
Tuan Ji duduk di tepi tempat tidurnya, ia begitu khawatir akan situasi kali ini. Apakah dirinya tidak berguna lagi bagi Airyn, jika begitu tentu Tuan Ji tidak memiliki alasan untuk hidup, tapi untuk terakir kalinya ia sangat berharap bertemu dengan Iriana dan putrinya untuk menyampaikan kata maaf dan juga rasa cinta kepada mereka.
Pintu itu terbuka seketika, membuat Tuan Ji berdiri menunggu kehadiran orang yang menghampirinya, sesuai dugaan orang itu adalah Nona Petrov, ia berjalan dengan penuh angkuh seolah tidak ada emosi yang dapat di baca dari raut wajahnya, padahal Tuan Ji mengetahui jika saat ini Hansell adalah suami Airyn, bahkan ia mengetahui jika Airyn sebegitu mencintai Hansell, namun kenapa Nona Petrov malah bersikap tenang seolah kenyataan tentang suaminya yang kecewa bukanlah hal besar, membuat Tuan Ji menyadari sebenarnya sedari awal Airyn ini memang melatih hati untuk tidak menjadi kelemahan.
Nona Petrov berubah menjadi gadis yang memiliki seseorang di dalam hidupnya, hanya saja Nona Petrov sendiri tetap memiliki sifat dasar yang tidak ada belas kasih jika berhubungan dengan tujuanya.
“N-nona petrov” lirih beliau dengan gugup membuat Airyn berdiri angkuh sembari mendudukan diri di kursi tunggal yang ada di dekat nakas, tentu Tan Ji bersimpuh penuh takut melihat wanita itu.
“Berdirilah dengan betul, karna aku hanya ingin bicara baik-baik denganmu” sontak ucapan Airyn mengantarkan tubuhnya untuk bangkit.
“Sebelumnya aku berterima kasih atas usahamu dalam menjelaskan hal ini, apa kau tahu alasan aku ingin dirimu mengulang-ulang perkataan ini. Sebab aku hanya ingin kau menjelaskan dengan benar kepada Hansell, tanpa ada kata yang kau tambah atau kau kurangi. Dan kau sudah melakukanya dengan baik hingga maksud dan tujuanku tersampaikan, itu semua berkat dirimu” ucap Airyn dengan sikap lantang hanya saja belum cukup menghilangkan ketakutan di wajah Tuan Ji, bahkan ketika dirinya berucap Nona Petrov menyelipkan seringai kepuasaaan, namun tetap saja Tuan Ji semakin bergindik ngeri.
Melihat ada ketakutan dari pria tua di hadapanya, Airyn sangat mengerti apa yang menganggu fikiran Tuan Ji, hanya saja ia tidak bisa melunakan diri tanpa intimidasi kepada tawanan, sebab sikap seperti ini juga metode bagi Airyn membuat seseorang menuruti dirinya sampai Airyn mendapatkan hal yang di butuhkan.
“Tenang saja, aku tidak akan membunuhmu. Aku akan menjami keberadaan istri dan anak mu baik-baik saja, sampai kau memiliki kesempatan mengucapkan maaf pada mereka. Setelah itu semua aku tidak akan memberikan jaminan perlindungan lagi, jika nanti ada musuh yang akan menghancurkanmu itu bukan tanggung jawabku Tuan Ji. Itu adalah balasan atas apa yang telah kau lakukan selama ini, sebab apa yang pernah kau tanam itulah hasil yang akan kau tuai” sambung Airyn dengan penuh penekanan meskipun tidak mengurangi keseriusannya.
Membuat Tuan Ji berterimakasih atas wanita itu, jika bukan karna dirinya mungkin Tuan Ji tidak akan bernyawa lagi, bahkan kesempatan yang di berikan Nona Petrov ketika mengulur waktu hidupnya adalah hadiah terbesar untuk saat ini.
“Ada satu hal yang membuatku terganggu” sontak ucapan Airyn membuat tubuh Tuan Ji menegang, hal apa lagi yang menganggu wanita itu.
“Apa yang menganggu anda Nona?” sambungnya dengan ingin tahu.
“Fakta tentang ayahku sendiri. Jujur saja beliau sama seperti diriku, tidak memiliki identitas yang jelas, bahkan kematian saudara dari ayahku sangat mencengangkan. Jika mereka semua bukanlah paman dan bibiku secara Sah menurut darah, mereka semua adalah saudara tiri ayahku. Bahkan ayah sendiri tidak memiliki hubungan darah dengan ibu dan ayahnya, membuat aku menarik kesimpulan jika ayahku adalah anak adobsi dari keluarga itu, namun yang menjadi pertanyaan. Kenapa mereka juga di habisi hingga tuntas?” sontak penuturan Airyn membuat Tuan Ji terkesiap.
“Aku tidak mengetahui tentang hal itu Nona, meskipun aku memiliki hubungan baik dengan ayahmu, tetap saja aku tidak mengetahui latar belakang yang serumit ini di dalam keluarga Louis” jawab Tuan Ji dengan kalimat cepat, seolah tidak ada kebohongan dari cara bersikapnya.
“Siapa ayahku sebenarnya?” gumam Airyn dengan tatapan panjang, dirinya tidak bisa memecahkan misteri serumit ini jika tidak ada narasumber yang bisa di gali kebenaranya.
Sebab seluruh bukti memang di lenyapkan tanpa tersisa, sehingga Airyn hanya mampu menyatukan bukti dari perkataan orang-orang ini, entah itu kebenaran atau tidak, Airyn sudah menyiapkan penyaringan untuk memilahnya.
“Baiklah, jika kau tidak mengetahui hal apapun, aku akan keluar. Dan tetap berpegang pada janjimu Tuan Ji, jangan melakukan hal di luar kapasitasku, karna setelah sesuatu terjadi padamu aku tidak akan bisa menolongmu lagi, jadi berdiam diri disini dan jangan melakukan tindakan bodoh untuk melarikan diri. Karna hanya disini kau bisa bernafas dengan lega” tegasnya dengan pernyataan penuh tekanan. Setelah itu Airyn segera keluar dari kamar Tuan Ji, namun belum sempat ia membuka pintu yang tertutup Tuan Ji mencegat langkahnya dengan cepat.
“Tunggu Nona!!" Airyn memalingkan wajah dengan segera, seolah menuntut beliau menajutkan perkataan dan maksudnya "H-hanya saja aku pernah merasakan sesuatu yang aneh di masa lampau” sontak ucapan itu menarik perhatian Airyn akan situasi saat ini, apa hal yang aneh di masa lampau sehingga raut wajahnya memucat, jika benar ini sepenting itu maka bisa saja itu menjadi petunjuk.
*****
Hansell dan Airyn hanya terdiam di kabin penumpang, setelah perdebatan beberapa saat itu mereka hanya bisa terdiam tanpa bicara atau bermesraan, hanya saja ucapan Tuan Ji sangat menganggu Airyn saat ini, entah kenapa ia merasa itu bukanlah sebuah kebetulan semata, bisa jadi itu adalah fakta yang tidak sengaja terungkap namun ada oknum yang menutupinya.
Sedangkah Hansell sedari tadi hanya memikirkan apa yang harus di lakukanya setelah ini, apakah ia bisa menerima jika Airyn benar-benar mengakuisisi Grupnya dan mengambil alih kekuasaan, jika benar begitu bisakah Hansell mengenggam tangan wanita yang sudah mengecewakanya, sebanarnya apa yang membuat Airyn menjadi seperti ini, seolah Hansell sendiri tidak melihat istrinya di dalam raga wanita itu.
“Berbelok ke butik langgananku, dan kosongkan tempat itu” perintah Airyn kepada anak buahnya, membuat Hansell memalingkan wajah ketika suara Airyn memecah keheningan di antara mereka.
“Kau juga harus bersiap-siap untuk menghadiri pesta nanti malam, dan bertingkah seperti biasa” sambung Airyn dengan penuh penekanan ketika melihat kearah Hansell, akibat masalah yang menganggu dirinya, Airyn seperti melupakan tentang suaminya, jemarinya merayapi jas rapi yang mengikatnya dengan dasi, seolah Airyn merapikanya dengan sikap memanjakan seperti biasa, hanya saja raut wajah Hansell berbeda dari dirinya seolah melihat Airyn seperti orang lain.
Bagaimanapun Hansell boleh kecewa ataupun marah saat ini, hal itu lebih baik di lakukanya untuk memperjelas hubungan mereka yang tidak baik, sebab jika Hansell masih memaaafkan Airyn tentu saja keberadaanya sangat terancam, sebab kali ini Hansell akan menjadi sasaran setelah Merry.
Secara sadar Airyn mengetahui jika tindakanya mengakui Hansell sebagai suami kepada media memiliki resiko yang sangat tinggi, bahkan keputusan itu mengantarkan Hansell ke jurang kematian, dengan merecokan hubungan baiknya dengan Hansell kali ini, tentu menjadi motif untuk memanipulasi orang tersebut, agar berfikir tujuan Airyn mendekati Hansell sedari awal adalah merebut hak milik suaminya, sehingga ia berfikir ini bukanlah cinta.
Dan untuk itu semua, Airyn memberikan tindakan nyata, dengan mengakuisisi perusahaan yang Hansell miliki, sama saja menunjukan kepada dunia ia tengah memanfaatkan pria itu, bagi Airyn sendiri pandangan buruk tentang dirinya bukanlah masalah besar, sebab sedari awal orang mengenal Airyn sebagai wanita kejam yang tidak berprasaan, sehingga pengkhianatan ini adalah hal wajar yang bisa dilakukan oleh Nona Petrov.
Karna itulah Airyn membawa Hansell menemui Tuan Ji agar mendengar langsung suatu kebenaran tentang asal usul mereka, dan membuat Hansell salah paham padanya, dengan begini dirinya mampu membohongi orang Hansell dan orang di balik surat kontrak.
“Apa kau masih bisa menghadiri pesta di situasi sekacau ini, tidakah kau perlu menyanggah satu perkataanku untuk menjelaskan situasi ini. Kenapa kau malah berdiam diri seolah menerima semuanya” hina pria itu dengan geram.
“Karna merebut milikmu adalah tujuanku menikahimu. Bagaimana bisa aku membantah jika semua itu adalah kebenaran, lain dari itu kau berada di bawah kuasaku Hansell, jadi tidak sepantasnya kau membantah atau keras kepala, kau harus mengikuti alur permainan yang aku buat, karna saat ini kau tidak ada harganya selain menjadi suamiku” sontak ucapan Airyn mengundang rasa muak di batin Hansell, tanganya mengepal menahan sakit penuh sesak yang melanda, bahkan ia ingin memecahkan sesuatu untuk membagi rasa kesal dan amarah, tapi apa yang bisa Hansell lakukan jika fakta Airyn adalah wanita yang sangat ia cintai.
Melihat Hansell menahan diri bersusah payah, tentu ada rasa simpati yang amat dalam di hati Airyn, ia meminta maaf sedalam-dalamnya atas apa yang terjadi, tapi cara satu-satunya memperjelas hubungan mereka adalah dengan mengkhianati Hansell, dengan begitu orang tersebut tidak akan menargetkan Hansell lagi, dan memikirkan ulang utuk menganggu dirinya.
“Kau harus mempertimbangkan adik kesayanganmu, jadi bersikap baiklah sayang. Sebelum aku habis kesabaran” sontak ancaman itu membuat Hansell terpana, apakah Airyn tengah mengunakan Angel untuk mengancamnya, sebenarnya apa yang di lakukan wanita itu pada Angel.
“Apa maksdumu. Apa kau menyandra adik ku! Airyn! Apa kau sadar dengan apa yang aku lakukan. Ada apa dengan mu kali ini, hingga kau menjadikan Angel sebagai alasan mengendalikan diriku” bentak pria itu dengan emosi yang meluap-luap, bahkan suara membentaknya membuat Airyn sedikit kaget hingga menahan hati untuk tidak merasa sakit, bagaimanapun ia tidak boleh mengunakan hati dalam permainan ini, meksipun kenyataanya bersandiwara seperti ini sangat menyakiti Airyn secara nyata.
“Maafkan aku sayang. Tapi aku terpaksa melakukanya, jadi bersikap baik untuk menghadiri pesta malam ini, mari kita melakukaanya bersama-sama jika kau ingin semuanya baik-baik saja” sontak ucapan itu berlabuh di sebuah butik yang menjadi langanan Airyn, butik tersebut sudah di privat untuk Nona Petrov sendiri dan suaminya, sehingga tidak akan ada yang menganggu mereka berdua.
Tentu saja anak buah Airyn sudah melakukan penjagaan yang ketat di arah luar dan titik tertentu, bahkan mereka semua telah siap menanti kedatangan Nona Petrov dan suaminya, membuat Hansell merasa jengkel ketika melihat situasi ini, kenapa Airyn harus melakuaknya dengan begitu heboh jika mereka hanya berganti pakaian saja, memangnya hal apa yang di takuti wanita itu sehingga melakukan penjagaan ketat tingkat tinggi.
Dengan terpaksa Hansell menapakan kaki mengikuti langkah Airyn, ia memasuki butik dengan wajah kusam yang tidak mengenakan ketika di pandang, tentu Airyn menyadari betapa tidak enak hatinya pria itu, namun tetap saja Hansell adalah suaminya, Airyn mengambilkan beberapa potong jas yang di rasa cocok degan tubuh Hansell, ia mengukurnya seolah bersikap manja pada suaminya, dengan cepat Hansell menepis tangan Airyn seolah enggan di bantu oleh waita itu.
“Permisi..”sontak ucapan Airyn langsung di sambut baik oleh sang manager butik “Bantu suamiku memilih pakaian yang sesuai, dan aku akan berganti pakaian” Airyn melenggang pergi ketika hatinya berdenyut sakit, entah mengapa sikap Hansell yang menolaknya secara terang-terangan ternyata menyakiti hitanya dengan perih.
Padahal Airyn telah membuat pertahanan diri yang kokoh namun kenyataanya tidak sejalan dengah harapan, tetap saja hatinya tidak memiliki dinding pelapis yang sekokoh itu dalam menyaring rasa sakit ini.
Siapa yang tidak mengetahui permasalahan Tuan Ji bisa terjebak diantara Nyonya Iriana dan Griffin, karna ketika dirinya kehilangan kesadaran Tuan Ji melakukan kesalahan sehingga tidak sengaja melibatkan masalah diantara dirinya dan Nyoya Iriana, sebelum itu Tuan Ji merasa hanya memimum sedikit Cocktail dengan campuran Vodka, sehingga tidak memiliki sensasi besar dalam menghilangkan kesadaranya, namun di luar dugaan Tuan Ji malah hilang kesadaran sehingga membuat kesalahan fatal.
Namun sebelum itu dirinya menerima minuman langsung dari Louis Petrov sehingga ia tidak berfikir panjang meneguknya hingga tandas, tapi setelah Tuan Ji menyelidiki rekaman di tempat kejadian rekam jejak itu malah menghilang dimana Louis Petrov yang memberikan minuman padanya, sehingga banyak orang menduga jika sebelum menerima minuman itu dirinya juga sudah mabuk di bawah kendali alkohol, tapi di sisi lain Tuan Ji malah sebaliknya, berfikir jika dirinya tidak di luar kendali sehingga ia mengigat jelas jika Luois secara langsung yang memberikan dirinya minuman bahkan ia mengigat jam kejadian sebelum hilang kesadaran, sehingga di jam yang sama malah keluar bukti yang menegaskan jika Louis pada saat itu berada di dalam kamar putrinya bersama Charlot.
Bahkan mereka menghabiskan waktu menemani Airyn dengan waktu yang panjang, sehingga semua orang semakin bersikeras jika Tuan Ji telah mabuk sebelum ia menerima minuman dari seseorang, bahkan banyak orang berspekulasi Tuan Ji melampiaskan kesalahan pada Louis Petrov akibat kecerobohanya sendiri, hanya saja sampai detik ini Tuan Ji masih percaya jika ada kemungkinan seseorang terlibat dengan segaja, untuk memberikan obat perangsang di dalam minumanya.
Meksipun semua orang bersikeras atas fakta dan bukti yang ada, tapi sampai hari ini Tuan Ji masih saja mengigat jelas bagaimana hari itu, ia secara sadar mengigat jika Louis sendiri yang memberikan minuman di waktu itu, sehingga setelah minuman itu tandas ia melupakan semuanya.
Itulah hal ganjil yang di ceritakan Tuan Ji kepada Airyn, membuat wanita itu terdiam ketika memandang Tuan Ji penuh perhitungan, seolah Airyn sendiri mempercayai perkataanya, padahal seluruh orang di masa lalu tidak ada yang percaya dan menganggap Tuan Ji mabuk pada saat itu, namun kali ini Airyn seolah mempercayai Tuan Ji sepenuhnya.
Dari kejadian itu hanya satu yang dapat Airyn simpulkan, Apakah ada dua Louis Petrov? Tapi tidak mungkin!
“Airyn” putus Hansell ketika melihat istrinya termenung dengan tatapan nanar, bahkan Hansell memanggil nama istrinya berulang-ulang tetap saja Airyn diam membisu di ruang tungggu.
“I-iya. Apa kau sudah selesai?” celetuk airyn saat memalingkan wajah seketika, matanya terhenti kepada pakaian yang Hansell kenakan, warna putih itu sangat cocok dengan warna kulitnya, sehingga pria tampan itu sangat menawan seolah waktu berhenti hanya untuk memandangi suaminya, bagaimana bisa Hansell setampan ini di mata Airyn, bahkan ia sulit mengendalikan diri untuk memesrainya.
“Apa yang kau fikirkan” putus Hansell seketika, seolah ia melihat Airyn tidak bergerak selain menatapnya.
“Tidak. Kau tampan sekali” lirihnya dengan sedikit malu, membuat Hansell salah tingkah tanpa mampu berucap, baru saja senyum melengkung di wajahnya seketika memudar ketika mengigat situasi yang melanda mereka, melihat perubahan secara mendadak di wajah suaminya, dengan cepat Airyn mengambil alih.
“Abaikan apa yang terjadi, dan bersikap seperti suamiku semula. Dan aku memohon kerjasama dirimu dalam hal ini” ucap Airyn dengan penuh bujukan, ia bahkan melingarkan tanganya di lengan Hansell, seolah secara paksa meminta suaminya harus megikuti alur cerita.
“Aku akan membantumu, tapi jangan pernah menyentuh adikku” sontak ucapan Hansell membuat Airyn tertegun, ia benar-benar melupakan tentang wanita itu.
“Hansell tunggu sebentar, ada hal penting yang harus aku urus, aku akan kembali” secepat mungkin Airyn memasuki ruang ganti sambil mengunci pintu dari arah dalam, ia mengotak atik ponselnya untuk menghubungi Dikra.
Dari arah belakang Hansell melihat istrinya yang menghilang dari pandangan, entah kenapa rasa kecewa yang melanda hatinya tidak membuat cinta itu memudar, meskipun Airyn tidak menyangkal hal apapun, tapi secara alami hati Hansell menyangkalnya dengan sendiri, seolah ada alasan di balik semu ini.
Airyn, sebenarnya hal apa yang terjadi sehingga kau menjadi seperti ini, banyak pertanyaan yang tidak kau jawab, seolah kau membenarkan kesalah pahaman itu, apa tujuanmu dari semua ini, untuk apa kau membuatku membenci dirimu? Untuk apa kau membuatku kecewa? Tapi untuk apa kau masih mempertahankan diriku di sisimu. Bahkan kau memberikan keamanan seperti ini, seolah menjadi alasan jika telah terjadi sesuatu, dari pada takut kehilangan semua yang aku miliki, aku lebih takut kehilangan dirimu, aku lebih takut jika kau malah menempatkan diri di dalam bahaya hanya untuk melindungi ku.
“Apa kau sudah pergi?” tanya Airyn dengan cemas, bahkan ketika panggilanya diangkat Airyn dengan cepat menyuguhkan pertanyaan pada Dikra tanpa memberi jeda pria itu untuj menyapa.
“Iya, aku tengah menuju bandara dan akan kembali ke Irlandia bersama Angel” tutur Dikra dengan nada pelan.
“Baiklah Dikra. Aku percayakan Angel padamu, jangan sampai terjadi sesuatu padanya jika tidak nyawamu dalam ancam. Apa kau mengerti!” ancam Airyn dengan tegas seolah tanganya mengepal penuh tekad membara.
“Apa kau gila, menuduhku akan mencelakai wanita yang aku cinta, dan kau harus menepati janjimu dengan membalas kematian ayahku” ucap Dikra di seberang sana
“Tentu saja, malam ini akan menjadi malam yang bersejarah untuk seseorang, karna itulah aku perlu menempatkan Hansell di jangkauan mataku, dan Angel harus bersembunyi tanpa ada yang mengetahui. Jangan biarkan dia mengetahui semua ini. Setelah kalian sampai di Irlandia temui anak buahku dan ikuti mereka. Apa kau mengerti! Dan mungkin nanti akan terjadi suatu skenario untuk mengelabui Angel, jadi ikuti saja alur dan bersikap normal sesuai situasi” ucap Airyn dengan menjelaskan secara terperinci
“Iya aku mengerti. Angel sudah datang, aku putus dulu. Dan untuk mu, berhati-hatilah” lirih Dikra dengan kalimat dingin, seketika panggilaan itu terputus, membuat Airyn melepaskan lega sebab memastikan Angel baik-baik saja, sebab jika wanita itu masih di Korea tentu keberadaanya terancam, karna itulah Airyn meminta Dikra membawa Angel pergi, setidaknya di daerah kekuasaan Airyn pergerakan orang itu tidaklah terlalu luas.
Secara garis besar Dikra sangat memahami situasi ini, jadi ia pasti mengetahui hal yang seperlunya di lakukan, dan Dikra akan melindungi wanita itu dengan segenap kekuatan yang dimilikinya, dan kali ini Airyn harus melindungi suaminya.
Baru saja Airyn keluar dari tempat ganti, matanya di suguhkan oleh pemandangan yang sangat mencengangkan, seluruh pelayan di toko ini terkapar diatas lantai seolah mereka kehilangan kesadaran, suaminya yang berdiri di tempat semula saat di tinggalkan sudah tidak ada lagi, membuat darah Airyn membeku ketika menyadari ia melewatkan sesuatu, dengan segera wanita itu mengangkat gaunya yang menjuntai untuk berlari kearah depan, ia melihat seluruh anak buahnya telah terkapar hingga tidak bersisa satupun.
Membuat tubuh Airyn menegang penuh dendam yang tidak terbalaskan, ia sudah menebak jika ini adalah rencana orang itu, padahal Airyn sendiri telah memilih tempat ramai dengan fasilitas keamanan yang memadai tapi tetap saja bisa di membobol pertahananya, membuat darah Airyn mendidih seolah tidak bisa mengampuni apa yang dilakukan, meskipun air mata terasa meluap-luap ingin membanjiri, entah kenapa bagi Airyn bukan saatnya untuk menangis
Jika saja terjadi sesuatu pada Hansell, Airyn tidak akan memafkan siapapun termasuk dirinya sendiri, Hansell harus selamat hidup-hidup seperti mereka membawa pria itu, dan Airyn tidak akan tinggal diam dan lemah untuk menangisi semua ini, jika benar orang itu telah bertindak sejauh ini, tentu Airyn perlu mengeluarkan seluruh kartu yang di milikinya.
Bahkan untuk suaminya, Airyn akan mencari jejeknya keseluruh penjuru dunia, meksipun ia harus membalikan batu satu-persatu, tetap saja Airyn tidak akan menyerah tetang Hansell.
Untuk kali ini Airyn terasa sangat lemah, namun bukan saatnya untuk menyerah, karna pria yang bersusah payah di lindunginya tetap saja berada di dalam ancaman, semoga apa yang di perhitungkan Airyn kali ini benar-bebar tepat, jika tidak ia akan menghancurkan orang itu dan dunia yang di lindunginya.
Yaitu, APV Petrov dan kekayaan keluarga Farhaven.