikasi, ia dikurung seperti tahanan yang dipoles riasan setiap hari, Iriana diberi gauh dan baju indah untuk dikenakan, bahkan makanan tingkat tinggi dengan kualitas bintang lima disajikan setiap waktu.
Iriana terkesan menjadi pajangan yang dibanggakan kepada rekan kerja suaminya, seolah obsesi Ji sangat mengerikan bagi Iriana, sampai pada akirnya Iriana menemukan kabar, jika putranya meninggal akibat kebakaran disebuah apartement kosong, membuat wanita itu terpukul dan sering kehilangan diri, ia membenci Merry dan juga keluarga Petrov, ia menyesal telah menitipkan James kepada Mereka hingga kejadian ini berimbas pada kematian putranya.
Siapa yang bisa ia salahkan keluaci mereka? tentu saja dirinya sendiri yang pantas disalahkan.
Semenjak saat itu, Iriana menjauh dari kehidupanya di Irlandia, bagi Iriana putrinya Somi adalah alasan untuk bertahan, ia terpaksa menyembunyikan Somi dari Ji, karna gadis itu menjadi sasaran Griffin, Iriana mengenali mantan suaminya yang haus akan darah, bahkan kegilaan Griffin tidak segan untuk membunuh. Jika ia mengatakan pada Ji, bahwa Somi adalah putrinya, tentu Griffin akan membunuh gadis itu tanpa segan*.
*Ancaman itu diberikan Griffin saat memperkosa Iriana dua tahun semenjak ia menikah dengan Ji. Bukankah kehidupan Iriana sangat mengerikan, hingga dikatakan sebagai nerakan bagi hidupnya.
Ketika anak-anak beranjak dewasa, dan semuanya kembali normal dan tenang, pada masa itu, Griffin kembali lagi, ia menanyakan tentang anak dari darah daging Ji, membuat Iriana ketakutan setengah mati, tanpa sengaja anak kembar Iriana dari hubungan terlarangnya dengan Griffin, melihat kejadian tersebut, mereka berteriak minta tolong karna Griffin mencekik leher ibunya, akibat emosi yang sulit dikendalikan, tanpa sengaja Griffin menyuntikan virus mematikan kepada anak kembar mereka, ia salah dalam menancapkan virus, seharusnya ia menyuntiakan obat tidur, tapi pria itu malah menyuntukan sebaliknya.
Pada masa itu, Somi menyaksikan Iriana menangisi dua tubuh anaknya yang sudah berpisah dengan roh mereka. bahkan ibunya melirihkan "Aku membunuh mereka somi" hingga Histeris, tentu Somi tidak mampu lagi membiarkan nya, dia bertekad untuk menyembunyikan semuanya.
Dan sekarang, Griffin kembali dengan mengincar nyawa Somi, dan putranya yang ia anggap tiada, berdiri didepan matanya dengan kokoh, bahkan membuat Iriana besyukur sekalipun sedikit takut.
Banyak hal yang ditakuti Iriana
Apakah James akan menyakiti Somi?
Apa yang dilakukan Ji saat ini? kenapa ia tidak kembali? apa Ji masih hidup?
Dan Griffin, apa tujuanya sebanarnya, jika ia ingin membunuh Iriana, seharusnya Griffin bisa melakukanya, bahkan ia membawa kemana-mana virus dan beberapa obat mamatikan yang dijadikan senjatanya*.
Melihat Iriana larut difikiranya yang menerawang kemana-mana, Merry langsung menebak apa yang difikirkan wanita itu, hingga ia menangis dengan terisak
"Kau hebat Iriana, bahkan sampai kau bertahan hingga hari ini saja, aku sangat bangga, terimakasih sudah kuat" Ucap Merry sambil meneteskan Air mata.
"Aku bertahan untuk anak ku"
"Tetap saja, kau sudah melakukan yang terbaik" cela Merry seketika
Iriana menjalin jemarinya dengan gugup, sambil menepis air mata, dan melirik kearah Merry
"Apa maksud dari ucapanmu Merry, jika menyembunyikan James dari Griffin adalah kesalahan, bukankah kau sendiri yang membuat anak ku seperti itu" tuduh iriana dengan penekanan tegas, membuat Merry terdiam, hingga tidak bisa mempercayai perkataan Iriana
"Wah, kau benar-benar bermulut tajam. Benar! Aku yang salah, telah menyembunyikan anak mu, dari ayah kandung nya, bahkan aku yang salah, mendengarkan ucapan sahabatku yang menjauhkan anaknya dari ayah kandung bocah itu, jika saat itu kau tidak memohon untuk aku melindungi dan menyembunyikan James, aku tidak akan melakukanya Iriana, apa kau tidak tahu! Anak ku hampir mati di tangan Griffin karna menyembunyikan James, hampir saja aku menukar James dengan Airyn, tapi saat aku melihat kondisi Airyn, aku terlanjur takut, jika nantinya aku akan menghancurkan hidup putramu. Kau bahkan pergi kesini dibawah kekuasaan Ji, sampai aku tidak bisa melakukan apapun, selain menjadi budak dari Louis, bahkan melindungi putriku saja, aku sudah gagal" Ucap Merry dengan dada yang terasa sesak, ia bahkan menahan air matanya untuk tidak tumpah.
Iriana yang melirik kearah Merry menekuk kepala karna bersalah, ia tahu, dimasa lalu kehidupanya dan Merry sama saja. Mereka berdua terjebak diantara pria yang memiliki logika dalam menjalankan kehidupan, hingga terbodohkan dengan hati sebagai seornag wanita, jadi apapun yang terjadi, Merry tidak salah, bahkan ia juga menderita Karna menyelamatkan hidup James.
“Aku melihat banyak dendam di matanya padaku, aku takut sekali Merry, bahkan aku ingin mengakiri hidup karna hal ini, tapi jika aku menghindari anakku, sama saja aku memberikan ia neraka, aku membiarkan ia salah paham dan tersesat, karna itulah aku harus bertahan untuk menjelaskan kepadanya, tentang masa lalu keluarga kami” ucap Iriana dengan berderai air mata, membuat Merry amat prihatin padanya, entah itu dimasa lalu atau sekarang, wanita itu selalu menderita, jika Merry dikatakan wanita paling menderita karna mencintai Louis Petrov sepenuh hati dan tidak mendapatkan balasan yang setimpal, sebenarnya Iriana wanita paling menderita dari padanya, ia selalu dicintai tapi sulit untuk memiliki, kedua suami yang hadir karna mencintainya, malah berujung dalam kehidupan bak neraka untuk Iriana, apakah ia masih dikatakan wanita bahagia? Jika hatinya saja dikecewakan terus menurus atas keegoisan pria yang hanya mengiginkan raganya.
“Iriana, apa kau tahu. Dari dulu hingga sekarang aku selalu bangga memiliki sahabat dan saudara sepertimu, aku selalu bahagia telah membantumu, tapi untuk kali ini aku merasa kecewa akan diriku, yang pernah ikut campur atas kehidupanmu, aku tidak bisa bangga lagi terhadap penderitaan yang kau jalani, hingga aku ingin menyudahi semua ini, dan memberikan seluruh faktanya kepada James” ucap Merry dengan menyesal, sambil menepis air mata yang tertahan
“Jangan!! Aku tidak ingin ia kecewa pada dirinya sendiri. Mungkin saja ia menganggap ayahnya yang paling benar, karna memang benar, Griffin adalah ayahnya, sudah sepantasnya ia mencintai ayahnya sekalipun Griffin melakuakn kesalahan, tapi aku tidak akan membiarkan Griffin meracuni otak anakku lagi, aku tidak bisa membiarkan dia tersesat akan kebenaran, jadi aku mohon, tolong pertemukan aku dan Griffin” ucap Iriana dengn sungguh-sungguh, membuat mata Merry membelalak secara sempurna
“iriana apa kau sadar dengn ucapanmu! Jika kau bertemu Griffin, apa kau tidak tahu hal itu akan membuat tujuanya tercapai, ia bertahan hanya untuk menghabisi nyawamu Iriana, kau tidak bisa meyepelekan Griffin begitu saja, sekalipun ia mencintaimu, tapi itu semua tertutup dengan dendam” ucap Merry dengan penekanan yang tegas, ia memiringkan badan melirik kearah Iriana yang terlihat tenang dari dirinya biasa
“Apa kau tahu merry, burung tidak pernah takut menginjak ranting yang rapuh untuk ia hinggapi, karna dia lebih percaya pada sayap-sayapnya yang akan menerbangkan diri saat semua ranting itu roboh. Begitupun denganku, aku percaya sekali pada putraku, aku percaya diri tentang dia yang mencintaiku, sekalipun James membenciku, anakku tidak akan membiarkan ayahnya melukai ibunya. Merry, James adalah putraku, dia seorang manusai, dia pasti bisa merasakan nya” ucap Iriana dengan penuh yakin
“Tapi james bukan seperti dulu lagi, ia telah berbeda, hingga aku sulit mengenalinya, aku fikir anakmu ada di genggamanku, tapi semenjak aku mengantarkan dirinya ke panti ashuan, semenjak itu aku kehilangan James, kebaikan dan sikap tulusnya selama ini tenryata tipuan semata untuk membohongiku”
“Lalu kenapa?" sanggah Iriana seketika " "Semua itu memang salah kita, yang menjauhkan nya dari Griffin ayahnya” ucap Iriana, hingga Merry bungkam tanpa bicara
"Tapi keinginanmu itu terlalu berbahaya Iriana" ucap Merry dengan penekanan, bahkan membuat Iriana terdiam dengan tatapan mata dalam
“Iriana ada yang ingin aku sampaikan” ucap Merry seketika, membuat Iriana memalingkan wajah bahwa ia siap mendengarkan
“Kau kenal anak ku? Airyn! Dia terjebak akan keputasan Petrov yang menyerahkan Airyn kepada orang yang berada dibalik surat kontrak, maksdu ku. Louis menandatangani perjanjian dengan sesorang untuk melindungi putrinya, tapi perjanjian itu membuat putriku terjebak dengan kehidupan yang dikenadalikan oleh orang itu, bahkan beberapa kali nyawanya di dalam ancaman, dan Griffin terlibat didalam semua ini, dialah yang berusaha menjalankan misi dalam mencelakai orang yang menghadang Airyn dan juga membunuh orang terdekatnya, tapi Griffin bukanlah dalangnya, ada yang lebih kuat dalam mengendalikan dirinya, sejauh ini aku tidak bisa menebak siapa itu, kecuali Ji” sontak kalimat Merry membuat Iriana terpana, bukankah pernyataan ini terlihat gila dan tidak masuk akal, bukankah Griffin dan Ji dua orang yang bertolak belakang, dan memiliki dendam yang sama, tapi kenapa bisa Ji dan griffin menjadi sekutu, tentu ini sangat tidak mungkin untuk dicerna Iriana, hingga keheningan diantara keduanya mengema dialam semesta yang akan menutup senja indah dengan pertukaran malam di menit pertama
.
.
.
.
.
Terimaksih sudah membaca tulisan saya, Authoor minta maaf jarang update akir-akir ini, maaf jika tulisan ini mengecewakan, tapi terimakasih sudah membaca dan memberikan dukungan 🙏🙏
Semoga kalian semua sehat ya, jaga kesehatan :) Salah cium, mwah...hehe